Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analysis of Domestic Resources Cost Based on Farm Typology of Bali Cattle in Plampang Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara Sudirman Sudirman; B. Hartono; I. Subagiyo; B. A. Nugroho
Tropical Animal Science Journal Vol. 41 No. 3 (2018): Tropical Animal Science Journal
Publisher : Faculty of Animal Science, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.672 KB) | DOI: 10.5398/tasj.2018.41.3.224

Abstract

The objectives of the study were to analyze the use of Domestic Resources Cost based on the most prevalent typology of Bali cattle farm and to analyze the economic efficiency based on the typology of Bali cattle farm in Plampang Sub-district Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara (NTB). The study was carried out in Plampang Sub-district, Sumbawa Regency in 2017, with 53 respondents selected randomly and the key respondents were head of farms UPT, extension workers, inter-island traders, agricultural equipment traders, as well as agricultural materials and medicines traders. The respondents were acquired by applying systematic random sampling based on the farm typology with survey method and analyzed by the analysis of Domestic Resource Cost and analysis of Policy Analysis Matrix. There were three most prevalent farm typologies of Bali cattle production system used by the farmers in Plampang Sub-district, Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara. The most prevalent production systems were: a typology of 6 months grazed (June-November) and 6 months confined (December-May) which was called with an acronym as 66 typology, typology of tethered throughout the year called as tethered typology, and typology of confined throughout the years called as confined typology. Bali cattle comparative advantage based on the farm typology as shown by Domestic Resource Cost Ratio (DRCR) values were 0.28 in 66 typology, 0.48 in tethered typology, and 0.31 in confined typology. It means that to save Rp. 100 is required the domestic factor cost Rp. 28 of 66 typology; Rp. 48 of tethered typology, and Rp. 31 of confined typology. Thus, it can be concluded that if domestic beef from Bali cattle is produced domestically, it will save the foreign exchange as much as 72% of 66 typology; 54% of tethered typology; and 69% of confined typology based on the import costs that must be spent. The competitive advantage is shown by the PCR values of 0.32 in 66 typology, 0.46 in tethered typology, and 0.35 in confined typology.
EDUKASI PENCEGAHAN DAN PENULARAN COVID-19 DI DESA NIJANG MELALUI PROGRAM REVOLUSI MENTAL Neri Kautsari; Gierda Rizkita; Fahmi Arif Budiman; Dwi Putri Lestari; Sudirman Sudirman
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): KARYA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran dan peningkatan angka covid-19 disebabkan oleh kurangnya kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan dan vaksin. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan serta masih banyaknya masyarakat yang percaya terhadap berita-berita hoax tentang vaksin. Salah satu desa yang masih ditemukan kasus covid-19 ialah Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes, Sumbawa, NTB. Oleh karena itu, untuk menurunkan angka penyebaran covid dibutuhkan edukasi terkait covid dan vaksin pada warga. Program Revolusi mental ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait Protokol kesehatan vaksin sehingga diharapkan adanya penurunan penularan covid 19 di Desa Nijang. Kegiatan ini dilakukan dengan metode survey, observasi, penyuluhan dan partisipasi aktif. Sosialisasi dilakukan dengan cara penyampaian edukasi secara langsung kepada warga, melalui pemasangan pamflet di rumah-rumah warga dan penyadaran sadar vaksin melalui spanduk. Gerakan lainnya yaitu penyaluran makanan dan obat-obatan serta peningkatan kemandirian ibu rumah tangga dalam penyediaan hensenitizer. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat tidak mematuhui protokol kesehatan disebabkan karena keterbatasan dana untuk membeli alat dan bahan protokol kesehatan (seperti masker dan handsanitizer), banyaknya berita hoax tentang vaksin covid-19 dan tidak percaya dengan adanya covid-19. Setelah kegiatan berlangsung, sebanyak 50 pamflet terpasang di rumah-rumah warga, masyarakat mampu membuat hensanitizer dan terdapat pengingkatan jumlah warga yang melakukan vaksin.
EDUKASI PROPOLIK: PENINGKATAN KETERAMPILAN DAN MOTIVASI BERTANI PADA ANAK-ANAK DESA NIJANG MELALUI PELATIHAN BERCOCOK TANAM DAN BUDIDAYA IKAN DALAM EMBER Neri Kautsari; A Ardiansyah; Elfa Dwi Utami; Yudi Ahdiansyah; S Sudirman
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v4i2.643

Abstract

Desa Nijang yang berada di Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), merupakan salah satu desa yang memiliki potensi pertanian dan perikanan yang sangat baik, oleh karena itu dibutuhkan generasi yang dapat mengelola pertanian dan perikanan, namun pada umumnya pemuda-pemuda di desa kurang memiliki minat dan kecintaan terhadap pertanian. Oleh karena itu kegiatan “Propelik” (Program Petani Cilik) bertujuan untuk meningkat keterampilan dan kecintaan anak-anak. Kegiatan ini dilakukan di Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes, Sumbawa, NTB, dengan kelompok sasaran yaitu anak-anak TPQ dan anak-anak lainnya di Desa Nijang. Kegiatan dilakukan dari bulan Agustus hingga Oktober 2021. Tahapan kegiatan meliputi: (1) sosialisasi dan koordinasi, (2) survey tingkat pengetahuan awal anak-anak, (3) pemberian materi dan praktek, (4) evaluasi. Hasil pengamatan langsung menunjukkan bahwa semua partisipan mengikuti secara aktif praktek penanaman dan budidaya ikan dalam ember. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa anak-anak memahami materi dan praktek, hal ini terlihat dari nilai pos tes yang berkisar antara 90 hingga 100.
MODEL PENGEMBANGAN TERNAK RUMINANSIA DI LAHAN KERING UNTUK MENDUKUNG SEKTOR PETERNAKAN DI KABUPATEN SUMBAWA Sudirman Sudirman; Amrullah Amrullah; Asrul Hamdani
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v4i2.446

Abstract

Model pengembangan ternak ruminansia di Sumbawa umumnya dilepas (grazing system) dan diikat (tethering system). Kualitas hidup ternak akan mempengaruhi produktivitasnya, dimana produktivitas merupakan indikator kesejahteraan ternak. Sumbawa merupakan salah satu sumber sapi nasional di Indonesia, baik untuk ternak potong maupun ternak bibit. Populasi ternak sapi di Sumbawa terus meningkat dari 239.542 ekor tahun 2018, naik menjadi 243.079 ekor tahun 2019, dan 2020 menjadi 249.586 ekor. Tujuan penelitian untuk mengetahui model pengembangan ternak ruminansia khusus ternak sapi di lahan kering dari aspek penerapan kesejahteraan ternak dalam rangka peningkatan produktivitas ternak sapi di Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey, pengumpulan data melalui wawancara terstruktur menggunakan kuisioner, observasi lapangan dan Animal Needs Index (ANI) dengan jumlah 40 responden Hasil penelitian menunjukan bahwa total skor ANI di wilayah penelitian adalah 15,32 masuk dalam kategori belum sejahtera. Rekomendasi: 1) Perlu adanya intervensi kebijakan pemerintah dalam rangka memastikan penerapan kesejahteraan ternak sapi sebagai upaya untuk peningkatan produktivitas ternak secara berkesinambungan dan aman bagi masyarakat. 2) Perlu adanya kajian lebih lanjut dan pengujian penerapan aspek kesejahteraan ternak sebagai prinsip refinement yang nantinya dapat di adopsi dan dijadikan pedoman dalam implementasi di tingkat peternak dengan menyesuaikan kondisi sosial budaya masyarakat di Kabupaten Sumbawa.
PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP KUALITAS DAGING SAPI DI PASAR INDUK KABUPATEN SUMBAWA (STUDI KASUS DI PASAR SEKETENG) Sudirman, Sudirman; Yani, Ahmad; Amrullah, Amrullah; Budiman, Cecep; Sukarne, Sukarne; Alfatin, M. Fauzan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1046

Abstract

Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap kualitas daging sapi di pasar Seketeng kota Sumbawa Besar. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 30 konsumen yang sedang membeli daging sebagai responden. Data hasil penelitian kemudian di analisis dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi yang menggunakan skala likert untuk pengukuran nilainya. Hasil penelitian ini kaitannya dengan kualitas daging sapi di pasar seketeng untuk sub variabel aman adalah “setuju” dengan jumlah bobot sebanyak 237. Kemudian hasil untuk persepsi konsumen terhadap kualitas daging sapi dengan sub variabel sehat juga “setuju” dengan jumlah bobot sebanyak 242. Begitu pula dengan hasil untuk persepsi konsumen terhadap kualitas daging sapi secara totalitas memiliki bobot sebanyak 479 yang dimana masuk dalam kategori “setuju”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa persepsi konsumen terhadap kualitas daging sapi di Pasar Seketeng kota Sumbawa Besar adalah aman dan sehat.
ANALISIS PRODUKSI RUMPUT GAJAH MINI (Pennisetum purpureum cv. Mott) DENGAN JARAK TANAM YANG BERBEDA Ainun, Hasri; Sudirman, S; Budiman, Cecep; Hamdani, Asrul; Mutmainah, Nufus
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v5i2.1065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi rumput gajah mini(Pennisetum Purpureum cv.Mott) dengan jarak tanam yang berbeda.Dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2021 diLaboratorium Bio–Industri Peternakan, menggunakan metode Rancangan AcakKelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 kelompok menggunakan rumputgajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) dengan perlakuan jarak tanam yaituT1 (50 x 50 cm), T2 (50 x 75 cm), T3 (50 x 25 cm) dan T4 (75 x 75 cm). Variabelyang diamati tinggi tanaman, jumlah anakan, dan berat segar total dengan analisisdengan analisis of varians, kemudian diuji lanjut menggunakan uji duncan’s newmultiple range test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan hasil yang tidakberbeda nyata pada semua variable. Variabel tinggi tanaman tertinggi adalah padaperlakuan T2 (46.02 cm), untuk jumlah anakan terbanyak adalah pada perlakuanT2 (6.10 buah anakan), berat segar total tertinggi adalah pada perlakuan T2(613.51 gram). Jarak tanam yang berbeda-beda pada semua perlakuan tidakberpengaruh (P>0.05) terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, dan berat segartotal rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott).
PENDAPATAN PETERNAKAN AYAM RAS PETELUR Suwondo, Totok Ari; Sudirman, Sudirman; Yani, Ahmad; Ayu, Ieke Wulan
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v7i1.1622

Abstract

Ayam petelur adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan produksi, mulai daripemeliharaan, proses penjualan di pasar, perolehan usaha dan lingkungan tempatayam petelur dipelihara, mulai dari tahap pembibitan hingga tahap ayam petelur,yang kemudian melengkapi proses produksinya. Tujuan penelitian untukmengetahui faktor-faktor terkait pendapatan yang diperoleh pada peternakan ayamras petelur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiankepustakaan (library research), yaitu serangkaian penelitian yang berkenaandengan metode pengumpulan data pustaka. Menganalisis teori dan keterkaitanantar variabel melalui buku maupun jurnal secara luring di perpustakaanmaupun daring yang diperoleh melalui Mendeley, Scholar Google maupunmedia daring lain. Hasil penelitian menunjukkan. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pendapatan dari peternak ayam petelur tersebut, diperoleh paling banyakmenghasilkan keuntungan per bulan dalam perencanaan usaha peternakan ayampetelur serta sebagai pedoman dalam pengaturan skala.
KARAKTERISTIK PETERNAK SAPI BALI DI KECAMATAN MOYO HILIR Wahyudi, Imam; Sudirman, Sudirman; Yani, Ahmad; Ayu, Ieke Wulan
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v7i1.1633

Abstract

Sapi Bali memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena tingkat kesuburanyang tinggi, adaptasi lingkungan yang baik, dan nilai ekonomi yang tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik peternak Sapi Bali diKecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini dilaksanakan diKecamatan Moyo Hilir dengan sebaran di empat desa, yaitu Desa Batu Bangka,Desa Berare, Desa Labuhan Ijuk, dan Desa Kaking dari Bulan Mei hingga Juli2024. Data primer diperoleh melalui wawancara dan kuesioner dari 40 respondendi empat desa, yakni Desa Batu Bangka, Desa Berare, Desa Labuhan Ijuk, danDesa Kaking. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas peternak adalah laki-laki(100%) dengan usia antara kurang dari 30 hingga 64 tahun (95%), berpendidikanrendah (50% lulusan SD), dan sebagian besar bekerja sebagai petani (87,5%).Mayoritas peternak memiliki pengalaman beternak kurang dari 10 tahun (72,5%).Temuan ini mengindikasikan perlunya program pelatihan dan penyuluhan untukmeningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak guna meningkatkanproduktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan.
KARAKTERISTIK PENGEMBANGAN TERNAK KAMBING KACANG DI KECAMATAN MOYO HULU KABUPATEN SUMBAWA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Saputra, Joni; Sudirman, Sudirman; Yani, Ahmad; Ayu, Ieke Wulan
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v7i1.1634

Abstract

Pengembangan ternak kambing kacang di Kecamatan Moyo Hulu memerlukan perhatian peternak dalam aspek pengelolaan sehingga memberikan keuntungan dan menjawab permintaan pasar dimasa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak dan kondisi eksisting pengembangan ternak kambing kacang di kecamatan Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa. Penelitian menggunakan metode survey. Penelitian dilaksanakan di Desa Semamung, Kecamatan Moyo Hulu pada bulan Mei sampai Juni 2024. Lokasi Penelitian ditentukan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap satu kelompok ternak kambing kacang berdasarkan instrumen peneliti (kuisioner) analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik peternak di Kecamatan Moyo Hulu berusia produktif dengan rataan umur 42 tahun pendidikan setingkat SD dan SLTP, memiliki mata pencaharian utama adalah bertani, pengalaman beternak rata-rata adalah 2-5 tahun dengan jumlah anggota kelompok yang memelihara kambing kacang tersebut sebanyak 10 orang, serta di pelihara untuk tujuan ekonomi dalam bentuk bagi hasil tabungan non tunai. Kondisi eksisting pengembangan ternak kambing kacang di kecamatan Moyo Hulu khususnya kelompok Ternak Bunga Eja kurang mendapatkan dukungan penerapan aspek pakan, kesehatan, pengelolaan limbah dan pemasaran.
INOVASI PEMBUATAN SILASE UNTUK MENGATASI KRISIS PAKAN TERNAK DI DESA SEPUKUR, KECAMATAN LANTUNG, KABUPATEN SUMBAWA Sudirman, S; Budiman, Cecep; Yani, Ahmad; Amrullah, A; Hamdani, Asrul; Fitriza, Anggi; Satria, Edi Wahyu; Pajeri, Novan; Iskandar, Syaifuddin
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2024): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sepukur menghadapi tantangan dalam ketersediaan pakan ternak, terutama dimusim kemarau. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik pembuatan silase sebagai solusi penyimpanan pakan jangka panjang yang bernutrisi. Penyuluhan dan praktik pembuatan silase diikuti oleh 18 peternak setempat, yang diperkenalkan pada teknik fermentasi menggunakan bahan lokal seperti jerami padi, rumput odot, dedak pagi, molases dan EM4. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 10,11 meningkat menjadi 11,00 pada post-test, serta peningkatan signifikan secara statistik (p=0,038). Peningkatan pemahaman ini menunjukkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta tentang pengolahan pakan ternak yang berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pakan eksternal.