Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANGSA DAN FIGUR DIRI PEREMPUAN: KARYA LUKIS SENI KONTEMPORER BERBASIS FANTASY ART Olivedia Justin Wijaya; Callula Manika Syaffiya; Erika Ernawan; Wawan Suryana
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 13 No 2 (2025): PERANAN SENI TRADISI DALAM PERKEMBANGAN KARYA VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v13i2.4615

Abstract

This work discusses the use of visual metaphors and paradoxical structures in the creation of contemporary artworks themed around fragility in the face of social stereotypes. The swan was chosen as the main metaphor because of its ambiguous nature; graceful yet defensive, thus able to represent the psychological condition of a representative work. This method is used to analyze the works, utilizing the language of metaphor to form women in the face of social pressure. This paper aims to describe the meanings contained in the figure of the swan and the female self in the paintings created. The method employed is a creative research approach, analyzing works through the lens of metaphor to create used is a creative research method, analyzing the works using the language of metaphor to form a representative work through a personal journey of interacting with the social environment. The results of the study show that the representation of the swan and the female figure present a visual dynamic that reveals fragile beauty with hidden strength. This paradox is deepened through a pop-surrealist style that combines reality and fantasy to highlight the difference between external perception and personal experience. The research findings confirm that social stereotypes about fragility are insufficient to represent the diversity and complexity of female identity. The conclusion of the research shows that the work not only displays metaphorical aesthetics but also forms a reflective space for the audience to think more critically about how society generalizes individual conditions and more to appreciate the presence and uniqueness of each individual.
Ekpresi Datang Bulan (Menstruasi) sebagai Inspirasi dalam Berkarya Seni Lukis Cristin Nathalia; Wawan Suryana
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2181

Abstract

Menstruasi merupakan pengalaman biologis dan emosional tubuh perempuan yang masih jarang diangkat sebagai tema dalam penciptaan karya seni lukis. Permasalahan dalam penciptaan ini bagaimana visualisasi perempuan ketika mengalami menstruasi. Penelitian penciptaan karya seni lukis ini bertujuan untuk menjadikan pengalaman pribadi ketika mengalami menstruasi sebagai sumber inspirasi dalam berkarya seni lukis. Metode penciptaan yang dipergunakan practice based experimen dengan tahapan 1) eksplorasi visual, 2) Improvisasi, dan 3) Implementasi.  Hasil penciptaan karya seni lukis ada delapan karya, dengan judul 1. Denyut berukuran 160 x 140 cm, 2. Beban Sunyi di Balik Kain Dalam berukuran 160 x 140 cm, 3. Mekar Sebelum Sesudah Gugur berukuran 170 x 150 cm. Karya-karya ini mevisualisasikan tubuh perempuan dengan objek visual yang dibuat besar dan mendominasi bidang kanvas. Gestur yang divisualisasikan, objek visualnya dibuat dalam wujud visual meringkuk untuk mengekspresikan rasa sakit. Karya seni lukis ini diciptakan dengan menggunakan teknik impasto sehingga menghasilkan tekstur pada permukaan bidang kanvas. Tekstur yang diciptakan merepresentasikan pengalaman menstruasi secara ekspresif dan bermakna yang diharapkan memperkaya wacana seni rupa modern bertema tubuh perempuan.
Kajian Visual Seni Rupa Tradisional dan Kontemporer Jepang Clarisa Cakrajaya; Livia Setiawan; Rachel Caliesta Zefanya; Wawan Suryana
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2561

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti ekspresi visual yang disampaikan melalui karya seni ilustrasi tradisional Jepang yang mengungkapkan kisah sastra klasik Genji Monogatari, serta karya seni kontemporer Jepang oleh seniman Yoshitomo Nara dan Yayoi Kusama. Kesempatan ini digunakan untuk memahami makna visual karya seni Jepang secara lebih mendalam dengan menggunakan strategi berbasis metode deskriptif kualitatif, dan meneliti perbedaan visual karya seni tradisional dan kontemporer Jepang melalui pembahasan hasil dari sampel yang diberikan. Sampel yang akan digunakan adalah Adegan Azumaya dari bab kelima puluh kisah Genji Monogatari (antara 1120-1140) sebagai representasi pembahasan karya seni tradisional Jepang, dan karya Yoshitomo Nara yang berjudul "Stop The Bombs" (2019) dan karya Yayoi Kusama yang berjudul "All the Eternal Love I Have for the Pumpkins" (2016) sebagai representasi pembahasan karya seni kontemporer Jepang. Hasil penelitian ini berupaya menjelaskan perbedaan makna dan tujuan dari setiap sampel karya yang disajikan dalam penelitian ini. Dampak dari penelitian ini adalah masyarakat dapat memahami keunikan setiap karya yang disajikan sebagai representasi dari berbagai periode seni dalam sejarah Jepang, sehingga mereka dapat memahami makna dan tujuan karya-karya tersebut sebagai inspirasi atau pengembangan pengetahuan tentang seni rupa tradisional dan kontemporer Jepang.
PELATIHAN BATIK KREATIF: LILIN DINGIN UNTUK MEMBATIK MELALUI MGMP SENI BUDAYA- KCD WILAYAH XI KABUPATEN GARUT Ariesa Pandanwangi; Belinda Sukapura Dewi; Ismet Zainal Effendi; Wawan Suryana; Dieni Nuraini
Abdi Seni Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v14i2.4726

Abstract

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMA yang berada di wilayah 11 Kabupaten Garut, menaungi 20 SMA. Mata pelajaran seni budaya, merupakan mata pelajaran yang masuk ke dalam kurikulum di tingkat SMA. Mata pelajaran ini mengajarkan menggambar, melukis di luar ruangan, hingga mengelola pameran dalam skala lokal. Materi yang belum diberikan adalah pengelolaan material ramah lingkungan sebagai bahan untuk membuat karya seni rupa. Materi tersebut setelah ditelusuri adalah membatik dengan material yang ramah lingkungan. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan kompetensi guru seni budaya dalam proses pembelajaran seni rupa di sekolah-sekolah Kabupaten Garut. Permasalahan yang dihadapi mitra untuk dicarikan solusinya adalah bagaimana cara meningkatkan kompetensi guru seni budaya di daerah Kabupaten Garut dalam proses pembelajaran seni rupa dengan menggunakan material eco green. Metoda yang dipergunakan adalah asset-based community development (ABCD). Peserta pelatihan ini berjumlah 33 orang guru seni budaya. Hasil kegiatan para peserta dapat membuat batik kreatif dengan menggunakan material dari olahan bubuk asam jawa yang dibuat menjadi lilin dingin, sedangkan objek didominasi oleh motif flora fauna, dan warna-warna yang pergunakan adalah warna kontras seperti merah, kuning, hijau, teknik pewarnaannya menggunakan teknik colet.