Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEKUATAN IMPACT KOMPOSIT POLYESTER BERPENGUAT SERBUK KAYU JATI DENGAN VARIASI FRAKSI VOLUME MATRIKS DAN REINFORCEMENT Ariantika, Kadek; Wiratmaja, I Gede; Nugraha, I Nyoman Pasek
Otopro Vol 19 No 2 Mei 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v19n2.p50-54

Abstract

The biggest problem facing the automotive industry today is limited natural resources and environmental protection. Therefore, it is very important to conduct and carry out research and mapping of alternative materials that can reduce the use of non-renewable materials. The aim of this research is to determine the effect of variations in the volume of teak wood powder on the impact strength of composites with a polyester polymer matrix and identify fracture patterns. This research uses an experimental design combined with one-way statistical analysis of variance to test the research hypothesis. The results showed that there were significant differences in impact strength between the variations of the three specimens tested. Specimens with variations in volume fraction of 20%:80% for teak wood powder and polyester resin have the highest impact strength, while specimens with variations in volume fraction of 30%:70% for teak wood powder and polyester resin have the lowest impact strength. Apart from that, examination of the microscopic structure of the fracture patterns shows differences in fracture patterns between specimens. Specimens with variations in volume fraction of 0% (100% polyester resin) show a brittle fracture mechanism, while specimens of 10%:90%, 20%:80%, 30%:70% for teak wood powder and polyester resin show that the fracture pattern that appears is a combination of fragility and fibular fracture which is also called a fibrous fracture.
Pengaruh Variasi Jumlah Dan Konfigurasi Rangkaian Kelistrikan Peltier Pada Modul Termoelektrik Terhadap Performansi Cooling Box Mahendra , Putu Gede Widhi; Widayana, Gede; Wiratmaja, I Gede
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i2.499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah dan konfigurasi rangkaian Peltier pada sistem pendingin termoelektrik (Thermoelectric Cooling/TEC) terhadap performansi cooling box. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan modul Peltier tipe TEC1-12706 sebanyak dua hingga empat buah, yang disusun dalam konfigurasi kelistrikan seri dan paralel. Variabel yang diamati meliputi konsumsi daya listrik dan capaian suhu terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi rangkaian kelistrikan seri menghasilkan konsumsi daya listrik lebih tinggi dibandingkan rangkaian kelistrikan paralel dengan selisih persentase peningkatan konsumsi daya listrik sebesar 24,2% pada penggunaan 4 buah peltier. Capaian suhu terendah konfigurasi rangkaian kelistrikan seri tercatat 9,71% lebih rendah dibandingkan konfigurasi rangkaian kelistrikan paralel. Dari hasil penelitian dapat dilihat juga bahwa semakin banyak jumlah peltier yang digunakan mengakibatkan semakin besar kapasitas perpindahan panas yang terjadi. Secara keseluruhan, konfigurasi rangkaian kelistrikan seri dinilai lebih optimal karena mampu mencapai temperatur kabin terendah meskipun memerlukan konsumsi daya listrik yang lebih tinggi.
PENGEMBANGAN PROTOTYPE JIG AND FIXTURE ATTACHMENT UNTUK MENAMBAH AXIS MESIN BUBUT Wiratmaja, IGede; ari pradnyana, suta; Nugraha, I Nyoman Pasek; Wiratmaja, I Gede
Nusantara of Engineering (NOE) Vol 6 No 2 (2023): Volume 6 No 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/noe.v6i2.20192

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses pengembangan Prototype Jig and Fixture Attachment, dan mengetahui tingkat kelayakan serta kepraktisan Prototype Jig and Fixture Attachment. Metode pengembangan penelitian menggunakan Research And Development R&D. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu model pengembangan 4-D (Four-D). Jenis data pada penelitian ini yaitu berupa data kuantitatif. Dari uji survey pendahuluan yang dilakukan terhadap 10 orang responden, dinyatakan bahwa perlu adanya pengembangan Prototype Jig and Fixture Attachment untuk menambah Axis mesin bubut. Pada uji ahli desain didapatkan hasil persentase 100% yang berarti pengembangan Prototype Jig and Fixture Attachment untuk menambah Axis mesin bubut digolongkan sangat layak. Selanjutnya dilakukan uji ahli manufaktur didapatkan hasil persentase 100% yang digolongkan sangat layak. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan Prototype Jig and Fixture Attachment untuk menambah Axis mesin bubut sangat layak dan praktis untuk dikembangkan.
PENGEMBANGAN PROTOTYPE JIG AND FIXTURE ATTACHMENT UNTUK MENAMBAH AXIS MESIN BUBUT Wiratmaja, IGede; ari pradnyana, suta; Nugraha, I Nyoman Pasek; Wiratmaja, I Gede
Nusantara of Engineering (NOE) Vol 6 No 2 (2023): Volume 6 No 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/noe.v6i2.20192

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses pengembangan Prototype Jig and Fixture Attachment, dan mengetahui tingkat kelayakan serta kepraktisan Prototype Jig and Fixture Attachment. Metode pengembangan penelitian menggunakan Research And Development R&D. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu model pengembangan 4-D (Four-D). Jenis data pada penelitian ini yaitu berupa data kuantitatif. Dari uji survey pendahuluan yang dilakukan terhadap 10 orang responden, dinyatakan bahwa perlu adanya pengembangan Prototype Jig and Fixture Attachment untuk menambah Axis mesin bubut. Pada uji ahli desain didapatkan hasil persentase 100% yang berarti pengembangan Prototype Jig and Fixture Attachment untuk menambah Axis mesin bubut digolongkan sangat layak. Selanjutnya dilakukan uji ahli manufaktur didapatkan hasil persentase 100% yang digolongkan sangat layak. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan Prototype Jig and Fixture Attachment untuk menambah Axis mesin bubut sangat layak dan praktis untuk dikembangkan.
Penurunan Surface Roughness Hasil Pembubutan Rata Baja ST 42 Akibat Pengaruh Variasi Sudut Potong Pahat Dan Kecepatan Spindle Mesin Bubut I Gede Wiratmaja; I Nyoman Pasek Nugraha; I Gede Ari Saputra
Jurnal INOVATOR Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v6i1.8

Abstract

The purpose of this study was to determine the ratio of surface roughness in ST 42 steel with cutting angles of , , and at speeds of 490 Rpm and 700 Rpm. This method uses an experimental method with independent variables, namely cutting angle and spindle speed and bound variables, namely surface roughness in ST 42 steel. To test the surface roughness results using the surface roughness tester tool, which obtained the average value of surface roughness at a tool cutting angle of with a speed of 490 Rpm of 2.848 μm, a cutting angle of of 2.530 μm and a cutting angle of of 2.423 μm. At a speed of 700 Rpm at a cutting angle of of 2.439 μm, a cutting angle of of 2.179 μm and a cutting angle of of 2.048 μm. From these data, it can be concluded that there is an influence on the variation of the cutting angle of the lathe tool and spindle speed on the surface roughness value of steel ST 42.Where at the spindle speed of the lathe 700 Rpm at the cutting angle of the lowest surface roughness value is obtained
Peningkatan Unjuk Kerja Sepeda Motor Sistem Transmisi CVT Dengan Variasi Kedalaman Clutch Housing Knurling Wiratmaja, I Gede; Ardika Yasa, Gede Dyo; Widayana, Gede
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i1.470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kedalaman knurling pada clutch housing terhadap unjuk kerja sepeda motor dengan sistem transmisi CVT (Continuously Variable Transmission). Permasalahan utama yang diangkat adalah penurunan performa kendaraan akibat usia pakai yang panjang, khususnya dalam hal torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kedalaman knurling clutch housing yang divariasikan menjadi 0 mm (kondisi standar), 0,2 mm, 0,4 mm, dan 0,6 mm. Variabel terikatnya meliputi torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar. Penelitian dilakukan pada sepeda motor dengan sistem transmisi CVT menggunakan metode eksperimen dimana pengujian torsi dan daya menggunakan dynotest, serta konsumsi bahan bakar menggunakan metode pengukuran volume dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kedalaman knurling berpengaruh signifikan terhadap peningkatan torsi dan daya mesin, serta konsumsi bahan bakar yang lebih hemat. Variasi kedalaman knurling 0,6 mm memberikan hasil yang paling optimal dalam meningkatkan perfomansi kendaraan dibandingkan variasi lainnya. Temuan ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi praktis dalam meningkatkan kembali performa sepeda motor dengan sistem transmisi CVT yang telah mengalami penurunan perfomansi seiring dengan bertambahnya usia pakai.
Pengaruh Variasi Jumlah Dan Konfigurasi Rangkaian Kelistrikan Peltier Pada Modul Termoelektrik Terhadap Performansi Cooling Box Mahendra , Putu Gede Widhi; Widayana, Gede; Wiratmaja, I Gede
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i2.499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah dan konfigurasi rangkaian Peltier pada sistem pendingin termoelektrik (Thermoelectric Cooling/TEC) terhadap performansi cooling box. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan modul Peltier tipe TEC1-12706 sebanyak dua hingga empat buah, yang disusun dalam konfigurasi kelistrikan seri dan paralel. Variabel yang diamati meliputi konsumsi daya listrik dan capaian suhu terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi rangkaian kelistrikan seri menghasilkan konsumsi daya listrik lebih tinggi dibandingkan rangkaian kelistrikan paralel dengan selisih persentase peningkatan konsumsi daya listrik sebesar 24,2% pada penggunaan 4 buah peltier. Capaian suhu terendah konfigurasi rangkaian kelistrikan seri tercatat 9,71% lebih rendah dibandingkan konfigurasi rangkaian kelistrikan paralel. Dari hasil penelitian dapat dilihat juga bahwa semakin banyak jumlah peltier yang digunakan mengakibatkan semakin besar kapasitas perpindahan panas yang terjadi. Secara keseluruhan, konfigurasi rangkaian kelistrikan seri dinilai lebih optimal karena mampu mencapai temperatur kabin terendah meskipun memerlukan konsumsi daya listrik yang lebih tinggi.