Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi 6-Benzyl Amino Purine (BAP) dan Media Murashige and Skoog (MS) terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Subkultur ANGGREK Dendrobium sp. Woo Leng secara In Vitro Erisa, Rimala; Nurliana, Steffanie; Satriawan, Dedi; Astuti, R. R. Sri; Marlin, M
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbanyakan anggrek Dendrobium sp. Woo Leng secara konvensional menghasilkan bibit terbatas sehingga perlu diperbanyak dengan teknik kultur jaringan dengan penambahan ZPT BAP dan media MS pada media kultur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi BAP dan media MS terhadap pertumbuhan dan perkembangan subkultur anggrek Dendrobium sp. Woo Leng secara in vitro. Eksplan berasal dari Laboratorium Bioteknologi Hortikultura, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan ditanam 3 buah eksplan dalam 1 botol media lalu dipelihara dalam ruang kultur dan diamati 1 kali dalam 1 mingu selama 16 minggu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial terdiri dari 2 faktor perlakuan, yaitu zat pengatur tumbuh BAP dengan konsentrasi 0, 0,5, 1, 1,5, 2 ppm dan media MS dengan konsentrasi ½ MS dan MS full. Jumlah perlakuan yang digunakan adalah 10 perlakuan dengan 3 ulangan. Data yang didapat dianalisis dengan analisis varians (ANOVA), jika terdapat pengaruh yang nyata (FHitung>FTabel) maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil uji DMRT taraf 5% menunjukkan bahwa konsentrasi MS full merupakan konsentrasi yang lebih baik untuk pertumbuhan dan perkembangan panjang akar (2,38 cm) dibanding dengan konsentrasi media ½ MS (1,36 cm), jumlah akar (7,02 akar) lebih baik dibanding dengan konsentrasi ½ MS (6,19 akar), tinggi planlet (4,01 cm) lebih baik dibanding dengan konsentrasi ½ MS (3,56 cm) dan jumlah daun (7,16 helai) lebih baik dibanding dengan konsentrasi ½ MS (6,04 helai). Rentang konsentrasi 1 sampai 2 ppm BAP (2,1 sampai 2,33 cm) merupakan konsentrasi yang lebih baik dibanding konsentrasi 0 ppm BAP (1,08 cm) pada variabel panjang akar, konsentrasi 2 ppm BAP (8,06 akar) merupakan konsentrasi yang lebih baik dibandingkan konsentrasi 0 (5,11 akar), 0,5 (5,78 akar) dan 1 ppm (6,78 akar) pada variabel jumlah akar, konsentrasi 0 ppm BAP (5,29 cm) merupakan konsentrasi yang lebih baik dibandingkan konsentrasi lainnya pada variabel tinggi planlet, konsentrasi 0 ppm BAP (7,95 helai) merupakan konsentrasi yang lebih baik dibandingkan konsentrasi lainnya pada variabel jumlah daun, rentang konsentrasi 1,5 dan 2 ppm BAP (2,22 dan 2,50 tunas) merupakan konsentrasi yang lebih baik dibandingkan konsentrasi lainnya pada variabel jumlah tunas.
Pengaruh Konsentrasi 6-Benzyl Amino Purine (BAP) dan Sukrosa terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Subkultur Anggrek Dendrobium Sp. Woo Leng secara In Vitro Rahmawidowati, Fetri; Nurliana, Steffanie; Satriawan, Dedi; Astuti, R. R. Sri; Marlin, M
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi BAP dan sukrosa terhadap pertumbuhan dan perkembangan subkultur anggrek Dendrobium sp. Woo Leng secara in vitro. Bibit berasal dari Laboratorium Bioteknologi Hortikultura, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Penelitian ini RAL faktorial terdiri dari 2 faktor, yaitu BAP 0, 1, 2 ppm dan sukrosa 10, 20, 30, 40 g/L. Data dianalisis dengan analisis varian (ANOVA) dan jika terdapat data yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rentang perlakuan BAP 0 ppm (2,08 akar) dan BAP 1 ppm (2,66 akar) merupakan perlakuan yang lebih baik dibandingkan BAP 2 ppm (0,97 akar) pada jumlah akar, rentang perlakuan BAP 0 ppm (1,22 cm) dan BAP 1 ppm (1,73 cm) merupakan perlakuan yang lebih baik dibandingkan BAP 2 ppm (0,97 cm) pada panjang akar, rentang perlakuan BAP 1 ppm 7,94 daun) dan BAP 2 ppm (8,17 daun) merupakan perlakuan yang lebih baik dibandingkan BAP 0 ppm (7,22 daun) pada jumlah daun, perlakuan BAP 1 ppm (1,63 tunas) merupkan perlakuan terbaik pada jumlah tunas. Perlakuan sukrosa 40 g/L (2,66 akar) merupakan perlakuan terbaik pada jumlah akar, sukrosa 40 g/L (1,77 cm) merupakan perlakuan terbaik pada panjang akar. Interaksi BAP dan sukrosa pada rentang perlakuan BAP 1 ppm dan sukrosa 30 g/L (8,88 daun), BAP 2 ppm dan sukrosa 10 g/L (8,44 daun), BAP 0 ppm dan sukrosa 40 g/L (8,22 daun), BAP 1 ppm dan sukrosa 40 g/L (8,22 daun), BAP 2 ppm dan sukrosa 30 g/L (8,22 daun), BAP 2 ppm dan sukrosa 20 g/L (8,00 daun), daun), BAP 1 ppm dan sukrosa 20 g/L (7,56 daun), BAP 2 ppm dan sukrosa 40 g/L (7,56 daun) merupakan konsentrasi yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya pada jumlah daun Dendrobium sp. Woo Leng.
Penerapan Komunikasi Bisnis Islam pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah Dedi Satriawan
Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia bisnis di masa depan dihadapkan pada persaingan yang ketat, perusahaan yang memiliki pengelolaan yang matang akan lebih unggul dan dapat bertahan lama. Pada dasarnya bagi umat Islam ketika berbisnis bukan hanya untuk mendapatkan profit berlimpah. Tetapi juga mendapatkan keberkahan akan setiap transaksi yang ada. Oleh karena itu perlu adanya etika dalam berkomunikasi di dalam bisnis. Yang mana etika ini adalah cerminan integritas pelaku bisnis dalam menentukan sikap dan perilaku untuk berinteraksi dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan komunikasi bisnis Islami pada UMKM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis data-data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, artikel, dan sumber lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi bisnis Islami dapat diterapkan pada UMKM melalui beberapa aspek, seperti transparan, jujur, bertanggung jawab, dan mengedepankan nilai-nilai keislaman dalam berbisnis. Penerapan komunikasi bisnis Islami pada UMKM ini dapat memberikan manfaat bagi keberlangsungan usaha, seperti membangun kepercayaan pelanggan, meningkatkan citra perusahaan, dan menciptakan hubungan bisnis yang berkelanjutan.
PENGARUH LITERASI KEUANGAN DIGITAL, HERDING, DAN OVERCONFIDENCE TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI EMAS DIGITAL DI APLIKASI DOMPET DIGITAL DANA DALAM PERSPEKTIF BISNIS ISLAM: (Studi Pada Investor Emas Digital Generasi Z Aplikasi DANA Di Bandar Lampung) Rendi Aditya Putra; Siska Yuli Anita; Dedi Satriawan
Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jaemb.v5i3.6487

Abstract

This study aims to analyze the influence of digital financial literacy, herding behavior, and overconfidence on digital gold investment decisions through the DANA application, viewed from the perspective of Islamic business ethics. A quantitative approach was employed using a survey method and purposive sampling technique. The sample consisted of 100 Generation Z respondents (aged 19–25) residing in Bandar Lampung who have experience investing in digital gold via the DANA platform. Data were collected using a structured Likert-scale questionnaire and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0 software. The results show that all independent variables have a positive and significant effect on investment decisions: digital financial literacy (β = 0.375; p < 0.001), herding (β = 0.262; p = 0.009), and overconfidence (β = 0.302; p = 0.001). These findings highlight that young investors’ behavior is influenced not only by cognitive rationality but also by psychological and social dynamics. From an Islamic business perspective, investment decisions must be free from excessive speculation and carried out with fairness and transparency. Therefore, integrating digital literacy with Islamic ethical values is essential to shape investment decisions that are not only financially beneficial but also morally responsible and spiritually rewarding. Investment decisions, in this context, should be grounded in the principles of prudence, justice, and the avoidance of gharar (excessive uncertainty). Thus, it is crucial for the younger generation to enhance their financial literacy and ethical awareness to ensure their investment behavior aligns with Islamic values.
Analysis of Mercury Concentration in Food Crops Around the Lebong Regency Gold Mine Fatimatuzzahra, Fatimatuzzahra; Sri Astuti, RR; Satriawan, Dedi; Sipriyadi, Sipriyadi; Istikhomah, Sekar; Eva Nadya Purba, Juwita; Farid Fadhlullah, Muhammad; Wahyu Nengsih, Anisa; Shofi, Muh.; Saputra, Alanindra
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 16 No 2 (2025): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v16i2.29163

Abstract

This study aims to inventory the types of food crops growing around tailings ponds and to quantify mercury concentrations in food crop tissues growing in the area around the gold mine. The samples taken are plants consumed by residents. Mercury content testing uses a mercury analyzer. The results of the study showed that from 4 observation locations, a total of 11 types of food crops were found, all of which contained mercury (Hg) with a concentration range of 0.01-0.54 mg/kg. Similarly, the soil as a growing medium contains quite high levels of mercury at location 1, namely 54.36 mg/kg, and the lowest at location 3 at 0.12 mg/kg. The concentration of mercury in vegetable leaves is much higher than in other organs such as tubers, flowers, and fruits. Furthermore, to plant plants for consumption, it is best to pay attention to the condition of the growing medium, as a prevention of heavy metal (mercury) contamination, such as the environment (air, soil, water) that is far from waste retention ponds or waste discharge streams containing heavy metals (mercury). Analisis Konsentrasi Merkuri pada Tanaman Pangan di Sekitar Tambang Emas Kabupaten Lebong ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis tanaman pangan yang tumbuh disekitar kolam penampungan limbah (tailing) dan untuk mengkuantifikasi konsentrasi merkuri dalam jaringan tanaman pangan yang tumbuh di area sekitar tambang emas. Sampel yang diambil merupakan tanaman yang memang dikonsumsi oleh warga setempat. Uji kandungan merkuri menggunakan mercury analyzer. Hasil penelitian menunjukkan dari 4 lokasi pengamatan, ditemukkan Sebanyak 11 jenis tanaman pangan yang semuanya mengandung merkuri (Hg) dengan kisaran konsentrasi 0,01-0,11 mg/kg. Demikian pula, tanah sebagai media tanam mengandung kadar merkuri yang cukup tinggi di lokasi 1, yaitu 54,36 mg/kg, dan paling rendah dilokasi 3 sebesar 0,12 mg/kg. konsentrasi merkuri dalam daun sayuran jauh lebih tinggi dibandingkan organ lain seperti tuber, bunga, dan buah. Selanjutnya, untuk menanam tanaman yang akan dikonsumsi sebaiknya memperhatikan kondisi media tumbuh, sebagai pencegahan dari kontaminasi logam berat (merkuri), seperti lingkungan (udara, tanah,air) yang jauh dari kolam penampungan limbah maupun aliran pembuangan limbah yang mengandung merkuri.