Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Suhu Aging pada Paduan Aluminium AA 514.0 Terhadap Laju Korosi Gunawan, Sigit
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 3 No 3 (2023): JUPIN Desember 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu aging aluminium AA 514.0 terhadap laju korosi. Variabel penelitian adalah suhu aging. Variasi suhu aging 250°C, 300°C, 350°C, 400°C, dan 450°C. Metode penelitian ini adalah eksperimen melalui pengujian laboratorium dengan menggunakan proses aging. Paduan aluminium kemudian dibuat spesimen untuk uji kekerasan, uji korosi dan uji struktur mikro. Spesimen dibuat dalam dua kondisi yaitu kondisi raw material dan kondisi dengan perlakuan panas aging. Proses perlakuan panas aging dilakukan dengan cara memanaskan spesimen pada suhu 250°C, 300°C, 350°C, 400°C, dan 450°C dengan waktu tahan selama 1 jam, kemudian didinginkan di udara bebas hingga suhu kamar. Tahap selanjutnya dilakukan pengujian kekerasan, korosi dan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan suhu aging menyebabkan kekerasan dan laju korosi cenderung meningkat. Kekerasan rata-rata tertinggi diperoleh pada raw material yaitu sebesar 35,5 kg/mm2 dan ketahanan korosi tertinggi 0,39 mm/tahun diperoleh pada suhu aging 250°C, 300°C, 350°C dan 400°C. Semakin tinggi suhu aging struktur Al-Mg mulai hilang dan terlihat unsur Mg menggumpal yang menyebabkan laju korosi meningkat.
Analisis Laju Korosi Paduan Aluminium ASTM G4A Setelah Memperoleh Perlakuan Panas Quenching Gunawan, Sigit
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 4 (2024): JUPIN November 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.957

Abstract

Aluminium merupakan logam kedua terbesar yang digunakan oleh industri komponen setelah baja. Karena luasnya penggunaan aluminium, maka dibutuhkan suatu karakteristik yang berbeda-beda sesuai dengan penggunaannya. Oleh karena itu diperlukan sebuah proses untuk meningkatkan sifat mekanis maupun ketahanan korosinya. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah melalui proses perlakuan panas. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki laju korosi paduan aluminium ASTM G4A setelah memperoleh perlakuan panas quenching. Variabel penelitian adalah suhu quenching. Variasi suhu quenching 250°C, 300°C, 350°C, 400°C, dan 450°C. Metode penelitian ini adalah eksperimen melalui pengujian laboratorium. Paduan aluminium kemudian dibuat spesimen untuk pengujian kekerasan, pengujian korosi dan pengujian struktur mikro. Spesimen dibuat dalam dua kondisi yaitu kondisi raw material dan kondisi dengan perlakuan panas quenching. Proses perlakuan panas quenching dilakukan dengan cara memanaskan spesimen pada suhu 250°C, 300°C, 350°C, 400°C, dan 450°C dengan waktu tahan selama 60 menit, dilanjutkan dengan mencelupkan ke dalam media pendingin air sampai suhu kamar. Tahap berikutnya dilakukan pengujian kekerasan, korosi dan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan rata-rata tertinggi yaitu sebesar 38,667 kg/mm2 dicapai pada suhu quenching 250°C dan laju korosi terendah yaitu 0,59 mm/tahun diperoleh pada suhu quenching 250°C, 300°C, 350°C dan 400°C. Semakin tinggi suhu quenching menyebabkan kekerasan semakin menurun sedangkan laju korosi cenderung meningkat. Struktur Al-Mg mulai hilang dan terlihat unsur Mg menggumpal seiring meningkatnya suhu quenching.
Analysis of the Criminalization of Violating Acts Legal Sociology in the Era of Modern Globalization Nur Ramadhani, Fadhilah; Bagus Adhitya, Yoga; Adi Junaedi, Uday; Gunawan, Sigit; Dikrurahman, Diky
Journal of World Science Vol. 3 No. 7 (2024): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v3i7.681

Abstract

The modern era of globalization has brought significant changes in various aspects of life, including in the legal field. Rapid technological developments and increasingly close interconnections between nations have created various new challenges for law enforcement. One of the challenges that arises is the criminalization of actions that violate legal sociology. The aim of this research is to conduct an analysis of the criminalization of unlawful behavior within the framework of legal sociology in the era of modern globalization. This research uses non-doctrinal research methods. The data collection technique in this research is literature study. The data that has been collected is then analyzed in three stages, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The research results show that forms of criminalization that violate legal sociological norms in the era of modern globalization include drugs, prostitution, pornography, vandalism, religious blasphemy and white collar crime. Criminalization of acts that violate legal sociology in the era of modern globalization is a complex issue that has a significant impact on human rights, social justice and social interaction. Efforts to prevent these acts require multi-faceted efforts involving various stakeholders, such as government, law enforcement, civil society and academics. Implications of the research, the findings of this research underscore the necessity for a holistic approach in addressing the criminalization of actions that violate legal sociology. Policymakers must consider the social and cultural contexts of criminal behavior to develop effective laws and regulations.
The Role of Community Traditional Institutions in Dispute Resolution in Multicultural Communities Fuqoha, Habib; Putri, Gina Anggita; Alfarizi, Aldi; Gunawan, Sigit; Dikrurahman, Diky
Journal of World Science Vol. 3 No. 11 (2024): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v3i11.1224

Abstract

Indonesian society is pluralistic, consisting of various ethnic groups, religions, and customs. This diversity can trigger various disputes in multicultural societies. This research aims to analyze the role of societal institutions in dispute-resolution efforts in multicultural communities. This study uses a qualitative research method with a literature study approach, focusing on societal institutions as the primary subjects, specifically their role and effectiveness in managing disputes. Data from various sources were analyzed in three stages: data reduction, presentation, and conclusion drawing. The research results show that society institutions play a significant role in resolving disputes through mechanisms such as deliberation for consensus, customs, and customary sanctions. Strengthening the role of these institutions is essential for maintaining social harmony by increasing community understanding of customary law and building synergy between customary institutions and state law.
Pengaruh Perlakuan Panas Quenching terhadap Ketangguhan Impak pada Paduan Aluminium AC7A Gunawan, Sigit
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 2 (2024): JUPIN Mei 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.345

Abstract

Aluminium merupakan logam kedua terbesar yang digunakan oleh industri komponen setelah baja. Karena luasnya penggunaan aluminium, maka dibutuhkan suatu karakteristik yang berbeda-beda sesuai penggunaannya. Oleh karena itu diperlukan sebuah proses untuk meningkatkan sifat mekanis aluminium. Sifat mekanis aluminium dapat ditingkatkan melalui proses perlakuan panas. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh perlakuan panas quenching terhadap ketangguhan impak pada paduan aluminium AC7A. Variabel penelitian adalah suhu quenching. Variasi suhu quenching 250°C, 300°C, 350°C, 400°C, dan 450°C. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen melalui pengujian laboratorium dengan menggunakan proses quenching. Paduan aluminium kemudian dibuat spesimen untuk uji kekerasan, uji ketangguhan impak dan uji struktur mikro. Spesimen dibuat dalam dua kondisi yaitu kondisi raw material dan kondisi dengan perlakuan panas quenching. Proses perlakuan panas quenching dilakukan dengan cara memanaskan spesimen pada suhu 250°C, 300°C, 350°C, 400°C, dan 450°C dengan waktu tahan selama 1 jam, dilanjutkan dengan mencelupkan ke dalam media pendingin air sampai suhu kamar. Tahap selanjutnya dilakukan pengujian kekerasan, ketangguhan impak dan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan suhu quenching menyebabkan kekerasan menurun dan ketangguhan impak cenderung meningkat. Kekerasan rata-rata tertinggi diperoleh pada suhu quenching 250°C yaitu sebesar 38,667 kg/mm2 dan nilai ketangguhan impak tertinggi diperoleh pada suhu quenching 450°C sebesar 1,479 J/mm2. Semakin tinggi suhu quenching struktur Al-Mg mulai hilang dan terlihat unsur Mg menggumpal yang menyebabkan kekerasan menurun dan ketangguhan impak meningkat.
An Analysis of The Role of Law In The Formation of Social Identity In Urban Communities Ardila Putra, Abimanyu Rizki; Sudrajat, Rohmat; Iqbal Saputra, Mohamad; Gunawan, Sigit; Permana, Deni Yusup
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 11 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i11.365

Abstract

Urban society is a complex and dynamic society, with various social identities that are formed and developed. In the midst of this complexity, law plays an important role in shaping and influencing the social identity of individuals and groups in urban society. This research aims to analyze the role of law in the formation of social identity in urban communities. This research uses a non-doctrinal research method. The data collection technique in this research is a literature study. The data that has been collected is then analyzed in three stages, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that law has a complex and multidimensional role in the formation of social identity in urban communities. Law can act as a framework that regulates social interaction and maintains public order. Effective law enforcement contributes to creating a sense of justice and equality among urban citizens. It strengthens the social identity of individuals and groups by providing them with a sense of security and protection under the umbrella of the law. In addition, the law also influences the way individuals and groups interact with each other, shaping social norms that become an integral part of the social identity of urban communities.
Dynamics of Gender Law Towards Legal Protection for Women in Indonesia Yudanto, Haryo; Permana, Yogi; Tristiani, Tristiani; Gunawan, Sigit; Yusup Permana, Deni
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 11 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i11.366

Abstract

This study explores the dynamics of gender law that affect legal protection for women in Indonesia, especially in Cirebon City. Using a qualitative approach, data is analyzed from a variety of sources, including laws, policies, and legal practices. The results highlight challenges such as gender-based violence, discrimination, and limited access to health and education services. The proposed policy implications include harmonization of legislation, strengthening the role of the government and civil society, increasing gender awareness, and better legal protection for women.