Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

TANTANGAN (CHALLENGES) DAN PELUANG (OPPORTUNITIES) KEGIATAN PERTUKARAN PELAJAR PROGRAM MERDEKA BELAJAR- KAMPUS MERDEKA (MBKM) PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA Nurjannah Abna; Nurmiati Muchlis; Rezky Aulia Yusuf; Awaluddin Syamsu; Ishaq Shamad
An Idea Health Journal Vol 2 No 01 (2022): FEBRUARY
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v3i01.70

Abstract

Innovation in the education sector in Indonesia is keeping continues and improves. The implementation of the Independent Learning-Independent Campus (MBKM) in 2021 in all universities (public and private) in Indonesia. The Indonesian Muslim University (UMI) as one of the largest private universities in eastern Indonesia also participates in implementing this program, one of programs is the student exchange. In this student exchange program, there are as many as 30 students who take part in conducting online and offline lectures at UMI. To improve the quality of program implementation at UMI, of course, some evaluation is very necessary. Therefore, this study reports describing the quality of the program from the experiences of students who participated in the student exchange program at UMI by using a SWOT (strength, weakness, opportunities, and threat) analysis. Total sampling was used in determining the sample. Inbound (i) students who took part in the student exchange program at the Indonesian Muslim University with a total of 30 students. Based on the results of the SWOT analysis, it can be concluded that this program must continue to be implemented at UMI seeing the interest of students from external universities from Sabang to Morocco very interested and motivated to join this program at UMI, this program provides benefits to the insight of cultural diversity in Indonesia, scientific competence, and student social skills. Meanwhile, to improve the quality and quality of this program, UMI is advised to provide internet (wifi) facilities that are much wider and faster, lecturers who support courses must be more cooperative and proactive in communicating with MBKM students.
Dampak Aktivitas Game Online Terhadap Komunikasi Antara Orang Tua Dan Anak Di Kelurahan Pampang Kota Makassar Muhammad Syafii; M. Hasibuddin; M. Ishaq Shamad
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 2 No. 1 (2023): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, September 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v2i1.348

Abstract

Game online merupakan salah satu masalah serius yang sedang dihadapi oleh remaja karena Game Online dapat menyebabkan kecanduan bagi pemainnya. di bidang akademik, menyebabkan anak menjadi malas untuk belajar, sehingga prestasi belajar anak akan mengalami penurunan.  Media game online akan sangat mempengaruhi kepribadian anak, lebih cenderung candu terhadap game online dan cenderung bersifat tertutup dengan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu perlu adanya komunikasi antara orang tua dan anak yang terjalin dengan baik, pada umumnya remaja termasuk yang ada di Kelurahan Pampang sebagian besar pernah mengalami dakpak negatif dari Game Online . Adapun lokasi penelitian ini dilakukan di Kelurahan Pampang Kota Makassar. Dengan menggunakan sampel sebanyak 10 orang anak dan 10 orang orang tua. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikas orangtua dan anak yang kecanduan Game Online ditunjukkan dengan beragam pola komunikasi, terdapat orangtua yang memberikan kebebasan kepada anak dan ada yang menganut pola komunikasi demokratis yang memberikan penjelasan tentang dampak perbuatan yang baik dan buruk. Kemudian dampak yang ditimbulkan dari kecanduan Game Online terhadap komunikasi orangtua dan anak ada berupa positif yaitu anak mengenal dunia teknologi, anak mendapat pelajaran untuk mengikuti aturan, dan melatih perkembangan. Dampak negatif yaitu anak tidak bisa mengendalikan emosi, anak menjadi superior, anak menjadi pembangkang, anak sering berkata kasar dan anak terkesan mementingkan dirinya sendiri dibanding lingkungannya.