Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengembangan Atraksi Wisata Baru Melalui Program Desa Mitra di Desa Singapadu Tengah, Gianyar I Wayan Parwata; I Made Artawan; I Wayan Wesna Astara; Lilik Antarini
Community Service Journal (CSJ) Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.2.1.2019.34-40

Abstract

Desa Singapadu Tengah terletak di kecamatan Sukawati, kabupaten Gianyar, Bali. Desa ini memiliki beberapa obyek yang cukup potensial belum tergarap dengan dengan baik antara lain obyek wisata rumah tradisional, obyek wisata susur sungai, jogging track, dan kuliner tradisional yang dapat menjadi wisata rekreasi yang alami dan berwawasan lingkungan. Model wisata yang dapat dikembangkan di desa Singapadu Tengah, antara lain: 1) Wisata Budaya meliputi: wisata rumah adat (tradisional), Tempat suci (Pura) dan aktivitasnya, dan situs Kebo Iwa di Pura Dalem Negari; 2) Wisata Kreatif: memanfaatkan sungai untuk kegiatan susur sungai: permainan perahu dan tubing bagi anak-anak; 3) Wisata Kuliner makanan tradisional meliputi: menjual makanan jajanan dan bubur; 4) Wisata Sehat dengan memanfaatkan tepian sepanjang sungai untuk kegiatan jogging track dan bersepeda; dan 5) Wisata Kenangan; menjual karya seni warga dalam bentuk merchandise yang dapat dibawa pulang oleh pengunjung.Tujuan pengembangan desa mitra ini adalah meningkatkan sumber daya manusia dalam kelompok desa mitra untuk menunjang aktivitas desa wisata guna mendukung terciptanya iklim kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan desa mitra.
Tata Kelola Desa Wisata Berkelanjutan melalui Pendampingan di Desa Lebih Kecamatan Gianyar Kabupaten Gianyar Lilik Antarini; I Wayan Sudemen; Victorius Adventius Hamel
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i1.27977

Abstract

Pariwisata menjadi salah satu sektor sebagai penyumbang devisa terbesar di Provinsi Bali. Saat ini pengembangan wisata berkelanjutan sangat penting untuk dilakukan agar pariwisata terus berkembang dengan memperhatikan lingkungan. Permasalahan utama dalam pengembangan pariwisata di Desa Lebih yaitu partisipasi masyarakat dan belum optimalnya partisipasi POKDARWIS. Metode yang dilakukan yaitu dengan Focus Group Disscussion (FGD) yang dilakukan kepada Pemerintah Desa, Kelompok Dasar Wisata (POKDARWIS) dan Masyarakat Desa Lebih. Hasil FGD menunjukkan bahwa Desa Lebih tidak hanya memiliki potensi wisata bahari, tetapi juga potensi hutan desa yang belum tergara secara optimal. Namun demikian, pengembangan objek wisata masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi yang berdampak pada pencemaran lingkungan serta belum tersedianya regulasi lokal yang mengatur tata kelola pariwisata desa. Capaian program ditunjukkan melalui meningkatnya partisipasi aktif masyarakat dan POKDARWIS dalam diskusi perencanaan pariwisata dan munculnya sejumlah gagasan pengembangan wisata. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan rekomendasi awal berupa kebutuhan penyusunan regulasi desa dan penguatan kelembagaan POKDARWIS sebagai langkah awal pengembangan pariwisata berkelanjutan di Desa Lebih, Kabupaten Gianyar.