Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

LITERATURE REVIEW : ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENURUNAN STUNTING DI WILAYAH PESISIR MEDAN BELAWAN Susilawati Susilawati; NADIA HENDRA PRATAMA HENDRA
Miracle Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/mj.v3i2.604

Abstract

Balita Pendek (Stunting) adalah status gizi yang didasarkan pada indeks PB/U atau TB/U dimana dalam standar antropometri penilaian status gizi anak, hasil pengukuran tersebut berada pada ambang batas (Z-Score) <-2 SD sampai dengan -3 SD (pendek/ stunted) dan <-3 SD (sangat pendek / severely stunted). Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting dapat terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2016). Metode yang digunakan adalah menggunakan studi literatur dari berbagai jurnal internasional maupun nasional, metode ini berupaya untuk meringkas kondisi pemahaman terkini tentang suatu topik. Berdasarakan hasil wawancara dengan para informan diperoleh keterangan bahwa standar dalam menjalankan kebijakan percepatan penurunan stunting, pemerintah sudah memiliki standar yakni dengan adanya Peraturan Medan Belawan Tahun 2020 Tentang Percepatan Penurunan Stunting yang sesuai dengan amanat Peraturan Presiden RI No. 42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi yang sekarang digantikan menjadi Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Analisis Efektivitas Program PMT Untuk Menanggulangi Stunting Melalui Potensi Hasil Laut Indonesia: Studi Literatur Vivi Ridha Munawarah; susilawati susilawati
Miracle Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/mj.v3i2.612

Abstract

Stunting menjadi prioritas masalah kesehatan nasional. Stunting merupakan kondisi kronis akibat dari kurangnya gizi dalam jangka waktu yang panjang, sehingga berdampak pada menurunnya potensi kognitif anak. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) melalui pemanfaatan potensi local dapat menjadi solusi yang dapat dilakukan dalam menangani masalah gizi pada anak. Sebagai negara maritm, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar akan sumber daya lautnya terkhusus ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih dalam terkait efektivitas program PMT untuk menanggulangi stunting melalui potensi hasil laut Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode studi literatur terkait serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan pengumpulan data dari berbagai artikel terdahulu yang terdapat di database Google Scholar. Penelusuran menggunakan kata kunci “pemberian makanan tambahan, hasil laut, stunting” yang dipublikasikan selama 5 tahun sebelumnya yaitu antara tahun 2018 sampai dengan tahun 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya efektivitas dari program pemberian makanan tambahan melalui olahan hasil laut terhadap pencegahan stunting pada anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah program Pemberian Makanan Tambahan menjadi faktor penting dalam mempengaruhi status gizi pada anak. Dengan adanya peran aktif posyandu, diharapkan mampu meningkatkan kebiasaan konsumsi ikan dimasyarakat melalui penganekaragaman olahan ikan sebagai makanan tambahan untuk balita stunting.
KARAKTERISTIK KIPI COVID-19 PADA LANSIA DI WILAYAH PUSKESMAS SENTOSA BARU Arrafi Insani; Zata Ismah; Susilawati Susilawati
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena gunung es pada laporan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) Corona Virus Disease-2019 (COVID-19) di wilayah Puskesmas Sentosa Baru menjadi masalah dalam usaha monitoring keamanan vaksin. Penelusuran terhadap estimasi besar kasus serta faktor penyebab KIPI COVID-19 perlu dilakukan untuk memaksimalkan evaluasi dari keamanan vaksin COVID-19. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi karakteristik KIPI COVID-19 pada lanjut usia (lansia) di wilayah Puskesmas Sentosa Baru. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan ­cross-sectional yang dilaksanakan pada Maret-Agustus 2022. Didapatkan sebanyak 185 responden berusia ≥60 tahun, yang diambil melalui simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka prevalensi KIPI COVID-19 pada lansia yaitu sebesar 74,6%, dengan reaksi sistemik seperti nyeri otot (61,6%), kelelahan (46,4%), dan pusing (36,2%) merupakan KIPI COVID-19 yang paling umum ditemukan pada lansia. Kesimpulan penelitian ini bahwa vaksin COVID-19 dalam kategori aman digunakan oleh para lansia. Saran bagi pemerintah untuk peningkatan terhadap sistem pencatatan dan pelaporan KIPI COVID-19 yang lebih efektif. Kata kunci: KIPI COVID-19, prevalensi, reaksi lokal, reaksi sistemik DOI : 10.35990/mk.v6n3.p261-272