Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Fungsional Group Communication dalam Menentukan Tempat Berbuka Bersama Aprilia, Haydi; Yuliana, Nina
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital Vol. 1 No. 3 (2024): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jbkd.v1i3.2688

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan maraknya acara buka bersama yang dilakukan oleh beberapa kelompok pada saat bulan Ramadhan untuk menjalin silahturahmi antar sesama. Dan banyak dari mereka mengalami kebingungan untuk menentukan tempat kegiatan berlangsung. Metode pengumpulan data menggunakan studi kasus dengan mengambil sample data langsung dari beberapa subjek yang berkaitan. Pada penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivisme pengalaman dari orang-orang yang sudah melakukan kegiatan berbuka bersama dan bagaimana mereka menyesaikan masalah. Pada penelitian juga menggunakan cara mengambil keputusan efektif menurut Hirokawa & Gouran. Penelitian ini dilakukan terhadap mahasiswa yang ingin mengadakan acara berbuka bersama. Tujuannya dilakukan penelitian ini agar dapat menentukan tempat yang sesuai, affordable, serta nyaman bagi kelompok ketika melakukan kegiatan. Dengan mencari aspek-aspek yang terdapat pada Fungsional Group Communication theory lalu diaplikasikan pada kasus berbuka bersama saat menentukan tempat kegiatan. Penelitian ini berfokus pada cara suatu kelompok saling berinteraksi, berdiskusi dan berargument untuk memecahkan masalah ataupun mencapai suatu tujuan, didasari riset mendalam hingga akhirnya mendapatkan keputusan yang berkualitas tinggi.
Gambaran Communication Theory of Identity: Membangun Identitas Seorang Cosplayer Santosa, Yasmine Diani; Yuliana, Nina
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital Vol. 1 No. 4 (2024): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jbkd.v1i4.2729

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasikan maraknya aktivitas seni peran yang dilakukan cosplayer sebagai bentuk penggambaran konsep diri menggunakan Communication Theory of Identity yang dipaparkan oleh Michael Hecht. Metode pengumpulan data menggunakan studi kasus yang diambil secara langsung melalui subjek-subjek yang berkaitan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif serta memakai model pendekatan konstruktivisme yang mana hal ini diambil dari pengalaman-pengalaman para subjek yang sudah melakukan kegiatan tersebut. Aspek-aspek yang tercantum pada Communication Theory of Identity akan diaplikasikan pada fenomena ini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana identitas seorang cosplayer dapat terbentuk melalui kegiatan seni peran atau cosplay yang mereka lakukan serta bagaimana interaksi dan yang ada di dalam komunitas tersebut dapat memengaruhi konsep diri mereka. Hal ini juga menyimpulkan bahwa aktivitas cosplay yang mereka lakukan menjadi alat penting bagi setiap individu untuk membantu mereka mengekspresikan identitas diri dan memahami bagaimana identitas setiap individu tersebut dapat dibangun maupun dipertahankan melalui komunikasi dan interaksi yang dilakukan dalam komunitas cosplay.
Penerapan Fungsional Modern Communication Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh Nirwana, Nayala Auranisha; Yuliana, Nina
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital Vol. 1 No. 4 (2024): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini terkait Pembelajaran atau pendidikan merupakan termasuk ke dalam hal yang sangat penting untuk masa depan individu dan masyarakat. Selain memberikan pengetahuan dan keterampilan, pendidikan juga membantu dalam pembangunan karakter, peningkatan kesempatan kerja, pemberdayaan individu, dan menciptakan masyarakat yang lebih maju dan harmonis. Untuk pendidikan kita harus mengusahakan segala hal yang terbaik dan dapat menunjang hal tersebut, dengan semakin majunya zaman dan tentunya teknologi maka semakin perlu juga kita dalam meningkatkan dan menguatkan pendidikan kita. Dengan adanya teknologi pendidikan dapat dilaksanakan dan diakses dengan sangat mudah dan canggih, entah dengan dilaksanakan secara jarak jauh menggunakan sistem video call atau video conference, dan secara langsung dengan menggunakan teknologinya seperti handphone, komputer, dan laptop.
Identitas Melalui Layar: Bagaimana Simbol Dalam Film Marvel Membangun Identitas Kolektif Penggemar Berdasarkan Karakter Superhero Octafiani, Alyafya; Yuliana, Nina
Gandiwa Jurnal Komunikasi Vol 5, No 1 (2025): Gandiwa Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/g.v5i1.2984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana simbol dalam film Marvel membangun identitas kolektif penggemar berdasarkan karakter-karakter superhero-nya. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi pengalaman dan makna simbol dalam Marvel bagi penggemar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol film Marvel memainkan peran penting dalam membangun identitas kolektif penggemar dan seperti menjadi contoh baik terhadap pembangunan karakter individu. Simbol-simbol ini juga digunakan oleh penggemar untuk mengekspresikan diri mereka dan untuk membangun hubungan dengan penggemar lain.
THE ROLE OF SOCIAL MEDIA IN GENERATION Z COMMUNICATION Rebecca Siagian, Naomi; Yuliana, Nina
Interdisciplinary Journal of Advanced Research and Innovation Vol. 2 No. 1 (2024): Interdisciplinary Journal of Advanced Research and Innovation
Publisher : Ravine Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/ijari.v1i3.27

Abstract

Social media has a significant role in human life, especially among young people such as Generation Z, who were born between 1996 and 2010. The use of social media greatly influences generation Z's daily activities. This journal explores the role of social media in generation Z communication dynamics through a qualitative research apprsoach. In an effort to understand how generation Z uses and interacts with social media, this research explores the complexity of experiences, views and identity construction formed through digital platforms. With a focus on interaction and interpretation, qualitative methodology was used to analyze data obtained from in-depth interviews, observations, and social media content analysis. The research results illustrate that social media is not only a communication tool but also an arena where generation Z builds and expresses their identity, values and communication patterns. These findings provide deep insight into how generation Z understands, responds to, and shapes their communication environment through social media use, highlighting the importance of social constructs in shaping their communication experiences.
UTILIZATION OF @GREATMIND.ID ACCOUNT AS INFORMATION MEDIA ON LIFE TOPICS Afanda, Masya; Yuliana, Nina
Interdisciplinary Journal of Advanced Research and Innovation Vol. 2 No. 1 (2024): Interdisciplinary Journal of Advanced Research and Innovation
Publisher : Ravine Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/ijari.v1i3.32

Abstract

The @greatmind.id account provides information and inspiration from influencers and public figures as well as peace of mind through life wisdom from resource persons, which contains a collection of thoughts, aspirations and positive and motivational advice in accordance with world realities. The life that society is experiencing. Broad, in the form of quotes or digests in the form of articles on Instagram about various life topics. This research aims to discover how the @greatmind.id account is used as a medium for information about life topics. According to Pierre Levy, this research refers to new media theory, a qualitative approach that applies qualitative descriptive methods, namely, in-depth interviews, observations, and documentation. The research results found that the @greatmind.id account provides benefits for people who are experiencing something that is happening in their lives by providing a positive and motivating influence, both opening new perspectives in looking at life and making readers feel grateful. You and all things, as well as providing the best in conveying information about life topics for followers of the @greatmind.id account.
BTS MAGIC SHOP SONG AS A SELF HEALING MESSAGE MEDIA FOR HEALTH COMMUNICATION Marlinda, Dini; Yuliana, Nina
Interdisciplinary Journal of Advanced Research and Innovation Vol. 1 No. 2 (2023): Interdisciplinary Journal of Advanced Research and Innovation
Publisher : Ravine Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/ijari.v1i2.25

Abstract

BTS fans listen to the song Magic Shop to improve their mood, as a stress reliever, to reduce depression, to reduce pressure, or as a medium for self-healing. In the song Magic Shop, BTS conveys a message through its lyrics about mental health. BTS also invites its fans to show the best in their lives. This research aims to explain the meaning of the song Magic Shop BTS from the communicator aspect through works that stimulate young people to maintain mental health and behave more positively. This research used a constructivist paradigm a qualitative approach by applying the phenomenological method and carrying out observations and literature reviews. The data collection technique was carried out by in-depth interviews. This research refers to the SOR communication theory from Houland et al., where the communicator can provide a stimulus to the organism through his messages to change or adjust its behavior. The research results showed that Magic Shop BTS music has an influence as a means of relaxing oneself, alleviating mental health disorders such as stress, excessive anxiety, fear, and so on.
SIGN LANGUAGE IN BTS' MUSIC VIDEO "PERMISSION TO DANCE" BECOMES HAPPINESS FOR THE DEAF Shalihah, Fathin; Yuliana, Nina
Interdisciplinary Journal of Advanced Research and Innovation Vol. 1 No. 2 (2023): Interdisciplinary Journal of Advanced Research and Innovation
Publisher : Ravine Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/ijari.v1i2.26

Abstract

This research analyzes the use of Sign Language in the music video "Permission to Dance" by BTS and its impact on the deaf community. BTS integrated Korean Sign Language and International Sign Language into the choreography of this song, with the aim of saying goodbye to Covid-19 and bringing happiness after difficult times. This Sign Language choreography has a message of peace, happiness and unity for everyone, including those with special needs. This music video received appreciation from WHO because it allows people with hearing impairments to enjoy music. This research uses a constructivist paradigm, a qualitative approach with phenomenological and observational methods. Referring to the SOR communication theory from Houland, et al., where the communicator can provide a stimulus through his messages to the organism to change or adjust its behavior. Analysis of reactions from social media users shows that this music video is very liked and touching, especially by people with hearing loss. From the research results, it was concluded that the BTS music video "Permission To Dance" with Sign Language choreography had a positive impact on people with hearing impairments or hearing impairments.
Preferensi Pengguna Media Sosial TikTok dalam Menonton Konten TikTok Abe Tanvaltin, Vincent; Yuliana, Nina
Jurnal Komunikasi Vol 15, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v15i1.22719

Abstract

TikTok telah muncul sebagai salah satu platform media sosial paling populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi pengguna TikTok dalam menonton konten, dengan fokus pada konten yang dibuat oleh Abe, seorang influencer anak. Penelitian ini mengeksplorasi jenis konten yang paling disukai, faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi tersebut, dan implikasinya bagi pembuat konten dan pemasar digital. Penelitian ini menggunakan Teori Reasoned Actions (TRA) untuk menjelaskan perilaku pengguna, dengan fokus pada niat perilaku, sikap terhadap perilaku, dan norma subjektif. Metode kualitatif, termasuk wawancara mendalam dengan pengguna aktif TikTok dan analisis konten komentar pada video Abe, digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna TikTok memiliki niat perilaku yang kuat untuk menonton konten Abe setiap hari, didorong oleh motivasi untuk hiburan, edukasi, dan peningkatan suasana hati. Hal ini sejalan dengan TRA, yang menyatakan bahwa sikap positif dan norma subjektif yang mendukung meningkatkan niat perilaku
Peran Komunikasi Antarbudaya pada Mahasiswa dengan Empat Etnis Berbeda di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Fitri, Vasulia Nur; Yuliana, Nina
Jurnal Komunikasi Vol 15, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v15i1.22835

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan komunikasi antarbudaya yang mencakup hambatan bahasa, perbedaan nilai dan norma budaya, serta stereotip. Studi ini menyoroti pentingnya kemampuan hidup berdampingan dalam masyarakat majemuk dan bagaimana fakta-fakta ini dapat mencegah potensi konflik. Fokus utama penelitian adalah pada akomodasi kultur sosial yang memungkinkan pembauran dalam hubungan antarbudaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan kasus, mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara mendalam dengan mahasiswa/i dari empat etnis berbeda (Tionghoa, Batak, Jawa, dan Banten) di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive sampling dan Snowball sampling. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi bagi setiap etnis dalam mengatasi hambatan komunikasi antarbudaya dan memanfaatkan peluang yang ada. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dialek budaya yang berpotensi menghambat komunikasi antarbudaya karena masing-masing etnis memiliki unsur kebudayaan yang berbeda