Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

The Impact Of Digital Service And Innovative Work Behavior On Employee Performance : The Mediating Role Of Job Satisfaction Harsaningsih, Harsaningsih; Sulistyowati, Indah; Isnaeni, Yuli; Sukandar, Agus; Mursid, Ali
Magisma: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 13 No 2 (2025): MAGISMA:Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Magister Manajemen STIE Bank BPD Jateng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35829/magisma.v13i2.574

Abstract

This study investigates "The Impact of Digital Service and Innovative Work Behavior on Employee Performance: The Mediating Role of Job Satisfaction." It aims to explore how Digital Service and Innovative Work Behavior influence Employee Performance, with Job Satisfaction acting as a mediating variable. Theresearch proposes five hypotheses: H1 posits that Digital Service positively affects Job Satisfaction; H2 suggests that Digital Service enhances Employee Performance; H3 indicates that Innovative Work Behavior positively influences Job Satisfaction; H4 asserts that Innovative Work Behavior improves EmployeePerformance; and H5 evaluates the mediating effect of Job Satisfaction on the relationships between Digital Service, Innovative Work Behavior, and Employee Performance. Using a questionnaire distributed to 200 respondents, this study seeks to provide valuable insights into the interconnectedness of these factors and their collective impact on enhancing employee performance.
LAPORAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN KETIDAKEFEKTIFAN MANAJEMENKESEHATAN ANAK USIA PRASEKOLAH DENGAN KARIES GIGI DI PADUKUHAN KRAJAN RT O1 DAN 03 SIDOLUHUR GODEAN SLEMAN YOGYAKARTA dwiyanto, hendri jaka; Sudyasih, Tiwi; Isnaeni, Yuli
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49669

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut untuk anak usia prasekolah merupakan penting untuk menanamkan perilaku yang baik terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sehingga meningkatkan drajat kesehatan dapat terwujud. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan keluarga dengan fokus kajian anak usia prasekolah yang mengalami karies gigi. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Sampel yang digunakan adalah 2 keluarga pada tahap perkembangan kelahiran anak pertama dengan tumbuh kembang anak, dan diagnosa keperawatan yang muncul yaitu ketidak efektifan manajemen kesehatan pada anak usia prasekolah.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Perilaku Pencegahan Virus Leptospirosis pada Kelompok Petani Wahyudiyanti, Arum; Isnaeni, Yuli; Suryani, Suryani
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i2.279

Abstract

Leptospirosis penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira. Di Indonesia sebanyak 1.408 kasus dengan 139 kematian, di Yogyakarata terdapat 86 kasus dan 10 kematian pada 2023. Pedukuhan Jipangan terdapat 5 kasus dan 2 kematian. Dukungan keluarga sangat penting bagi petani, minimnya perhatian atau motivasi dalam menyediakan peralatan pelindung diri, serta rendahnya pengetahuan individu tentang perilaku pencegahan leptospirosis dapat mempengaruhi perilaku yang buruk. Tujuan penelitian mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan virus leptospirosis pada kelompok Petani di Pedukuhan Jipangan Bantul. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Deskriptif Kolerasi menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah kelompok petani di Pedukuhan Jipangan, sampel diambil dengan teknik total Sampling dengan jumlah sampel 30 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan perilaku pencegahan. Teknik analisis data menggunakan uji non-parametrik Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menerima dukungan keluarga yang baik sebanyak 19 orang (63,3%), sementara perilaku pencegahan leptospirosis yang baik ditemukan pada 26 responden (86,7%). Berdasarkan hasil uji Chi-square, diperoleh nilai p = 0,019 yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan perilaku pencegahan leptospirosis pada kelompok petani di Pedukuhan Jipangan, Bangunjiwo, Bantul. Temuan ini menunjukkan adanya korelasi positif yang kuat antara tingkat dukungan keluarga dan penerapan perilaku pencegahan. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar keluarga meningkatkan dukungan, terutama dalam bentuk dukungan instrumental, guna memperkuat upaya pencegahan leptospirosis.
Pendidikan kesehatan dengan media pop-up meningkatkan pengetahuan gizi seimbang siswa sekolah dasar Permatasari, Firlya Sanafa; Rahmawati, Agustina; Isnaeni, Yuli
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1279

Abstract

Background: Elementary school children are in a growth and development phase and require balanced nutrition. Lack of knowledge can lead to nutritional problems such as undernutrition and overnutrition. Health education using engaging media can improve children's knowledge of balanced nutrition. Purpose: To determine the effect of health education using the "Giziku" pop-up media on elementary school students' knowledge of balanced nutrition. Method: This quantitative, quasi-experimental study used a pretest-posttest control group design. Fifty-seven students were recruited using a total sampling technique. Data were collected using a knowledge questionnaire and tested using the Mann-Whitney test. Results: This study found a difference in knowledge levels between the treatment and control groups with a p-value (0.000 < 0.05). Conclusion: There is an effect of health education using the "Giziku" pop-up media on elementary school students' knowledge.   Keywords: Balanced Nutrition; Health Education; Knowledge; Pop-Up Media.   Pendahuluan: Anak sekolah dasar merupakan anak yang sedang berada pada tahap tumbuh kembang dan memerlukan kebutuhan gizi yang seimbang. Kurangnya pengetahuan dapat menyebabkan masalah gizi seperti gizi kurang dan kelebihan gizi. Pendidikan kesehatan dengan media yang menarik dapat meningkatkan pengetahuan gizi seimbang pada anak. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media pop-up “Giziku” terhadap pengetahuan gizi seimbang siswa sekolah dasar. Metode: Penelitian kuantitatif quasi experiment dengan rancangan with control group pretest-posttest. Responden terdiri dari 57 siswa dan diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan serta di uji menggunakan uji Mann Whitney. Hasil: penelitian ini terdapat perbedaan tingkat pengetahuan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan p-value (0,000 < 0,05). Simpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media pop-up “Giziku” terhadap pengetahuan siswa sekolah dasar.   Kata Kunci: Gizi Seimbang; Media Pop-Up; Pendidikan Kesehatan; Pengetahuan.
Hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia Utami, Endang Sri; Suratini, Suratini; Isnaeni, Yuli
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i1.1150

Abstract

Background: Sleep disturbance is a common problem in the elderly and can be influenced by psychological factors such as anxiety. Poor sleep quality in the elderly has an impact on functional, physical, mental and social decline. Purpose: This study aims to determine the relationship between anxiety levels and sleep quality in the elderly at the panuntun elderly posyandu Kwarasan Nogotirto Gamping Sleman. Method: This study used quantitative methods with descriptive correlation design and cross-sectional approach. The sample was 70 elderly people selected by total sampling technique. The instruments used were the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire to measure anxiety levels and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) to measure sleep quality. Data analysis using Kendall's Tau test_b Results: The results showed that most respondents experienced anxiety in the moderate category as many as 43 respondents (61.4%) and had poor sleep quality as many as 45 respondents (64.3%). The results of Kendall's Tau_b test showed that there was no significant relationship between anxiety levels and sleep quality in the elderly with a p-value of 0.961 (p> 0.05) and a correlation coefficient of -0.006. Conclusion: There is no significant relationship between anxiety levels and sleep quality in the elderly. This shows that sleep quality in the elderly is more influenced by other factors such as physical condition, comorbidities, environment, and other psychosocial factors. Keywords: Anxiety, Sleep Quality, Elderly. Pendahuluan: Gangguan tidur merupakan masalah umum pada lansia dan dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kecemasan. Kualitas tidur yang buruk pada lansia berdampak pada penurunan fungsi, fisik, mental dan sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia di Posyandu Lansia Panuntun Kwarasan Nogotirto Gamping Sleman. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 70 lansia yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data menggunakan uji Kendall’s Tau_b Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami kecemasan pada kategori sedang sebanyak 43 responden (61,4%) dan memiliki kualitas tidur cukup buruk sebanyak 45 responden (64,3%). Hasil uji Kendall’s Tau_b menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia dengan nilai p-value sebesar 0,961 (p > 0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar -0,006. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas tidur pada lansia lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti kondisi fisik, penyakit penyerta, lingkungan, dan faktor psikososial lainnya. Kata Kunci : Kecemasan, Kualitas Tidur, Lansia
Husband's Participation in Method Selection Contraception in Fertilizing Couples at the Gulbung Village Support Health Center Pangarengan District Sampang District Siti Mukarromah; Andari Wuri Astuti; Yuli Isnaeni
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v14i2.1237

Abstract

Family planning (FP) coverage in Pangarengan District declined from 84% to 74%, partly due to cultural beliefs that contraception is solely a woman’s responsibility. This study explores the role of husbands in contraceptive selection among couples at the Gulbung Village Sub-Health Center using a qualitative phenomenological approach. Ten husbands of FP acceptors were interviewed using purposive sampling. Thematic analysis revealed that husbands’ roles were influenced by their initial knowledge, information sources (midwives, social media, environment), and cultural norms. Their support included financial aid, accompanying wives to FP services, and decision-making discussions. Barriers included limited knowledge, rigid gender roles, and sociocultural pressures. Health workers acted as communicators, facilitators, and counselors, but often did not involve husbands actively in counseling. Husbands’ expectations centered on supporting their partners and ensuring family welfare. Overall, the study highlights the need to improve husband involvement in FP through inclusive health education and culturally sensitive counseling approaches.
Family and Midwife Support in Perinatal Mental Health: A Mixed Methods Study Pragastiwi, Enggar Avilia; Isnaeni, Yuli; Pratiwi, Cesa Septiana
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educatio
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V14.I1.2026.70-83

Abstract

Background: Women's mental health during the perinatal period influences the well-being of mothers, infants, and families. Untreated perinatal depression can negatively affect health and quality of life for both mothers and babies. Objective: This study assesses the knowledge of midwives and experiences of perinatal women regarding mental health disorders, aiming to address gaps in comprehensive care during this period. Method: A mixed-methods design with a Sequential Explanatory approach was used. Quantitative data were collected from 103 women in the perinatal period and 23 midwives using the DASS-21 and Motherhope Indonesia questionnaires, analyzed via univariate methods. Qualitative data involved semi-structured interviews with five women and five midwives, selected through purposive sampling, analyzed phenomenologically. Results: Seventeen women reported anxiety symptoms, mainly due to new responsibilities and social pressures. Among midwives, 52.2% demonstrated good knowledge of perinatal mental health, 30.4% had adequate knowledge, and 17.4% showed deficiencies. Qualitative themes among women included symptoms, impacts, support received, and internal coping strategies. Midwives focused on their sources of knowledge, management techniques, and challenges in providing care. Women identified support systems, role understanding, and positive mindset cultivation as key in managing anxiety. Midwives emphasized the importance of formal and informal education, collaboration, and streamlined management procedures for effective detection and intervention. Conclusion: Family support plays a vital role in addressing mental health issues. Enhancing midwives’ roles in early detection and management through screening is essential to improve outcomes during the perinatal period.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN KETEPATAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA MASA PANDEMI COVID-19 Yuliarti, Yayu; Hakimi, Mohammad; Astuti, Andari Wuri; Isnaeni, Yuli
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i1.528

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 telah mengganggu sistem kesehatan di seluruh dunia dan salah satu pelayanan kesehatan yang terdampak pandemi COVID-19 adalah terganggunya sistem pelayanan imunisasi. Perubahan prioritas layanan yang difokuskan pada pelayanan pasien COVID-19, adanya kebijakan physical distancing dan pada akhirnya menyebabkan penurunan promosi dan layanan imunisasi, kurangnya permintaan imunisasi karena orangtua tidak membawa bayi ke pelayanan kesehatan, hal ini menyebabkan ketidaktepatan pemberian imunisasi pada bayi. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan ketepatan pemberian imunisasi dasar pada masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Kasihan II Bantul. Metode: Penelitian cross-sectional dilakukan melalui survei offline pada Juni 2021-Juli 2021 terhadap 56 responden di Puskesmas Kasihan II Bantul dengan mematuhi protokol kesehatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan menggunakan kuesioner yang sudah tervalidasi. Hasil: Faktor yang berhubungan dengan ketepatan pemberian imunisasi dasar adalah pengetahuan, sikap, pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan dukungan keluarga. Faktor yang paling dominan menyebabkan ketepatan pemberian imunisasi adalah pengetahuan (0,032). Simpulan: Dapat mengoptimalisasi kegiatan sosialisasi terkait pentingnya ketepatan pemberian imunisasi dasar pada anak dengan menggunakan media visual pada saat kegiatan imunisasi berlangsung guna meningkatkan cakupan imunisasi dan ketepatan jadwal pemberian imunisasi..
Hubungan konsumsi kafein terhadap kualitas tidur mahasiswa keperawatan semester 7 Lukitasari, Vety Dwi; Suratini, Suratini; Isnaeni, Yuli
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2663

Abstract

Background: Sleep quality is an essential component of physical and mental health, particularly among nursing students who face high academic demands during their final semester. Academic pressure and sleep deprivation, many students consume caffeine-containing beverages, which may negatively affect sleep quality if consumed excessively or at inappropriate times. Purpose: To determine the relationship between caffeine consumption and sleep quality among seventh-semester nursing students. Methods: This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 70 nursing students selected using random sampling. Data were collected using a caffeine consumption questionnaire adapted from previous studies and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data analysis was conducted using the Kendall’s Tau correlation test. Results: The majority of respondents had moderate caffeine consumption levels and poor sleep quality. Statistical analysis revealed a significant relationship between caffeine consumption and sleep quality among nursing students (p < 0.05), indicating that higher caffeine consumption was associated with poorer sleep quality. Conclusion: There is a significant relationship between caffeine consumption and sleep quality among seventh-semester nursing students.   Keywords: Caffeine Consumption; Nursing Students; PSQI; Sleep Quality.   Pendahuluan: Kualitas tidur merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental, terutama pada mahasiswa keperawatan semester akhir yang menghadapi beban akademik tinggi. mengatasi kelelahan dan mempertahankan kewaspadaan, mahasiswa sering mengonsumsi minuman berkafein yang apabila dikonsumsi berlebihan dapat berdampak negatif terhadap kualitas tidur. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara konsumsi kafein dengan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan semester 7. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 70 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner konsumsi kafein dan instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Kendall’s Tau. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat konsumsi kafein sedang dan kualitas tidur yang buruk. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi kafein dan kualitas tidur (p < 0,05), di mana semakin tinggi konsumsi kafein maka semakin buruk kualitas tidur mahasiswa. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi kafein dengan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan semester akhir.   Kata Kunci: Konsumsi Kafein; Kualitas Tidur; Mahasiswa Keperawatan; PSQI.  
Pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif lansia demensia Inabah, Siti Nasywa; Isnaeni, Yuli; Salmiyati, Suri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2745

Abstract

Background: Dementia in the elderly is a health problem that is increasing as the elderly population grows. The prevalence of dementia in Indonesian elderly aged 65 years and older reaches 27.9%, while in those aged 60 years and older, the prevalence ranges from 20-33%. Dementia causes cognitive decline in memory, thinking, concentration, and orientation, which impacts the independence of the elderly. Purpose: To determine the effect of brain exercise on cognitive function in elderly with dementia. Method: This study used a True Experimental Design with a Pretest–Posttest Control Group Design. The study population was all elderly with dementia at the Suka Sehat Yogyakarta Community Health Post (Posyandu). A sample of 20 respondents was selected using total sampling. Respondents were divided into intervention and control groups. Data analysis was performed using the Wilcoxon Signed Rank Test and the Mann–Whitney test with α = 0.05. Results: The Wilcoxon test showed a significant improvement in cognitive function in the intervention group after brain exercise (p = 0.007). The control group showed a significant decline in cognitive function (p = 0.007). The Mann-Whitney test showed a significant difference in cognitive function between the two groups (p = 0.000). Conclusion: Brain gymnastics significantly improved cognitive function in elderly people with dementia.   Keywords: Brain Gym; Cognitive Function; Dementia; Older Adults.   Pendahuluan: Demensia pada lansia merupakan masalah kesehatan yang meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk lanjut usia. Prevalensi demensia pada lansia di Indonesia yang berusia ≥65 tahun mencapai 27.9%, sedangkan pada usia ≥60 tahun berkisar antara 20-33%. Demensia menyebabkan penurunan fungsi kognitif berupa gangguan daya ingat, kemampuan berpikir, konsentrasi, dan orientasi yang berdampak pada penurunan kemandirian lansia. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia dengan demensia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain True Experimental Design dengan metode Pretest–Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh lansia dengan demensia di Posyandu Suka Sehat Yogyakarta. Sampel berjumlah 20 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Responden dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan uji Mann–Whitney dengan α = 0.05. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan fungsi kognitif yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan senam otak (p = 0.007). Kelompok kontrol menunjukkan terjadi penurunan fungsi kognitif yang signifikan (p = 0.007). Uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan fungsi kognitif yang bermakna antara kedua kelompok (p = 0.000). Simpulan: Senam otak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia dengan demensia.   Kata Kunci: Demensia; Fungsi Kognitif; Lansia; Senam Otak.