Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Anala

KAJIAN POLA PEMANFAATAN RUANG HOTEL BINTANG LIMA TERHADAP LINGKUNGAN FISIK PADA KAWASAN PARIWISATA UBUD I Putu Hartawan; I Gede Surya Darmawan; Ni Putu Siskha Pradnyaningrum
Jurnal Anala Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.12.1.1476.14-26

Abstract

Berkembangnya suatu kawasan menjadi kawasan pariwisata mempunyai pengaruh terhadap tata ruang, perekonomian, dan kehidupan sosial masyarakatnya. Hotel merupakan salah satu akomodasi wisata yang mempunyai peranan penting dalam kawasan wisata. Ubud terkenal dengan keunikan seni dan budayanya yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Berkembangnya Ubud menjadi daerah tujuan wisata menyebabkan munculnya akomodasi pariwisata seperti penginapan, restoran, galeri, dan biro perjalanan. Penginapan di Kawasan Ubud Parawista terbagi menjadi beberapa tipe seperti homestay, villa, bungalow, dan hotel resort bintang lima. Hotel resort merupakan salah satu jenis penginapan yang paling banyak memakan lahan, karena beragam jenis fasilitas yang ditawarkan. Keberadaan hotel resort bintang lima di Kawasan Pariwisata Ubud tentunya memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah dan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Selain dampak positif, keberadaan hotel resort juga memberikan dampak negatif yaitu banyaknya ahli tata guna lahan dan adanya indikasi kerusakan lingkungan. Dalam penelitian ini akan diteliti lebih lanjut apa implikasinya terhadap lingkungan fisik di Kawasan Pariwisata Ubud. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang menggambarkan fenomena apa adanya, teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan studi literatur dari instansi terkait. Temuan penelitian ini adalah pembangunan hotel resort di Kawasan Pariwisata Ubud tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap lingkungan fisik disekitarnya.
Penerapan Konsep Comfort Of Human Circulation dan Arsitektur Neo Vernakular Pada Redesain Pasar Tradisional Desa Sayan I Wayan Wirya Sastrawan; I Gede Surya Darmawan; I Gusti Agung Gede Wisnu Kusuma Dwipayana
Jurnal Anala Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.12.2.1579.37-49

Abstract

Traditional markets are places where buying and selling transactions take place between traders and buyers by implementing a bargaining system that is characteristic of traditional markets. Many people depend on the existence of traditional markets. Especially for lower middle class people. Sayan Village Traditional Market, Ubud District, Gianyar Regency is a location for trading daily necessities such as fruit, vegetables, meat, prayer tools, and others. The problems faced by this market are unhygienic market conditions and the appearance of slums, buildings and spatial layout. Sayan Market experiences an inadequate and disorganized condition, with a number of areas not being utilized optimally, such as chaotic parking and kiosk facilities and main market stalls that are neglected and not well maintained. This can cause people to feel uncomfortable, and people prefer modern markets that prioritize cleanliness. The research method used by the author to prepare this research is a qualitative method in the form of literature study, observation, documentation and interviews. Based on the existing problems, it is necessary to redesign the Traditional Market in Sayan Village, Ubud District, Gianyar Regency so that it can accommodate functions well packaged in a new, clean, comfortable market appearance and pay attention to more optimal circulation