Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Komoditas Unggulan dan Identifikasi Sistem Agribisnis Perkebunan pada Sentra Produksi di Kecamatan Batulanteh Kabupaten Sumbawa Junior, Adrian; Sudirman; Nurwahidah, Siti
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 5 No. 1 (2025): MARET
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/aft.v5i1.1576

Abstract

Plantation is one of the agricultural sectors that plays an important role in encouraging economic growth, especially in rural areas, through agribusiness-based farming activities. This research aims to identify superior commodities in the plantation sector and analyze the agribusiness system implemented in Sumbawa Regency. The research area was determined using a purposive sampling technique, starting from the district to the sub-district level which is the center for basic plantation crop production. The research will be carried out in July - August 2024. Determining the number of samples or respondents in the research, namely plantation agribusiness actors, took 30 respondents. The analysis method uses descriptive analysis methods, LQ (Location Quotient) analysis and SS (Shift Share) analysis. The research results show (1) There are 5 (five) basic commodities for the plantation sector in Sumbawa Regency, namely candlenut commodities, tamarind commodities, jatropha commodities, coffee commodities and cashew commodities. (2) The results of the analysis of the competitiveness of plantation commodities in Batulanteh District, Sumbawa Regency which have competitive competitiveness are candlenut commodities, coffee commodities and cashew commodities. (3) Results of identification of the plantation agribusiness sub-system in Sumbawa Regency, especially coffee and candlenut commodities which are the leading commodities in production centers in Batulanteh District, Sumbawa Regency : (a) The production facilities system, namely the provision of seeds, is still independent from harvested seeds, (b) sub-system of farming, namely cultivation is still non-technical on government forest land and private gardens, (c) processing sub-system is still simple and small scale, (d) The marketing sub system is still mostly in the form of primary products (for example coffee beans and candlenut seeds) farmers mostly sell to village and sub-district level collectors, (e) The institutional sub-system, namely extension workers, farmer groups and commercial banks, provides training to entrepreneurs in processing primary products into final products.
Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Ternak Kambing (Studi Kasus: di CV SG Farm): Analysis of Income and Feasibility of Goat Farming Business (Case Study: at CV SG Farm) S, Sudirman; Sugara, Hartonny Ahmad; Amrullah, A; Budiman, Cecep; Hamdani, Asrul; Yani, Ahmad
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 28 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiiip.v28i1.38139

Abstract

Latar Belakang: Ternak kambing merupakan salah satu ternak yang berkontribusi dalam ketahanan pangan masyarakat sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi peternak, terutama di daerah pedesaan. CV SG Farm merupakan perusahaan peternakan pembibitan dan budidaya ternak kambing yang cukup berkembang tetapi belum melakukan analisa pendapatan dan kelayakan usaha secara komprehensif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui input produksi usaha ternak kambing di CV SG Farm di Desa Dete, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, NTB dan menganalisis pendapatan dan kelayakan usaha ternak kambing. Metode: Metode penelitian study kasus, pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan cara wawancara terstruktur menggunakan kuisioner, observasi dan dokumentasi untuk mendapatkan data primer, sedangkan data sekunder diperoleh dengan melakukan study literatur, membaca dari berbagai buku, internet, serta media cetak atau media elektronik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan input produksi dalam pembibitan dan budidaya ternak kambing di CV SG Farm didukung oleh desain kandang yang efisien, pakan seimbang, dan pemilihan indukan berkualitas. Proses reproduksi dilakukan secara alami dengan pengelolaan yang baik, serta tenaga kerja yang terorganisir. Jumlah pendapatan Rp 103.000.000/tahun. Kelayakan usaha seperti R/C Ratio nilai 2,14, B/C Ratio 1,14, NPV nilai Rp. 37.858.622,00, IRR nilai 10,26%, PP nilai 2,8 tahun, ROI nilai 113,74%, dan rentabilitas modal sendiri nilai 35.94%. BEP produksi nilai titik impas produksi 31 ekor dan BEP harga Rp 1.378.787,88. Kesimpulan: Usaha peternakan kambing CV SG Farm dinyatakan layak dilanjutkan. Kreteria investasi seperti R/CR, B/CR, NPV, IRR, dan ROI menunjukkan potensi keuntungan yang baik dengan waktu pengembalian modal cepat. Meskipun rentabilitas modal sendiri tidak terlalu tinggi, hal ini masih dapat diterima karena usaha tetap menguntungkan secara keseluruhan. Resiko usaha relatif rendah karena BEP tercapai pada level penjualan yang tidak terlalu tinggi, sehingga potensi jangka panjangnya terlihat baik.
Analisis Komparasi Rumus Djagra Dalam Memperkirakan Bobot Badan Ternak Sapi Bali (Studi Kasus Di UPTD. BPTHMT Serading) Mawaddah, Uswatun; Sudirman, Sudirman; Amrullah, Amrullah; Budiman, Cecep; Yani, Ahmad
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.01.4

Abstract

Sapi Bali (Bos javanicus domesticus) memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia sebagai penghasil daging. Produktivitas ternak dapat dilakukan. mengetahui Ukuran-ukuran tubuh ternak sangat penting sebagai kriteria dalam mengestimasi bobot badan ternak secara efisien dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keakuratan rumus Djagra dalam menentukan bobot badan sapi Bali dibandingkan dengan penimbangan langsung serta faktor-faktor yang memengaruhi akurasinya. Menggunakan sampel 40 ekor sapi terdiri dari 10 ekor sapi jantan dewasa (umur 3-5 tahun), 10 ekor sapi betina dewasa (umur 4-6 tahun), 10 ekor sapi jantan muda (umur 1-2 tahun), dan 10 ekor sapi betina muda (umur 1-2 tahun). di UPTD BPTHMT Serading, Kabupaten Sumbawa. Hasil analisis kuantitatif menggunakan SPSS versi 27 menunjukkan persentase penyimpangan bobot badan sapi Bali dewasa jantan (SP1) sebesar 4,5% dan persamaan regresi linear sederhana (Y) = -12,572 + 0,999, jantan muda (SP2) 2,46% dan Persamaan Regresi Linear (Y = 15,645 + 0,856, betina dewasa (SP3) 9,04% dan persamaan regresi linear (Y) = 84,028 + 0,532, dan betina muda (SP4) 3,25% dan Persamaan Regresi Linear (Y)= 33,355 + 0,652 + 25,929. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa rumus Djagra cukup akurat dalam memperkirakan bobot badan sapi Bali, dengan perbedaan antara perkiraan rumus Djagra dan penimbangan langsung berada dalam skala 5%-10%. Korelasi positif kuat mengindikasikan rumus ini dapat menjadi alternatif efektif saat penimbangan langsung tidak memungkinkan. Analisis kualitatif menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi bobot badan ternak sapi Bali seperti genetik (ternak) dan lingkungan (pakan, manajemen pemeliharaan, kesehatan, dan iklim).