Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Perbandingan Efektivitas Terapi Kombinasi (Candesartan Dengan Amlodipine) dan (Candesartan Dengan Nifedipine) Pada Pasien Hipertensi Di RS Lavalette Malang Permata, Agung; Azzahra, Putri; Mardianto, Rudy; Prasetiyo, Bagus Dadang
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 4 No 1 (2025): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v4i1.26603

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami kenaikan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas kombinasi candesartan dengan amlodipine dan candesartan dengan nifedipine dalam menurunkan tekanan darah. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik kuantitatif dengan desain komparatif, melibatkan 36 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data diambil dari rekam medis selama tiga bulan (Maret-April 2025). Hasil menunjukkan bahwa pada bulan pertama, penurunan tekanan sistolik rata-rata untuk kombinasi candesartan dengan amlodipine adalah 19.89 mmHg diastolik 13.11 mmHg, sedangkan untuk kombinasi candesartan dengan nifedipine sistolik 17.11 mmHg diastolik 15.50 mmHg. Di bulan kedua, penurunan sistolik menjadi 18.92 mmHg diastolik 20.33 mmHg untuk kombinasi candesartan dengan amlodipine dan sistolik 18.08 mmHg diastolik 7.66 mmHg untuk kombinasi candesartan dengan nifedipine. Pada bulan ketiga, penurunan sistolik mencapai 20.50 mmHg diastolik 14.77 mmHg untuk kombinasi candesartan dengan amlodipine dan sistolik 16.78 mmHg diastolik 10.77 mmHg untuk kombinasi candesartan dengan nifedipine. Dapat disimpulkan kombinasi kedua terapi sama-sama  efektif. Hasil statistik tidak ditemukan perbedaan signifikan antara keduanya (p > 0.05).
Peningkatan Pemahaman Penggunaan Obat yang Aman Bagi Ibu Hamil dan Menyusui di Kabupaten Malang Permata, Agung; Gavi, Jovita Anggun Putri; Fauziah, Nur; Siompu, Daitya Litha Ifina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i1.3986

Abstract

Kehamilan adalah suatu kondisi dimana di dalam rahim seorang wanita terdapat janin yang sedang berkembang selama kurang lebih sembilan bulan. Selama masa kehamilan, ibu dan janin adalah unit fungsi yang tak dapat dipisahkan. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di Balai Desa Sumbersuko, Kecamatan. Wagir. Pengabdian diawali dengan menganalisa permasalahan yang ada di desa sumbersuko yaitu pemahaman yang kurang terkait pengetahuan dan penggunaan obat pada ibu hamil dan menyusui. Selanjutnya menentukan prioritas masalah menggunakan kriteria matriks berdasarkan dari tingkat urgency (U), tingkat seriousness (S) dan tingkat growth (G). Kegiatan edukasi dan sosialisasi ini menggunakan metode ceramah dan diskusi. Penyuluhan dan edukasi terkait penggunaan obat yang aman bagi ibu hamil dan menyusui sudah terlaksana dengan baik. Masyarakat mendapatkan ilmu yang sangat penting untuk penggunaan obat pada masa hamil dan menyusui. Namun terdapat kelemahan yaitu kurangnya fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang memadai di desa sumbersuko sehingga sosialisai terkait kesehatan masih kurang.
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dengan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kota Malang Nur Jannah, Ilfi; Permata, Agung; Salmasfattah, Novyananda
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas hubungan antara kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pada pasien hipertensi di fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kota Malang. Hipertensi adalah penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi berbahaya seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Ketidakpatuhan dalam minum obat merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia. Pasien yang tidak patuh terhadap pengobatan dapat mengalami komplikasi dan penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pada pasien hipertensi serta memberikan wawasan untuk pengelolaan hipertensi yang lebih baik di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Data dikumpulkan melalui lembar data demografi, kuesioner MARS-5, dan kuesioner EQ-5D-5L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah lansia awal dengan usia 46-55 tahun. Jumlah responden perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Mayoritas responden bekerja sebagai wiraswasta dan memiliki tingkat pendidikan SMA. Tingkat kepatuhan minum obat mayoritas tinggi. Serta rata-rata skor utilitas sebesar 0,86. Terdapat adanya hubungan antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pasien hipertensi.
Hubungan Tingkat Anxiety dengan Derajat Insomnia pada Mahasiswa Akhir ITSK RS dr. Soepraoen Malang Alfianita, Nanda; Permata, Agung; Mardianto, Rudy
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14515

Abstract

Background: Anxiety disorder is a common mental disorder that greatly affects sufferers. In the case of students themselves, risk factors for anxiety can be cognitive factors related to how students perceive results and goals which are also related to anxiety, and affective factors can influence test anxiety on students or the feelings they feel before the test takes place will increase their anxiety. Objective: to ascertain final student' levels of anxiety and degree of insomnia at ITSK RS Dr. Soepraoen, Malang. Methods: This study is an observational design that assesses the relationships of the levels of anxiety and the degree of insomnia in final students. To acquire samples, the systematic random sampling technique was applied. The inclusion criteria were met by 102 final semester students. The Depression Anxiety Stress Scales (DASS) were used to collect data. and Insomnia Severity Index (ISI) questionnaires. Result: Research describes 72.5% of final year students with anxiety and 53.9% of final year students experiencing insomnia disorders. Rank analysis test (Sig <001; correlation coefficient 0.617). Conclusion: The test shows that there is a strong relationships of anxiety and the incidence of insomnia in final students.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tata Laksana Penyakit Diare Terhadap Kerasionalan Swamedikasi Penyakit Diare Pada Masyarakat Desa Karang Anyar Lumajang Ruri Lestari, Dia Ayu Putri; Misgiati, Misgiati; Permata, Agung
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i1.2834

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang sering ditangani melalui swamedikasi. Namun, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai tata laksana diare dapat menyebabkan penggunaan obat yang tidak rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tata laksana diare terhadap kerasionalan swamedikasi pada masyarakat Desa Karang Anyar Lumajang. Desain penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 75 responden dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis dengan uji Kendall’s Tau. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tata laksana diare dengan kerasionalan swamedikasi (p<0,05). Tingkat pengetahuan masyarakat tentang tata laksana diare tergolong cukup dengan persentase 71,62%, sedangkan kerasionalan swamedikasi tergolong baik dengan persentase 77,73%. Koefisien korelasi Kendall's Tau sebesar 0,876 menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara kedua variabel. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin baik pengetahuan masyarakat mengenai tata laksana diare, maka semakin rasional pula tindakan swamedikasi yang dilakukan. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya intervensi edukasi kesehatan berbasis komunitas untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya dalam praktik swamedikasi yang aman dan rasional.
Penggunaan Obat Bahan Alam dengan Aman dan Benar bagi Ibu-ibu PKK Desa Sumbersuko Wagir Kabupaten Malang Misgiati, Misgiati; Permata, Agung
Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): January
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nuras.v6i1.865

Abstract

The use of natural medicines has been part of the culture and local wisdom of the Indonesian people since centuries ago. This hereditary experience gives an idea that the use of natural medicines in general is considered relatively safe. In practice, both the selection process and the processing of natural ingredients are still often carried out inappropriately. This condition can have an impact on decreasing the effectiveness of natural ingredients, both for preventive, curative, promotive, and rehabilitative purposes. The purpose of this community service activity is so that the use of natural medicines can be carried out safely and correctly. The method used is in the form of interactive counseling on the safe and appropriate use of natural ingredients. Before counseling, a pre-test is carried out, and after counseling a post-test is carried out. The respondents in this activity were PKK women in Sumbersuko Village, Wagir District, Malang Regency as many as 18 people. The pre-test results showed that 65% of respondents had a sufficient level of knowledge in the category, while the post-test results showed an increase to 89.85% with the knowledge category being very good. Based on the results of the t-test, there was a significant difference in the level of knowledge about the safe and correct use of natural medicines between before and after counseling. Thus, the counseling process has an impact in the form of increasing the knowledge of PKK women in Sumbersuko Village, Wagir District, Malang Regency.
Pelatihan Pembuatan Sediaan Jamu untuk Pencegahan Penyakit pada Masyarakat di Desa Sumbersuko, Malang Mardianto, Rudy; Permata, Agung; Misgiati, Misgiati
Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): January
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nuras.v6i1.923

Abstract

Herbal medicine is an ancestral heritage that has become an important part of Indonesian people's lives. The lack of public knowledge about how to utilize and process natural ingredients to produce quality herbal medicine is a major obstacle that requires educational intervention. This community service activity aims to increase the knowledge of village health cadres about the use and processing of safe and quality herbal medicine. The activity was carried out in Sumbersuko Village, Wagir District, Malang Regency on August 29, 2025, participants consisted of 15 village health cadres. Evaluation of the activity was carried out with a pre-test and post-test. The pre-test results showed a general understanding of herbal medicine, the category of good at 7%, sufficient 13%, and less than 80%. The benefits of herbal medicine for disease prevention, the category of good at 13%, sufficient 20%, and less than 67%. The process of making and safety of herbal medicine, the category of good at 13%, sufficient 27%, and less than 60%. After socialization, the results of the post-test showed a general understanding of herbal medicine in the category of good at 47%, sufficient 7%, and less than 47%. The benefits of herbal medicine for disease prevention were categorized as good at 67%, sufficient at 13%, and insufficient at 20%. The manufacturing process and safety of herbal medicine were categorized as good at 67%, sufficient at 7%, and insufficient at 27%. Thus, a structured outreach program has proven effective in increasing the knowledge of health cadres and has the potential to support the strengthening of the role of herbal medicine as a health alternative based on local wisdom.