Kurdiansyah
Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN TROPIS

PENGARUH LAMANYA PENGUBURAN KAYU MERANTI CAMPURAN (MC) DALAM LUMPUR TERHADAP KANDUNGAN ZAT PATI (AMYLUM) Kurdiansyah Kurdiansyah
Jurnal Hutan Tropis Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Hutan Tropis Volume 5 Nomer 1 Edisi Maret 2017
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.506 KB) | DOI: 10.20527/jht.v5i1.4053

Abstract

Current wood preservation technology practices both in physical and natural processing are simply done through immersing wood in flowing water or burying wood into the soil / mud within a certain period of time. This physical preservation method intends to eliminate any nutritional food content (esp. starch) or eliminate any odor or flavor favored by fungal spoilage or wood-destroying insects. This simple and inexpensive natural preservation method shows adequate result.  The experiment uses Completely Randomized Design to determine treatment effect of burying wood in mud to starch concentration changes in wood. Treatment duration up to 8 weeks results show no changes in starch concentration. Even so, burying wood in mud does not prove ineffectiveness in preventing wood-boring beetle invasion. Other theories show that burying wood in mud changes the odor and flavor of starch (amylum). Changes of any odor and/or flavor of starch cease lyctus to feed on stach (amylum), consequently making wood safer or preserved against wood-boring beetle (lyctus) invasion.Teknologi pengawetan kayu secara fisik atau secara alami tidaklah sulit, yaitu dengan cara merendam kayu dalam air mengalir atau melakukan penguburan kayu kedalam tanah/lumpur dalam jangka waktu tertentu. Pengawetan secara fisik ini dimaksudkan untuk menghilangkan kandungan zat makanan (pati) atau merubah bau dan rasa yang disukai oleh cendawan pembusuk atau serangga perusak kayu. Teknologi pengawetan secara alami ini sangat sederhana dan murah dan hasilnya cukup memadai, Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan yaitu lamanya penguburan dalam lumpur terhadap perubahan kandungan zat pati (amylum) dalam kayu. Lamanya penguburan kayu dalam lumpur hingga 8 minggu tidak mempengaruhi jumlah kandungan zat pati (amylum) dalam kayu. Namun demikian bukan berarti bahwa penguburan kayu dalam lumpur tidak efektif dalam mencegah serangan bubuk kayu (lyctus), karena menurut beberapa teori menyatakan bahwa penguburan kayu dalam lumpur akan dapat merubah bau dan rasa dari zat pati (amylum) tersebut. Dengan berubahnya bau dan rasa dari zat pati, maka kemungkinan besar lyctus tidak suka untuk memakan zat pati (amylum) tersebut, sehingga kayu akan aman atau awet terhadap serangan bubuk kayu lyctus.
PENGARUH MASA KERJA OPERATOR DI PT INDEXIM UTAMA KALIMANTAN TENGAH TERHADAP PRODUKTIVITAS PENEBANGAN Kurdiansyah Kurdiansyah
Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 2 Edisi Juli 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v7i2.7312

Abstract

The purpose of this study was to determine the work productivity of loggers operators in PT. Indexim Utama Kalimantan Tengah. The object observed in this study is the chainsaw operator with a working time of 1, 6 and 10 years. Analysis of the data used was a Randomized Block Design (RBD) with 3 replications to determine the effect of treatment, namely the operator's service life on logging productivity. The results showed operator A, the average time taken to cut trees was 24 minutes 10 seconds with an average volume of 30.10 m3 per hour. In operator B the average time spent cutting trees is 22 minutes 33 seconds with an average volume of 43.63 m3 per hour. Whereas in operator C the average time spent cutting trees is 44 minutes 16 seconds with an average volume of 19.29 m3 per hour.  The results of analysis of variance showed that working time did not significantly affect logging productivity
SKRINING FITOKIMIA DAN PENENTUAN NILAI SPF LOTION EKSTRAK ETANOL 96% DAUN TANJUNG (Mimusops elengi Linn.) Kurdiansyah Kurdiansyah; Dyera Forestryana; Aditya Noviadi
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 3 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 3 Edisi November 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v10i3.14968

Abstract

Pemaparan sinar ultraviolet dari matahari dapat menimbulkan efek seperti eritema, pigmentasi, fotosensitivitas serta penuaan dini. Daun tanjung (Mimusops elengi Linn.) diketahui memiliki khasiat sebagai antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 10,6 ppm, sehingga dapat dikembangkan menjadi sediaan lotion tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining fitokimia dan menentukan nilai sun protecting factor dari sediaan. Skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif terhadap senyawa metabolite skunder dan penentuan nilai SPF secara in Vitro menggunakan Spektofotomer UV Vis.  Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak daun Tanjung mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, steroid dan tannin. Nilai SPF optimal diperoleh pada formula 6 dengan konsentrasi ekstrak daun tanjung sebesar 0,5 g dan dihasilkan nilai SPF sebesar 24,5455 yang termasuk ke dalam katagori proteksi ultra. Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh variasi konsentrasi ekstrak etanol 96% daun tanjung yang digunakan terhadap efektivitas tabir surya.