Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search
Journal : JURNAL SIPIL SAINS

DEBONDING FAILURE PADA BALOK BETON BERTULANG DENGAN PERKUATAN LEMBAR GFRP YANG DIPENGARUHI BEBAN BERULANG DAN RENDAMAN AIR LAUT Arbain tata
JURNAL SIPIL SAINS Vol 8, No 16 (2018)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v8i16.799

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis model kegagalan pada balok beton bertulang dengan perkuatan lembar GFRP yang dipengaruhi beban berulang dan rendaman air laut. Benda uji yang digunakan adalah balok beton bertulang dengan mutu beton f’c 25 MPa. Benda uji dengan perkuatan lembaran GFRP direndam dalam kolam yang berisi air laut dengan variasi waktu masing-masing hingga 12 (dua belas) bulan. Pengujian dilakukan dengan beban berulang hingga gagal. Dalam penelitian ini, dibuat benda uji balok dengan panjang tiga meter dan penampang 200 mm x 150 mm. Beton Normal (BN) jenis balok sebagai balok control, Balok beton normal yang telah diperkuat dengan GFRP (BFK)  yang masing-masing dibebani dengan monotonic. Balok utama dengan perkuatan (BF) balok beton yang telah diperkuat dengan GFRP direndam dengan air laut dalam kolam perendaman, lalu masing-masing dibebani beban fatik. Pengujian beban fatik diterapkan pada beban minimum 4 kN dan beban maksimum 24 kN. Beban berulang pada balok beton dengan frekuensi 1,5 Hz. Pengujian ini menunjukan balok BN mengalami kegagalan setelah 800.000 sedangkan BF mengalami kegagalan setelah 1.200.000 siklus. Kondisi tersebut menunjukkan terjadi peningkatan umur fatik yang signifikan akibat penguatan GFRP. Terjadi peningkatan kapasitas lentur pada benda uji yang diperkuat GFRP hingga 60% BF terhadap BN. Namun setelah adanya perendaman satu tahun terjadi penurunan kekuatan hingga 2%. Hal ini diindikasikan oleh melemahnya kapasitas rekatan GFRP-S yang dipengaruhi oleh rendaman air laut dan beban fatik. Terindikansi adanya penurunan kapasitas rekatan yang menyebabkan proses debonding pada benda uji dan mempercepat terjadi kegagalan struktur
PERILAKU STRUKTUR BAJA TAHAN GEMPA DENGAN ANALISIS PUSHOVER arbain tata; Imran Imran; Fitra Rahma Sjahrin
JURNAL SIPIL SAINS Vol 9, No 17 (2019)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v9i17.999

Abstract

Indonesia terletak di pertemuan antara plat tektonik Australia, Eurasia, Philippines dan Pasifik yang bertemu di kepulauan Maluku yang menjadikan Maluku Utara sebagai daerah rawan gempa, untuk mengurangi risiko bencana yang terjadi diperlukan konstruksi bangunan tahan gempa. Bangunan tahan gempa diharapkan mampu menerima gaya  gempa pada level tertentu sehingga tidak akan mengalami keruntuhan sesaat setelah gempa terjadi atau apabila mengalami keruntuhan mampu memberikan perilaku nonlinier pada kondisi pasca-elastic sehingga keselamatan penghuni lebih terjamin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai level kinerja dan perilaku gedung dengan memperlihatkan skema terjadinya sendi plastis pada balok dan kolom. Metode yang digunakan adalah analisis static nonlinier pushover berdasarkan peraturan code Applied Technology Council (ATC-40) dengan menggunakan program ETABS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya geser dari evaluasi pushover arah x sebesar 43183.989 kN dan arah y sebesar 33826.476 kN dimana lebih besar dari gaya geser rencana arah x sebesar 5691.87 kN dan arah y sebesar 5497.95 kN. Maksimum total drift arah x adalah 0.0118 dan arah y adalah 0.01376, sedangkan maksimal in-elastic drift arah x adalah 0.011096 dan arah y adalah 0.012820. Sehingga gedung termasuk dalam level kinerja Damage Control. Displacement pada gedung tidak melampaui displacement maksimum, sehingga gedung aman terhadap gempa rencana.
PENGARUH HUJAN ASAM TERHADAP KUAT TEKAN dan POLA RETAK BETON MUTU TINGGI YANG MENGGUNAKAN FLY ASH SEBAGAI SUBITUSI PASIR Amar Ma’ruf Hamri; Erniati Erniati; Popy Indrayani; Arbain Tata
JURNAL SIPIL SAINS Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v11i2.3724

Abstract

Pembangunan konstruksi beton yang berada di lokasi yang memiliki air hujan yang mengandung asam dengan jumlah pH di bawah normal (pH ±5,6) membutuhkan material penyusun beton mutu tinggi untuk meningkatkan kinerja beton. Fly ash di PLTU Bosowa Energi Jenepponto menumpuk dari tahun ke tahun. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbandingan kuat tekan dan pola retak pada beton mutu tinggi yang menggunakan fly ash sebagai pengganti pasir dengan perendaman air tawar dengan air hujan asam pada umur 28 hari serta menganalisis pola retak hubungan variasi fly ash pada beton mutu tinggi yang direndam di air hujan asam pada umur 28 hari. Material penyusun pada penelitian ini menggunakan variasi fly ash (0%, 10%, 20% dan 30%) sebagai pengganti pasir pada beton mutu tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton mutu tinggi yang menggunakan fly ash (0%, 10%, 20%, dan 30%) sebagai pengganti pasir kuat tekan yang dihasilkan pada perendaman air tawar lebih besar dari pada perendaman air hujan asam pada umur 28 hari. Hujan asam dapat menurunkan kuat tekan pada beton mutu tinggi subtitusi fly ash sebagai pasir namun penurunan tersebut masih kecil sebesar kurang lebih 5%.  Pola retak yang baik menurut nilai kuat tekan tertinggi adalah pola retak bentuk kehancuran kerucut dan belah yang menggunakan fly ash 30% sebagai pengganti pasir pada beton mutu tinggi.
DEBONDING FAILURE PADA BALOK BETON BERTULANG DENGAN PERKUATAN LEMBAR GFRP YANG DIPENGARUHI BEBAN BERULANG DAN RENDAMAN AIR LAUT Arbain Tata; Anthonius Fredirik Raffel; Rudy Djamaluddin
JURNAL SIPIL SAINS Vol 8, No 16 (2018)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.406 KB) | DOI: 10.33387/sipilsains.v8i16.870

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis model kegagalan pada balok beton bertulang denganperkuatan lembar GFRP yang dipengaruhibeban berulang dan rendaman air laut. Benda uji yang digunakan adalah balok beton bertulang dengan mutu beton f’c 25 MPa. Benda uji dengan perkuatan lembaran GFRP direndam dalam kolam yang berisi air laut dengan variasi waktu masing-masing hingga 12 (dua belas) bulan. Pengujian dilakukan dengan beban berulang hingga gagal. Dalam penelitian ini, dibuat benda uji balok dengan panjang tiga meter dan penampang 200 mm x 150 mm. Beton Normal (BN)jenis balok sebagai balok control, Balok beton normal yang telah diperkuat dengan GFRP (BFK) yang masing-masing dibebani dengan monotonic. Balok utamadengan perkuatan(BF) balok beton yang telah diperkuat dengan GFRP direndam dengan air laut dalam kolam perendaman, lalu masing-masing dibebani beban fatik. Pengujian beban fatik diterapkan pada beban minimum 4 kN dan beban maksimum 24 kN. Beban berulang pada balok beton dengan frekuensi 1,5 Hz. Pengujian ini menunjukan balok BN mengalami kegagalan setelah 800.000 sedangkan BF mengalami kegagalan setelah 1.200.000 siklus. Kondisi tersebut menunjukkan terjadi peningkatan umur fatik yang signifikan akibat penguatan GFRP. Terjadi peningkatan kapasitas lentur pada benda uji yang diperkuat GFRP hingga 60% BFterhadapBN.Namun setelah adanya perendaman satu tahun terjadi penurunan kekuatan hingga 2%. Hal ini diindikasikan oleh melemahnya kapasitas rekatan GFRP-S yang dipengaruhi oleh rendaman air laut dan beban fatik.Terindikansi adanya penurunan kapasitas rekatanyang menyebabkan proses debonding pada benda uji dan mempercepat terjadi kegagalan struktur.
ANALISIS STRUKTUR ATAP RANGKA RUANG SPACE TRUSS Fajrin Fuad; Arbain Tata; Imran Imran
JURNAL SIPIL SAINS Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v10i1.2389

Abstract

Sistem struktur atap rangka ruang SpaceTruss adalah salah satu dari jenis struktur atap rangka ruang yang biasa digunakan untuk konstruksi dengan bentang panjang. Sistem rangka batang ruang merupakan perakitan 3 dimensi dari elemen-elemen linear, sehingga beban yang dipikul akan didistribusikan secara 3 dimensi. Sambungan antara elemen tidak memikul momen atau torsi sehingga masing-masing elemen hanya memikul beban aksial tarik atau tekan. Sistem struktur ini relatif lebih ringan, mudah di-fabrikasi dan transportasi, mudah dalam pemasangan, dan durasi konstruksi relatif lebih pendek. Analisis dilakukan pada sebuah gedung olahraga yang direncanakan menggunakan atap rangka ruang (Space Truss). Analisa struktur menggunakan Finite Element. Selanjutnya dilakukan kontrol terhadap elemen struktur baja dan perencanaan elemen struktur beton yang meliputi pelat lantai, tribun, plat atap, balok, dan kolom dengan system rangka SRPMK sesuai dengan Standar Nasional yang diisyaratkan. Dari hasil analisis didapatkan profil atap baja menggunakan pipa ASTM A-252 dari brosur Bakrie Pipe Industristries diameter antara 114,3 mm sampai dengan 273,1 mm dengan tebal las penyambung antar batang 5 mm plat dasar 15 mm dan diameter baut angkur 19 mm. Untuk struktur beton menggunakan mutu f’c 35 MPa dan menggunakan tulangan baja BJTS 40 dan BJTP 24.
PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI CAMPURAN BAHAN BAKU BETON TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON Arbain Tata; Mufti Amir Sultan; Sumartini Sumartini
JURNAL SIPIL SAINS Vol 6, No 11 (2016)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.437 KB) | DOI: 10.33387/sipilsains.v6i11.310

Abstract

Semakin meluasnya penggunaan beton sebagai bahan konstruksi, maka semakin dituntut untuk meningkatkan kualitas beton sehingga diperlukan suatu perencanaan yang teliti dan benar sesuai syarat-syarat serta prosedur yang telah ditentukan agar diperoleh mutu beton yang diinginkan. Ada beberapa cara untuk meningkatkan kekuatan beton, diantaranya dengan pemberian bahan tambahan yang dinilai mempunyai harga yang cukup ekonomis dan diprediksikan dapat meningkatkan sifat mekanis beton yakni kuat tekan, kuat lentur dan elastisitas beton. Pada penelitian ini digunakan abu sekam padi sebagai bahan tambah terhadap berat agregat halus. Penelitian ini menggunakan agregat kasar dari kelurahan Togafo, agregat halus dari kelurahan Kalumata, semen Portland tipe I merek Tonasa dan abu sekam padi yang berasal dari desa Toboino kecamatan Wasile Timur kabupaten Halmahera Timur sebagai bahan tambah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji seberapa besar pengaruh abu sekam padi terhadap kuat tekan, kuat lentur dan elastisitas beton. Hasil penelitian diperoleh pada pengujian kuat tekan beton dengan menggunakan variasi abu sekam padi sebanyak 0%, 2,5%, 7,5% dan 10% terhadap berat pasir diperoleh kuat tekan optimum sebesar 18,24 Mpa pada variasi penambahan 8,0% abu sekam padi. Pada pengujian kuat lentur beton dengan menggunakan variasi abu sekam padi sebanyak 0%, 2,5%, 7,5% dan 10% terhadap berat pasir diperoleh kuat lentur optimum sebesar 6,38 Mpa pada variasi penambahan 2,5% abu sekam padi. Pada pengujian elastisitas beton dengan menggunakan variasi abu sekam padi sebanyak 0%, 2,5%, 5%, 7,5% dan 10% terhadap berat pasir diperoleh semakin besar penambahan abu sekam padi maka semakin besar elastisitas beton.
EVALUASI KINERJA STRUKTUR BETON GEDUNG FAKULTAS EKONOMI UNKHAIR DENGAN ANALISIS PUSHOVER ATC-40 Arbain Tata; Imran Imran; Fais Imron
JURNAL SIPIL SAINS Vol 8, No 15 (2018)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1285.432 KB) | DOI: 10.33387/sipilsains.v8i15.714

Abstract

Saat terjadi gempa, diharapkan bangunan mampu menerima gaya gempa pada level tertentutanpa tejadi kerusakan yang signifikan pada strukturnya atau apabila struktur bangunan harusmengalami keruntuhan mampu memberikan perilaku nonlinear pada kondisi pasca-elastik sehinggatingkat keamanan bangunan terhadap gempa dan keselamatan jiwa penghuninya lebih terjamin.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan level kinerja gedung dalam menahan gaya gempa danmengetahui kapasitas gempa terhadap struktur serta perilakunya dengan memperlihatkan skematerjadinya sendi plastis pada elemen balok dan kolom. Metode yang digunakan adalah analisis staticnonlinier pushover berdasarkan peraturan code Applied Technology Council (ATC-40) denganmenggunakan program ETABS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya geser dari evaluasipushover pada arah x sebesar 4316.438 KN dan arah y sebesar 4004.549 KN. Gaya geser dasartersebut lebih besar dari gaya geser rencana arah x=2376.284 KN dan arah y=2606.559 KN.Maksimum total drift arah x adalah 0.00995 m dan arah y 0.01127 m, sedangkan maksimal in-elasticdrift arah x adalah 0.0001145 m dan arah y adalah 0.0001251 m. Sehingga gedung termasuk dalamlevel kinerja Immediate Occupancy (IO). Nilai displacement arah x adalah 0.219 m dan arah y adalah0.248 m. Displacement pada gedung tidak melampaui displacement maksimal, sehingga gedung amanterhadap gempa rencana.
KARAKTERISTIK BETON BERBAHAN DASAR LIMESTONE SEBAGAI AGREGAT HALUS DENGAN BAHAN TAMBAH SERAT FIBER Arbain Tata; Sabaruddin Sabaruddin; Gaftar Gaftar
JURNAL SIPIL SAINS Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik beton serat berbahan dasar limestone sebagai agregat halus dengan bahan tambah Serat Fiber. Digunakan 36 benda uji untuk pengujian kuat tekan, Elastisitas dan Tarik belah. Dari masing-masing benda uji dibuat beton normal (BN) sebagai control dalam penelitian ini. Beton variasi menggunakan limestone sebagai agregat halus dengan bahan tambah Serat Fiber diberi symbol (BF). Masing-masing benda uji adalah BF1, BF2 dan BF3 dengan porsi campuran serat fiber sebesar, 0, 0,25% dan 5%. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa Penambahan serat pada beton berbahan limestone dapat meningkatkan kekuatannya hingga mencapai 16,41 %, jika dibandingkan dengan beton normal peningkatan tidak begitu signifikan hanya sebesar 3%. Berat benda uji BF1 terjadi penurunan dibandingan dengan BN yaitu 19,49% lebih ringan. Kuat Tarik belah pada BF3 lebih Tinggi dari BN dimana kuat Tarik belah BF3 sebesar 2,17 MPa atau lebih Tinggi 1.5% dari BN. Beban runtuh balok BF3 lebih besar dari balok BN, ini menunjukan penambahan serat 0,5% pada beton pasir kapur dari limestone menambah kekuatan pada benda uji BF3 yang berbahan dasar pasir dari limestone dibandingkan dengan BN beton normal.
MODIFIKASI DESAIN MENGGUNAKAN STRUKTUR BAJA DENGAN KOLOM KOMPOSIT PADA GEDUNG PASAR MODERN TERNATE Itok Ali Munawar; Arbain Tata; Jamalun Togubu
JURNAL SIPIL SAINS Vol 8, No 16 (2018)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1365.319 KB) | DOI: 10.33387/sipilsains.v8i16.872

Abstract

Banyak desain struktur di Ternate yang telah mengunakan beton bertulang mulai dariperencanaan jembatan, masjid, pelabuhan, rumah sakit, dan kantor-kantor dinas lainnya. Pasar modernsebagai salah satu pusat penunjang perekonomian sehingga menjadi pusat perhatian danberkumpulnya banyak orang maka perlu adanya inovasi-inovasi struktur yang baru. Maka perludilakukan adanya redesain pada struktur Pasar Modern Kota Ternate. Redesain struktur didesainmenggunakan struktur baja dengan kolom komposit tahan gempa pada bangunan 4 lantai di PasarModern Kota Ternate. Perancangan struktur didesain menggunakan program bantu ETABS versi16.0.3. Pendesainan elemen struktur menggunakan Sistem Rangka Baja Dan Beton Komposit PemikulMomen Khusus (SRBBK) sesuai dengan SNI 1726-2012 dan SNI 1729-2015.Aspek-aspek yangditinjau pada perencanaan struktur bangunan yaitu balok induk kolom, shear stud, sambungan danbase plat. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah memberikan informasi hasil modifikasi perencanaanpasar modern dimana awalnya didesain menggunakan beton bertulang yang tahan terhadap gempadengan berdasarkan peraturan SNI 1726-2012. Dari hasil analisis dipakai balok WF 700X300X13X24dengan momen maximum akibat beban terfaktor (Mu) 1064343743 Nmm, momen nominal (Mn)1398968140 Nmm dengan rasio 0,761 dan gaya geser akibat beban terfaktor (Vu) 400775,66 N. Hasilanalisis dimensi dan jumlah Shear Connector, Ф 19 mm dengan (Vh) 418698,3 N maka jumlah untuk1/3 bentang 3 buah pada 1/2 bagian dengan jumlah total keseluruhan 42.
PEMANFAATAN PASIR APUNG PADA MORTAR BUSA DALAM PEMBUATAN BATAKO RINGAN Muhammad Darwis; Arbain Tata; Chairul Anwar
JURNAL SIPIL SAINS Vol 9, No 18 (2019)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi telah banyak ditemukan inovasi atau alternatif bahan bangunan yang memudahkan pengerjaan, ramah lingkungan, memberikan efek kenyamanan, ketahanan umur, dan kecepatan. Dalam aplikasi hal ini dapat juga ditemukan pada bata dengan teknologi foam (busa). Dalam pembuatan bata ringan ada beberapa cara yang dilakukan misalnya dengan membuat gelembung-gelembung gas/udara di dalam campuran mortar, penggunaan agregat ringan diantaranya pasir apung dengan campuran additive. Foam Agent merupakan salah satu bahan pembuat busa yang biasanya berasal dari bahan berbasis protein hydrolyzed. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mortar busa dengan menggunakan pasir apung dengan proses pengempaan. Tinjauan pada penilitian ini berupa berat volume batako, penyerapan air pada batako dan kualitas batako. Tahapan yang dilakukan dalam pengujian antara lain : pengujian karakteristik material, perencanaan komposisi campuran 1PC : 3PS dengan tambahan  foam agent (ccairan busa ) sebasar 20% terhadap air, dan variasi pengempaan pada batako untuk satu sampel yaitu : 0,89 MPa, 1,78 MPa, 2,67 MPa, 3,56 MPa, 4,44 MPa, dengan jumlah sampel 60 buah. Hasil dari penilitian ini memperlihatkan bahwa semakin besar pengempaan yang diberikan maka semakin berat batako yang dihasilkan, sedangkan untuk batako yang menggunakan pasir apung dengan tambahan tambahan foam agent sedikit lebih ringan dibandingkan dengan batako tanpa foam agent  karena ada rongga udara di dalam batako itu sendiri. Berdasarkan rata-rata berat volume   batako pasir apung hasil yang diperoleh yaitu  1632 kg/m3 ,dan untuk batako dengan foam agent hasil yang diperoleh 1557,33 kg/m3 dari variasi pengempaan : 0,89MPa, 1,78 MPa, 2,67 MPa, 3,56 MPa, 4,44 MPa