Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Community Service Program on the Implementation of Ergonomic Work Postures among Processed Food Workers to Reduce Muscle Fatigue Lutfi, Lutfi Ani; lemadi, gayuh; emra, devianita; lombardo, doddy
The IMPACT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Islam As-Syafiiyah Vol. 2 No. 1 (2025): The IMPACT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vo. 2 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/the impact.v2i1.5099

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the food sector play a vital role in supporting local economic growth, job creation, and the preservation of traditional culinary practices. However, issues related to occupational health and safety, particularly muscle fatigue caused by non-ergonomic working postures, remain inadequately addressed. This Community Service Program (PKM) was conducted at Belfii MSME, South Tangerang, involving 15 respondents. Data were collected through interviews, direct observations, questionnaires, and posture assessment using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method. Findings revealed that most workers experienced muscle fatigue in the waist, back, legs, and arms. REBA assessment indicated very high-risk levels, particularly during activities of lifting and lowering materials in the raw material warehouse, with a score of 14, requiring immediate corrective actions. Ergonomic interventions were implemented through awareness sessions and demonstrations on proper working postures, including squatting techniques when lifting materials, the use of worktables to minimize bending, and maintaining upright postures while lowering loads. Post-intervention evaluations showed reduced musculoskeletal complaints and increased worker awareness of ergonomics. The application of ergonomic principles was proven effective in minimizing physical strain, improving comfort, and enhancing productivity. This program recommends designing simple work aids, reorganizing workstations, and providing regular ergonomic training for sustainable improvements.
Pemberdayaan UMKM Bambu Banjarnegara melalui Edukasi dan Penerapan Konsep Value chain prasetio, dian eko adi; lemadi, gayuh; zulkarnaen, iskandar; pratignyo, lisana sumarah
The IMPACT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Islam As-Syafiiyah Vol. 2 No. 1 (2025): The IMPACT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vo. 2 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/the impact.v2i1.5127

Abstract

This community service program was carried out at D’Bantar Bamboo Craft, Banjarnegara, aiming to improve the understanding and skills of bamboo SMEs in implementing an integrated value chain approach. The activity was driven by Banjarnegara’s abundant bamboo resources, which remain underutilized due to traditional business management, low production efficiency, and limited marketing strategies. The method employed a participatory approach through a Focus Group Discussion (FGD), including lectures, interactive discussions, case studies, and field mentoring. Understanding levels were measured before and after the program using a questionnaire. Results show an increase in average understanding scores from 1.71 (low) to 2.82 (moderate to high), representing a 65% improvement. Most participants shifted from low to high categories, indicating the program’s effectiveness in enhancing knowledge and awareness of value chain management. This activity contributes significantly to improving the competitiveness of bamboo SMEs and serves as a foundation for further mentoring programs.
Analisis Keandalan Mesin Welding Pallet Berbasis Reliability Centered Maintenance (RCM) dan FMEA Lemadi, Gayuh; Suroso, Heri; Prasetio, Dian Eko Adi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5262

Abstract

Mesin Welding Pallet merupakan salah satu fasilitas produksi utama dalam proses pembuatan pallet plastik yang telah beroperasi dalam jangka waktu relatif panjang sehingga berpotensi mengalami penurunan kinerja akibat keausan komponen. Kondisi tersebut berdampak langsung pada penurunan produktivitas, meningkatnya jumlah produk cacat, serta bertambahnya waktu henti produksi (downtime) yang dapat mengganggu kelancaran proses manufaktur. Hingga saat ini, perusahaan belum memiliki pemetaan yang terstruktur mengenai komponen kritis mesin, tingkat keandalan masing-masing komponen, serta mode kegagalan utama yang menjadi penyebab terjadinya breakdown. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen kritis pada Mesin Welding Pallet, menganalisis tingkat keandalan mesin dan komponennya, mengevaluasi mode kegagalan yang berpotensi terjadi, serta merumuskan kebijakan perawatan yang optimal menggunakan pendekatan Reliability Centered Maintenance (RCM). Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis diagram Pareto untuk menentukan komponen dominan penyebab kerusakan, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengevaluasi risiko kegagalan berdasarkan tingkat keparahan, frekuensi kejadian, dan kemampuan deteksi, serta perhitungan keandalan komponen dan sistem berdasarkan data historis kerusakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen kritis mesin meliputi sensor fiber optic, silinder pneumatik dozing, selang pneumatik, dan selang hidrolik dengan nilai keandalan masing-masing sebesar 3,6%, 3,0%, 2,9%, dan 2,7%. Berdasarkan hasil analisis FMEA dan pendekatan RCM, sensor fiber optic direkomendasikan menggunakan strategi perawatan berbasis waktu (Time Directed), sedangkan silinder pneumatik dozing, selang pneumatik, dan selang hidrolik direkomendasikan menggunakan strategi perawatan berbasis kondisi (Condition Directed). Penerapan kebijakan perawatan berbasis RCM diharapkan mampu meningkatkan keandalan mesin, menurunkan frekuensi breakdown, mengurangi downtime, serta mendukung efisiensi dan keberlanjutan proses produksi pallet plastik.
Edukasi Penerapan Postur Kerja Ergonomi bagi Pekerja Pencetakan Tutup Galon Lutfiani Lutfiani; Dian Eko Adi Prasetyo; Gayuh Lemadi; Arief Pahlevi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.9154

Abstract

Penerapan prinsip ergonomi pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menjadi tantangan karena sebagian besar proses produksi dilakukan secara manual dengan postur kerja yang kurang ergonomis. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs), menurunkan kenyamanan kerja, serta berdampak pada produktivitas pekerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekerja mengenai penerapan postur kerja ergonomis pada proses pencetakan tutup galon di UMKM PRIMA, Kota Bekasi. Metode pelaksanaan meliputi observasi kondisi kerja, penyuluhan mengenai konsep ergonomi dan pencegahan MSDs, penyusunan prosedur kerja ergonomis, praktik langsung penerapan postur kerja yang benar pada aktivitas duduk dan pengangkatan beban, serta evaluasi melalui wawancara dengan pemilik dan pekerja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pekerja memahami pentingnya penerapan postur kerja ergonomis dan mampu mempraktikkan teknik duduk serta pengangkatan beban yang sesuai dengan prinsip ergonomi. Evaluasi pelaksanaan menunjukkan adanya penurunan keluhan nyeri pada bagian pinggang, tangan, dan kaki, serta peningkatan kenyamanan selama bekerja. Selain memberikan manfaat terhadap kesehatan pekerja, penerapan ergonomi juga berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas proses produksi sehingga target produksi lebih mudah dicapai. Dengan demikian, kegiatan edukasi dan praktik penerapan postur kerja ergonomis terbukti memberikan manfaat dalam mengurangi risiko gangguan muskuloskeletal sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pada UMKM.
Penentuan Interval Preventive Maintenance PSD Seal pada Mesin Portable Spot Welding Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance Gayuh Lemadi; Fuad Faisal; Doddy Lombardo
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9803

Abstract

Gangguan operasional akibat kerusakan mesin menjadi salah satu faktor yang dapat menurunkan efektivitas proses produksi pada industri manufaktur otomotif. Salah satu peralatan yang berperan penting dalam proses perakitan bodi kendaraan adalah mesin Portable Spot Welding (PSW), yang membutuhkan tingkat keandalan tinggi untuk menjaga kontinuitas produksi. Penelitian ini bertujuan menentukan interval preventive maintenance yang optimal pada komponen PSD Seal menggunakan pendekatan Reliability Centered Maintenance (RCM). Data penelitian diperoleh dari catatan historis kerusakan mesin PSW selama periode Juni–November 2025 yang mencakup 16 kejadian kerusakan dengan total downtime sebesar 637 menit. Tahap analisis dilakukan melalui identifikasi komponen kritis menggunakan diagram Pareto, evaluasi risiko kegagalan dengan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), pengujian distribusi probabilitas, serta perhitungan parameter keandalan menggunakan perangkat lunak Minitab 19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSD Seal merupakan komponen yang memberikan kontribusi downtime terbesar, yaitu 372 menit atau 58,4% dari total downtime. Analisis distribusi menunjukkan bahwa data Time Between Failure mengikuti distribusi Weibull dengan parameter β sebesar 2,7368 dan θ sebesar 193,11 jam, sedangkan data Time To Repair mengikuti distribusi Lognormal dengan nilai MTTR sebesar 0,2081 jam. Nilai MTBF yang diperoleh sebesar 233,79 jam dengan reliabilitas komponen sebesar 20,31% pada umur tersebut. Simulasi preventive maintenance menunjukkan bahwa interval pemeliharaan setiap 84 jam mampu mempertahankan reliabilitas di atas 94% serta menghasilkan potensi penghematan biaya lebih dari Rp200 juta dalam periode enam bulan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan RCM dapat menjadi dasar yang efektif dalam penyusunan kebijakan pemeliharaan berbasis keandalan untuk meningkatkan kinerja operasional mesin PSW.