Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELUARGA MELALUI EDUKASI TERSTRUKTUR DAN LATIHAN YOGA PADA PASIEN DIABETES DI INDONESIA Ni Kadek Diah Purnamayanti; Dewa Agung Gde Fanji Pradiptha; Ni Made Juliani; Ida Ayu Diah Purnama Sari; Oka Udrayana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.42

Abstract

Diabetes merupakan penyakit kronis yang tidak menular memerlukan perawatan sepanjang hayat. Pendekatan perawatan jangka panjang pada pasien diabetes tidak dapat hanya berfokus pada kemampuan pasien merawat diri sendiri namun memerlukan dukungan keluarga. Keluarga yang dapat dilibatkan tidak hanya pasangan pasien namun juga anak kandung. Anak kandung pasien diabetes merupakan sumber daya potensial yang dapat diberdayakan tidak hanya sebagai caregiver yang emiliki kemampuan koginitif dan literasi digital yang baik untuk mengakses informasi. Namun pada sisi lain pemberdayaan anak pasien diabetes dapat menurunkan risiko kejadian diabetes di masa depan karena factor keturunan. Program Young Leader Diabetes -Support Oline Class (YLD-SOC) merupakan bentuk pendekatan intervensi berbasis edukasi dan insersi latihan yoga untuk pasien dan keluarga diabetes yang diberikan secara daring. Program pengabdian ini diharapkan dapat menyentuh pasien dan keluarga untuk lebih berdaya dalam menjaga status kesehatan. Pemberdayaan dilakukan dengan pembekalan edukasi komprehensif dan latihan yoga yang dapat meredakan stress dan kecemasan sehingga kualitas hidup pasien dan keluarga dapat ditingkatkan.
EFEKTIFITAS INTERVENSI BERBASIS SPIRITUAL DALAM MENGURANGI GEJALA ANGINA PADA PENDERITA PENYAKIT ARTERI KORONER (CAD) Alit Suriyasmini; Ni Kadek Diah Purnamayanti
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 6 No 1 (2025): MEI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v6i1.55063

Abstract

Latar Belakang : Penyakit Arteri Koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia dan terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup dan faktor risiko lainnya. PJK terjadi akibat penyempitan arteri koroner yang menghambat suplai darah ke jantung sehingga memicu gejala seperti angina. Meskipun terapi farmakologis umum digunakan untuk mengatasi nyeri angina, banyak pasien yang masih mengalami gejala berulang. Oleh karena itu, pendekatan nonfarmakologis seperti intervensi berbasis spiritual mulai mendapat perhatian. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teknik spiritual, seperti doa dan relaksasi berbasis spiritual, dapat membantu mengurangi gejala angina dan meningkatkan kesejahteraan pasien. Namun, masih terbatasnya bukti ilmiah yang mengkaji efektivitas intervensi tersebut, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi potensinya dalam penatalaksanaan PJK. Tujuan: Untuk mengidentifikasi efektivitas intervensi spiritual dalam mengurangi gejala angina pada pasien PJK. Metode: Tinjauan pustaka ini disusun berdasarkan literatur dari basis data jurnal yang mencakup tahun 2019-2024 termasuk PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect. Kata kunci yang digunakan adalah “Intervensi spiritual” ATAU “Dzikir” ATAU “AL-Quran” DAN “Gejala angina” ATAU “Nyeri dada” DAN “Penyakit arteri koroner” ATAU “STEMI” ATAU “Penyakit jantung koroner” ATAU “Infark miokard”. Artikel yang diperoleh dipilih dan ditinjau menggunakan pedoman dan diagram alir PRISMA. Sembilan artikel asli digunakan. Hasil: Sebanyak 245.009 artikel yang dipublikasikan diidentifikasi dan sepuluh artikel dipilih sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil sintesis data menggunakan metode deskriptif menunjukkan bahwa semua penelitian terbukti lebih efektif, fleksibel, dan memiliki aksesibilitas yang lebih tinggi dalam mengurangi gejala angina pada PJK dengan intervensi spiritual. Kesimpulan: Terapi berbasis spiritual, seperti dzikir, murottal Al-Qur'an, dan relaksasi Benson dapat mengurangi tingkat nyeri pada pasien PJK.
Intervention with the wellness therapy spiritual emotional freedom technique (SEFT) in cancer patients and with chemotherapy: A scoping review Gayatri, Galih; Ni Kadek Diah Purnamayanti
Svāsthya: Trends in General Medicine and Public Health Vol. 1 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : PT. Mega Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70347/svsthya.v1i2.2

Abstract

Patients with cancer undergoing chemotherapy often experience psychological and physical symptoms that affect their quality of life. The Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) is a potential nonpharmacological intervention to address these issues. This study aimed to determine the effects of SEFT therapy in patients with cancer undergoing chemotherapy. A scoping review was conducted via Google Scholar to search for articles published between 2020 and 2024 with keywords related to SEFT, cancer, and chemotherapy. Eleven articles that met the inclusion criteria were analyzed. The review analyzed 11 studies published between 2020 and 2024, focusing on the impact of SEFT on various psychological and physical outcomes. The findings consistently demonstrate that SEFT therapy significantly reduces anxiety, stress, depression, and pain levels while improving sleep quality and overall quality of life in cancer patients receiving chemotherapy. The therapy typically involves 10-20 min sessions conducted 2-3 times per week, consisting of setup, tune-in, and tapping phases. SEFT's mechanism of action is theorized to involve the modulation of the hypothalamic-pituitary-adrenal axis and influencing neurotransmitter activity through the stimulation of acupressure points.  SEFT therapy shows promise as a complementary intervention for improving the well-being of patients with cancer undergoing chemotherapy. It addresses both psychological and physical symptoms and potentially enhances overall quality of life. Further research should compare the effectiveness of SEFTs with that of conventional methods and evaluate its long-term impact on cancer patients undergoing chemotherapy.