Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Environmental Health Risk Assessment of Particulate Matter (PM2.5) and Worker Characteristics on Lung Function of Tropodo Tofu Factory Workers in Sidoarjo Rezki Amalia Santoso; Pratiwi Hermiyanti; Sri Anggraeni; Rachmaniyah; Anggya Rahayu Edi
Public Health Research Development Vol. 2 No. 2 (2025): Public Health Research Development
Publisher : Indonesian Association Environmental Health of West Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/phrd.v2i2.38

Abstract

In conclusion, workers at the Tropodo tofu factory are exposed to high levels of PM2.5, which may contribute to decreased lung function, particularly among older workers. Continuous air quality monitoring and engineering control measures are recommended to reduce occupational exposure and protect worker health.The tofu industry is a sector that potentially generates fine particulate matter (PM2.5) pollution, which can reduce workers’ lung function. Exposure to PM2.5 in the workplace is a significant issue due to its direct impact on respiratory health. This study aims to analyze the risk of PM2.5 exposure and worker characteristics on lung function at the Tropodo Tofu Factory, Sidoarjo. This research used an analytical observational design with a cross-sectional approach involving 20 workers selected based on inclusion criteria. PM2.5 concentrations were measured using a Dust Particle Counter TC-8200 PM2.5, while lung function was tested using spirometry and questionnaires on smoking habits and age. Data were analyzed using univariate and correlation analyses. The results showed an average PM2.5 concentration of 288 µg/m³, exceeding the national ambient air quality standard (55 µg/m³). The mean FEV1 value indicated a moderate decline in lung function. A significant correlation was found between PM2.5 exposure and workers’ age with lung function. In conclusion, PM2.5 exposure in tofu production environments poses health risks to workers’ respiratory function. It is recommended that the factory increase the use of personal protective equipment and adopt cleaner combustion technologies to reduce PM2.5 emissions.
Program Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak melalui Pelatihan Kader Kesehatan Ibu dan Anak Tentang Pencegahan Hipertensi Kehamilan dengan Cerdik di Wilayah Puskesmas Tanjungharjo Kabupaten Bojonegoro Ari Tri Rahayu; Sri Anggraeni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.18964

Abstract

ABSTRAK Di Wilayah Puskesmas Tanjungharjo Kasus Kematian Ibu Tahun 2021 ada 1 dari Lahir hidup 510 atau Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 196/100.000 KH dari target 102/100.000. Pada tahun 2021 perkiraan bumil risiko tinggi/komplikasi di puskesmas Tanjungharjo 83 bumil, dan yang ditemukan serta ditangani sebanyak 93 atau 111.8%. Pada tahun 2021 ini terdapat 7 desa yang mampu mencapai target penanganan komplikasi maternal resiko tinggi dan (5 desa lainnya belum bisa mencapai target 100%. Mengacu kepada butir analisa permasalahan yang teridentifikasi maka ditemukan dua masalah utama yang dihadapi mitra yaitu kasus kematian Ibu di wilayah Puskesmas Tanjungharjo tiap tahun ada dan cendrung AKI meningkat tajam dan belum maksimalnya pelaksanaan pencegahan hipertensi dalam kehamilan. Strategi penurunan kematian ibu diperlukan adanya pemberdayaan masyarakat melalui Peningkatan pencegahan hipertensi kehamilan dengan CERDIK yaitu dilakukan upaya peningkatan pengetahuan dan sikap keluarga dan masyarakat, kader kesehatan mengenai pentingnya memahami Pelaksanaan Pencegahan hipertensi kehamilan dengan CERDIK. Berdasarkan analisis situasi dan permasalahan mitra tersebut diatas, kami melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu melalui Pelatihan Kader Kesehatan Kesehatan Ibu dan Anak Tentang Pencegahan Hipertensi Kehamilan Dengan CERDIK Di Wilayah Puskesmas Tanjungharjo Kabupaten Bojonegoro. Pelatihan ini, sasaran Kader Kesehatan di Desa Bendo, Desa Padang Mentoyo dan Desa Kumpulrejo Wilayah Puskesmas Tanjungharjo dilaksanakan selama 3 (tiga) hari bertempat di Panti PKK Desa Bendo dengan protokol kesehatan yang ketat, diikuti 30 peserta dengan menggunakan metode ceramah, dan pemberian materi tentang Pencegahan Hipertensi Kehamilan Dengan CERDIK Di Wilayah Puskesmas Tanjungharjo Kabupaten Bojonegoro. Hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah terbentuknya 30 Kader KIA dengan hasil rata-rata pengetahuan peserta pelatihan sebesar 94,33 dan 100% peserta pelatihan mempunyai nilai post test sangat baik. Untuk nilai rata-rata keterampilan peserta dalam penyuluhan sangat baik (81,33) dan 86,67% nilai KIE sangat baik, terbentuk komitmen bersama dari Kepala Puskesmas Tanjungharjo, Kepala Desa Bendo, Kepala Desa Padang Mentoyo, Kepala Desa Kumpulrejo, Bidan Desa Bendo, Bidan Desa Padang Mentoyo, Bidan Desa Kumpulrejo, Bidan Koordinator Puskesmas Tanjungharjo dan seluruh peserta pelatihan Pencegahan Hipertensi Kehamilan Dengan CERDIK (100%). Hasil Survey Kepuasan peserta didapatkan 94,00% menyatakan sangat puas.  Evaluasi pelaksanaan menilai Kader KIA yang sudah dilatih membina 1 ibu hamil di lingkungan desa sekitarnya sejumlah 30 Ibu hamil dengan memberikan penyuluhan tentang Pencegahan Hipertensi Kehamilan dengan CERDIK dengan mengunakan leaflet. Luaran Pengabdian masyarkat adalah tersusunnya Modul tentang Pencegahan Hipertensi Kehamilan dengan CERDIK, publikasi dan HKI. Kader Kesehatan disarankan memaksimalkan pelaksanaan kelompok Kerja Pencegahan Hipertensi Kehamilan dengan CERDIK sampai tercapai 100%, yang harapannya bisa menurunkan AKI. Kata Kunci: Kader Kesehatan, Pencegahan Hipertensi Kehamilan dengan CERDIK.  ABSTRACT In the Tanjungharjo Community Health Center area, cases of maternal death in 2021 were 1 in 510 live births or the Maternal Mortality Rate (MMR) was 196/100,000 KH from the target of 102/100,000. In 2021, the estimate for pregnant women with high risk/complications at the Tanjungharjo health center is 83 pregnant women, and those found and treated are 93 or 111.8%. In 2021, there are 7 villages that are able to achieve the target of handling high-risk maternal complications and (5 other villages have not been able to achieve the 100% target. Referring to the analysis points of the identified problems, two main problems facing partners were found, namely cases of maternal death in the Puskesmas area Every year in Tanjungharjo there is a tendency for MMR to increase sharply and the implementation of prevention of hypertension in pregnancy is not yet optimal. The strategy to reduce maternal mortality requires community empowerment through increasing the prevention of pregnancy hypertension with CERDIK, namely making efforts to increase the knowledge and attitudes of families and the community. health cadres regarding the importance of understanding the implementation of Pregnancy hypertension prevention with CERDIK. Based on the analysis of the situation and problems of the partners mentioned above, we carried out community service activities in the form of Community Empowerment in Efforts to Reduce Maternal Mortality Rates through Training of Maternal and Child Health Cadres on Preventing Pregnancy Hypertension Using CERDIK in the Tanjungharjo Community Health Center Area, Bojonegoro Regency. This training, targeting Health Cadres in Bendo Village, Padang Mentoyo Village and Kumpulrejo Village in the Tanjungharjo Community Health Center area, was carried out for 3 (three) days at the PKK Home in Bendo Village with strict health protocols, attended by 30 participants using the lecture method, and providing material regarding Preventing Pregnancy Hypertension Using CERDIK in the Tanjungharjo Health Center Area, Bojonegoro Regency. The result of the activity was the formation of 30 KIA cadres with an average knowledge of the training participants of 94.33 and 100% of the training participants had very good post test scores. For the average value of participants' skills in counseling was very good (81.33) and 86.67% of the KIE score was very good, a joint commitment was formed from the Head of the Tanjungharjo Community Health Center, the Head of Bendo Village, the Head of Padang Mentoyo Village, the Head of Kumpulrejo Village, the Midwife of Bendo Village , Padang Mentoyo Village Midwife, Kumpulrejo Village Midwife, Tanjungharjo Community Health Center Coordinating Midwife and all training participants in Preventing Hypertension in Pregnancy with SMART (100%). The results of the participant satisfaction survey showed that 94.00% were very satisfied. The implementation evaluation assessed 30 KIA cadres who had been trained to support 1 pregnant woman in the surrounding village environment by providing counseling about Preventing Pregnancy Hypertension with CERDIK using leaflets. The output of community service is the preparation of a Module on Pregnancy Hypertension Prevention using CERDIK, publications and IPR. Health cadres are advised to maximize the implementation of the Pregnancy Hypertension Prevention Working Group with CERDIK until 100% is achieved, which is expected to reduce MMR.  Keywords: Health Cadres, Preventing Pregnancy Hypertension with CERDIK.
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi melalui Pelatihan Partisipatif di Desa Kedungbondo, Bojonegoro Aris Handayani; Sri Anggraeni; Doni Yanu Arianto
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2321

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi tantangan nasional, terutama pada wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Upaya percepatan penurunan AKI menekankan pentingnya deteksi dini kehamilan risiko tinggi melalui penguatan peran kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam mengenali tanda bahaya kehamilan dan melakukan komunikasi, informasi, serta edukasi (KIE) secara efektif. Pelatihan dilakukan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis ceramah interaktif, diskusi, simulasi, serta evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Analisis hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan kader dari rata-rata 59,50 menjadi 96,33 setelah pelatihan. Keterampilan KIE juga meningkat, dengan nilai rata-rata 83,5 dan 93% kader berada dalam kategori sangat baik. Aktivitas monitoring menunjukkan kader mampu mengimplementasikan edukasi kepada ibu hamil, calon pengantin, dan wanita usia subur dengan respons komunitas yang positif. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan partisipatif efektif dalam memperkuat kompetensi kader Posyandu sehingga berpotensi mendukung upaya deteksi dini dan pencegahan risiko obstetri di tingkat komunitas. Program serupa dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berkontribusi pada peningkatan kualitas praktik kebidanan komunitas.