Claim Missing Document
Check
Articles

Found 47 Documents
Search
Journal : JIKI

Efektifitas Terapi Bekan Terhadap Kadar Kolesterol Pada Penderita Hiperkolesterolemia Ahmad Syamsul Bahri; Indriyati .
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 9 No 2 (2016): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.9 No 2 Oktober 2016
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

..
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PRAKTEK MANDIRI KEPERAWATAN DENGAN MINAT STUDI LANJUT PROFESI NERS MAHASISWA S1 UNIVERSITAS SAHID SURAKARTA Nur Qolbiatun; Vitri Dyah Herawati; Ahmad Syamsul Bahri
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 13 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.13 No.1 April 2020
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Profesi keperawatan dituntut untuk memiliki kemampuan intelektual, interpersonal kemampuan teknis, dan moral. Hal ini bisa ditempuh dengan meningkatkan kualitas perawat melalui pendidikan lanjutan pada program Pendidikan Ners. Dengan demikian, diharapkan terjadi perubahan yang mendasar dalam upaya berpartisipasi aktif untuk menyukseskan program pemerintah dan berwawasan yang luas tentang profesi keperawatan. Perubahan tersebut bisa dicapai apabila pendidikan tinggi keperawatan tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan perkembangan pelayanan dan program pembangunan kesehatan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang kesehatan serta diperlukan proses pembelajaran baik institusi pendidikan maupun pengalaman belajar klinik di rumah sakit dan komunitas.Tujuan:penelitian menganalisis hubungan tingkat pengetahuan tentang praktek mandiri keperawatan dengan minat studi lanjut profesi ners pada mahasiswa S1 keperawatan di Universitas Sahid Surakarta.Metode: Jenis penelitian ini deskriptif korelasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah 32 mahasiswa S1 keperawatan, sampel sebanyak 32 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Teknik analisis data menggunakan uji statistik korelasi Spearman’s Rank.Hasil:(1) Sebagian besar mahasiswa S1 keperawatan Universitas Sahid Surakarta memiliki tingkat pengetahuan tentang praktek mandiri keperawatan kategori baik (53,13%), (2) Sebagian besar mahasiswa S1 keperawatan Universitas Sahid Surakarta memiliki minat studi lanjut profesi ners kategori baik (62,50%). (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang Praktek Mandiri Keperawatan dengan minat Studi Lanjut Profesi Ners mahasiswa S1 keperawatan Universitas Sahid Surakarta (p value 0,000). Simpulan:Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang Praktek Mandiri Keperawatan dengan minat Studi Lanjut Profesi Ners mahasiswa S1 keperawatan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU DALAM PENCEGAHAN WABAH DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS COLOMADU I KARANGANYAR Fajar Alam Putra; Ahmad Syamsul Bahri; Suryani .
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.13 No.2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jiki.v13i2.653

Abstract

Angka kejadian DBD tahun 2013 ada 30 kasus, 2014 ada 12 kasus dan tahun 2015 dari Januari sampai 23 Februari 2015 ada 1 kasus. Oleh karena masih terdapatnya kasus DBD tersebut, maka perlu ada upaya pemberantasan yang komprehensif dari penyakit tersebut. Tindaka masyarakat dalam melakukan program 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) masih rendah, tempat penampungan air yang dibiarkan terbuka, jarang dikuras, dan tidak diberi abate. Melihat tersebut maka diperlukan pengetahuan dan perilaku dalam pencegahan wabah demam berdarah dengue agar tidak ada wabah dan kejadian yang ada di masyarakat khususnya di wilayah kerja UPT Puskesmas Colomadu I Karanganyar. Tujuan mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku dalam pencegahan wabah demam berdarah dengue di wilayah kerja UPT Puskesmas Colomadu I Karanganyar. Metode: Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh Kepala Keluarga (KK) yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas Colomadu I Karanganyar dengan jumlah 2.722 KK, diambil sampel 96 orang dengan teknik simple random sampling. Alat analisis dengan analisis deskriptif dan analisis korelasi rank spearman. Hasil: (1) Responden yang diteliti mayoritas mempunyai pengetahuan tentang DBD tergolong baik yaitu sebanyak 55 orang (57,3%); (2) Responden yang diteliti mayoritas mempunyai perilaku dalam pencegahan wabah demam berdarah tergolong baik yaitu sebanyak 46 orang (47,9%); (3) Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku dalam pencegahan wabah Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Colomadu I Karanganyar (p-value = 0,023). Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku dalam pencegahan wabah Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Colomadu I Karanganyar.
HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN FISIK DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) Widiyono .; Fajar Alam Putra; Ahmad Syamsul Bahri
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 14 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.14 No.1 April 2021
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jiki.v14i1.729

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Gatak Sukoharjo yang berhubungan dengan tingkat demam berdarah Dengue (DBD). Penyakit demam berdarah Dengue (DBD) disebabkan infeksi virus DEN-1, DEN-2, DEN-3, atau DEN-4. Untuk mencegah terjadinya tingkat kejadian demam berdarah, maka perlu memperhatikan lingkungan sekitarnya dan perilaku masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkungan antara dan perilaku masyarakat terhadap kejadian demam berdarahm Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Gatak. Jenis penelitian survei analitik dengan rancangan penelitian case control. Populasi penelitian menggunakan sebanyak 70 pesponden, Sampel berjumlah 70 dengan teknik pengambilan sampel sensus.Hasil dan pembahasan dapat diperoleh bahwa (1) Hasil analisis chi square X 2 hitung sebesar =15,313> X 2 tabel = 3,841 dan P value 0,000< 0,05, yang berarti hubungan lingkungan dengan kejadian demam berdarah Dengue (DBD) Di Dukuh Krajan Gatak Kabupaten Suko harjo.(2) Hasil analisis chi square nilai X 2 hitung sebesar13,889> X 2 tabel = 3,841 danP.value 0,000< 0,05, maka berarti ada hubungan perilaku masyarakat dengan kejadian demam berdarah Dengue (DBD) Di Dukuh Krajan Gatak Kabupaten Sukoharjo. Ada hubungan lingkungan dan perilaku masyarakat dengan kejadian demam berdarah Dengue (DBD) di Dukuh Krajan Gatak Kabupaten Sukoharjo
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI PERAWAT JENJANG VOKASI DALAM MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE JENJANG SARJANA KEPERAWATAN Widiyono .; Nurul Vermana Sari; Ahmad Syamsul Bahri
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan No 14 Vol 2 Oktober 2021
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jiki.v14i2.788

Abstract

Memberikan kesempatan kepada para perawat untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi bagi perawat pelaksana jenjang vokasi ke jenjang sarjana keperawatan di lingkup rumah sakit merupakan upaya meningkatkan keprofesionalan bagi perawat itu sendiri. Upaya mengembangankan pendidikan tinggi keperawatan ini diharapkan agar semua pendidikan perawat yang ada di rumah sakit memenuhi kriteria minimal sebagai perawat profesional. Motivasi perawat dalam melanjutkan pendidikan sarjana keperawatan di RS Muhammadiyah Selogiri Wonogiri terdapat beberapa faktor. Penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan sarjana keperawatan di RS Muhammadiyah Selogiri Wonogiri bagi perawat vokasi atau jenjang D III Keperawatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah perawat jenjang vokasi yang ada di RS Muhammadiyah Selogiri Wonogiri sebanyak 73 responden dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner motivasi, persaingan, dukungan keluarga dan dukungan atasan. Analisis data menggunakan uji Chi Square untuk mengetahui Faktor yang paling berhubungan menggunakan uji Regresi Logistik. Didapatkan hasil bahwa faktor yang paling berhubungan dengan motivasi adalah Dukungan Atasan dengan dengan nilai p = 0.049. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara persaingan, dukungan keluarga, sosial ekonomi dan dukungan atasan dengan motivasi di RS Muhammadiyah Selogiri Wonogiri.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG HIV/AIDS DENGAN NIAT UNTUK MELAKUKAN VCT PADA POPULASI BERESIKO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BOYOLALI II Sutanta, Sutanta; Sari, Ilma Widiya; Ulfa, Hana Rosiana; Al Hasbi, Habid; Bahri, Ahmad Syamsul; Rismawati, Rismawati; Handoyo, Kusworo Sri
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 16 No 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jiki.v16i2.1486

Abstract

Jumlah penderita HIV/AIDS semakin meningkat di seluruh dunia, begitu pula di Indonesia. Pemerintah telah menerapkan beberapa kebijakan dan kegiatan dalam upaya mencegah penyebaran penyakit yang lebih luas. Program tes dan tes sukarela yang dilaksanakan puskesmas sampai saat ini masih belum ideal karena kesadaran masyarakat terhadap isu HIV/AIDS masih sangat rendah. Peran penting tenaga kesehatan khususnya puskesmas terdekat dengan masyarakat adalah memberikan edukasi mengenai risiko HIV agar kelompok berisiko siap dan bersedia menjalani tes dan tes sukarela. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan niat menjalani tes dan tes sukarela pada kelompok risiko di wilayah kerja Puskesmas Boyolali II. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian analitik. Desain penelitian menggunakan metode crossectional dengan menggunakan uji statistik rank Spearman. Berdasarkan hasil analisa diperoleh bahwa dari 46 responden penelitian, sebagian besar memiliki karakteristik jenis kelamin perempuan sebanyak 30 orang (65,2%). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan HIV/AIDS di kategori kurang sebanyak 22 orang (47,8%) dan sebagian besar mempunyai niat untuk melakukan VCT sebanyak 19 orang (41,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan niat melaksanakan vCT pada kelompok risiko di wilayah kerja Puskesmas Bojolali II dengan p = 0,020 (p < 0,05).
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG HIV/AIDS DENGAN NIAT UNTUK MELAKUKAN VCT PADA POPULASI BERESIKO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BOYOLALI II Sutanta, Sutanta; Sari, Ilma Widiya; Ulfa, Hana Rosiana; Al Hasbi, Habid; Bahri, Ahmad Syamsul; Rismawati, Rismawati; Handoyo, Kusworo Sri
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 16 No 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jiki.v16i2.1486

Abstract

Jumlah penderita HIV/AIDS semakin meningkat di seluruh dunia, begitu pula di Indonesia. Pemerintah telah menerapkan beberapa kebijakan dan kegiatan dalam upaya mencegah penyebaran penyakit yang lebih luas. Program tes dan tes sukarela yang dilaksanakan puskesmas sampai saat ini masih belum ideal karena kesadaran masyarakat terhadap isu HIV/AIDS masih sangat rendah. Peran penting tenaga kesehatan khususnya puskesmas terdekat dengan masyarakat adalah memberikan edukasi mengenai risiko HIV agar kelompok berisiko siap dan bersedia menjalani tes dan tes sukarela. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan niat menjalani tes dan tes sukarela pada kelompok risiko di wilayah kerja Puskesmas Boyolali II. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian analitik. Desain penelitian menggunakan metode crossectional dengan menggunakan uji statistik rank Spearman. Berdasarkan hasil analisa diperoleh bahwa dari 46 responden penelitian, sebagian besar memiliki karakteristik jenis kelamin perempuan sebanyak 30 orang (65,2%). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan HIV/AIDS di kategori kurang sebanyak 22 orang (47,8%) dan sebagian besar mempunyai niat untuk melakukan VCT sebanyak 19 orang (41,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan niat melaksanakan vCT pada kelompok risiko di wilayah kerja Puskesmas Bojolali II dengan p = 0,020 (p < 0,05).