Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Latihan Resistance Band dan Halangan terhadap Kecepatan Tendangan Lurus Atlet Pencak Silat Syarip, Achmad; Amalia, Eneng Fitri; Yudho, Firdaus Hendry Probowo
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 15 No. 5 (2025): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v15i5.3411

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan resistance band dan latihan halangan terhadap kecepatan tendangan lurus atlet pencak silat. Kecepatan merupakan komponen biomotorik utama dalam pencak silat, khususnya pada tendangan lurus yang membutuhkan reaksi cepat, kekuatan, dan akurasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain satu kelompok pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri dari 15 atlet pencak silat PPS Benteng Ksatria yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen pengukuran menggunakan aplikasi Kinovea versi 2023.1.2 untuk menganalisis kecepatan tendangan berdasarkan rekaman video. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kecepatan tendangan, dari rata-rata 4,82 m/s sebelum latihan menjadi 6,27 m/s setelah latihan. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data berdistribusi normal, sedangkan hasil uji-t sampel berpasangan memperoleh signifikansi (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh nyata dari perlakuan. Latihan halangan terbukti meningkatkan koordinasi gerak dan kontrol tubuh, sedangkan resistance band meningkatkan daya eksplosif otot. Kesimpulannya, kombinasi latihan resistance band dan latihan halangan efektif untuk meningkatkan kecepatan tendangan lurus atlet pencak silat. Metode ini dapat menjadi alternatif latihan fungsional yang sederhana, murah, dan aplikatif dalam pembinaan atlet pencak silat.
Literature Review: Plyometric Training in Volleyball - Impact on Power, Vertical Jump, and Athlete Performance Qusyaeri, Ahmad Tamamudin; Amalia, Eneng Fitri; Rochman, Taupik
Mamaos:Journal Physical Education, Sport and Art Vol 1, No 2 (2025): VOLUME 1 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/mj.v1i2.5228

Abstract

Plyometric training has become an integral component of modern volleyball training programs to improve explosive power and vertical jump performance. This literature review analyzed 45 empirical studies published between 2015-2024 to evaluate the effectiveness of plyometric training in volleyball athletes. The results of the analysis showed that plyometric training significantly increased vertical jump height (8-25%), explosive power (12-30%), and spike performance (10-20%) in volleyball athletes. Plyometric programs with a duration of 6-12 weeks, a frequency of 2-3 times per week, show optimal results. However, variations in training protocols, subject characteristics, and research methodologies create a heterogeneity of outcomes that need to be considered in practical implementation. This literature review provides evidence-based recommendations for practitioners in designing effective plyometric training programs for volleyball athletes.
Analisis Tingkat Motivasi Berprestasi Dan Kepercayaan Diri Atlet Pencak Silat Cahya Paroman Rifa Nur Afifah, Rifa Nur Afifah; Ervan Kastrena; Eneng Fitri Amalia
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v15i3.2820

Abstract

Berdasarkan hasil observasi, banyak peserta pelatihan pencak silat Cahya Paroman menunjukkan penurunan motivasi, seperti kurangnya semangat dan antusiasme dalam berlatih. Beberapa atlet juga kurang percaya diri dan tidak memiliki target yang jelas, sehingga tidak termotivasi untuk mencapai prestasi optimal. Masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya motivasi yang konsisten, dimana atlet hanya bersemangat menjelang pertandingan. Studi ini memiliki ditujukan untuk mengukur tingkat motivasi berprestasi dan kepercayaan diri atlet. Teknik yang diterapkan yaitu deskriptif kuantitatif untuk pengambilan informasi melalui angket untuk memahami motivasi dan kepercayaan diri atlet, diharapkan mampu ditemukan solusi guna meningkatkan semangat berlatih dan mencapai prestasi yang lebih baik. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan bagi pelatih dan pengelola dalam merancang program pelatihan yang lebih efektif. Studi ini mengungkapkan bahwa tingkat motivasi berprestasi tergolong tinggi, dengan 12 partisipann (24%) memilih opsi “sangat setuju”, 31 partisipan (62%) “setuju”, dan 7 partisipan (14%) “ragu-ragu”. Tidak ditemukan partisipan yang memilih opsi “tidak setuju” atau “sangat tidak setuju”. Untuk tingkat kepercayaan diri, hanya 2 partisipan (4%) yang memilih “sangat setuju”, 36 partisipan (72%) “setuju”, dan 12 partisipan (24%) “ragu-ragu”. Dengan demikian, motivasi berprestasi atlet pencak silat cahya paroman ini tergolong sangat kuat, Dimana mayoritas atlet menunjukkan sikap positif dan antusiasme dalam mencapai prestasi terbaik mereka.
Pengaruh Latihan Plyometric Otot Tungkai terhadap Peningkatan Vertical Jump pada Atlet Bola Voli Qusyaeri, Ahmad Tamamudin; Amalia, Eneng Fitri; Rochman, Taupik
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v15i3.3061

Abstract

Penulis melakukan pengamatan terhadap kegiatan pelatihan bola voli dalam ekstrakurikuler yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Cianjur, ditemukan bahwa teknik smash para atlet sudah cukup baik, terutama dalam hal langkah awal, pukulan, dan pendaratan. Namun, kelemahan masih terlihat saat fase lompatan. Pelatih hanya memberikan latihan naik turun tangga untuk melatih kekuatan otot tungkai. Penelitian ini difokuskan untuk menganalisis dampak latihan plyometric terhadap peningkatan kemampuan lompatan vertikal pada atlet bola voli. Penelitian ini diterapkan dengan menggunakan pendekatan eksperimen berdesain one group pretest-posttest, serta melibatkan 15 siswa yang aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli di sekolah tersebut. Penelitian melibatkan 15 siswa yang aktif mengikuti ekstrakurikuler bola voli di sekolah tersebut. Data diperoleh melalui tes vertical jump sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil pengukuran menunjukkan adanya peningkatan signifikan, di mana rata-rata lompatan meningkat dari 24,53 cm pada pretest menjadi 29,27 cm pada posttest. Uji statistik menghasilkan tingkat signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) serta hubungan korelasi yang kuat dengan nilai 0,823 berdasarkan analisis data. Selain itu, hasil analisis effect size menunjukkan nilai Cohen’s d sebesar 2,43 dan koreksi Hedges’ sebesar 2,50. Kedua nilai tersebut menunjukkan bahwa latihan plyometric memberikan pengaruh besar terhadap peningkatan kemampuan lompatan. Dengan demikian, latihan plyometric terbukti efektif dan berpengaruh signifikan.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Kebugaran Jasmani pemain Bulutangkis di Club Semanggi Cugenang DJ, Shalshabila Azzahra; Amalia, Eneng Fitri; Aryani, Mela
Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 6 No 2 (2025): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v6i2.4493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan kebugaran jasmani pada pemain bulutangkis di Club Smanggi Cugenang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kualitas tidur dalam proses pemulihan fisik dan performa atlet, namun sejauh mana kualitas tidur memengaruhi kebugaran jasmani masih belum diketahui secara pasti. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan melibatkan 20 orang pemain sebagai partisipan. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur dan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk menilai tingkat kebugaran jasmani. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji normalitas, linearitas, serta korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas tidur dan tingkat kebugaran jasmani yang rendah hingga sedang. Namun, hasil uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi tidur dengan kebugaran jasmani (r = 0,171; p = 0,471 > 0,05). Meskipun hubungan antara kedua variabel bersifat linear, durasi tidur tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kebugaran jasmani. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas tidur saja, khususnya durasinya, tidak cukup untuk menjelaskan tingkat kebugaran atlet. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih menyeluruh dengan mempertimbangkan faktor lain seperti intensitas dan kualitas latihan untuk memahami performa fisik atlet secara lebih komprehensif.
Pengaruh Modifikasi Permainan Tradisional terhadap Physical Literacy Siswa di SDN Ciranjang 04 Hilmi, Sabya Lasylki; Kastrena, Ervan; Amalia, Eneng Fitri
Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 6 No 2 (2025): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v6i2.4588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modifikasi permainan tradisional terhadap peningkatan physical literacy siswa di SDN Ciranjang 04. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya partisipasi aktif siswa dalam pelajaran PJOK yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang monoton dan kurang menarik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 30 siswa kelas IV SDN Ciranjang 04. Instrumen pengumpulan data berupa angket dikotomis (Ya atau Tidak) dan tes keterampilan motorik. Perlakuan berupa modifikasi permainan tradisional seperti boy-boyan, kasti, galah asin, lompat tali, bakiak, dan bebentengan diberikan selama 16 pertemuan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor rata-rata dari pretest (41,87) ke posttest (49,07). Uji hipotesis menggunakan Paired Sample T-Test menghasilkan nilai signifikansi (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari perlakuan terhadap literasi fisik siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modifikasi permainan tradisional efektif meningkatkan keterampilan motorik, motivasi, kepercayaan diri, serta pemahaman siswa terhadap pentingnya aktivitas fisik. Penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi guru PJOK dalam mengembangkan model pembelajaran yang menyenangkan dan berbasis budaya lokal.