Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Keterlibatan Masyarakat Dalam Membangun Infrastruktur Di Desa Timbuolo, Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango Karmila Kadili; Rukiah Nggilu; Misbahudin Djaba
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlibatan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur di Desa Timbuolo, Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan memahami secara mendalam fenomena partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Fokus penelitian meliputi tiga aspek utama, yaitu partisipasi masyarakat, pengelolaan anggaran, dan pemanfaatan sumber daya tenaga kerja lokal. Lokasi penelitian berada di Desa Timbuolo, Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tujuh informan yang terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kasi Kesejahteraan Masyarakat, tokoh masyarakat, dan warga yang terlibat langsung dalam pembangunan infrastruktur, serta melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi, penyajian, dan verifikasi data secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Timbuolo aktif berpartisipasi terutama pada tahap pelaksanaan pembangunan melalui musyawarah desa dan gotong royong, namun keterlibatan substantif dalam perencanaan masih terbatas dan didominasi oleh perangkat desa. Pemerintah desa telah melakukan sosialisasi anggaran secara terbuka, namun masyarakat masih merasakan keterbatasan informasi dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan anggaran. Pemanfaatan tenaga kerja lokal cukup optimal untuk pekerjaan fisik, sementara keterbatasan tenaga ahli teknis masih menjadi kendala yang perlu diatasi melalui pelatihan dan pemberdayaan berkelanjutan. Secara keseluruhan, keterlibatan masyarakat, pengelolaan anggaran yang transparan, dan pemanfaatan sumber daya lokal menjadi faktor utama keberhasilan pembangunan infrastruktur desa yang demokratis dan berkelanjutan.
Pengawasan Kepala Puskesmas Dalam Meningkatkan Kualitas Kerja Tenaga Kesehatan (Studi Kasus Puskesmas Telaga Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo) Rosnia Banto; Ellys Rachman; Rukiah Nggilu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengawasan kepala Puskesmas dalam meningkatkan kualitas kerja tenaga kesehatan di Puskesmas Telaga, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, dengan fokus pada tiga aspek utama, yaitu ketepatan waktu, tanggung jawab (responsibility), dan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari Kepala Dinas, staf pelayanan, dan masyarakat yang bermitra di Puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek ketepatan waktu, masih terdapat keterlambatan pelayanan yang berdampak pada ketidaknyamanan pasien, diperparah dengan masalah teknis seperti gangguan jaringan dan mati lampu. Pada aspek tanggung jawab, meskipun terdapat petugas yang berusaha profesional, secara umum sikap ramah, kesabaran, dan responsivitas terhadap pasien masih rendah, terutama pada situasi pelayanan dengan volume pasien tinggi. Sementara itu, penerapan SOP belum optimal, di mana prosedur sering tidak diikuti secara konsisten sehingga menimbulkan pelayanan yang lambat dan kurang teratur. Rekomendasi yang diajukan mencakup peningkatan manajemen waktu, penataan antrian, mitigasi kendala teknis, pelatihan peningkatan sikap profesional dan empati, serta pengawasan dan evaluasi rutin terhadap penerapan SOP. Dengan langkah tersebut, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Telaga dapat meningkat, memberikan kenyamanan, dan membangun kepercayaan pasien secara berkelanjutan.
Inovasi Layanan Informasi Publik Dalam Meningkatkan Literasi Informasi Digital Masyarakat Oleh Dinas Komunikasi, Informasi Dan Persandian Kota Gorontalo Fadel Ramadhan Ishak; Rukiah Nggilu; Tety Thalib
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Gorontalo dalam mengembangkan inovasi layanan informasi publik. Fokus penelitian diarahkan pada strategi, bentuk implementasi, serta tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan literasi informasi digital masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Kominfo Kota Gorontalo berperan penting dalam mendorong keterbukaan informasi publik melalui berbagai inovasi, antara lain penyediaan kanal interaksi digital, pemanfaatan media sosial resmi pemerintah, serta penguatan kerja sama dengan media lokal. Inovasi tersebut mendapat antusiasme dari masyarakat, namun masih dihadapkan pada tantangan berupa rendahnya literasi digital, keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap teknologi, serta kurangnya sumber daya pendukung di tingkat lokal. Secara umum, pengembangan inovasi layanan informasi publik yang dilakukan Dinas Kominfo telah berjalan cukup efektif dalam meningkatkan akses informasi dan interaksi dengan masyarakat. Meski demikian, perlu adanya strategi lanjutan berupa edukasi literasi digital, peningkatan kapasitas aparatur, serta pemanfaatan teknologi informasi yang lebih inklusif agar pelayanan informasi publik dapat lebih optimal, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital.
Partisipasi Masyarakat dalam Mengurangi Kerusakan Hutan Lindung Di Kabupaten Bone Bolango Wahidin Lukum; Rukiah Nggilu
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v7i1.900

Abstract

Kecamatan Bulango Utara berada di perbatasan dengan hutan lindung yang partisipasi masyarakat belum tumbuh secara maksimal dalam melestarikan hutan lindung. Tujuan penelitian adalah untuk membuat deskripsi, gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diteliti. Penelitian ini dilaksanakan di kawasan Hutan Lindung Kecamatan Bulango Utara Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dapat dilakukan melalui 3 (tiga) model pendekatan. Pertama, kesediaan masyarakat dalam perencanaan berbagai program pelestarian hutan lindung. Aspek ini diketahui dari beberapa indikator yaitu terbentuknya sentra penyuluhan di pedesaan, berkembangnya forum-forum desa yang peduli akan hutan lindung dan meningkatnya partisipasi secara swadaya dalam menjaga pelestarian hutan lindung. Kedua, dukungan masyarakat dalam pelaksanaan program pelestarian hutan lindung melalui komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar serta pemberian motivasi bagi masyarakat seperti program beasiswa pendidikan bagi masyarakat dan pelatihan bagi tenaga Pendidik mengenai lingkungan hidup. Ketiga, tanggung jawab masyarakat terhadap pelestarian hutan lindung diantaranya tidak boleh menebang pohon, merusak ekosistem, melakukan perburuan satwa dan ilegal logging. Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah perlu perencanaan pelestarian hutan lindung, hendaknya dilakukan secara terbuka, partisipatif, transparan dan akuntabel sehingga menarik simpati masyarakat untuk ikut terlibat secara proaktif dalam menjaga kelestarian hutan lindung.