Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Intervensi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Di Rumah dan Sekolah Novita Maulidya Jalal; Eka Damayanti; Amirah Aminanty Agussalim; Eva Meizara Puspita Dewi
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v6i2.1864

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian informasi tentang intervensi ABKdi rumah dan di sekolah. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 70 subjek. Penelitian ini menggunakan intervensi berupa pemberian informasi tentang intervensi ABK di rumah dan di sekolah dengan desain eksperimen quasi yang berupa One Group Pre test-Post test Design. Instrumen pengukuran berupa kuisioner yang diberikan sebelum (pretest) dan setelah (posttest) pemberian iperlakuan berupa pemberian informasi intervensi ABK. Data yang diperoleh dari penelitian ini kemudian dianalisis secara kuantitatif dengan teknik analisis persentase. Hasil pengukuran dari data pengabdian ini menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan pada subjek setelah mengikuti pemberian pengetahuan tentang intervensi ABK di rumah dan di sekolah yakni pengetahuan subjek sebelum materi webinar disampaikan, 44% subjek paham tentang intervensi ABK, kemudian meningkat menjadi 71% subjek menyatakan paham tentang intervensi ABK setelah memperoleh informasi terkait intervensi ABK di rumah dan di sekolah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian informasi terhadap pengetahuan intervensi subjek mengenai Intervensi ABK di rumah dan di sekolah.
PKM Peningkatan Pemahaman School Wellbeing pada Guru Sekolah Menengah Basti Basti; Eva Meizara Puspita Dewi; Perdana Kusuma; Amirah Aminanty Agussalim
DEDIKASI Vol 24, No 2 (2022): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v24i2.40430

Abstract

School wellbeing atau kesejahteraan di sekolah adalah keadaan di mana individu dapat memenuhi kebutuhan dasar di lingkungan sekolah, yakni having, loving, being, dan health. Dengan school wellbeing, peserta didik merasa aman dan nyaman di sekolah, merasa memiliki sekolah, dicintai dan mencintai sekolah, menganggap sekolah dapat memfasilitasi potensi sehingga dapat mengembangkan potensi diri, menjalin hubungan interpersonal yang sehat, dan memiliki kepribadian yang baik, juga menikmati proses belajar di sekolah. Sedangkan apabila school wellbeing rendah, maka peserta didik tidak mendapatkan kenyamanan dan kesejahteraan di sekolah yang berdampak pada perilaku negatif seperti membolos, berkelahi, merokok, dan sebagainya. Permasalahan school wellbeing merupakan masalah yang jarang diperhatikan oleh pendidik termasuk Mitra. Pengabdian ini akan bermitra dengan Pendidikan Dasar dan menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah Kota Makassar untuk memberikan pemahaman tentang SWB. Setiap sekolah mengirimkan 3 perwakilannya dari unsur pimpinan sekolah dan guru. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan melalui pretest dan posttest kepada para partisipan, diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman para partisipan mengenai beberapa hal terkait school wellbeing, diantaranya adalah 1) mengenali komponen-komponen school wellbeing 2) mampu membedakan dimensi-dimensi school wellbeing secara lebih spesifik 3) mengetahui aspek-aspek dari tiap dimensi yang terdapat dalam school wellbeing beserta bentuk implementasinya di sekolah. Kata kunci: School Well Being, Guru, SMP
Pengaruh Psikoedukasi Online terhadap Pengetahuan tentang Aplikasi dan Sertifikasi Psikolog Sekolah Novita Maulidya Jalal; Eka Damayanti; Amirah Aminanty Agussalim; Nurhaerani Haeba; Eva Meizara Puspita Dewi
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i1.4566

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi yang diberikan secara online terhadap pengetahuan subjek tentang aplikasi psikolog sekolah dan sertifikasi psikolog di sekolah. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 75 subjek dengan kriteria ilmuwan psikologi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen quasi yang berupa One Group Pre test-Post test Design. Instrumen pengukuran berupa kuisioner yang diberikan sebelum (pretest) dan setelah (posttest) pemberian intervensi psikoedukasi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan pada subjek setelah mengikuti psikoedukasi secara online, dimana 17% subjek mengalami peningkatan pengetahuan pada kategori sangat mendalam, 60% mengalami peningkatan pengetahuan pada kategori mendalam. Sebaliknya, Jumlah subjek yang menyatakan cukup mendalami pengetahuan menurun sebesar 13%, subjek yang menyatakan tidak mendalami pengetahuan menurun sebesar 60%, subjek yang menyatakan sangat tidak mendalami pengetahuan menurun 4%.Sehingga dapat disimpulkan, bahwa psikoedukasi online berpengaruh pada peningkatan pengetahuan subjek tentang aplikasi psikolog sekolah dan sertifikasi psikolog di sekolah
Pembelajaran Emosi Melalui Flashcard Pada Anak Usia Dini Di TKIT Al-Fityan Gowa Amirah Aminanty Agussalim; Astiti Tenriawaru Ahmad; Alviyuniasticha Alviyuniasticha IPRH; Anggun Amalia; Dearnie Regina Lestari; Fauziah Asnur
KARYA: Journal of Educational Community Service Vol 2, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/karya.v2i2.55909

Abstract

Understanding emotions has a major influence on children's socio-emotional development processes. Interventions need to be carried out to help children improve their emotional understanding so that their socio-emotional skills can develop better. This service is carried out to help young children recognize the types of emotions so they can understand and express them appropriately. The method used is service learning. The program is implemented in the form of providing emotional flash cards to help children identify and recognize emotions.The pre-test and post-test in this study were a list of emotion words that children needed to express. The effectiveness of the method can be seen from the difference in pre-test and post-test results. The results of the measurements show that emotion flash cards are very helpful and effective in understanding young children about emotions and have an impact on their socio-emotional development.
Psikoedukasi Pencegahan Bullying Di UPT SPF SMPN 6 Kota Makassar Amirah Aminanty Agussalim; Eka Sufartianinsih Jafar; Bella Annisa Ramadhani; Caecilia Febrianne Pagasing; Fadila Annisa Haq; Fahra Rabiah Al-Adawiah Khidri
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2024): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i3.58809

Abstract

Peningkatan tingkat kekerasan di kalangan pelajar menjadi sesuatu yang tidak dapat diabaikan, mengingat perluasan pengamatan terhadap pemeliharaan nilai-nilai budaya di lingkungan masyarakat, sekolah, pertemanan, dan keluarga. Salah satu bentuk kekerasan yang sering terjadi di kalangan siswa adalah bullying. Sementara itu, laporan kasus kekerasan pada kalangan pelajar di Kota Makassar yang telah diterima oleh UPTD PPA Kota Makassar hingga bulan Oktober 2023 mencatat satu kejadian. Meskipun hanya ada satu kasus yang dilaporkan, hal ini tidak menutup kemungkinan adanya banyak kejadian bullying lain yang terjadi namun tidak dilaporkan. Bullying tersebut umumnya terjadi di lingkungan sekolah. Dampak dari bullying dapat merugikan perkembangan dan pertumbuhan anak, baik sebagai korban maupun pelaku tindakan bullying. Bullying dapat memengaruhi hubungan pelaku dengan teman sebaya, termasuk pola interaksi dan komunikasinya. Selain itu, bullying dapat menjadi faktor yang signifikan dalam meningkatkan risiko trauma yang dialami di kalangan pelajar. Tujuan kegiatan Psikoedukasi ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan mengenai bullying bagi siswa UPT SPF SMP Negeri 6 Makassar. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu psikoedukasi yang disusun dalam bentuk penyajian materi, simulasi peran (role-play), serta sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa juga diminta untuk mengisi pre-test dan post-test. Hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam skor dibandingkan dengan sebelum penyuluhan dilakukan.
PRAKTIK BELAJAR DAN PEMBELAJARAN BULLYING PADA SISWA KELAS V SD INPRES TAMAMAUNG III Dina Ulandari; Astiti Tenriawaru Ahmad; M Ahkam Alwi; Amirah Aminanty Agussalim; Suasanti Suasanti; Satriani Satriani
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2023): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i3.46334

Abstract

Bullying is a form of negative behavior that is carried out by individuals to show their strength or want to be recognized as powerful by carrying out unfavorable actions such as hitting, mocking, frightening and suppressing other people. To overcome this problem, learning and teaching practices were carried out for fifth grade students at SD Inpres Tamamaung III. The purpose of carrying out learning and learning practice activities is to help (1) students understand what bullying means, (2) know the types or forms of bullying, (3) know the impact of bullying behavior, (4). introducing students to the factors that cause bullying behavior, (5) provide an overview of how to fight if bullying occurs. The method used is the presentation method, and to find out the results of practice are measured by giving a pretest and posttest. Based on the results obtained, it was stated that the provision of material about bullying behavior can increase students' understanding of bullying behavior.
Penguatan Motivasi Belajar Siswa melalui Psikoedukasi Teknik SMART Goal Setting di SMPN 1 Tiworo Selatan Waal Syiath Muawiah; Nurfajriyanti Rasyid; Astiti Tenriawaru Ahmad; Amirah Aminanty Agussalim; M Ahkam Alwi
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i2.58796

Abstract

Pandemi Covid-19 membawa dampak signifikan terhadap proses pembelajaran, salah satunya adalah penurunan motivasi belajar siswa. Di SMPN 1 Tiworo Selatan, hasil wawancara dengan guru menunjukkan bahwa siswa, khususnya kelas VIII, mengalami penurunan semangat belajar dan lebih fokus pada penggunaan gadget untuk hiburan. Menanggapi kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui psikoedukasi tentang Goal Setting menggunakan teknik SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound). Kegiatan ini dirancang dalam bentuk pengajaran interaktif dan permainan edukatif yang melibatkan siswa secara aktif. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahap utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Siswa diberikan pre-test dan post-test menggunakan skala perilaku motivasi belajar untuk mengukur perubahan yang terjadi. Selama sesi psikoedukasi, siswa dikenalkan dengan konsep SMART, dilatih menyusun tujuan belajar pribadi, serta mengikuti permainan yang bertujuan memperkuat pemahaman mereka tentang perencanaan tujuan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa setelah mengikuti kegiatan. Siswa lebih mampu merumuskan tujuan pendidikan mereka secara jelas dan realistis, serta menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif dalam proses pembelajaran.Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan psikoedukatif berbasis teknik SMART efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa SMP. Intervensi ini dapat dijadikan model untuk diterapkan di sekolah lain yang menghadapi tantangan serupa, serta menjadi strategi praktis dalam membentuk budaya belajar yang lebih terarah, reflektif, dan berorientasi pada pencapaian tujuan pendidikan.
EDUKASI MENGENAI BULLYING TERHADAP SISWA SMP YP PGRI DISAMAKAN KOTA MAKASSAR Adhim Vayla Rahmadio Mijaya; Astiti Tenriawaru Ahmad; Amirah Aminanty Agussalim; Nurfajriyanti Rasyid; Audri Damayanti; Ince Ayu Anggriani Rizal
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2023): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i1.56645

Abstract

This activity is a psychoeducational activity in order to increase students' knowledge regarding the dangers of bullying, forms of bullying, causes and effects of bullying, and how to prevent and deal with bullying. The background of this activity is because bullying is a problem that often occurs in society, especially teenagers who are in junior high and high school. The purpose of this activity is to provide knowledge to SMP YP PGRI students regarding bullying. The benefit of this activity is that it increases the knowledge of SMP YP PGRI students about the dangers of bullying. The targets of this activity are teenagers who are currently in class VII of junior high school, either those who have experienced bullying or who have never experienced bullying. This activity was carried out using the psychoeducation method, where before the implementation of psychoeducation the participants chose a pre-test to measure the extent of their initial understanding regarding the material provided, and after being given psychoeducation, students were asked again to choose a posttest to see whether or not there was a change in understanding. Then proceed with giving games to once again measure students' understanding of the material that has been given.Kegiatan ini merupakan kegiatan psikoedukasi dalam rangka meningkatkan pengetahuan siswa terkait bahaya bullying, bentuk-bentuk bullying, sebab dan akibat bullying, serta cara mencegah dan menangani bullying. Latar belakang dari kegiatan ini karena bullying menjadi masalah yang sering terjadi masyarakat, terutama remaja-remaja yang duduk di bangku SMP dan SMA. Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan kepada siswa SMP YP PGRI terkait bullying. Manfaat dari kegiatan ini yaitu meningkatnya pengetahuan siswa SMP YP PGRI mengenai bahaya dari bullying. Sasaran dalam kegiatan ini adalah remaja yang saat ini duduk di bangku SMP kelas VII baik yang pernah mengalami tindakan bullying ataupun yang tidak pernah mengalami tindakan bullying. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pemberian psikoedukasi, di mana sebelum pelaksanaan psikoedukasi peserta mengisi pre-test untuk mengukur sejauh mana pemahaman awal terkait materi yang diberikan, dan setelah diberi psikoedukasi, siswa diminta lagi untuk mengisi posttest untuk melihat ada atau tidaknya perubahan pemahaman. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian games untuk sekali lagi mengukur pemahaman siswa terkait materi yang telah diberikan.
IDENTIFIKASI IDE BISNIS DAN PELUANG USAHA: PENGEMBANGAN KEMAMPUAN AWAL WIRAUSAHA PADA SISWA MAN POLEWALI MANDAR Hilwa Anwar; Rahmawati Syam; Amirah Aminanty Agussalim; Lukman Lukman; Abdul Rahmat
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2024): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i3.61862

Abstract

Ide bisnis dan peluang usaha merupakan langkah awal yang dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan calon pelaku wirausaha sebelum memulai kegiatan usaha.Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyrakat ini adalah memberikan pengetahuan kepada mitra dalam hal ini siswa kelas XII MAN Polewali terkait tahapan mengidentifkasi ide bisnis menjadi peluang usaha. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi aktif dengan menggunakan beberapa teknik yakni ceramah, menonton video, bermain, simulasi, dan diskusi. Jumlah mitra yang mengikuti kegiatan ini adalah 38 orang yang terdiri dari siswa dan siswi. Kegiatan psikoedukasi dibawakan oleh dua orang narasumber yang menyajikan materi terkait ide bisnis dan peluang usaha. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pada 50% peserta psikoedukasi. Hasil observasi selama berjalannya kegiatan, seluruh siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dibuktikan dengan keterlibatan aktif peserta dimulai dari kegiatan ceramah, diksusi, simulasi, games berkelompok maupun sesi tanya-jawab. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah pemberian psikoedukasi dapat bermanfaat bagi para mitra. Implikasi dari pengabdian ini, diharapkan pada pihak sekolah untuk mengajak mitra mempraktikkan hasil dari kegiatan ini, sehingga semakin banyak pelaku wrausaha yang berhasil menjalankan usahanya.
PKM Pelatihan Mengatasi Stres Akademik pada Siswa SMK Lukman Lukman; Abdul Rahmat; Astiti Tenriawaru Ahmad; Amirah Aminanty Agussalim; Nurfajriyanti Rasyid
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2024): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i1.68242

Abstract

Stressors for students at school can arise from situations that cause feelings of frustration, conflict, pressure, change, or self-imposed demands. Data obtained shows symptoms of stress in students, such as anxiety during exams, difficulty understanding material, and short deadlines for assignments. These stressful conditions trigger physical and emotional reactions that interfere with students' performance at school. The inability to implement effective coping strategies is one of the main causes of academic stress. Therefore, it is expected that the training provided can help reduce perceived academic stress. The problem-solving approach is carried out through training activities consisting of five stages: training needs analysis (TNA), material planning and module preparation, implementation, result measurement, and training evaluation. The implementation of these activities showed a decrease in the academic stress scores of students with moderate to high stress levels, both immediately after the training and 12 weeks later. However, this decrease was not statistically significant.