Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Turmeric Tamarind Tonic Effect On Dysmenorrhea In Premarital Women Eni Farida; Sunarsih Sunarsih; Ledy Octaviani Iqmy; Susilawati Susilawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i4.7748

Abstract

Latar Belakang: Dismenore merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling banyak diderita oleh wanita berbagai usia, dialami oleh 30-50% wanita usia subur, dan 10-15% diantaranya kehilangan kesempatan kerja dan mengganggu aktivitas belajar di sekolah dan kehidupan keluarga. . Beberapa cara dapat meredakan gejala nyeri haid, salah satunya dengan menggunakan produk herbal yang biasa dikonsumsi dan familiar di masyarakat, yaitu tonikum kunyit asam.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tonikum kunyit asam pada wanita pranikah dengan dismenore di wilayah kerja Puskesmas Makartitama Kecamatan Gedung Aji Baru Kabupaten Tulang Bawang.Jenis penelitian: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah 38 responden yang mengalami dismenore, dengan sampel diambil sebanyak 30 responden secara purposive sampling. Variabel penelitian ini adalah tonikum kunyit asam dan dismenore. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Makartitama, Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulang Bawang, pada tanggal 15 Maret sampai dengan 15 Juli 2022. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, sedangkan analisis dilakukan secara univariat dan bivariat (Wilcoxon uji).Hasil: Diketahui rerata dismenore pada wanita pranikah adalah 5,4 sebelum diberikan tonikum kunyit asam dan 2,9 setelah diberikan tonikum kunyit asam.Kesimpulan: Tonik asam kunyit berpengaruh pada wanita pranikah dengan dismenore di wilayah kerja Puskesmas Makartitama Kecamatan Gedung Aji Baru Kabupaten Tulang Bawang (p-value = 0,000).Rekomendasi: Disarankan kepada wanita pranikah dapat mengkonsumsi tonikum kunyit asam sebagai terapi komplementer dalam mengurangi dismenore. Kata kunci: Dismenore, Tonik Asam Kunyit, Wanita Pranikah  ABSTRACT Background: Dysmenorrhea is one of the most common gynecological problems suffered by women of various ages, experienced by 30-50% of women of reproductive age, and 10-15% of them lose job opportunities and interfere with learning activities at school and family life. Several ways can relieve the symptoms of menstrual pain, one of which is by using herbal products commonly consumed and familiar to the community, i.e., turmeric tamarind tonic.Purpose: This study aims to determine the effect of turmeric tamarind tonic on premarital women with dysmenorrhea in Puskesmas Makartitama working area, Gedung Aji Baru Sub-district, Tulang Bawang Regency.Research type: This quantitative research used a quasi-experimental research design. The population of this study was 38 respondents who experienced dysmenorrhea, with samples taken from as many as 30 respondents by purposive sampling. This study’s variables were turmeric tamarind tonic and dysmenorrhea. This research was conducted in Puskesmas Makartitama working area, Gedung Aji Baru Sub-district, Tulang Bawang Regency, from March 15 to July 15, 2022. The data were collected using observation sheets, while the analysis was carried out by univariate and bivariate (Wilcoxon test).Results: It was revealed that the mean dysmenorrhea in premarital women was 5.4 before being given turmeric tamarind tonic and 2.9 after being given turmeric tamarind tonic.Conclusion: Turmeric tamarind tonic affects premarital women with dysmenorrhea in Puskesmas Makartitama working area, Gedung Aji Baru Sub-district, Tulang Bawang Regency (p-value = 0.000).Recommendation: It is suggested that premarital women can consume turmeric tamarind tonic as a complementary therapy in reducing dysmenorrhea. Keywords: Dysmenorrhea, Premarital Women, Turmeric Tamarind Tonic
Inovasi gardu bumita (Gerakan Peduli Ibu Hamil Tanpa Anemia) dengan konsumsi jus bayam merah dan madu Susilawati susilawati; Astriana Astriana
Jurnal Perak Malahayati Vol 4, No 2 (2022): Vol 4 No 2 November 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v4i2.8469

Abstract

Anemia adalah suatu keadaan yang mana kadar hemoglobin (Hb) dalam tubuh dibawah nilai normal sesuai kelompok orang tertentu (Irianto, 2014). Pada ibu hamil dikatakan  Anemia jika kadar hemoglobin (Hb) <11 g/dl. Ibu hamil dengan anemia berdampak buruk bagi ibu maupun janin. dampak buruk terhadap ibu hamil yaitu proses persalinan yang membutuhkan waktu lama dan mengakibatkan perdarahan serta syok akibat kontraksi. Dampak buruk pada janin yaitu terjadinya prematur, bayi lahir berat badan rendah, kecacatan bahkan kematian bayi . Data dari World Health Organization (WHO) 2010, secara global prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia adalah sebesar 41,8%. Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia meningkat dibandingkan dengan 2013, pada tahun 2013 sebanyak 37,1% ibu hamil anemia sedangkan pada tahun 2018 meningkat menjadi 48,9%. Di Kelurahan Kebon Jeruk terdapat 39,29% ibu hamil dengan anemia ringan. Jus bayam merah dan madu merupakan pengobatan alternatif pada ibu hamil untuk mencegah anemia karena dapat meningkatkan kadar hemoglobin.Kegiatan dimulai dengan terlebih dahulu memberikan soal pre test guna menggali pemahaman ibu hamil tentang manfaat jus bayam merah dan madu untuk mencegah anemia. Selanjutnya memberikan edukasi/penyuluhan dan demonstrasi cara pembuatan jus bayam merah yang ditujukan kepada ibu hamil selama 50 menit dan selanjutnya melakukan evaluasi terhadap pemahaman ibu hamil setelah diberikan penyuluhan dengan memberikan soal post test. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan edukasi akan manfaat dari konsumsi jus bayam merah dan madu. Diharapkan kader dapat melaksanakan dan melanjutkan kegiatan penyuluhan tentang pencegahan anemia pada ibu hamil dengan pemanfaatan jus bayam merah dan madu. Kata Kunci : IBU HAMIL,ANEMIA,MADU
Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Dismenorea Primer Guardiany Juliana Lubis; Ike Ate Yuviska; Susilawati Susilawati
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dismenorea adalah nyeri sewaktu haid, Prevalensi wanita yang mengalami dismenorea di Indonesia diperkirakan 55%. Prevalensi dismenorea mencapai 59,7%. Dari mereka yang mengeluh nyeri, 12% berat, 37% sedang, dan 49% ringan. di kota Bandar Lampung  dismenorea dialami wanita, yaitu sebesar 64,9%.Tujuan: Mengetahui Faktor- Faktor yang Berhubungan Dengan Terjadinya Desminorea Primer  pada Remaja Putri di Madrasah Aliyah Darul Ma'arif Natar Lampung Selatan Tahun 2020.Metode: Jenis penelitian kuantitatif pendekatan cros sectional. Penelitian telah dilakukan bulan Agustus. populasi 195 sampel sebanyak 132. Pengambilan sampel secara purposive sampling. variabel independen  adalah stres, status gizi, usia menarche dan penyakit menahun. Variabel dependen adalah dismenore. Pengumpulan data dengan kuesioner. Dengan menggunakan analisa univariat dan bivariate (Chi Square).Hasil: Hasil penelitian diketahui distribusi frekuensi dismenorea primer  sebanyak  71 (53,8%) pada Remaja,  Stres sebanyak  68 (51,5%), status gizi sebanyak 74 (56,1%) baik, usia menarce ≤ 12 tahun sebanyak 73 (55,3%), Penyakit menahun tidak ada sebanyak 115 (87,1%)  dan Putri di Madrasah Aliyah Darul Ma'arif Natar Lampung Selatan Tahun 2020. Ada Hubungan  stres  (p-value = 15,4; OR ), Ada Hubungan  status gizi (p-value = 0,001; OR 3,5 ), usia menarche   (p-value = 0,000; OR 4,3 ) dan hubungan  penyakit menahun  (p-value = 0,005; OR 7,9 ) dengan kejadian dismenorea primer.Kesimpulan: Terdapat  Hubungan  stress, status gizi, usia menarche   dan penyakit dengan kejadian dismenorea  pada Remaja Putri di Madrasah Aliyah Darul Ma'arif Natar Lampung Selatan Tahun 2020.Saran: Remaja putri untuk melakukan olahraga yang rutin minimal 3 kali seminggu seperti lari, jogging, bersepeda, berenang dan olahraga lainnya untuk meningkatkan hormon endorphinKata Kunci :Desminorea, Penyakit menahun, Remaja, Status gizi, Usia menarce Background: Dysmenorrhea is a pain during period, the prevalence of women who get dysmenorrhea in Indonesia about 55%. The prevalence of dysmenorrhea reaches 59.7%. Of those who complain the pain, 12% severe, 37% medium, and 49% mild. In the city of Bandar Lampung, women experience dysmenorrhea, which is 64.9%.Pourpuse: The aim is to know the factors associated with the occurrence of primary dysmenorrhea female adolescents at Madrasah Aliyah Darul Ma'arif Natar, South Lampung in 2020.Metods:  Quantitative research with cross sectional approach The research was conducted in August. population 195 samples of 132. Sampling was purposive sampling. While the objects in this study were dysmenorrhea, stress, nutritional status, age of menarche and chronic disease. Data collection by questionnaire. By using univariate and bivariate analysis (Chi Square).Result: The results showed that the frequency distribution of dysmenorrhea was 71 (53.8%) in adolescents, stress was 68 (51.5%), nutritional status was 74 (56.1%) good, age of menarce ≤ 12 years was 73 (55.3 %), There are no chronic diseases as many as 115 (87.1%) and girls at Madrasah Aliyah Darul Ma'arif Natar, South Lampung in 2020. There is a relationship with stress (p-value = 15.4; OR), there is a relationship between nutritional status ( p-value = 0.001; OR 3.5), age of menarche (p-value = 0.000; OR 4.3) and the relationship of chronic disease (p-value = 0.005; OR 7.9) with the incidence of dysmenorrhea primary.Conclusion: There is a relationship with stress (p-value = 15.4; OR), there is a relationship between nutritional status ( p-value = 0.001; OR 3.5), age of menarche (p-value = 0.000; OR 4.3) and the relationship of chronic disease (p-value = 0.005; OR 7.9) with the incidence of dysmenorrhea primary in young women in Madrasah Aliyah Darul Ma'arif Natar Lampung Selatan in 2020.Suggestion: It is recommended that young women do routine sports at least 3 times a week such as running, jogging, cycling, swimming and other sports to increase endorphin hormonesKeywords :Adolescence,Age of menarce Dysmenorrhea, Chronic disease, Nutritional status
Relationship Of Nutritional Status To The Development Of Toddlers Maryati Maryati; Nita Evrianasari; Susilawati Susilawati; Nurul Isnaini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i1.7817

Abstract

Upaya pemantauan kesehatan sedini mungkin terhadap anak dilakukan sejak anak masih dalam kandungan sampai dia berusia 5 tahun, dengan tujuan agar anak mampu melangsungkan kehidupannya dengan baik sekaligus meningkatkan kualitas hidup guna mencapai tumbuh kembang yang optimal. Proporsi status gizi sangat pendek dan pendek pada balita di Indonesia yaitu 30,8%, demikian juga dengan proporsi status gizi buruk dan gizi kurang yaitu 17,7%. Untuk mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan balita di Posyandu Sukaraja Tiga.Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian yaitu penelitian analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini 255 balita dan sampel sebanyak 156 responden balita dengan tekhnik pengambilan sample quota random sampling untuk posyandu di desa Sukaraja Tiga. Instrumen pengumpulan data adalah lembar KPSP, timbangan dan Infantometer. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate (chi-square).Penelitian menunjukan p value sebesar 0,023 (p<α =0,05), yang berarti bahwa terdapat hubungan signifikan antara status gizi dan skor KPSP balita usia 1-5 tahun di posyandu desa Sukaraja Tiga. Hasil penellitian menunjukan bahwan dari 156 balita yang periksa KPSP, ada 56 balita (65,1%) mempunyai KPSP “sesuai”, 15 (38,5%) balita dengan nilai “Meragukan”, dan nilai KPSP “Penyimpangan” yaitu 17 (54,8%) balita dengan status gizi normal. Semakin baik gizi balita maka perkembangan balita pun semakin baik. Diharapkan orang tua lebih meningkatkan wawasan tentang gizi dan perkembangan anak sesuai usianya. Kata Kunci : Balita, Perkembangan, Status Gizi, Wasting ABSTRACT Background : Efforts to monitor the health of children as early as possible are carried out from the time the child is still in the womb until he is 5 years old, with the aim that the child is able to live a good life while at the same time improving the quality of life in order to achieve optimal growth and development. The proportion of very stunted and short nutritional status in toddlers in Indonesia is 30.8%, so is the proportion of poor nutritional status and undernutrition which is 17.7%. Objective: To determine the relationship between nutritional status and toddler development at Posyandu Sukaraja Tiga Methods : This research is a quantitative research. The research design is observational analytic research with a cross sectional approach. The population in this study were 255 toddlers and a sample of 156 respondents. sampling technique with quota random sampling. Data collection instruments are KPSP sheet, scales and Infantometer. Data analysis used univariate and bivariate (chi-square) analysis.The research results showed a p value of 0.023 (p <α = 0.05), which means that there is a significant relationship between nutritional status and KPSP scores of toddlers aged 1-5 years. The research results showed that out of 88 toddlers with normal nutritional status, 56 toddlers (65.1%) had "appropriate" KPSP, 15 (38.5%) toddlers with a "Doubtful" value, and 17 (54.8%) toddlers with "Directations". The better the nutrition of toddlers, the better the development of toddlers. It is expected that parents will increase their knowledge about nutrition and child development according to their age.. Keywords : Growth, Nutritional Status, Toddler, wasting 
The Relationship Of Knowledge And Attitudes In Dealing With Menopause In Women Aged 40-45 Years Selmi Rita Adelina; Susilawati Susilawati; Vida Wira Utami; Dewi Yuliasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i2.7827

Abstract

Latar Belakang Kesehatan masyarakat tidak hanya ditunjukkan oleh angka kesakitan, angka kematian, peningkatan status gizi, tetapi juga ditunjukkan oleh peningkatan Angka Harapan Hidup (UHH). Menurut World Health Organization (WHO), diperkirakan pada tahun 2025 jumlah wanita lanjut usia akan meningkat dari 107 juta menjadi 373 juta.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan sikap dalam menghadapi menopause pada wanita usia 40-45 tahunMetode Jenis penelitian kuantitatif, dengan survei analitik dengan rancangan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2022 di Desa Putra Lempuyang Kecamatan Way Pengubuan Kabupaten Lampung Tengah. Sampel adalah ibu usia 40-45 tahun yang tidak mengalami menopause selama 12 bulan terakhir atau sedang dalam masa pra menopause dengan jumlah populasi 189 dan jumlah sampel 43 responden.Hasil Pengetahuan baik dengan sikap positif 3 (7,0%) responden, sikap positif 16 (37,2%) responden. Pengetahuan kurang baik dengan sikap positif sebanyak 12 (27,9%) responden, dan sikap negatif sebanyak 12 (27,9%) responden. Jumlah sikap positif sebanyak 15 (34,9%) responden dan sikap negatif sebanyak 28 (65,1%) responden.Kesimpulannya adalah ada hubungan pengetahuan ibu dengan sikap menghadapi menopause pada wanita usia 40-45 tahun di Desa Putra Lempuyang Kecamatan Way Pengubuan Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2022.Saran Bagi Responden Dengan dilakukannya penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber pengetahuan responden tentang masalah dan sikap mengenai kejadian menopause pada usia 40-45 tahun dan diharapkan responden dapat mengetahui informasi yang akurat tentang masalah dalam menopause dini untuk menghindari ketidaksiapan dalam menghadapi menopause. Kata kunci: Menopause, Pengetahuan,Sikap ABSTRACT Background The one thing about public health is not only indicated by the morbidity rate, mortality rate, improving nutritional status, but also shown by the increase in Life Expectancy (UHH). According to the World Health Organization (WHO), it is estimated that by 2025 the number of women who are old will increase from 107 million to 373 million.The purpose of this study is to determine knowledge and attitudes in the face of menopause in women aged 40-45 yearsMethods Type of quantifiable research research, with analytical surveys with Cross Sectional design. This research was conducted in July 2022 at The Putra Lempuyang Village, Way Pengubuan District, Central Lampung Regency. The sample was mothers aged 40-45 years who had not experienced menopause for the past 12 months or were in pre-menopausal stage problems with a population of 189 and a sample number of 43 respondents.Result Good knowledge with a positive attitude 3 (7.0%) respondents, a positive attitude 16 (37.2%) respondents. Poor knowledge with a positive attitude of 12 (27.9%) respondents, and a negative attitude of 12 (27.9%) respondents. Total positive attitudes were 15 (34.9%) respondents and negative attitudes were 28 (65.1%) respondents.The conclusion is that there is a relationship between maternal knowledge and attitudes towards facing menopause in women aged 40-45 years in Putra Lempuyang Village, Way Pengubuan District, Central Lampung Regency in 2022.Suggestion For RespondentsBy doing this research, it can be used as a source of respondent's knowledge about problems and attitudes regarding the incidence of menopause at the age of 40-45 years and it is hoped that respondents will be able to find accurate information about problems in early menopause to avoid unpreparedness in dealing with menopause. Keywords: menopause, knowledge, attitude
Pemberian Teh Hijau Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Pada Pra Lansia (45-59 Tahun) Roli Yantina; Susilawati Susilawati; Suharman Suharman
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/anjani.v3i1.746

Abstract

Mempersiapkan Pra Lansia  untuk menyongsong masa tua dengan tangguh dan produktif perlu dilakukan. Salah satu kondisi gangguan kesehatan pada lansia adalah Hiperkolesterolemia. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh  Pemberian Teh Hijau Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Pada Pra Lansia (45-59 Tahun).Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan one group pre test-post test design. Populasi adalah 143, Sampel yang digunakan adalah total populasi yang memenuhi kriteria inkusi  sehingga didapatkan sampel 90 orang. Cara pengambilan sampel secara cara purposive sampling kemudian dianalisis dengan uji T.Hasil: Kadar kolesterol sebelum pemberian teh hijau pada lansia awal terendah adalah 200 mg/dl, tertinggi 341 mg/dl dengan nilai range 141, rata-rata kadar kolesterol sebelum pemberian teh hijau adalah 257,6 mg/dl. Kadar kolesterol sesudah pemberian teh hijau pada lansia awal terendah adalah 104 mg/dl, tertinggi 321 mg/dl dengan nilai range 217, rata-rata kadar kolesterol sesudah pemberian teh hijau adalah 235,5 mg/dl. Pemberian Teh hijau dapat menurunkan kadar kolesterol sebesar 22,15  mg/dl yaitu dari 257,66 (sebelum pemberian teh hijau) turun menjadi  235,51 mg/dl (sesudah pemberian teh hijau). Hasil uji T berpasangan  diperoleh p value =0,000  artinya secara statistik ada pengaruh yang signifikan kadar kolesterol antara sebelum dan sesudah pemberian teh hijau. Saran: hasil penelitian ini sebagai bahan edukasi kepada masyarakat sebagai salah satu upaya upaya pemeliharaan kesehatan mandiri yang dapat dilakukan pra lansia dirumah adalah dengan konsumsi teh hijau untuk upaya menurunkan kadar kolesterol. Hendaknya desa khususnya posyandu lansia difasilitasi dengan media promosi kesehatan seperti poster atau banner terkait bahayanya kadar  kolesterol yang berlebih pada seorang pra lansia. ABSTRACTIntroduction: Preparing Pre-Elderly stage in order to be tough and productive in the old age should be done. One of health problems faced by elder people is hypercholesterolemia. The objective of the study was to identify the green tea effect on cholesterol decrease of pre-elderly people (45 – 59 years old) at Pejambon Village of Negeri Katon Sub-District of Pesawaran Regency in 2020.Method: A quantitative study with one group pretest posttest design. Population consisted of 143 people, and 90 samples. The sampling technique was purposive sampling and analyzed through T Test.Result: The result of the study found that before green tea treatment on pre elderly lowest cholesterol count 200 mg/dl while the highest was 341 mg/dl, range score was 141 mg/dl and mean score was 257,6 mg/dl. After green tea treatment on pre elderly, lowest cholesterol was 104 mg/dL while the highest was 321 mg/dL,  range score 217 mg/dl and mean score 235,5 mg/dl. Green tea treatment to pre-elderly may decrease cholesterol count to be 22,15 mg/dl; from 257,66 (before treatment) to be 235,51 mg/dl (after treatment). The paired T test resulted p value = 0.000 which indicated that there was a significant effect on cholesterol decrease and green tea treatment.  Suggestion: result of the study as recommendation for  pre elderly to reduce their cholesterol by drinking green tea. Local government should facilitate “Posyandu Lansia” with health promotion media such as poster or banner related to result of high cholesterol of pre elderly.
The Effect of Health Education on Knowledge Adolescent Girl About Early Marriage Tria Adinda; Susilawati susilawati; Yuli Yantina; Riyanti Riyanti
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i11.11455

Abstract

ABSTRACT There were 21 cases of marriage dispensation submitted to the Tanggamus Religious Court. The purpose of this research is to determine the effect of health education on adolescent girl’s knowledge about early marriage. The research used was quantitative with pre-experimental research, with a one-group pretest-posttest design. The sample technique uses proportional random sampling. The research was conducted from February to May on 85 respondents using a questionnaire which was then analyzed and presented in the form of a distribution table on characteristics and knowledge. The mean score of knowledge of adolescent girl about early marriage before health education was 72.36±13.88. While the mean score of knowledge after health education is 88.90± 8.83. Research found that there was an effect of health education on increasing knowledge of adolescent girl about early marriage.There is an effect of health education on increasing knowledge of adolescent girl about early marriage. It is hoped that State Senior High School 1 Kota Agung can take advantage of the animated video that has been provided by the School Health Effort staff and can educate students about early marriage. Keywords: Knowledge, Early Marriage, Adolescent Girl
The Effect Of Giving Lavender Aromatherapy On Insomnia In Perimenopause Women Maida Nurahmah; Susilawati Susilawati; Ana Mariza; Suharman Suharman
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i3.7856

Abstract

Pendahuluan : Menurut National Foundation tahun 2015, wanita lebih banyak mengalami insomnia dibandingkan pria, 57% wanita mengalami tanda gejala insomnia beberapa kali dalam seminggu. Angka kejadian insomnia meningkat lebih cepat pada ibu yang berusia di atas 40 tahun. Sekitar 40% wanita usia 40-54 tahun mengeluhkan insomnia, hanya 20% pria pada kelompok usia yang sama yang mengeluhkan insomnia.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh aromaterapi lavender terhadap insomnia pada wanita perimenopause.Metode : Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Sampel diambil sebanyak 30 responden dengan teknik purposive sampling dan menggunakan kuesioner KSBPJ-IRS. Analisis data univariat dan bivariat.Hasil: Hasil penelitian sebelum pemberian aromaterapi lavender didapatkan skor rata-rata 18,30 dan setelah pemberian aromaterapi lavender skor rata-rata 13,53 dengan hasil uji statistik p value 0,000 < 0,05 yang berarti responden mengalami penurunan tingkat insomnia.Simpulan: Hasil p value 0,000 < p (0,05) artinya H0 ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan pemberian aromaterapi lavender terhadap tingkat insomnia.Saran : Untuk wanita perimenopause dianjurkan menggunakan aromaterapi lavender sebanyak 4-5 tetes agar dapat menurunkan tingkat insomnia. Kata Kunci : Aromaterapi Lavender,Perimenopause,Insomnia ABSTRACT Introduction : According to the National Foundation in 2015, women experience insomnia more than men, 57% of women experience signs of insomnia symptoms several times a week. The incidence of insomnia increases more rapidly in mothers over the age of 40 years. About 40% of women aged 40-54 years complain of insomnia, only 20% of men in the same age group complain of insomnia.The purpose of this study was to analyze the effect of lavender aromatherapy on insomnia in perimenopausal women.Methods  This type of research uses quantitative research with a quasi-experimental research design with one group pretest-posttest design. Samples were taken as many as 30 respondents with purposive sampling technique and using the KSBPJ-IRS questionnaire. Univariate and bivariate data analysis.Results: The results of the study before giving lavender aromatherapy got an average score of 18.30 and after giving lavender aromatherapy an average score of 13.53 with statistical test results p value 0.000 <0.05, which means that respondents experienced a decrease in insomnia levels.Conclusion: The results of p value 0.000 < p (0.05) means that H0 is rejected and Ha is accepted, which means that there is a significant effect on giving lavender aromatherapy to the level of insomnia.Suggestion: For perimenopausal women it is recommended to use lavender aromatherapy as much as 4-5 drops in order to reduce the level of insomnia. Keyword : Perimenopause, Insomnia, Lavender Aromatherapy