Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGEMBANGAN STRATEGI BISNIS UNTUK MENINGKATKAN PENERBANGAN KARGO DI BANDARA FATMAWATI SOEKARNO BENGKULU Danar Adi Candra; Sundoro Sundoro; Surya Tri Saputra
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4688

Abstract

Abstract: Air cargo plays a vital role in supporting the fast, efficient, and high-value distribution of goods, especially with the rise of e-commerce, export-import activities, and the growth of Indonesia’s logistics industry. Fatmawati Soekarno Airport in Bengkulu holds significant potential in this sector; however, the market share controlled by Injournay Aviation Services (IAS) remains relatively low despite offering competitive rates. This study aims to analyze the factors behind the low market penetration of IAS, formulate business strategies to enhance its competitiveness, and evaluate effective marketing approaches to attract more potential customers. A qualitative descriptive method with a case study approach was used, involving interviews with service users and airport management, direct observations at the cargo terminal, and supporting documentation. The findings reveal that limited promotion, suboptimal digitalization, and lack of strategic partnerships are key challenges. Recommended strategies include strengthening Business to Customer (B2C) and Business to Business (B2B) approaches, as well as establishing a dedicated business development (sales and marketing) division. This research offers practical insights for airport operators and cargo companies. Future studies are encouraged to explore logistics system digitalization and the impact of multi-stakeholder collaboration on efficiency and air cargo business growth. Keyword: Aviation; Cargo; Business Strategy. Abstrak: Kargo udara memiliki peran penting dalam mendukung distribusi barang secara cepat dan bernilai tinggi, terutama dengan meningkatnya e-commerce, ekspor-impor, dan perkembangan industri logistik di Indonesia. Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu menyimpan potensi besar di sektor ini, namun penguasaan pasar oleh Injournay Aviation Services (IAS) masih rendah meskipun tarifnya kompetitif. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab rendahnya pangsa pasar IAS, merumuskan strategi peningkatan daya saing, serta mengevaluasi pendekatan pemasaran yang efektif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minimnya promosi, belum optimalnya digitalisasi, serta keterbatasan kerja sama dengan mitra eksternal menjadi kendala utama. Strategi yang direkomendasikan mencakup penguatan pendekatan Business to Customer (B2C), pengembangan Business to Business (B2B), dan pembentukan divisi pengembangan bisnis dalam struktur organisasi. Temuan ini diharapkan menjadi masukan strategis bagi pengelola bandara dan perusahaan kargo. Penelitian lanjutan disarankan untuk menggali potensi digitalisasi sistem logistik dan peran kolaborasi multipihak dalam mendukung efisiensi serta pertumbuhan sektor kargo udara secara berkelanjutan. Kata kunci: Penerbangan; Kargo; Strategi Bisnis.
PENGARUH KAPASITAS EFEKTIF APRON TERHADAP KETERLAMBATAN PERGERAKAN PESAWAT DI BANDARA INTERNASIONAL KUALANAMU DELI SERDANG Darkasih Timothy; Sundoro Sundoro; Surya Tri Saputra
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4689

Abstract

Abstract: Air transportation plays a vital role in national connectivity, especially in Indonesia as an archipelagic country. However, increased flight traffic poses new operational challenges at airports, particularly flight delays. This study aims to analyze the effect of effective apron capacity on flight delays at Kualanamu International Airport in Deli Serdang. The approach used is quantitative with a simple linear regression method. Effective apron capacity is calculated by subtracting reduction factors such as the presence of RON (Remain Over Night) aircraft, blocked areas, and conflicts with large aircraft maneuvers from the installed capacity. Data was obtained from aircraft movements between November 2024 and January 2025. The results of the study indicate a significant influence between effective apron capacity and the accumulation of departure delay minutes, particularly during peak morning hours. These findings contribute to apron operational management and serve as a basis for more effective delay mitigation at the airport. Keyword: apron capacity, delays, airport management, RON, aircraft movements Abstrak: Transportasi udara memainkan peran vital dalam konektivitas nasional, khususnya di Indonesia sebagai negara kepulauan. Namun, peningkatan trafik penerbangan menimbulkan tantangan operasional baru di bandara, terutama keterlambatan pergerakan pesawat (flight delay). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kapasitas efektif apron terhadap keterlambatan pesawat di Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana. Kapasitas efektif apron dihitung dari kapasitas terpasang dikurangi faktor reduksi seperti keberadaan pesawat RON (Remain Over Night), area terblokir, dan konflik manuver pesawat berbadan besar. Data diperoleh dari pergerakan pesawat selama November 2024 hingga Januari 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara kapasitas efektif apron terhadap akumulasi menit keterlambatan keberangkatan, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengelolaan operasional apron dan menjadi dasar dalam mitigasi delay yang lebih efektif di bandara. Kata kunci: kapasitas apron, keterlambatan, manajemen bandara, RON, pergerakan pesawat
Analisis Risiko dan Identifikasi Hazard Kebakaran pada Gedung Terminal Bandar Udara Internasional Kualanamu Irwan Munandar Siregar; Surya Tri Saputra; Lina Rosmayanti
Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol. 4 No. 2 (2026): November 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/motekar.v4i2.9159

Abstract

Gedung terminal bandar udara memiliki beragam aktivitas, instalasi listrik, peralatan elektronik, dan kegiatan komersial yang dapat menjadi sumber bahaya kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menentukan tingkat risiko, dan merumuskan upaya mitigasi kebakaran khususnya pada area Gate 1 dan tenant di sekitarnya di Gedung Terminal Bandar Udara Internasional Kualanamu. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan semi-kuantitatif melalui Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dinilai berdasarkan likelihood dan severity mengacu pada KP 242 Tahun 2017 dan risk matrix. Hasil penelitian mengidentifikasi 11 potensi bahaya kebakaran, terdiri atas 5 risiko kategori High dan 6 risiko kategori Moderate, tanpa risiko kategori Low. Potensi bahaya terutama berkaitan dengan instalasi listrik, peralatan elektronik, peralatan memasak, dan material mudah terbakar. Pengendalian yang direkomendasikan meliputi pemeriksaan dan pemeliharaan instalasi serta peralatan secara berkala, pengendalian beban listrik, pengawasan penggunaan peralatan memasak, pengelolaan material mudah terbakar, dan peningkatan kesiapsiagaan sistem proteksi kebakaran. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan pengendalian risiko kebakaran serta mendukung keselamatan penumpang, personel, dan keberlangsungan operasional bandar udara.
(STRATEGI PENGENDALIAN AKTIVITAS CROSSING APRON OLEH PERSONEL APRON MOVEMENT CONTROL DALAM MENINGKATAN KESELAMATAN OPERASI APRON DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN MAROS) Dhiya Ulhaq Fikrah; Elfi Amur; Surya Tri Saputra
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.61949

Abstract

Keselamatan operasional di area apron merupakan aspek yang sangat penting dalam penyelenggaraan pelayanan bandar udara karena tingginya intensitas pergerakan pesawat, kendaraan operasional, Ground Support Equipment (GSE), dan personel. Salah satu potensi bahaya yang masih sering terjadi adalah aktivitas crossing apron yang tidak sesuai dengan prosedur keselamatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengendalian aktivitas crossing apron yang diterapkan oleh Apron Movement Control (AMC), mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengawasan, serta merumuskan strategi optimalisasi guna meningkatkan keselamatan operasi apron di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Maros. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengendalian dilakukan melalui penerapan Standard Operating Procedure (SOP), pemberian izin crossing, patroli rutin, koordinasi antarunit, komunikasi radio, dan pelaksanaan safety briefing. Kendala utama yang dihadapi meliputi tingginya aktivitas operasional, faktor manusia (human factors), dan tekanan pekerjaan yang memengaruhi kepatuhan terhadap prosedur. Optimalisasi pengendalian dapat dilakukan melalui peningkatan budaya keselamatan, evaluasi SOP secara berkala, penguatan koordinasi, peningkatan pengawasan, serta pemanfaatan teknologi pendukung.
Assessing emergency response plan competency gains through interactive scenario-based simulation in airport safety management Wildan Nugraha; Yeti komalasari; direstu amalia; Anton Abdullah; Surya Tri Saputra
Education and Social Sciences Review Vol. 7 No. 1 (2026): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr717700

Abstract

Effective Airport Emergency Plan (ERP) implementation requires personnel to translate documented procedures into appropriate decisions and coordinated actions during dynamic emergencies. However, empirical evidence regarding the effectiveness of scenario-based simulation for developing airport ERP competencies remains limited. This study examines the effectiveness of ESCAPE (Electronic Scenario-based Airport Emergency Exercise) as a scenario-based simulation approach for supporting ERP competency development. An R&D approach using the ADDIE model was employed. ESCAPE was validated by two subject-matter experts and two media experts selected through purposive sampling. Implementation involved 20 airport personnel selected through total sampling; no random assignment or control group was used. Product validity was assessed using expert questionnaires, while learning outcomes were evaluated using a one-group pre-test–post-test design. Data were analysed using validity percentages, Cronbach’s alpha, ICC, N-Gain, and a paired-samples t-test. Material and media validation achieved 89.50% and 87.78%, respectively, with good internal consistency and inter-rater agreement. Mean ERP competency scores increased from 70.75 to 88.13, yielding an N-Gain of 0.59 (medium category). The improvement was statistically significant, t (19) = 15.13, p < 0.001, with a 95% confidence interval of 14.97–19.78 and a very large effect size (Cohen’s d = 3.38). These findings indicate that scenario-based simulation through ESCAPE is associated with substantial improvement in ERP competency. Its main contribution is integrating ERP procedures with contextualized emergency scenarios, decision-making, resource positioning, and performance feedback, thereby providing a structured environment for connecting procedural knowledge with emergency-response application. Further controlled comparative studies are required to determine whether ESCAPE provides advantages over conventional ERP training approaches.