Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Efektivitas Pelatihan Forgiveness terhadap Tingkat Forgiveness pada Residen di Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Perdana Kusuma; Rifka Wahdania; Nurpadilla Nurpadilla; Andi Muhammad Fiqran F
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 9: Agustus 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i9.2047

Abstract

Forgiveness menjadi salah satu variabel yang teridentifikasi dapat memengaruhi proses pemulihan pecandu narkoba. Pelatihan forgiveness merupakan bentuk pemberian intervensi yang berfokus pada forgiveness (pemaafan) dan gratitude (bersyukur) untuk mengembangkan emosi positif dalam diri, meredam emosi negatif, serta membebaskan diri dari belenggu perasaan negatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pelatihan forgiveness terhadap tingkat forgiveness pada residen di Balai Rehabilitasi BNN Baddoka. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 17 residen yang sedang dalam fase primary dan fase re-entry di Balai Rehabilitasi BNN Baddoka. Adapun desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah one group pretest-posttest design. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dimana subjek diberikan pelatihan forgiveness selama dua hari, kemudian follow up dilakukan satu minggu setelahnya. Penelitian ini menggunakan uji hipotesis paired sample t-test dengan nilai p= 0,020. Berdasarkan hasil pelatihan yang telah diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pelatihan pemaafan yang dilaksanakan efektif dalam meningkatkan kecenderungan residen dalam melakukan pemaafan pada diri sendiri, situasi, Tuhan dan dengan orang lain. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pemaafan pada hasil pretest-posstest residen.
PELATIHAN PSYCHOLOGICAL FIRST AID PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNM Ismalandari Ismail; Perdana Kusuma; St. Hadjar Nurul Istiqamah; Tri Sulastri; Nur Akmal
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2023): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i3.43320

Abstract

Psychological first aid (PFA) is a form of psychological intervention that can be given to victims of crises, such as natural disasters. Students are often involved as volunteers in disaster events, but are often more focused on distributing aid or donations. Psychological First Aid training was conducted to increase the knowledge of Marabunta Psychology UNM students who are disaster volunteers about the basic concept and application of PFA to disaster victims. The methods used in this training include lectures and role plays by the participants. The PFA training was divided into four stages including pretest, explanation of the PFA concept by resource persons, role play and relaxation, as well as posttest and evaluation. The results of the analysis of the pretest and posttest data showed that there was a significant increase in the participants' understanding of PFA knowledge.
PSIKOEDUKASI BULLYING MELALUI MEDIA LAGU SEMUA TEMAN UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS PERILAKU BULLYING PADA ANAK BINAAN RUMAH ZAKAT GADDETA A Idul Saputra; Gebriella A Sipapa; Lilis Damayanti; Sitti Rahmah; Perdana Kusuma
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2024): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i3.58475

Abstract

Bullying merupakan suatu kondisi dimana seseorang kesulitan dalam mempertahankan diri dari perlakuan negatif yang dilakukan secara sengaja dan berulang . Selain itu, dalam definisi yang lain disebutkan bahwa perilaku bullying terjadi jika terdapat ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku bullying dan korban. Rumah Zakat Gaddeta sebagai lembaga sosial yang menghadirkan ruang belajar dan literasi bagi anak-anak yang berdomisili di daerah tersebut, ditemukan perilaku bullying dengan intensitas tinggi atau sering terjadi. Kegiatan ini bertujuan untuk menurunkan intensitas perilaku bullying pada anak binaan Rumah Zakat Gaddeta. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi melalui media lagu “semua teman”. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan psikoedukasi menggunakan media lagu “Semua Teman” menurunkan intensitas perilaku bullying pada anak binaan Rumah Zakat Gaddeta. 
Evaluasi Penerapan Manajemen Event Oleh BKP Mandiri: Meningkatkan Kepuasan Peserta Milad Tigalapan Indonesia Perdana Kusuma; Alya Rif'ah Zafirah; Muhammad Rafly Nugroho
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2025): MEI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i3.72957

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan manajemen event oleh BKP Mandiri dalam meningkatkan tingkat kepuasan peserta pada acara Milad ke-7 PT Tigalapan Indonesia yang juga melibatkan kegiatan buka puasa bersama. Tujuan utama pengabdian masyarakat ini adalah memperkuat identitas kolektif, menumbuhkan ikatan emosional dan spiritual di antara karyawan, serta memperkuat budaya organisasi melalui kegiatan yang bermakna. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif analitik, dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebar kepada 102 peserta yang aktif berpartisipasi secara langsung maupun daring. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan perangkat lunak SPSS, khususnya untuk mengetahui tingkat kepuasan dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadapnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merasa sangat puas dengan acara ini, dengan lebih dari 96% responden menilai pengalaman mereka sebagai "sangat tinggi" dan "tinggi." Keberhasilan ini menunjukkan bahwa perencanaan dan pelaksanaan yang matang mampu menciptakan pengalaman emosional dan sosial yang positif, serta memperkuat hubungan antar karyawan. Kegiatan seperti tausiah, permainan kelompok, dan partisipasi dalam kegiatan internal turut berperan dalam membangun kepercayaan dan mempererat ikatan kerja sama. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa manajemen acara yang efektif, terutama yang mengintegrasikan unsur spiritual dan rekreatif, sangat penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif dan meningkatkan loyalitas organisasi.  
METODE SELF AFFIRMATION UNTUK MENGELOLA KECEMASAN PADA WARGA BINAAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI RUTAN KELAS I MAKASSAR Misly Megautari Putri; Cindy Caroline; Surya Algazali Akbar; Perdana Kusuma
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i4.46216

Abstract

yang baik dan buruk. Manusia hidup dan berdampingan dengan aturan yang ada. Aturan yang di buat tersebut perlu di patuhi untuk mengontrol perilaku manusia, tidak semena-mena dan mengurangi terjadinya tidak kejahatan. Namun, tidak sedikit individu yang melanggar aturan yang ada, berbagai macam kejahatan sering terjadi di lingkungan sekitar seperti pencurian, korupsi, penggelapan, pembunuhan, penggunaan obat terlarang dan tindak kejahatan lainnya. Individu yang melakukan tindak kejahatan dan akan di jatuhi hukuman penjara atau tahanan akan mendapatkan suatu pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan, salah satunya di Rumah Tahanan Negara. Rumah Tahanan Negara adalah tempat tersangka atau terdakwa di tahan selama proses penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan di Indonesia. Individu yang berada di Lembaga Pemasyarakatan akan merasakan berbagai macam gangguan psikologis seperti stress, cemas, dan depresi. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada warga binaan di Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Makassar hal tersebut juga di rasakan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan yang ada di Rumah Tahanan Kelas 1 Makassar. Berdasarkan hasil analisis tersebut intervensi yang diberikan kepada 19 warga binaan adalah pelaksanaan self affirmation dengan pemberian word affirmation. Self affirmation adalah teknik yang mengarah pada penerimaan seseorang terhadap informasi atau intervensi yang diterima. Pelaksanaan kegiatan di lakukan di blok rehabilitasi Rumah Tahanan Kelas I Makassar. Partisipan kegiatan ini adalah 19 warga binaan berjenis kelamin laki-laki dan terdakwa kasus narkotika. Hasil dari kegiatan ini adalah warga binaan dapat mengelolah kecemasan di dalam diri mereka dan yakin bahwa mereka akan menjadi orang sukses dan di terima di masyarakat setelah menjalani masa tahanan.
LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL PADA WARGA BINAAN REHABILITASI NARKOBA DI RUTAN KELAS I MAKASSAR Surya Algazali Akbar; Cindy Caroline; Misly Megautari; Perdana Kusuma
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2022): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i1.38139

Abstract

Abstract : The inmates are small groups in the community that are housed in the State Detention Center. The inmates themselves are people who commit criminal offenses and are waiting for the trial process. One of the detention centers where individual counseling is carried out is the Makassar Class I Rutan. There are various criminal cases that have been committed by the inmates that have resulted in red cells. However, detainees in the Makassar Class I Rutan are dominated by inmates who are caught in drug abuse cases. Based on the data obtained from interviews in the field, it was recorded that 70% of the inmates in the Makassar Class I Rutan were entangled in drug cases. Therefore, this individual counseling activity is carried out as assistance in the rehabilitation process so that the inmates who are participants in this activity can become positive individuals, can motivate and return to their normal life and can plan their actions and life goals. Each counseling participant has as many as 3 meeting sessions and is carried out for 3 weeks. The skills used during this counseling session are active listening, attending behavior, and paraphrasing. In addition, participants as clients in this counseling activity are also given treatment planning so that participants in this counseling activity are able to plan actions and be independent in making decisions and future goals. After the implementation of this activity, participants as clients feel positive energy in themselves and feel more motivated to become a better person in the future.