Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang HIV/AIDS dengan Perilaku Seksual Remaja Siswa Kelas X dan XI di SMKN 1 Babelan – Bekasi Santika, Santika; Yuliani, Indah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i11.11044

Abstract

ABSTRACT A virus known as the human immune deficiency virus (HIV) targets the human immune system. HIV attacks the human body by killing or destroying cells of the immune system, drastically reducing the body's resistance to infection and cancer. Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) is a group of symptoms caused by a damaged immune system. This disease does not come from birth. Instead, it was passed from person to person. To determine the relationship between the level of knowledge of adolescents about HIV/AIDS and the sexual behavior of adolescents in grades X and XI at SMKN 1 Babelan. This research using a descriptive-correlative research design aims to determine the relationship between adolescent sexual behavior and the level of knowledge of adolescents about HIV/AIDS. Cross-sectional data collection was used in this study, which was carried out simultaneously with a total sample of 96 respondents. it can be seen that 30 students (65.2%) have a poor level of knowledge about HIV/Helps and 31 students (62%) who have a good level of knowledge about HIV/AIDS have a way of behaving. who do not respect adolescent sexuality. The calculated p-value is 0.908, higher than the calculated value of = 0.05. It can be concluded that there is no significant relationship between the level of knowledge of adolescents about HIV/AIDS and their sexual behavior. Keywords: Knowledge, HIV/AIDS, Adolescent Sexual Behavior  ABSTRAK Virus yang dikenal sebagai human immune deficiency virus (HIV) menargetkan sistem kekebalan tubuh manusia. HIV menyerang tubuh manusia dengan membunuh atau menghancurkan sel-sel sistem kekebalan tubuh, mengurangi daya tahan tubuh terhadap infeksi dan kanker secara drastis. Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) adalah sekelompok gejala yang disebabkan oleh rusaknya sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini tidak datang sejak lahir. Sebaliknya, itu ditularkan dari orang ke orang. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan perilaku seksual remaja siswa kelas X dan XI di SMKN 1 Babelan. Penelitian yang menggunakan desain penelitian deskriptif korelatif ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku seksual remaja dengan tingkat pengetahuan HIV/AIDS remaja. Pengumpulan data cross-sectional digunakan dalam penelitian ini, yang dilakukan secara bersamaan dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden. dilihat bahwa 30 siswa (65,2%) memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik tentang HIV/AIDS dan 31 siswa (62%) yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang HIV/AIDS memiliki cara berperilaku yang tidak menjunjung tinggi seksualitas remaja. Nilai p yang dihitung adalah 0,908, lebih tinggi dari nilai yang dihitung dengan = 0,05. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan perilaku seksualnya. Kata Kunci : Pengetahuan, HIV/AIDS, Perilaku Seksual Remaja
Pengaruh Konseling dengan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) Kepada Pasangan Usia Subur terhadap Pengetahuan Kepesertaan Keluarga Berencana di Puskesmas Asologaima Kab. Jayawijaya Yuliani, Indah; Salmawati, Salmawati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19641

Abstract

ABSTRACT According to WHO data, 2023 shows that there will be 1.9 billion women in the reproductive age group. Global contraceptive prevalence by any method is estimated at 65% and modern methods at 58.7%. The prevalence of PUS for family planning participants in Indonesia in 2023 will be 60.4%. Based on provincial distribution, the highest prevalence rate of family planning use is South Kalimantan (71.2%), and the lowest is Papua (10.5%). At the Asologaima Community Health Center, family planning coverage is still low, due to a lack of knowledge and interest in couples of childbearing age in choosing contraceptives. Efforts that can be made are by providing Communication, Information and Education (KIE) before family planning acceptors choose which contraception to use. To determine the effect of counseling with Decision Making Tools (ABPK) for couples of childbearing age on knowledge of family planning participation. Quasi experiment with a one group pretest-posttest design. The sampling technique uses random sampling. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the Wilcoxon Signed Ranks Test. Before being given counseling with ABPK, the majority of respondents had poor knowledge, 66.3%, and after being given counseling with ABPK, the majority of respondents had good knowledge, 59.1%. There is an influence of counseling with decision making tools (ABPK) for couples of childbearing age on knowledge of family planning participation at the Asologaima Health Center, Jayawijaya Regency (p. value 0.003). There is an influence of counseling with decision-making aids (ABPK) for couples of childbearing age on knowledge of family planning participation. It is hoped that health workers can improve the quality of family planning services to mothers both through counseling and education about contraception using ABPK feedback sheets. Keywords: Counseling, Couples of Childbearing Age, Family Planning  ABSTRAK Menurut data WHO, 2023 menunjukkan bahwa sebanyak 1,9 miliar perempuan pada kelompok usia reproduksi. Prevalensi kontrasepsi global dengan metode apa pun diperkirakan sebesar 65% dan metode modern sebesar 58,7%. Prevalensi PUS peserta KB di Indonesia pada tahun 2023 sebesar 60,4%. Berdasarkan distribusi provinsi, angka prevalensi pemakaian KB tertinggi adalah Kalimantan Selatan (71,2%), dan terendah adalah Papua (10,5%). Di Puskesmas Asologaima cakupan KB masih rendah, dikarenakan kurangnya pengetahuan dan minat pasangan usia subur dalam pemilihan alat kontrasepsi. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) sebelum akseptor KB memilih kontrasepsi yang akan digunakan. Mengetahui pengaruh  konseling  dengan  Alat  Bantu  Pengambilan Keputusan (ABPK) kepada pasangan usia subur terhadap pengetahuan kepesertaan keluarga berencana. Quasi experiment  dengan rancangan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Sebelum diberikan konseling dengan ABPK mayoritas responden berpengetahuan kurang 66,3% dan sesudah diberikan konseling dengan ABPK mayoritas responden berpengetahuan baik 59,1%. Ada pengaruh  konseling dengan  alat  bantu  pengambilan keputusan (ABPK) kepada pasangan usia subur terhadap pengetahuan kepesertaan keluarga berencana di Puskesmas Asologaima Kabupaten Jayawijaya (p. value 0,003). Ada pengaruh  konseling dengan  alat  bantu  pengambilan keputusan (ABPK) kepada pasangan usia subur terhadap pengetahuan kepesertaan keluarga berencana. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan mutu pelayanan keluarga berencana kepada ibu-ibu baik melalui konseling maupun penyuluhan tentang kontrasepsi dengan menggunakan lembar balik ABPK. Kata Kunci: Konseling, Pasangan Usia Subur, Keluarga Berencana
Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien HIV AIDS di UPTD Puskesmas Cilamaya Yuliani, Indah; Nurhayati, Ela
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.21956

Abstract

ABSTRACT HIV (Human Immunodeficiency Virus) is a health problem that requires serious attention. HIV is a virus that attacks the human immune system, thus disrupting the body's ability to fight various diseases. This virus infects white blood cells, resulting in decreased immunity, making individuals more susceptible to opportunistic infections and can develop AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Research Objective: To determine the relationship between family support and adherence to HIV/AIDS treatment in Cilamaya Community Health Center. Research Method: Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods using chi-square tests. Then, the data was processed using SPSS. Research Results: Of the 42 respondents who were most compliant with HIV/AIDS treatment, 29 respondents (33.8%) were those with good family support. Furthermore, of the 44 respondents who were most non-compliant with TB treatment, 43 respondents (51.1%) were those with poor family support. Conclusion: Based on the chi-square statistical test results, the p-value of this study was 0.020 0.05. H0 was rejected and Ha was accepted, indicating a relationship between family support and treatment adherence in HIV/AIDS patients at the Cilamaya Community Health Center. Keywords: HIV, AIDS, Family Support, Treatment Adherence.  ABSTRAK Penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan masalah kesehatan yang memerlukan perhatian serius. HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga mengganggu kemampuan tubuh untuk melawan berbagai penyakit Virus ini menginfeksi sel darah putih, yang mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh, sehingga individu lebih rentan terhadap infeksi oportunistik dan dapat mengembangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Tujuan Penelitian: Diketahuinya Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien HIV AIDS Di Puskesmas Cilamaya. Metode penelitian: Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi squre. Kemudian data akan di kelola dengan SPSS. Hasil Penelitian: dari 42 responden yang patuh dalam pengobatan HIV AIDS terbanyak pada responden dengan dukungan keluarga yang baik yaitu sebanyak 33,8%, kemudian yang tidak patuh dalam pengobatan HIV terbanyak pada responden dengan dukungan keluarga yang kurang yaitu sebanyak 51,1%. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien HIV AIDS Di Puskesmas Cilamaya. Kata Kunci: HIV, AIDS, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Pengobatan.
Efektifitas Tablet Tambah Darah dalam Mengurangi Risiko Anemia dan Meningkatkan Kesehatan Reproduksi pada Remaja Putri di MAN 1 Karawang Yuliani, Indah; Kurnia, Erna
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.22025

Abstract

ABSTRACT Adolescence for girls is a crucial transitional period full of changes, both physically, emotionally, and socially. Anemia is a medical condition characterized by low levels of hemoglobin in the blood, which functions to transport oxygen throughout the body. Normal hemoglobin levels vary by gender, ranging from 11.5 to 16.5 g/dl for girls and 12.5 to 18.5 g/dl for boys. Objective: To determine the effectiveness of iron supplements in reducing the risk of anemia and improving reproductive health in adolescent girls at MAN 1 Karawang. Method: Paired simple t-tests were conducted using univariate and bivariate methods using the computerized SPSS program. Research results: A sample of 33 respondents (N=33) showed that the T-count (2.142) was greater than the T-table (0.302), and the p-value (0.001) was less than the alpha value (0.05), indicating a difference in hemoglobin levels in adolescent girls after the intervention. Conclusion: Iron supplementation tablets are effective in reducing the risk of anemia and improving reproductive health in adolescent girls at MAN 1 Karawang. Conclusion Keywords: Iron Supplementation Tablets, Hemoglobin, Anemia In Adolescent Girls.  ABSTRAK Masa remaja bagi seorang perempuan merupakan periode transisi yang penting dan penuh perubahan, baik secara fisik, emosional, maupun sosial. Anemia merupakan salah satu kondisi medis yang ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin dalam darah, yang berfungsi untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Kadar hemoglobin yang dianggap normal bervariasi berdasarkan jenis kelamin, yaitu 11,5-16,5 gr/dl untuk perempuan dan 12,5-18,5 gr/dl untuk laki-laki. Tujuan penelitian: Untuk Mengetahui Efektifitas Tablet Tambah Darah Dalam Mengurangi Risiko Anemia Dan Meningkatkan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Putri di MAN 1 Karawang.  Metode penelitian: menggunakan uji paired simple t test dilakukan secara univariat dan bivariat dengan bantuan  sistem komputerisasi program SPSS . hasil penelitian: jumlah sampel 33 responden (N=33) didapatkan data bahwa T-Hitung (2,142) T-tabel (0,302) dan nilai p.Valuenya (0,001) nilai alpha (0,05) yang berarti ada perbedaan  nilai HB remaja putri setelah diberikan  intervensi. Kesimpulan: Tablet Tambah Darah efektif Dalam Mengurangi Risiko Anemia Dan Meningkatkan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Putri di MAN 1 Karawang. Kesimpulan  Kata Kunci: Tablet Tambah Darah, Hemoglobin, Anemia Pada Remaja Putri.
The Influence of Health Education on The Knowledge of Grade IX Female Adolescents about Sexual Violence at SMP X Bekasi Fajar, Rahel Agustin; Yuliani, Indah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.21980

Abstract

ABSTRACT Sexual violence against adolescent girls remains a critical public health issue with severe physical, mental, and social consequences. Indonesian Health Survey (2023) data reveals concerning prevalence rates among girls aged 14-17: 15% experienced verbal sexual harassment, 8.5% physical harassment, and 3.2% severe sexual violence. Bekasi City witnessed increased cases from 65 (2021) to 87 (2022). Previous research indicated 68.3% of female adolescents in Bekasi had inadequate knowledge about sexual violence, with 85.7% never receiving specific school-based health education on this topic. To analyze the effectiveness of health education intervention on ninth-grade female adolescents' knowledge regarding sexual violence at SMP X Bekasi. Methods: A quasi-experimental pre-post test design was employed with ninth-grade female students selected through purposive sampling. Knowledge levels were assessed using a validated questionnaire administered before and after health education intervention. Statistical analysis determined pre-post intervention knowledge differences. Normality testing revealed non-parametric distribution of pre-test and post-test data (p0.05), requiring non-parametric statistical analysis. Significant improvement in adolescent girls' knowledge about sexual violence was observed post-intervention, demonstrating enhanced understanding of definitions, forms, risk factors, and prevention strategies. Health education intervention effectively enhanced adolescent girls' knowledge about sexual violence. Implementation of comprehensive school-based health education programs is crucial for primary prevention of sexual violence against adolescent girls. Keywords: Health Education, Knowledge, Sexual Violence, Adolescent Girls, Prevention.