Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Performansi Proyek Menggunakan Metode Earned Value Management (Evm) (Studi Kasus: Proyek Ftth Dengan Segmentasi High End Market (Hem) Di Pt Xyz) Ichsan, Fata Muhammad; Widyasthana, Gn. Sandhy; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — PT XYZ mengalami overbudget pada proyekFiber To The Home (FTTH) dengan segmentasi High EndMarket (HEM). Penelitian ini fokus pada analisis performansiproyek dengan menggunakan Metode Earned ValueManagement (EVM) agar dapat memantau informasi kinerjaproyek selama proyek berlangsung. Analisa performansidengan Metode EVM dilakukan dengan membandingkan nilaianggaran rencana dengan nilai anggaran realisasi, sehinggadapat diketahui kinerja performansi proyeknya. Berdasarkanhasil pengolahan data diketahui bahwa kondisi pengerjaanproyek hingga periode hari ke-21 pengerjaan berada padakondisi underrun dan overbudget yang ditunjukkan dengan nilaischedule performance index (SPI) dan nilai cost performanceindex (CPI) kurang dari 1. Adapun estimasi penjadwalan untukpenyelesaian dengan perhitungan time estimate (TE) didapatihasil bahwa proyek dapat selesai dalam waktu 32 hari yangartinya 2 hari lebih lama dari perencanaan. Sedangkan estimasianggaran untuk penyelesaian menggunakan perhitunganestimate at completion (EAC) mendapatkan nilai sebesar Rp87,380,073 yang artinya Rp 4,367,003 lebih besar dari rencanaanggaran sebelumnya. Hasil analisis performansi yang telahdilakukan dapat divisualisasikan menggunakan dashboardsebagai acuan dan alat untuk dapat memantau proyek FTTHdengan segmentasi HEM pada PT XYZ, sehingga dapatmembantu perusahaan dalam pengambilan keputusan padaperiode pengerjaan selanjutnya. Kata kunci— Proyek, Fiber To The Home (FTTH), Overbudget, Performansi
Pengukuran Kompetensi Aspek Personal Project Manager Menggunakan Project Manager Competency Development Framework (Pmcdf) (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Ruko Di Pt Xyz) Taufiqurrahman, Dimas; Puspita, Ika Arum; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Proyek merupakan suatu rangkaian kegiatanyang dikerjakan dalam waktu terbatas menggunakan sumberdaya tertentu dengan harapan bahwa memperoleh hasil yangdiinginkan. Setiap proyek konstruksi membutuhkan koordinasisetiap stakeholders dengan disiplin ilmu untuk mewujudkanhasil akhir yang memenuhi spesifikasi yang sudah ditentukan.Project manager berperan mulai dari tahap inisiasi hinggatahap penutupan. PT XYZ adalah salah satu perusahaan yangberoperasi di sektor konstruksi bangunan yang berlokasi diRuko Safir Permai, Gedebage, Kota Bandung. Proyekpembangunan ruko PT. XYZ dijadwalkan berlangsung selama5 (lima) bulan yang kemungkinan akan selesai pada November2024. Saat melakukan observasi, progress pada perencanaandan progress aktual tidak selaras. Penelitian dilakukan untukmengevaluasi proyek pembangunan ruko dari PT. XYZ yangharus segera dilaksanakan karena akan berdampak padakinerja proyek yaitu mengalami keterlambatan dalampenyelesaian proyek. Pada penelitian ini akan digunakan teoriyaitu Project manager Competency Development Framework(PMCDF), Analytical Hierarchy Process (AHP) dancompetency development plan design, 360 Degree Feedback.Dari hasil analisis, maka akan terlihat terkait aspek kompetensiyang perlu dilakukan pengembangan oleh project managerpembangunan ruko PT. XYZ. Kata kunci— Evaluasi, Pengembangan, Kompetensi, Projectmanager, Proyek.
Perancangan Daftar Risiko Pada Proyek Cell Site FTTH Dengan FMEA dan FTA di PT ABC Sari, Maulida Permata; Pratami, Devi; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — PT ABC sebuah perusahaan bergerak di bidanginstalasi jaringan akses, pembangunan infrastruktur jaringan,pengelolaan NTE. Salah satu proyek yang sedang dikerjakanoleh PT ABC adalah proyek cell site FTTH. Proyek tersebutmengalami keterlambatan dikarenakan terdapat beberaparisiko, salah satunya proses perizinan yang bermasalah. Risikotersebut memberikan dampak terhadap beberapa faktor sepertiproduktifitas, kinerja, kualitas, dan biaya pada proyek.Dengan demikian, diperlukan pembuatan daftar risiko danrisk response dari setiap risiko yang teridentifikasi. Untukmembuat daftar risiko tersebut metode yang digunakan adalahFMEA dan FTA. Dengan FMEA dapat mengetahui modekegagalan, penyebab, efek serta prioritas risiko yangteridentifikasi. Sedangkan, untuk FTA dapat diketahuikegiatan basic apa yang menjadi penyebab risiko tersebut,sehingga dapat menghindari aktivitas tersebut.Risiko yang telah teridentifikasi menggunakan FMEAterdapat 40 risiko negatif, risiko tersebut didapatkan 24 activityyang dilakukan selama proses pengerjaan proyek. Risikotersebut dinilai menggunakan RPN untuk menentukan skalaprioritasnya untuk diidentifikasi akar penyebabnyamenggunakan FTA. Hasilnya terdapat tiga aktivitas dasar yangmenyebabkan risiko tersebut. Aktivitas dasar itu diidentifikasiberdasarkan factor teknis dan non-teknis. Dari hasil yang telahdidapatkan risiko tersebut diberi respon untuk menghadapirisiko tersebut. Sebelum di buat respon risiko diberikankategori avoid atau mitigate. Hasilnya terdapat 3 respon avoiddan 37 mitigate. Kata kunci — risiko, respon risiko, FMEA, FTA
Perancangan Mitigasi Risiko Pada Proyek Instalasi Indibiz Pt Xyz Dengan Metode House Of Risk (Hor) Jonathan, Joshua Antonio; Puspita, Ika Arum; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — PT XYZ merupakan sebuah perusahaan yangbergerak dibidang telekomunikasi. Bisnis utama PT XYZmeliputi instalasi, pembangunan infrastruktur jaringan,pengelolaan jaringan, serta kegiatan operasi dan pemeliharaanjaringan. PT XYZ terlibat dalam berbagai proyek instalasi,termasuk indibiz, FTTH (Fiber to The Home), HEM (High EndMarket), dan beberapa proyek lainnya. Risiko yang terdapatpada proyek instalasi inidibiz terdiri dari lokasi yang kurangmendukung, pembatalan oleh pelanggan, perizinan, pelangganyang susah dihubungi, dan permintaan kompensasi oleh pihakeksternal.. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisisrisiko pada proyek instalasi indibiz milik PT XYZmenggunakan metode House of Risk. Metode House of Riskdigunakan sebagai kerangka kerja untuk menyusun danmemvisualisasikan risiko-risiko tersebut. Proses analisis risikomelibatkan identifikasi sumber risiko, penilaian dampak danprobabilitasnya, serta pengembangan strategi mitigasi. Hasilanalisis risiko ini dapat menjadi panduan bagi tim proyekdalam merancang strategi mitigasi yang efektif, sehingga dapatmeningkatkan kemungkinan keberhasilan proyek konstruksiPT XYZ.Kata kunci— risk category, house of risk I, aggregate riskpotential, house of risk II, preventive action, effectiveness todifficulty
Perancangan Roadmap Peningkatan Manajemen Proyek Berdasarkan Pengukuran Kematangan KPM3 pada Unit Konstruksi PT ABC Ameilia, Talitha Putri; Pratami, Devi; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — PT ABC adalah perusahaan di industritelekomunikasi yang telah menangani berbagai proyekinfrastruktur di Indonesia. Meskipun berpengalaman,perusahaan ini menghadapi tantangan dalam pengelolaanproyek yang mempengaruhi keberhasilan proyek. Penelitian inibertujuan untuk mengukur tingkat kematangan manajemenproyek pada Unit Konstruksi PT ABC dengan menggunakanKerzner Project Management Maturity Model (KPM3). Metodeyang digunakan adalah survei self-assessment yang melibatkantiga responden dari unit terkait. KPM3 terdiri dari lima levelkematangan yang digunakan untuk menilai sejauh manapenerapan manajemen proyek di perusahaan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa tingkat kematangan manajemen proyekdi PT ABC berada pada level yang memerlukan perbaikan.Salah satu penyebabnya adalah kurangnya kesadaran akanpentingnya manajemen proyek dalam budaya kerja.Rekomendasi perbaikan termasuk merancang ulang KeyPerformance Indicators (KPI) dengan menambahkankompetensi manajemen proyek dan pembentukan ProjectManagement Office. Langkah-langkah ini diharapkan dapatmeningkatkan kematangan manajemen proyek di PT ABC danmendukung keberhasilan proyek di masa mendatang. Kata kunci— manajemen proyek, kematangan proyek,KPM3, PT ABC, pengukuran kematangan
Perancangan Jadwal Ulang Proyek Additional Bag Filter Bin#3 Menggunakan Metode Critical Path Method (CPM) Pada PT XYZ Widyaningrum, Firda Amalia; Tripiawan, Wawan; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Bag Filter adalah tempat penyaringan residu udara yang terdapat pada bin fine coal yang akan dilepaskan ke lingkungan. Proyek additional bag filter bin#3 diadakan untuk memperbaiki kapasitas hisapan bag filter. Proyek yang telah berjalan mengalami keterlambatan pada tahap fabrikasi yang dapat menyebabkan kerugian perusahaan sehingga perlu dilakukan perancangan jadwal ulang. Dalam perancangan jadwal ulang proyek dilakukan dengan menggunakan metode Earn Value Analysis (EVA) dan Critical Path Method (CPM). Analisis EVA yang telah dilakukan menghasilkan bahwa proyek mengalami keterlambatan mulai dari hari ke-20 berdasarkan analisis varian dan hari ke-39 berdasarkan analisis SPI dan CPI. Perhitungan estimasi waktu keterlambatan proyek, proyek akan selesai dalam waktu 143 hari dengan durasi normal 134 hari, sehingga terjadi keterlambatan selama 9 hari dengan biaya yang dikeluarkan dengan asumsi CPI adalah Rp 209.570.593,26. Analisa lintasan kritis yang dilakukan dengan metode CPM menghasilkan lima aktivitas kritis pada tahap fabrikasi yang dapat dilakukan perubahan jadwal. Perubahan jadwal disesuaikan dengan status material siap pakai dan sumbe rdaya manusia yang akan bekerja. Pada jadwal eksisting, tahap fabrikasi akan selesai pada tanggal 18 Februari 2021 dan terjadi keterlabatan selama 9 hari. Setelah dilakukan prancangan jadwal ulang, tahap fabrikasi akan selesai pada tanggal 04 Februari 2022.Kata kunci— bag filter, critical path method, earn value analysis.
Perancangan Quality Metric Untuk Pengendalian Kualitas Proyek Sttf Di Desa Selacau Batujajar Menggunakan Metode Internal Control Pada PT XYZ Suryanegara, Mochammad Sinatriyya; Puspita, Ika Arum; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan pengadaan jaringan fiber optic. Saat ini, PT XYZ sedang menjalankan program STTF (Shift to the Front). Salah satu proyek STTF yang sedang berjalan berlokasi di STO Batujajar, tepatnya berada di Desa Selacau. Proyek ini berfokus pada penarikan kabel fiber optic sejauh 5,320 meter. Proyek ini direncanakan rampung dalam 46 hari. Seiring berjalannya pembangunan pada proyek terdapat beberapa kesalahan pemasangan yang membuat kualitas proyek STTF ini tidak sesuai dengan standar kualitas PT XYZ. Solusi yang diberikan untuk mengatasi masalah yang terjadi pada proyek adalah perancangan quality metric menggunakan metode internal control. Dengan perancangan quality metric diharapkan seluruh aktivitas pekerjaan yang ada dalam proyek dapat selesai sesuai dengan standar kualitas perusahaan dan tidak terjadi keterlambatan. Perancangan quality metric menghasilkan 107 possible error dan critical success criteria untuk 21 aktivitas pekerjaan di proyek STTF Desa Selacau Batujajar. Selanjutnya dirancang dokumen quality checklist sebagai alat ukur yang untuk menerapkan seluruh critical success criteria yang sudah terindentifikasi. Hasil penerapan quality checklist terhadap proyek STTF Desa Selacau menghasilkan 84 quality item berstatus OK dan 23 quality item berstatus NOK. kemudian dilakukan perancangan corrective and preventive action plan untuk 23 quality item yang tidak tercapai.Kata Kunci — quality metric, internal control, quality checklist, critical success criteria, corrective action plan
Perancangan Quality Metrics Pada Proyek Pembangunan Sistematika Monitoring And Controlling PT. ABC Menggunakan Metode Internal Control Haedar, Reggie Nuravianta; Pratami, Devi; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—PT ABC sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri baja, perkakas, dan jasa civil mechanical engineering (CME) yang memproduksi prasarana pendukung di bidang telekomunikasi. PT. ABC melakukan kerjasama dengan PT XYZ untuk membangun sebuah sistematika monitoring and controlling di bidang Managed Services. Selama proyek berlangsung, terdapat permasalahan tidak adanya dokumen acuan pengerjaan proyek yang mengakibatkan tim proyek yang bekerja kesulitan dalam mendefinisikan kebutuhan-kebutuhan seperti data, fitur ataupun spesifikasi yang diinginkan oleh project owner. Oleh karena itu, tugas akhir ini merancang quality metrics untuk membantu memudahkan pekerjaan tim proyek dalam mengetahui spesifikasi beserta kriteria capaian diseluruh aktivitas pengerjaan proyek. Perancangan quality metrics dilakukan menggunakan metode internal control yang membantu perancangan dalam mengindetifikasi possible error beserta critical success criteria. Didalam perancangan ini, akan didefinisikan resources serta specification/goals sebagai acuan keberhasilan pengerjaan proyek. Setelah quality metrics berhasil disusun, rancangan tersebut akan diverifikasi dan menjadi dasar dalam perancangan quality checklist yang dapat membantu PT ABC dalam melakukan managed quality. Hasil rancangan quality metrics menghasilkan 82 critical success criteria yang menjadi dasar dalam penyusunan quality checklist. Setelah dilakukan implementasi, terdapat 57 critical success criteria yang tidak memenuhi spesifikasi, 13 critical success criteria yang memenuhi spesifikasi dan 12 critical success criteria yang spesifikasi tidak sampai/belum. Terdapat juga 53 critical success criteria dengan status approved dan 17 critical success criteria dengan status not approved.Kata Kunci— Proyek, Quality Metrics, Internal Control, Managed Quality, Quality Checklist
Perancangan Dashboard untuk Pengukuran Performansi Kinerja Menggunakan Metode User Centered Design pada Proyek STTF Selacau Batujajar di PT XYZ Nurwahyudin, Azzahra Putri; Puspita, Ika Arum; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-PT XYZ adalah perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi telekomunikasi. Perusahaan ini merupakan penyedia layanan jaringan telekomunikasi. PT XYZ sedang melaksanakan proyek STTF (Shit To The Front) yaitu proyek penambahan jaringan FTTH (Fiber to the Home) pada daerah yang berpotensi memiliki demand pelanggan yang tinggi. Salah satu lokasi pengerjaan proyek STTF di Selacau, Batujajar yang dilaksanakan sesuai dengan kontrak yang telah disetujui sebelumnya. Dalam pelaksanaannya mengalami penundaan yang menyebabkan terhambatnya pelaksanaan proyek. Saat ini proyek masih belum memiliki tool informasi monitoring dan controlling untuk memantau kondisi proyek, dikarenakan laporan progress proyek hanya menggunakan Microsoft Excel dan belum terdapat perhitungan kinerja proyek untuk menentukan perhitungan estimasi jadwal dan biaya, maka pada tugas akhir akan melakukan perancangan dashboard menggunakan Google Studio untuk mengukur kinerja proyek menggunakan metode User Centered Design (UCD). Pada tugas akhir ini menunjukkan keterlambatan dan biaya proyek yang dikeluarkan lebih besar dari yang direncanakan pada minggu ke-5, diperoleh hasil perhitungan nilai SPI sebesar 0.92 dan nilai CPI sebesar 0.88. Dilakukan estimasi untuk menyelesaikan proyek (EAC) dengan nilai sebesar Rp 344.548.504, nilai tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan nilai BAC sebesar Rp 310.554.290 dan memperoleh hasil estimasi penyelesaian proyek pada minggu ke-8, sehingga membutuhkan penambahan waktu satu minggu untuk menyelesaikan proyek.Kata Kunci-dashboard, google studio, earned value management, monitoring, controlling, performansi kinerja proyek
Perancangan Jadwal dan Biaya untuk Proyek Pengembangan Aplikasi Core System di PT. XYZ Menggunakan Metode Crashing Feriansyah, Shidqi Rizqullah; Pratami, Devi; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-PT. LMN merupakan perusahaan informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi PT. YXZ mempercayakan PT. LMN untuk mengerjakan proyek tahap 3 Jasa Pengembangan PT. YXZ Core System. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan perancanngan percepatan proyek sebagai acuan untuk PT. LMN dalam pembuatan proyek pengembangan core system application tahap 3 guna mengantisipasi terjadinya denda yang membengkak. Pada perancangan ini dilakukan perhitungan menggunakan metode Crashing Project dan Perhitungan Rekapitulasi Biaya Setelah Crashing Project. Metode Crashing Project dilakukan agar memperoleh Crash Duration dan Crash Cost dari suatu aktivitas proyek yang terkena lintasan ktitis. Dan analisis Perhitungan Rekapitulasi Biaya Setelah Proyek digunakan untuk memperlihatkan Direct Cost, Indirect Cost, dan Total Cost suatu proyek di setiap aktivitasnya. Percepatan jadwal ini dilakukan menggunakan dua alternatif yaitu penambahan jam kerja dan penambahan tenaga kerja. Melalui perancangan ini, dihasilkan sebuah jadwal dan biaya optimal yang dapat bermanfaat dan dapat digunakan oleh seluruh pihak yang terkait dengan proyek ini. Perancangan ini disajikan dalam bentuk Microsoft excel agar memudahkan seluruh pihak apabila ingin menggunakannya. Dengan dihasilkannya perancangan ini, proyek mengalami percepatan jadwal dari segi durasi dan sesuai dengan kontrak yang disepakati. Kata kunci-project scheduling, jadwal percepatan, critical path method, crashing project, direct cost, indirect cost.