Desi Yoanita
Department of Communication Science, Faculty of Communication Science, Petra Christian University Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya 60236

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Scriptura

SOSOK PRESIDEN JOKO WIDODO DALAM PEMBERITAAN TENTANG KABINET KERJA Lesmana, Fanny; Nugroho, Aylanda Dwi; Yoanita, Desi
Scriptura Vol 6, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.598 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.6.2.57-63

Abstract

Kabinet merupakan hal yang krusial dalam sebuah pemerintahan. Dalam menjalankan kinerja pemerintahan, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, juga membutuhkan pembantu yakni para menteri yang tergabung dalam sebuah kabinet yang disebut Kabinet Kerja. Media televisi merupakan salah satu media massa yang dianggap memberikan pengaruh pada opini publik. Dengan menggunakan metode analisis framing Gamson dan Modigliani, peneliti melihat bagaimana Metro TV dan TVOne memberitakan sosok Presiden Joko Widodo terkait dengan kabinet yang dipimpinnya. Temuan penelitian menunjukkan Metro TV cenderung membingkai sosok Joko Widodo sebagai presiden dengan menunjukkan kebijakan dan prinsip yang dimilikinya. Sebaliknya, tvOne membingkai Joko Widodo sebagai presiden yang tidak konsisten dan tidak pro rakyat.
WHICH IS MORE TRUSTWORTHY: GOOGLE OR DOCTOR? A RECEPTION ANALYSIS OF MEDIA AS HEALTH EDUCATOR Yoanita, Desi; Lesmana, Fanny; Primasanti, Kartika B.
Scriptura Vol 5, No 1 (2015): JULY 2015
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.687 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.5.1.1-7

Abstract

As media develops as a primary source of health information, two questions remains: How people receive online media as a source of health education? and what group of people will tend to use online media intensively than others? Although government has provided various ways to fulfill people’s health needs has been considered a development on health policy in Indonesia, examining contemporary situation and current online media development reveals a need for exploring how people receive online media as health educator. This research study depicted how people from a certain background receive online media as health educator. Using a reception analysis, the research study has conducted through several processes of interview and observation with some selected informants. The research study revealed that different people from different background would receive online media as their health educator from different levels. From this research study, the researchers concluded that the three informants receive online media as their primary health educator. However, because of their educational, motivational, social and technological access, they performed different approach of receiving online media as their health educator.
AKURASI DALAM JURNALISME WARGA PADA RADIO SUARA SURABAYA Yoanita, Desi; Lesmana, Fanny
Scriptura Vol 4, No 2 (2014): DECEMBER 2014
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.449 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.4.2.47-53

Abstract

Accuracy is a very significant concept for mass media, particularly the mass media that provides space for citizen journalism. Radio Suara Surabaya maintain accuracy in the delivery of information by citizen journalists by way of clarification, lowering the SS reporter alone and have gatekeepers. The pattern of information filtering which is done by gatekeepers make citizen journalists learn how to report the information to the proper journalistic standards.This research was conducted using the case study method and data collection techniques such as interviews and observations. The result of this research found that Radio Suara Surabaya do three ways to maintain the accuracy of information from citizen journalists, namely: clarify to the competent sources, assigning reporters to the field, and create a gatekeeper team to be the filter.
DILEMA REPORTER TELEVISI SAAT MELAKUKAN KEGIATAN JURNALISTIK DALAM KEBERADAAN KONGLOMERASI MEDIA Reno N.S.R., Josua; Yoanita, Desi; Wijayanti, Chory Angela
Scriptura Vol 7, No 2 (2017): DECEMBER 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.409 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.7.2.63-70

Abstract

Dalam melakukan kegiatan jurnalistik, seorang reporter televisi diharuskan untuk memberitakan sesuatu yang bersifat objektif dan ia harus bersifat independen. Hal ini diatur dalam kode etik jurnalistik yang selama ini menjadi pedoman bagi jurnalis Indonesia dalam melaksanakan tugasnya. Namun peneliti menemukan, keberadaan konglomerasi media di Indonesia rupanya berdampak pada keobjektifan sebuah berita. Pada kenyataannya, ideologi perusahaan pers rupanya kadang-kadang tidak sama dengan ideologi jurnalis yang tertuang dalam kode etik jurnalistik. Hal ini cenderung membuat seorang seorang reporter televisi merasa bingung dengan posisinya. Kondisi seperti ini menimbulkan dilema dalam diri reporter. Untuk mengetahui pengalaman dilema tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi
STEREOTYPING RISMA : PEMBINGKAIAN SOSOK TRI RISMAHARINI DI MAJALAH DETIK DAN TEMPO Burnama, Glandy; Krisdinanto, Nanang; Yoanita, Desi
Scriptura Vol 4, No 1 (2014): JULY 2014
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.375 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.4.1.1-9

Abstract

Saat ini, dunia politik dan pemerintahan tidak hanya menjadi milik laki – laki, tapi juga perempuan. Banyak perempuan yang terjun ke dalam dunia politik, menjadi politisi, atau bahkan pemimpin pemerintahan. Namun, stereotip yang merujuk pada keraguan publik masih ada. Perempuan dianggap tidak cocok menjadi pemimpin pemerintahan karena dianggap tidak mampu dan feminin. Media massa juga berperan dalam pengukuhan anggapan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana media massa, memberitakan atau membingkai sosok pemimpin perempuan, yakni Tri Rismaharini (Walikota Surabaya). Majalah Digital Detik menerbitkan edisi “Risma Super Wali”, sedangkan Majalah Tempo menerbitkan edisi “Bukan Bupati Biasa”. Setelah dianalisis dengan perangkat framing Pan – Kosicki (sintaksis, skrip, tematik, dan retoris), peneliti menemukan masih adanya stereotip berbau gender pada berita – berita tentang sosok Risma, yakni feminin, domestik, emosional, dan tidak memiliki kemampuan politik. Sifat feminin dan emosional Risma terlihat dari berita tentang kepeduliannya kepada warganya dan kecenderungannya menggunakan hati saat bekerja. Adapun sifat domestik Risma terlihat dari berita mengenai kinerjanya dalam merawat dan menjaga kebersihan serta taman – taman di Surabaya. Terakhir, penjelasan mengenai ketidakmampuan Risma dalam hal politik memperkuat stereotip gender bahwa perempuan tidak pantas menjadi pemimpin pemerintahan.
BINGKAI PEMBERITAAN PEREMPUAN DI MAJALAH TEMPO EDISI KHUSUS “PEREMPUAN-PEREMPUAN PENEMBUS BATAS” Mandiriani, Natalia; Lesmana, Fanny; Yoanita, Desi
Scriptura Vol 8, No 2 (2018): DECEMBER 2018
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.454 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.8.2.56-63

Abstract

Fenomena perempuan yang bekerja di bidang publik biasanya mendapat stereotipe yang merugikan. Pandangan budaya ketimuran menempatkan perempuan seharusnya berada di wilayah domestik untuk mengurus rumah tangga, melayani suami dan merawat anak. Pandangan yang merugikan perempuan ini terjadi salah satunya karena media yang mengukuhkannya. Majalah Tempo pada April 2016 mengeluarkan sebuah edisi khusus yang membahas mengenai perempuan yang bekerja. Melalui analisis framing Pan&Kosicki, ditemukan bahwa Majalah Tempo membingkai perempuan dari pandangan feminisme liberal, dengan menonjolkan perempuan sebagai agen perubahan, sosok pejuang, membutuhkan dukungan, memiliki kemampuan bekerja yang baik, dan terlibat dalam kemajuan bangsa