Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EFEKTIVITAS MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA TERHADAP PENGUASAAN KOSATA BAHASA INGGRIS PADA ANAK KELOMPOK A DI RA NUR AISYAH Verissa Munandar; Novita Friska
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 3 (2024): Volume 10 No. 3 September 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i3.4184

Abstract

This research is based on the low level of mastery of English vocabulary among children at RA Nur Aisyah. It can be seen that mastery of English vocabulary is still classified as using methods that are not yet interesting so that children feel bored and end up asking less in English. These limited abilities mean that children are also limited in their vocabulary. To help children learn to master English vocabulary in a fun way, it is necessary to have media that can stimulate children. The aim of this research is to determine the effectiveness of using the snakes and ladders game media on the mastery of English vocabulary in group A children at RA Nur Aisyah. This research uses a quantitative approach with an experimental method with a pre-experimental research design type one group pretest-posttest design. In this study the population was all children in RA Nur Aisyah District. Medan Johor with 57 people. The research sample was group A, the number of students was 20 children. The average result of the pretest was 4.5. After the pretest was carried out, treatment was given in the form of using the snakes and ladders game media on children's English vocabulary mastery. During the treatment, there was an improvement which was visible from the posttest results, where the average was 9.75. To test significance by comparing t0 (“t” count) with tt (“t” table). According to the research results, the value of tcount = 2.231 > 1.729, and dk = (n-1) = (20-1) = 19 and the level is α + 0.05 so it can be concluded that the value of Tcount > Ttable (2.231) (1.729) is obtained. hypothesis H0 is rejected and Ha is accepted. So the alternative hypothesis (ha) is accepted and the null hypothesis (h0) is rejected. So it can be concluded that the snake and ladder game media is effective in mastering English vocabulary
PENGEMBANGAN MODUL P5 (PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA) DENGAN PEMANFAATAN LIKURANG (LIMBAH KULIT KERANG) DALAM UPAYA PENINGKATKAN KEMAMPUAN INKUIRI MELALUI EKPLORASI BUDAYA DAN LINGKUNGAN Dara Fitrah Dwi; Muhammad Faisal Husna; Dalimawaty Kadir; Novita Friska
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Produce
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.11864

Abstract

This study aims to develop a P5 module (project for strengthening the Pancasila student profile) using LiKuRang (shell waste) to improve students’ inquiry skills through cultural and environmental exploration. This research employed a research and development method using the ADDIE model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The research subjects were elementary school students in Tanjungbalai City. Data were collected using module and material expert validation sheets, teacher response questionnaires, student response questionnaires, and inquiry skill assessment instruments. The data were analyzed using descriptive statistics. The results showed that the LiKuRang-based P5 module was categorized as very feasible, with a score of 100% from module experts and 84% from material experts. Teacher responses indicated a very feasible category with a score of 100%, while student responses reached 96.5%, also categorized as very feasible. The implementation of the LiKuRang-based P5 module was able to enhance students’ inquiry skills, particularly in observing, questioning, collecting data, and drawing conclusions through cultural and environmental exploration. This study contributes to the development of contextual teaching materials based on local wisdom that support the strengthening of the Pancasila student profile and meaningful learning in elementary schools.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN KARTU ANGKA BERGAMBAR Rosida Br Purba; Juli Yanti Harahap; Novita Friska; Aminda Tri Handayani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12815

Abstract

This study aims to improve early childhood’s ability to recognize number symbols through picture number card games at TK Methodist El-Shadday Perbaungan. The research used Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles involving 13 children in group A. Data were collected through observation and documentation using observation checklists. The results showed a significant increase in children’s ability to recognize number symbols after implementing the picture number card game. The percentage of children reaching the “very good” category increased to 86.86% in the second cycle. Thus, picture number card games effectively enhance number symbol recognition skills in early childhood.
Pengoptimalisasian Kecerdasan Kinestetik Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Senam Cerdas Ceria Siswa RA Melyaz Rizky Windi Lestari; Novita Friska
ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Inspirasi Pendidikan
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alfihris.v2i3.869

Abstract

This study aims to evaluate good behavior and critical thinking in children of group B aged 5-6 years. This study is a class action study (PTK) carried out in two phases of the pre-cycle, cycle I and cycle II, this study represents a new breakthrough in the world of education for children of 5-6 years, the study conducted interviews with 13 children revealed that 23.1% of them had low criteria, while 76.9% had high criteria for good behaviour. No child meets the high criteria in good behavior. Group B children part I do not meet the high quality criteria, while the rest meet the criteria with the proportion of five children (38.44%) and eight children (61,56%). The study also found that 11 children (84.6%) showed good critical thinking, and 2 children (15.4%) fulfilled critical thought rules, with none of them having critical thoughts rules. According to Gardner's theory, optimal cognitive development can be achieved by focusing on activities such as actors, athletes, or dancers, and repetition is an effective method to enhance critical thinking in children aged 5-6 years. The results of the study show that the quality of the child's physical examination improved significantly in 2022/2023, especially in parts I and II
Peran Orang Tua dalam Mendukung Perkembangan Belajar Anak Berkebutuhan Khusus (Autis) di RA Al Hikmah Ihda Safira; Juli Yanti Harahap; Aminda Tri Handayani; Novita Friska
LOKAKARYA Vol 5, No 1 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/lokakarya.v5i1.5347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orangtua dalam mendukung perkembangan belajar anak berkebutuhan khusus (autis) di RA Al Hikmah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya keterlibatan orangtua sebagai faktor utama dalam keberhasilan pendidikan anak, terutama bagi anak autis yang memerlukan perhatian, pendekatan, dan dukungan khusus dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi orangtua anak autis dan anak autis di RA Al Hikmah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orangtua memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perkembangan belajar anak autis, meliputi: (1) peran sebagai motivator, yaitu memberikan dorongan, semangat, dan penghargaan terhadap usaha belajar anak; (2) peran sebagai fasilitator, yaitu menyediakan sarana belajar dan lingkungan yang mendukung; serta (3) peran sebagai pendamping, yaitu terlibat aktif dalam kegiatan belajar anak serta menjalin komunikasi yang baik dengan guru. Walaupun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu, pengetahuan, dan pemahaman terhadap karakteristik anak autis, upaya yang dilakukan orangtua tetap memberikan dampak positif terhadap peningkatan perkembangan belajar anak.
Penerapan Program Digital Storytelling untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Pada Usia 5-6 Tahun di TK Bunda Dewi Elfiani Rambe; Juli Yanti Harahap; Aminda Tri Handayani; Novita Friska
LOKAKARYA Vol 5, No 1 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/lokakarya.v5i1.5348

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun di TK Bunda, yang terlihat dari kesulitan anak dalam mengikuti kegiatan storytelling, baik dalam aspek mendengarkan, menirukan kosakata, maupun menceritakan kembali isi cerita secara singkat. Berdasarkan observasi awal terhadap 15 anak kelompok B, ditemukan bahwa rata-rata kemampuan berbahasa anak hanya mencapai skor 1,73 yang termasuk dalam kategori "Kurang". Sebagian besar anak mengalami kesulitan dalam semua indikator kemampuan berbahasa, dengan hanya 2 anak (13,3%) yang mampu memenuhi seluruh indikator dengan baik. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 anak kelompok B TK Bunda yang terdiri dari 8 anak laki-laki dan 7 anak perempuan dengan rentang usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, dengan instrumen berupa lembar observasi yang mengukur kemampuan berbahasa anak berdasarkan empat indikator yang telah ditetapkan. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan menghitung rata-rata skor dan persentase peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program digital storytelling sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun di TK Bunda. Terjadi peningkatan yang signifikan dari kondisi awal hingga siklus III, yaitu dari rata-rata skor 1,73 (kategori "Kurang") pada kondisi awal menjadi 2,9 (kategori "Baik") pada siklus III. Total peningkatan sebesar 1,17 poin atau 67,6% menunjukkan dampak yang sangat substansial dari implementasi program digital storytelling. Pada siklus I, rata-rata kemampuan berbahasa anak mencapai 2,3 dengan peningkatan 0,57 poin (32,9%) dari kondisi awal. Siklus II menunjukkan rata-rata 2,72 dengan peningkatan 0,42 poin (18,3%) dari siklus I. Siklus III mencapai rata-rata 2,9 dengan peningkatan 0,18 poin (6,6%) dari siklus II. Pada akhir penelitian, seluruh 15 anak telah mencapai kemampuan berbahasa pada kategori "Baik" atau lebih tinggi, dimana 12 anak (80%) mencapai skor 3,0, 2 anak (13,3%) mencapai skor 2,75, dan 1 anak (6,7%) mencapai skor 2,5.. Simpulan penelitian ini adalah bahwa penerapan program digital storytelling terbukti sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun di TK Bunda.
Pengaruh Permainan Balok Unit Terhadap Kemampuan Komunikasi Anak Usia 3-4 Tahun Di KB Rizky Ananda Tahun Pelajaran 2024-2025 Fauziah Nasution; Aminda Tri Handayani; Novita Friska; Juliyanti Harahap
EDUTECH Vol 12, No 2 (2026): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/edutech.v12i2.30127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan balok unit terhadap kemampuan komunikasi anak usia 3–4 tahun di KB Rizky Ananda Tahun Pelajaran 2024–2025. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan komunikasi sebagian anak usia dini yang masih menggunakan bahasa isyarat atau kode tubuh dalam berinteraksi. Permainan balok unit dipilih karena diyakini dapat menstimulasi kemampuan bahasa, sosial, dan kognitif anak melalui aktivitas membangun dan berinteraksi selama bermain.mMetode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 anak usia 3–4 tahun yang terbagi ke dalam dua kelompok belajar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan rumus persentase ketuntasan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi anak setelah penerapan permainan balok unit. Pada pra-siklus, rata-rata kemampuan komunikasi anak berada pada kategori 27% (belum berkembang), meningkat pada siklus I menjadi 47% (cukup berkembang), dan mencapai 83% (berkembang sangat baik) pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa permainan balok unit efektif dalam mengembangkan kemampuan komunikasi anak usia dini, khususnya dalam hal berbicara, mendengarkan, serta berinteraksi dengan teman sebaya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan balok unit berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan komunikasi anak usia 3–4 tahun di KB Rizky Ananda.