Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Faktor Pengambilan Keputusan Pelanggan Pria dalam Melanjutkan Pemesanan Driver Ojek Online Wanita Marha, Hazrati; Ginting, Eka Danta Jaya
Psychology Journal of Mental Health Vol 3 No 2 (2022): Psychology Journal of Mental Health
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.247 KB) | DOI: 10.32539/pjmh.v3i2.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal serta pengaruhnya kepada pengambilan keputusan pelanggan pria dalam melanjutkan pemesanan driver ojek online wanita. Driver ojek online wanita lebih banyak menerima pembatalan pemesanan dibandingkan driver pria. Pembatalan pemesanan biasanya dilakukan oleh pelanggan pria. Namun tidak sedikit juga pelanggan pria yang tetap melanjutkan pemesanan dengan driver ojek online wanita. Beberapa pelanggan pria yang memutuskan untuk tetap melanjutkan pemesanan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan bentuk studi kasus jenis multiple-case. Penelitian ini melibatkan tiga orang pelanggan pria yang pernah melanjutkan pemesanan terhadap driver ojek online wanita. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan faktor-faktor internal yang mempengaruhi adalah persepsi, pembelajaran dan memori, sikap, dan motivasi. Sedangkan faktoreksternal yang mempengaruhi adalah budaya, agama, keluarga, dan situasi. Pengaruh setiap faktor terhadap setiap pelanggan pria berbeda-beda. Faktor yang dirasakan sama oleh Subjek I, II, dan III adalah faktor situasi mengenai kelengkapan atribut driver.
PENGARUH ORGANIZATIONAL COMMITMENT DAN SELF CONTROL TERHADAP PERILAKU CYBERLOAFING KARYAWAN DI TEMPAT KERJA Nova Hardianti Saragih; Abdhy Aulia Adnans; Eka Danta Jaya Ginting
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v1i3.1349

Abstract

Munculnya internet dalam hidup masyarakat menjadi fenomena besar yang membawa perubahan bagi aktivitas manusia, dimana segala informasi bisa di akses sesuai dengan kebutuhan. Penggunaan internet juga tidak terbatas pada latar belakang sosial, Pendidikan, pekerjaan dan sebagainya. Penggunaan internet saat ini tidak dapat dihindari, termasuk di lingkungan pekerjaan. namun selain bermanfaat, tidak dapat dipungkiri jika karyawan di lingkugan kerja menggunakan internet untuk melakukan aktivitas yang tidak berkaitan dengan keperluan pekerjaan. Perilaku mengakses internet selama jam kerja yang digunakan untuk kepentingan pribadi seperti menggunakan komputer di lingkungan kerja, ponsel, tablet, dan perangkat lain untuk membuka email pribadi, mengunduh lagu atau film, media sosial, belanja online, dan aktivitas serupa lainnya yang disebut dengan perilaku Cyberloafing. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti Perilaku Cyberloafing yang ditinjau dari organizational commitment dan self control sebagai variabel independen. Penelitian ini dilakukan pada Perusahaan yang bergerak di bidang jasa kebandarudaraan. Data yang telah diperoleh dari tiga skala yang digunakan yaitu Cyberloafing, Self Control dan skala Organizational Commitment, dengan jumlah sampel sebanyak 290 orang. Data kemudian diolah menggunakan metode analisis regresi berganda. Berdsarkan hipotesis yang diajukan disimpulkan self control dan organizational commitment secara bersama-sama berpengaruh terhadap cyberloafing, dengan nilai F hitung sebesar 356,005 dengan P=0.000 (p < 0.005) dan nilai (R2) = 0,713. Self control merupakan prediktor yang dominan mempengaruhi perilaku cyberloafing. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa dalam mengurangi perilaku cyberloafing dapat dilakukan dengan meningkatkan self control dan organizational commitment di organisasi.
STOP BULLYING DENGAN MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL PADA SISWA SMP METHODIST 1 MEDAN Saputra, Yoza Okta; Josetta Maria Remila Tuapattinaja; Eka Danta Jaya Ginting; Rahma Fauzia
Jendela Akademika Vol. 2 No. 02 (2024): Jendela Akademika
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JendelaAkademika.202.04

Abstract

Education is a place for producing students who are intelligent, disciplined, independent, and of high quality. Schools should be safe and comfortable places for learning; however, recently they have become environments where bullying cases are developing. SMP Methodist 1 has become one of the schools where bullying occurs. Bullying is a form of behavior that harms others who are perceived as weak, economically disadvantaged, or disabled. Bullying can be physical, such as hitting and other aggressive actions carried out individually or in groups. Verbal bullying is also common and includes mocking physical appearance, financial status, belittling peers or parents, using inappropriate language, and intimidation. Additionally, there is cyberbullying, which is conducted by individuals or groups through social media to ostracize others. Bullying has dangerous and long-lasting consequences, affecting physical, emotional, and mental health, including depression, anxiety, substance abuse, and decreased academic performance. Based on this data, there is a need for effective measures to reduce bullying at SMP Methodist 1. One approach is to teach social skills. The social skills taught include empathy, communication, emotional regulation, and problem-solving. These social skills are expected to be beneficial in detecting and preventing bullying in the school.
Effect of Emotional Branding and Consumer Satisfaction towards Consumer loyalty on Tokopedia Consumer in Medan Silalahi, Armando Al Haqqi; Pohan, Vivi Gusrini Rahmadani; Ginting, Eka Danta Jaya
Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA Vol. 16 No. 2 (2024): ANALITIKA DECEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/analitika.v16i2.12976

Abstract

The Goal of this research is to find out the impact of Emotional Branding and Consumer Satisfaction towards Consumer Loyalty on Tokopedia Consumer in Medan City. This research uses quantitative method with multiple regression model. Based on the results of the analysis, it was found that Emotional Branding affects Consumer Loyalty (p<0.001; p<0.005) with a calculated t value greater than the t table value (4.178> 1.970). In addition, the analysis shows that consumer satisfaction also affects customer loyalty (p < 0.001; p < 0.005) with a calculated t value greater than the t table value (9.588> 1.970). Based on the results of this analysis, it can be concluded that Emotional branding has a positive and significant effect on Consumer Loyalty to Tokopedia Consumers in Medan City. The results also concluded that Consumer Satisfaction has a positive and significant effect on Consumer Loyalty. Therefore, Tokopedia need to improve their consumer satisfaction, and improving their marketing strategy using Emotional Branding so that they can grow more loyal consumer in City.
Peran Moderasi Interaksi Parasosial Pada Pengaruh Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Skincare Pada Wanita Siregar, May Sarah; Leila, Gustiarti; Ginting, Eka Danta Jaya
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v11i1.14452

Abstract

Keputusan pembelian produk skincare dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah citra merek. Dalam era digital, interaksi parasosial antara konsumen dan influencer semakin kuat, sehingga dapat memoderasi hubungan antara citra merek dan keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian skincare serta melihat bagaimana peran interaksi parasosial dalam memoderasi hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 300 wanita berusia 18–40 tahun yang menggunakan produk skincare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk skincare. Selain itu, interaksi parasosial terbukti memperkuat hubungan tersebut. Artinya, semakin kuat interaksi parasosial antara konsumen dan influencer, semakin besar pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian. Hal ini menunjukkan bahwa keterikatan emosional dengan influencer dapat memperkuat kepercayaan dan keyakinan konsumen terhadap merek yang direkomendasikan. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi referensi bagi perusahaan dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif dengan memanfaatkan interaksi parasosial sebagai faktor yang dapat meningkatkan keputusan pembelian konsumen.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMASARAN UMKM BERBASIS DIGITAL DESA BAKARAN BATU KECAMATAN LUBUK PAKAM KABUPATEN DELI SERDANG Dicky Ardiansyah Aceh1; Nurul Wardani Lubis; Riki Priyandi; Eka Danta Jaya Ginting; Vina Maria Ompusunggu; Sumber Alam Mulia Hasibuan; Yanti Musyawarah
Jurnal Nusantara Berbakti Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Nusantara Berbakti
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.934 KB) | DOI: 10.59024/jnb.v1i1.59

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam upaya meningkatkan nilai jual adalah dengan melakukan usaha pemasaran yang baik. Salah satu yang sedang marak adalah memanfaatkan teknologi internet yang kerap disebut Pemasaran Digital (Digital Marketing). Pemasaran dengan memanfaatkan teknologi informasi sudah merupakan keharusan mengingat pengguna internet Indonesia yang sudah mencapai 77%. Banyak pelaku UMKM yang kebanyakan adalah ibu-ibu masih belum mengetahui bagaimana memanfaatkan teknologi untuk masuk ke dalam sistem pemasaran digital. Salah satunya adalah bagaimana menampilkan produk yang mereka jual dalam bahasa gambar. Untuk membantu hal tersebut maka dilakukanlah pelatihan Digital Marketing agar pelaku UMKM dapat lebih optimal dalam mengenalkan produk dan meluaskan jangkauan pemasarannya. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa para pelaku UMKM merasa terbantu dengan pelatihan dan optimis bisa menggunakan teknologi yang ada untuk menyiapkan produknya lebih baik lagi dan menarik untuk dilihat sehingga menimbulkan minat membeli konsumen.
Speak Up, Stand Out: Improving Self-Confidence through Public Speaking Training for Psychology Students Cindy Anastasia; Alexandra Beatrix; Tiara Kusumadewi; Hana Safira; Khanza Nazala; Winda Wijaya; Carissa Aryella; Eka Danta Jaya Ginting
YASIN Vol 6 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v6i3.10470

Abstract

Although public speaking and self-confidence have been widely examined, limited studies have addressed integrated training modules designed specifically for first-year psychology students in Indonesia. This study aims to develop and describe a training module to enhance self-confidence and public speaking skills among first-year students, Class of 2025, at the Faculty of Psychology, Universitas Sumatera Utara. A qualitative descriptive design for module development was employed, involving 15 participants selected purposively based on the results of a Training Needs Analysis. Data were collected through focus group discussions, questionnaires, pre- and post-tests, behavioural observation checklists, and trainer evaluations, and were analyzed descriptively. The findings show that many participants experienced psychological barriers to verbal participation, including fear of making mistakes (66.7%), shame in front of peers (20%), and low self-confidence (46.7%). A structured one-day training module consisting of material sessions, ice-breaking activities, and a public speaking practice activity titled “Just One Minute” was developed to address these barriers. Post-training measures and behavioural observations indicated improvements in students’ willingness to speak and reductions in communication anxiety. The study concludes that experiential learning and interactive training methods can support the development of speaking courage and reduce classroom communication anxiety among first-year university students. This study contributes to psychological intervention and academic communication training by identifying common speaking barriers among early-adult students and offering a practical module for strengthening self-confidence and public speaking skills. The module may serve as a reference for psychology faculties and other educational institutions in designing structured communication-skill programmes, while further research is recommended to examine its long-term effects on academic participation and self-efficacy.
Training Program to Improve Self-Confidence of OSIS Members of State Senior High School (SMAN) 13 Medan Betania Putri; Zaskia Ramadhani; Melisa Kartika; Nadine Rizki; Ghaffar Nabil; Annisa Putri; Anggrid Sarai; Adinda Sri Mayang; Eka Danta Jaya Ginting
YASIN Vol 6 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v6i3.10519

Abstract

Self-confidence is an important psychological aspect of adolescent development because it influences communication skills, social participation, and the ability to express opinions. In student organizations, self-confidence supports students in taking initiative, participating actively, and carrying out organizational responsibilities. However, a Training Needs Analysis conducted among Student Council (OSIS) members at SMA Negeri 13 Medan showed that several members still experienced low self-confidence, hesitation in expressing opinions during discussions, and dependence on others’ directions. This study aims to examine the implementation of self-confidence training for OSIS members at SMA Negeri 13 Medan and analyze changes in participants’ understanding and self-confidence before and after the training. A mixed-methods approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design and interviews was employed. The participants comprised 39 OSIS members selected through convenience sampling. Data were collected using pretest–posttest instruments, interviews, and a self-confidence scale based on De Angelis’ theory. Quantitative data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test with JASP software, while qualitative data were used to support interpretation of the training implementation. The findings indicate an improvement in participants’ understanding and self-confidence after participating in the training. Participants also responded positively to the training materials, methods, and implementation process. The study concludes that self-confidence training can support students’ courage to express opinions, increase active participation, and encourage initiative in organizational activities. This study contributes to adolescent development and student organization training by demonstrating the practical value of structured self-confidence training in strengthening students’ communication readiness, organizational participation, and leadership potential.