Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pijat teknik marmet pada post partum dan produksi ASI Dewi Yustianti; Susilawati Susilawati; Dessy Hermawan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i3.1855

Abstract

The effect of marmet technique and breast milk production in postpartumBackground: Breast milk coverage in Indonesia is only 42%. This figure is clearly below the WHO target which requires coverage of breast milk up to 50%. The inability of breastfeeding mothers can be prevented by teaching appropriate techniques to expedite the release of breast milk, one of which is the technique of marmet which is a massage using two fingers that can stimulate the hormone oxytocin to produce milk.Purpose: Knowing the effect of marmet technique and breast milk production in postpartum.Methods: This type of quantitative research with quasi-experimental research designs or quasi-experimental with two groups pretest-posttest. The study population of post partum at community medical center (BPM Nurhayati, S.ST) Jati Agung Sub district, South Lampung Regency of 56 post partum mothers and 30 samples. 15 samples treated marmet technique and 15 as comparison groups. The technique sample with accidental sampling. Analysis data of univariate and bivariate t-test.Results: There was a significant difference before and after the Marmet technique shows the highest significant was after the Marmet technique because of the meanest values with a difference of 40.63 milliliters of Breast milk and t-test results 11.398 and p-value 0.000 <0.05.Conclusion: There was a significant influence before and after the technique of Marmet on breast milk Production in Post Partum.Keywords: Breast Milk Production; Marmet technique; PostpartumPendahuluan: Cakupan ASI di Indonesia hanya 42%. Angka ini jelas berada di bawah target WHO yang mewajibkan cakupan ASI hingga 50%. Ketidakmampuan ibu menyusui dapat dicegah dengan mengajarkan teknik yang sesuai untuk memperlancar pengeluaran ASI, salah satunya dengan teknik marmet yang merupakan pijitan dengan menggunakan dua jari yang dapat merangsang hormone ositosin untuk memproduksi ASI.Tujuan: Diketahui pengaruh tekhnik marmet terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu post partum.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi eksperimen atau eksperimen semu dengan two group pretest-postest. Populasi penelitian ibu post partum di BPM Nurhayati, S.ST Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 56 ibu post partum dan sampel sebanyak 30 ibu. Dimana dibagi 2 kelompok, 15 ibu dilakukan perlakuan (teknikmarmet) dan 15 ibu sebagai kelompok pembanding. Teknik sampel dengan acidental sampling. Analisa data univariat dan bivariat uji t (t-test).Hasil: Ada perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah teknik Marmet menunjukan signifikan tertinggi terdapat pada sesudah teknik Marmet karena sesudah teknik Marmet mempunyai nilai mean paling banyak dengan perbedaan sebanyak 40,63 mililiter ASI dan hasil t-test 11,398 dan nilai p-value 0,000 < 0,05.Simpulan: Ada pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah teknik marmet terhadap produksi ASI pada ibu post partum. 
Penyuluhan Tentang Fluor Albus (Keputihan) Pada Remaja Putri Di SMPN 27 Bandar Lampung Ana Mariza; Susilawati Susilawati; Ike Ate Yuviska
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.2683

Abstract

Dalam kehidupan kesehatan seorang wanita terdapat beberapa keluhan penyakit, salah satu keluhan yang amat mengganggu itu adalah fluor albus (keputihan). Fluor albus adalah cairan yang berlebihan yang keluar dari vagina. Keputihan bisa bersifat fisiologis (dalam keadaan normal) namun bisa juga bersifat patologis (karena penyakit). Tidak banyak wanita yang tahu apa itu keputihan dan terkadang menganggap enteng persoalan keputihan ini. Padahal keputihan tidak bisa dianggap enteng, karena akibat dari keputihan ini bisa sangat fatal bila lambat ditangani.Tujuan kegiatan penyuluhan ini  untuk agar remaja putri mengerti mengenai penyebab serta penanganan keputihan karena jika tidak ditangani keputihan dapat mengganggu kesehatan alat reproduksi sehingga bisa mengakibatkan kemandulan dan hamil diluar kandungan, keputihan juga bisa merupakan gejala awal dari kanker leher rahim, yang bisa berujung pada kematian. Kegiatan ini dilakukan di SMPN 27 Bandar Lampung. Kegiatan ini diawali dengan memberikan pertanyaan seputar pengetahuan remaja putri mengenai keputihan. Dilanjutkan dengan memberikan materi menggunakan power point dan memberikan leaflet. Hasil kegiatan ini adalah didapatkan peningkatan pengetahuan remaja tentang keputihan sebanyak 60%. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan kesehatan reproduksi khususnya remaja putri yang merupakan calon ibu yang kelak akan melahirkan generasi penerus bangsa ini. Kata Kunci : Penyuluhan, Remaja Putri, Fluor Albus,  ABSTRACT In a woman's health life there are several complaints of illness, one of the complaints that is very disturbing is fluor albus (leucorrhoea). Fluor albus is excessive fluid that comes out of the vagina. Leucorrhoea can be physiological (under normal circumstances) but can also be pathological (due to disease).. Not many women know what vaginal discharge is and sometimes underestimate this vaginal discharge problem. Though vaginal discharge cannot be taken lightly, because the effects of vaginal discharge can be very fatal if it is slowly handled. The purpose of this counseling activity is to make adolescent understand about the causes and treatment of vaginal discharge because if not treated vaginal discharge can interfere with reproductive health so that it can result in infertility and pregnancy outside uterine, vaginal discharge can also be an early symptom of cervical cancer, which can lead to death. This activity was carried out at SMPN 27 Bandar Lampung. This activity begins by giving questions about the knowledge of young women about vaginal discharge. Followed by giving material using power points and giving leaflets. The results of this activity are obtained an increase in adolescent knowledge about vaginal discharge as much as 60%. This activity is the first step to improve reproductive health, especially young women who are future mothers who will give birth to the next generation of this nation.Key Words : Counseling,  Adolescent, Fluor AlbusPenyuluhan Tentang Fluor Albus (Keputihan) Pada Remaja Putri Di SMPN 27 Bandar Lampung
Agar-Agar Daun Kelor Memperbanyak Asi Pada Ibu Nifas 0-3 Hari Di RSIA Santa Anna Susilawati Susilawati; Neneng Siti Lathifah; Astriana Astriana; Yuli Yantina
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3036

Abstract

Di Indonesia cakupan pemberian ASI eksklusif masih jauh dari target nasional sebesar 80%. Hasil survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2013 menunjukkan bahwa cakupan pemberian ASI eksklusif bayi 0-6 bulan hanya sebesar 42%.Daun kelor umumnya dianggap sebagai galactagogue di Asia. Galactagogue adalah zat yang dapat meningkatkan suplai air susu ibu. Daun kelor memberikan dampak positif pada pasokan ASI, lebih dari dua kali lipat produksi susu dalam banyak kasus. Karena efektivitas dan nutrisinya yang baik, bahkan konsultan laktasi merekomendasikan daun kelor untuk menginduksi laktasi. Untuk memastikan penyerapan nutrisi terbaik, curam daun kelor dalam air dan konsumsi sebagai teh. Kemudian campur teh kelor dengan kurma organik untuk membuat teh bergizi dan lebih manis. Salah satu makanan yang baik untuk dikonsumsi bagi ibu menyusui adalah kelor. Manfaat daun kelor untuk ibu menyusui diantaranya sebagai berikut memperbanyak produksi ASI,  Meningkatkan kualitas ASI, Mengurangi gangguan perut, Menjaga berat badan ibu menyusui, Menghalangi terjadinya infeksi bakteri, Meningkatkan daya tahan tubuh, Memperlancar sistem pencernaan, Menyehatkan kulit, Mencegah terjadinya diabetes, Menstabilkan emosi dan mood ibu menyusui. Kata Kunci : Daun Kelor, Produksi ASI, Ibu Nifas ABSTRACT In Indonesia, the coverage of exclusive breastfeeding is still far from the national target of 80%. The results of the 2013 Indonesian Health Demographic Survey (IDHS) show that the coverage of exclusive breastfeeding for infants 0-6 months is only 42%. Moringa leaves are generally considered a galactagogue in Asia. Galactagogue is a substance that can increase the supply of breast milk. Moringa leaves have a positive impact on breast milk supply, more than double the milk production in most cases. Due to its effectiveness and good nutrition, even lactation consultants recommend Moringa leaves to induce lactation. To ensure the best absorption of nutrients, steep moringa leaves in water and consume it as a tea. Then mix moringa tea with organic dates to make a nutritious and sweeter tea. One of the foods that are good for consumption for nursing mothers is moringa. The benefits of Moringa leaves for breastfeeding mothers include the following to increase breast milk production, improve the quality of breast milk, reduce stomach disorders, maintain the weight of nursing mothers, prevent bacterial infections, increase endurance, streamline the digestive system, nourish the skin, prevent diabetes, stabilize emotions and the mood of the nursing mother. Keywords: Moringa Leaves, Breast Milk Production, Postpartum
PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA (HIJAU) MUDA PADA IBU BERSALIN TERHADAP LAMANYA PERSALINAN KALA II DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2019 Susilawati Susilawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i3.1443

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Persalinan Lama yang tejadi tanpa komplikasi khusus, dapat ditangani dengan cara Non-farmakologis menggunakan Air Kelapa (Hijau) Muda. Selain mudah ditemukan, makanan dan minuman yang berasal dari kelapa juga cukup digemari masyarakat. Memiliki khasiat dan nilai gizi yang baik sekali. Kaya akan kalium yang dapat memulihkan stamina dengan segera. Selain mineral, air kelapa juga mengandung gula. Air kelapa (Hujau) muda yang kaya akan kandungan kalsium,  kalium,   elektrolit,   klorida   dan   magnesium  mampu meredakan nyeri dan mampu meningkatkan kontraksi uterus. Sebagai Rumah Sakit rujukan utama Provinsi Lampung, Rumah Sakit Umum Daerah  Dr . H . Abdul Moeloek diperoleh Data rekam medic tahun 2017 jumlah kejadian Persalinan Lama sebanyak 257 (14 %) dari 1895 persalinan.Tujuan : Mengetahui pengaruh Pemberian Air Kelapa (Hijau) Muda pada ibu bersalin terhadap lamanya persalinan Kala II di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.Metode : Rancangan penelitian menggunakan true eksperimen dengan pendekatan Posttest Only Control Grup Design. Pemberian Air Kelapa (Hijau) Muda diberikan pada ibu Bersalin Kala 1 Fase Aktif (Pembukaan 4 s/d 10 cm). Populasi dalam penelitian ini adalah  ibu bersalin Kala I Berjumlah 66 orang (33 Eksperimen dan 33 kontrol), dengan teknik sampling purposive Sampling. Analisis data dengan menggunakan uji T independen.Hasil : Hasil Analisis rata-rata lama persalinan Kala II pada ibu bersalin yang diberikan air kelapa (Hijau) Muda dengan lama persalinan Kala II 26,06  menit, dan rata-rata lama persalinan Kala II yang tidak diberikan Air Kelapa (Hijau) Muda dengan Lama Persalinan 53.09 menit. Hasil uji statistik didapatkan p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05) yang berarti ada pengaruh Pemberian Air Kelapa (Hijau) Muda Terhadap Lamanya Persalinan Kala II dengan beda rata – rata 27.03 menit.Kesimpulan : Ada pengaruh Pemberian Air Kelapa (Hijau) Muda Terhadap Lamanya Persalinan Kala II di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Kata Kunci : Air Kelapa (Hijau) Muda, Lama Persalinan Kala II 
EKSTRAK DAUN KATUK MEMPENGARUHI PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI Citra Erlanda; Nita Evrianasari; Susilawati Susilawati; Neneng Siti lathifah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.1765

Abstract

ABSTRACT KATUK LEAF EXTRACT AFFECTS BREAST MILK PRODUCTION IN BREASTFEEDING MOTHERS  Background Milk production which is not quite the most common factors that lead to the cessation of the practice of exclusive breastfeeding type in an attempt to increase the rate of secretion and milk production is through the use of traditional herb medicine such as leaf extract katuk S leaves katuk been shown to have a wide variety of non-pharmacological activity. And katuk contains a number of important nutrients such as protein, vitamin C, vitamin D, calcium to folic acid.The purpose of this research is  to determine the effect of giving Katuk leaf extract on breast milk production of breastfeeding mothers at Kemiling Inpatient Health Center Bandar Lampung 2021. Method research design using pre-experimental method with two group pretest – posttest approach. sampling technique with purposive sampling as many as 30 breastfeeding mothers, the results of the study were analyzed by independent t-test. This data was taken using an observation sheet in the form of a checklist for the consumption of katuk leaves extract that was consumed by the mother. This research was conducted in March-July 2021. The results of statistical tests using independent obtained p-value 0.001 <0.05, it can be concluded that there is a significant difference between giving katuk leaf extract and not giving katuk leaf extract.Conclusion The results of statistical test using independent  t-test obtained p-value 0.001 <0.05, it can be concluded that there is a significant difference between giving katuk leaves extract and not giving katuk leaves extract.Suggestion Future researchers are expected to use this research source as an additional reference. Further research on the effect of katuk leaf extract on breast milk production by adding other herbal ingredients in accordance with the prescribed dose Keywords: Katuk Leaves Extract, ASI ABSTRAK Latar Belakang Produksi ASI yang tidak cukup merupakan faktor penghambat yang paling umum menyebabkan berhentinya praktik pemberian ASI eksklusif ketik salah satu upaya meningkatkan laju sekresi dan produksi ASI adalah melalui penggunaan obat ramuan tradisional seperti ekstrak daun katuk S daun katuk telah terbukti memiliki berbagai macam aktivitas nonfarmakologi. Dan katuk mengandung sejumlah nutrisi penting seperti protein, vitamin C, vitamin D, kalsium hingga asam folat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun  Katuk Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Di Puskesmas RawatInap Kemiling Bandar Lampung 2021Metode penelitian Desain penelitian menggunakan metode Pra Eksperimental dengan pendekatan two grouppretest – posttest. teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 30 orang ibu menyusui, hasil penelitian dianalisa dengan uji independent t- test. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maretjuli 2021. Hasil uji statistik menggunakan independen didapat nilai p-value  0, 001< 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan  yang  signifik  antara pemberian ektrak daun katuk dan yang tidak diberikan ektrak daun katukKesimpulan Hasil uji statistik didapatkan nilai p< 0,05 sehingga dapat disimpulkan Ha dierima yang artinya ada pengaruh pemberian ektrak daun katuk terhadap ibu menyusui menyusui Di Puskesmas Rawat Inap Kemiling Bandar Lampung 2021. Saran untuk Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan sumber penelitian ini sebagai referensi tambahan. Penelitian lebih lanjut tentang pengaruh ekstrak daun katuk terhadapproduksi ASI dengan menambahan bahan herbal lainnya sesuai dengan dosis yang ditentukan Kata Kunci : Ekstrak Daun Katuk,ASI 
PERAN IBU DENGAN SIKAP REMAJA PUTRI MENGHADAPI MENARCHE Feni Nur&#039;aini; Susilawati Susilawati; Nurul Isnaini; Anggraini Anggraini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i1.1757

Abstract

ABSTRAK   Latar Belakang : Pubertas pada remaja putri ditandai dengan datangnya menstruasi untuk pertama kalinya yang dikenal dengan istilah menarche. Respon remaja putri saat mengalami menarche sangat bervariasi, terdapat remaja yang berespon positif tetapi mayoritas yang berespon negatif. Respon negatif yang umumnya terjadi adalah kecemasan. Rifrianti (2013), menyatakan bahwa remaja putri yang menghadapi menarche mayoritas mengalami kecemasan yaitu sebanyak 79,9%, dan hanya 20,1% remaja yang tidak merasa cemas.  Tujuan : diketahui hubungan peran ibu dengan sikap remaja putri menghadapi menarche di SDIT Muhammadiyah Gunung Terang Bandar Lampung. Metode:Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian seluruh remaja putri kelas 4, 5 dan 6 di SDIT Muhammadiyah Gunung Terang Tahun 2019 berjumlah 151, sampel sebanyak 110 orang, teknik sampling purposive sampling. Analisa data univariat dan bivariat uji chi quare test. Hasil:Didapatkan hasil sebagian besar menyatakan peran ibu positif sebanyak 67 (60,9%) dan sebagian besar remaja putri bersikap positif sebanyak 69 (62,7%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p=0,009 (< α 0,05). Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara peran ibu dengan sikap remaja putri dalam menghadapi menarche di SDIT Muhammadiyah Gunung Terang Bandar Lampung Tahun 2019. Disarankan Peran Ibu Dengan  Sikap Remaja Putri Menghadapi Menarche       115  Jurnal Kebidanan Volume 6, Nomor 1, Januari 2020 kepada ibu/orang tua untuk membekali remaja putrinya informasi tentang menarche  dan persiapan yang perlu dilakukan saat akan menghadapi menarche. Saran: Remaja putri dalam menghadapi menarche sebaiknya banyak mencari informasi tentang menarche baik dari ibu maupun dari tenaga kesehatan, media massa yang terpercaya, guru-guru di sekolah dan sumber-sumber informasi lainnya. Agar tidak panik saat menghadapi menarche dan lebih percaya diri menghadapi menarche.  Kata kunci: Menarche, peran ibu, sikap  
EFEKTIFITAS TERAPI MUSIK KLASIK LULLABY TERHADAP KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI RS. MARDI WALUYO KOTA METRO Lucia Suciati; Dainty Maternity; susilawati susilawati; Dewi Yuliasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i2.1667

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang Depresi dan kecemasan antenatal juga berdampak pada postpartum parenting stress.Kecemasan pada trimester III menyumbang 13% sampai 22% kejadian stress postpartum pada 3 sampai 6 bulan pasca melahirkan. Di Indonesia terdapat 373.000.000 ibu hamil pada tahun 2016, yang mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan sebanyak 107.000.000 orang (28,7%). Berdasarkan hasil prasurvey yang dilakukan pada bulan Januari Tahun 2019 di RS Mardi Waluyo Kota Metro terdapat 40 ibu hamil, dimana setelah peneliti melakukan wawancara dengan 10 orang ibu hamil tersebut 7 diantaranya mengatakan merasa cemas dengan kehamilannya. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui Efektifitas Terapi Musik Klasik Lullaby Terhadap Kecemasan Pada Ibu Hamil Trimester Iii Di Rs Mardi Waluyo Kota Metro Tahun 2019.Metode Jenis Penelitian Kuantitatif, rancangan penelitian metode quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil TM III yang ada di RS Mardi Waluyo Kota Metro yaitu sebanyak 40 orang rata-rata dalam satu bulan, Sampel sebanyak 30 ibu hamil. Dengan teknik sampling purposive sampling. Analisa data dengan uji T-test.Hasil penelitian menunjukan rata-rata kecemasan sebelum intervensi sebesar 29,13, rata-rata kecemasan setelah intervensi sebesar 10,83.Kesimpulan Diketahui Ada Efektifitas Terapi Musik klasik Lullaby Terhadap Kecemasan Pada Ibu Hamil Trimester III Di RS Mardi Waluyo Kota Metro Tahun 2019. Hasil uji t didapat p value0,000 <a (0,05).Saran bagi tenaga kesehatan khususnya bidan agar menganjurkan kepada ibu hamil untuk mendengarkan musik klasik lullaby sebagai salah satu alternativ menurunkan kecemasan pada ibu hamil.Kata Kunci           : Musik Klasik Lullaby, Kecemasan 
FAKTOR RESIKO IBU HAMIL PADA KEJADIAN PREEKLAMPSIA Juniar Eka Budiyani; Susilawati Susilawati; ledy Octaviani Iqmy
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i3.1720

Abstract

ABSTRACT  Background Pre eclampsia is hypertension that occurs after 20 weeks of pregnancy accompanied by proteinuria. Based on Mangunang Kotaagung's Regional General Hospital, Mangunang Kota Agung itself obtained data from 1 January 2017 to 30 April 2019, there were 84 cases of preeclampsia from 677 cases who entered the Midwifery Hospital in Batin Mangunang, Agung City.  The Purpose of the study was the relationship between the risk factors of pregnant women and the incidence of preeclampsia and eclampsia in the Batin Mangunang Hospital in the Great City of Tanggamus Regency in 2019.  MethodsThis type of research is quantitative analytical research with a cross sectional approach. This population is all pregnant women who experienced preeclampsia as many as 54 cases for cases and 54 samples for control because this study uses a comparison of cases 1: 1. the sampling technique used is total sampling. Data collection using observation sheet and data analysis used is univariate and bivariate using the chi-square test.  The results showed that the frequency distribution of non-risk age was 66 people (61.1%), non-risky parity as many as 60 people (55.6%), respondents with a history of non-risky diseases as many as 81 people (75.0%), risky education (SD, SMP) as many as 54 people (50.0%), risk antenatal care as many as 55 people (50.9%), the incidence of preeclampsia cases as many as 54 people (50%), while respondents with preeclampsia control as many as 54 people (50%),  CoclusionThere is a relationship between risk factors for pregnant women based on age pvalue = 0.001, parity pvalue = 0.012 and antenatal service pvalue = 0.007 with the incidence of pre eclampsia, there is no relationship between risk factors for pregnant women based on maternal education p value = 0.847 and history of chronic disease 182, with the incidence of pre-eclampsia. Suggestion Can be used as knowledge, information, and references in subsequent studies related to factors related to the incidence of preeclampsia in labor by adding different variables and adding the number of samples with primary data.  Keywords: risk factors for preeclamptic events  ABSTRAK   Latar Belakang Pre eklampsia adalah hipertensi yang timbul setelah 20 minggu kehamilan disertai dengan proteinuria. Data Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang Kota Agung Periode 1 Januari 2017 sampai dengan 30 April 2019 terdapat  84 pasien dengan kasus preeklampsia dari 677 kasus yang masuk ke Ruang Kebidanan RSUD Batin Mangunang Kota Agung.  Tujuan penelitian untuk mengetahui  hubungan Antara Faktor Resiko Ibu Hamil dengan kejadian preeklamsi dan eklamsia Di RSUD Batin Mangunang  Kota Agung Kabupaten Tanggamus Tahun 2019.  Metode Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi ini adalah semua ibu hamil yang mengalami preeklampsi sebanyak 54 kasus untuk kasus dan 54 sampel untuk kontrol karena penelitian ini menggunakan perbandingan kasus 1:1.teknik sampling yang digunakan total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi dan analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa Distribusi frekuensi usia tidak berisiko sebanyak 66 orang (61,1%), paritas yang tidak berisiko sebanyak 60 orang (55.6%), responden dengan riwayat penyakit yang tidak berisiko sebanyak 81 orang (75,0%), pendidikan berisisiko (SD, SMP) sebanyak 54 orang (50.0%), pelayanan antenatal berisiko sebanyak 55 orang (50,9%), kejadian preeklampsia kasus sebanyak 54 orang (50%), sedangkan responden dengan preeklampsia kontrol sebanyak 54 orang (50%),  Kesimpulan Ada hubungan antara Faktor resiko ibu hamil berdasarkan umur pvalue = 0,001, paritas pvalue = 0,012 dan pelayanan antenatal pvalue= 0,007 dengan Kejadian pre eklamsia, tidak ada hubungan antara Faktor resiko ibu hamil berdasarkan pendidikan ibu pvalue = 0,847 dan riwayat Penyakit kronik pada ibu  pvalue = 182, dengan Kejadian pre eklamsia.  Saran Dapat dijadikan sebagai pengetahuan, informasi, dan referensi dalam penelitian selanjutnya terkait faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia pada persalinan dengan menambahkan varibel yang berbeda dan menambahkan jumlah sampel dengan data primer.  Kata Kunci : Faktor Risiko kejadian preeklampsi  
PENGARUH KONSUMSI SAYUR JANTUNG PISANG TERHADAP KECUKUPAN ASI IBU Suharman1),Rostina2),Lolita Sary3),Susilawati4) Suharman Suharman; Rostina Rostina; Lolita Sary; Susilawati Susilawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i1.1780

Abstract

ABSTRACT INFLUENCE OF BANANA HEART VEGETABLE CONSUMPTION ON ASI BREASTFEEDING ASI ADMINISTRATION  Background By comparing 5 health centers with the lowest ASI coverage, namely Gedong Tataan Health Center 26.27%, Pedada Health Center 29.58%, Padang Cermin Health Center 33.33%, Kalirejo Health Center 36.11, and Kedondong Health Center 37.03%. The heart of a banana is a type of plant that contains laktagogum has the potential to stimulate the hormone oxytocin and prolactin such as alkaloids, polyphenols, steroids, flavonoids and other substances most effective in increasing and facilitating the production of breast milk.The purpose of the study was to know the effect of vegetable consumption of banana heart on the smooth breastfeeding of breastfeeding mothers in the Kalirejo Pesawaran Community Health Center Working Area in 2019.Methods This quantitative study used, experimental quasy method with one group pretest - posttest design approach. Population and sample were 30 people, purposive sampling sampling technique. Data analysis using univariate and bivariate, with t-test statistical test. The study was conducted for 1 week.Result Smooth breastfeeding before being given banana heart vegetables in nursing mothers in the Kalirejo Puskesmas Working Area is offered to 17 breastfeeding mothers, with a mean of 5.00, standard deviation of 0.935, error standard 0.227 and min-max 4-7. After being given a banana heart vegetable with a mean of 7.65 standard deviation of 0.606, the error standard was 0.147 and the min-max value was 7-8. The test-dependent statistical test results obtained a p-value of 0.000 (α <0.05)Conclusion there is an influence of vegetable consumption of banana heart on the adequacy of breastfeeding mothers in the Pesawaran Kalirejo Community Health Center Working Area in 2019.Suggestion It is expected that nursing mothers can use vegetable banana heart 200gr / day as a non-pharmacological alternative to facilitate milk production Keywords : Banana Heart Vegetables, Breastfeeding Sufficiency, Breastfeeding Mothers ABSTRAK Latar Belakang Dengan membandingkan 5 puskesmas dengan cakupan ASI terendah, yaitu puskesmas Gedong Tataan 26,27%, Puskesmas Pedada 29,58%, Puskesmas Padang Cermin 33,33%, Puskesmas Kalirejo 36,11, dan Puskesmas Kedondong 37,03%. Jantung pisang merupakan jenis tanaman yang mengandung laktagogum memiliki potensi dalam menstimulasi hormon oksitosin dan prolaktin seperti alkaloid, polifenol, steroid, flavonoid dan substansi lainnya paling efektif dalam meningkatkan dan memperlancar produksi ASI. Tujuan penelitian Diketahui pengaruh konsumsi sayur jantung pisang terhadap kelancaran ASI ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Pesawaran Tahun 2019.Metode Jenis penelitian kuantitatif, metode quasy eksperimental dengan pendekatan one group pretest – posttest design. Populasi dan sampel sebanyak 30 orang, teknik sampling purposive sampling. Analisa data menggunakan univariat dan bivariate, dengan uji statistik t-tes. Penelitian dilakukan selama 1 minggu.Hasil Kelancaran ASI sebelum diberi sayur jantung pisang pada Ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Pesawaran terhadap 17 orang ibu menyusui, dengan mean 5,00, standar deviasi 0,935, standar eror 0,227 dan nilai min-max 4-7. Setelah diberi sayur jantung pisang dengan mean 7,65 standar deviasi 0,606, standar eror 0,147 dan nilai min-max 7-8. Hasil uji statistik menggunakan tes-dependen didapat nilai p-value 0.000 (α<0.05)Kesimpulan terdapat pengaruh konsumsi sayur jantung pisang terhadap kecukupan ASI Ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Pesawaran Tahun 2019.Saran diharapkan untuk ibu menyusui agar dapat memanfaatkan sayur jantung pisang 200gr/ hari sebagai alternatif non farmakologi untuk memperlancar produksi ASI Kata Kunci           : Sayur Jantung Pisang, Kecukupan ASI, Ibu Menyusui
Factors Related To Compliance With Pregnant Women Consuming Fe Tablet Dewi Astuti; Anggraini Anggraini; Susilawati Susilawati; Nita Ervianasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i3.5043

Abstract

ABSTRACT: THE FACTORS CONCERNING ADHERENCE OF PREGNANT WOMEN TAKING  FE TABLETS AT TULANG BAWANG I HEALTH CENTER IN 2021 Background : Anemia in pregnancy is a national problem because it reflects the value of the community socio-economic welfare, and has a significant influence on the quality of human resources. Based on the Baseline Health Research (Riskesdas) report (2018), the proportion of anemia has increased by 11.8% compared to 2013 report. The results of Baseline Health Research in 2018 show that in Indonesia the incidence of anemia in pregnant women was 48.9%. This number has increased in comparison with the Baseline Health Research data in 2013 amounted to 37.1% and 14.0% in 2007. Objectife : The purpose of the study was to determine the factors concerning adherence of pregnant women taking Fe tablets at Tulang Bawang 1 Health Center in 2021.Methods : This study method was quantitative using an analytical survey. The population in this study were pregnant women in their second and third trimester registered at the TulangBawang I Health Center who experienced anemia amounting to 54 respondents as of July 16, 2021. The sampling technique used in this study was the Accidental Sampling. The sample size in this study was 54 respondents.Results and Conclusion : The results showed that there was a significant relationship among knowledge (p value: 0.01, OR 1.72), education background (p value: 0.008), and attitude (p value 0.77) with the adherence of pregnant women to take Fe tablets at the TulangBawang I Health Center in 2021. There was no relationship between family support (P value: 0 ,59) with the adherence of pregnant women to take Fe tablets at the TulangBawang I Health Center in 2021. Suggestions for respondents are that pregnant women are expected to add more insight to seek information from both health workers and the mass media and routinely attend classes for pregnant women so that they understand more about the importance of taking tablets Fe.Keywords: Knowledge, education, attitude, family support, Adherenceof Taking  FE tablet pregnant women ABSTRAKLatar Belakang : Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat, dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan laporan Riskesdas (2018), proporsi anemia mengalami peningkatan sebanyak 11,8% dari tahun 2013. Hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukan bahwa di Indonesia kejadian anemia pada ibu hamil sebesar 48,9% ibu. Hal ini mengalami peningkatan jumlah dimana pada data  Riskesdas tahun 2013 hanya berjumlah 37,1 % dan 14,0% pada tahun 2007.Tujuan : Tujuan penelitian ini diketahui  Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Ibu hamil mengkonsumsi Tablet Fe di Puskesmas Tulang Bawang 1 Tahun 2021.Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan survey analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu hamil TM II dan TM III  di Puskesmas Tulang Bawang I yang mengalami anemia berjumlah 54 responden per tanggal 16 Juli 2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Besarnya sampel dalam penelitian ini 54 responden.Hasil dan Kesimpulan : Hasil penelitian didapatkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value: 0,01, OR 1,72), pendidikan (p value : 0,008), sikap ( p value 0,77) dan tidak ada hubungan dukungan  keluarga ( P value : 0,59) dengan kepatuhan  ibu hamil mengkonsumsi tablet  Fe di Puskesmas Tulang Bawang I Tahun 2021. Saran bagi responden  diharapkan  ibu menambah wawasan  lebih banyak mencari informasi baik dari tenaga kesehatan maupun media massa dan rutin mengikuti kelas ibu hamil agar ibu lebih memahami tentang pentingnya mengkonsumsi tablet Fe. Kata Kunci : Pengetahuan, pendidikan, sikap, dukungan keluarga, kepatuhan konsumsi tablet FE ibu hamil