Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Kesehatan Reproduksi dengan Perilaku Seks Pra Nikah pada Mahasiswa Prodi S1 Keperawatan Tingkat 3 Stikes Abdi Nusantara Jakarta MuthiPratiwi, Dehana; Yuliani, Indah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.11279

Abstract

ABSTRACT The World Health Organization (WHO) states that reproductive health is a state of complete physical, mental and social well-being, not merely free from disease or disability related to the reproductive system, functions and processes. In Indonesia, the greatest frequency of adolescents who have had sex outside of marriage is in the 20-24 year age group, which is 60.1%, while 58.5% of adolescents who experience unwanted pregnancies are in the 15-19 year age group. To find out the relationship between knowledge and attitudes towards reproductive health with premarital sex behavior in Bachelor of Nursing Level 3 Abdi Nusantara students in 2023. This type of research is quantitative analytic using a cross-sectional design. The type of data is primary data that is directly obtained from students. The research population was Bachelor of Nursing Level 3 students. The sampling method in this study was Total Sampling, so the number of samples was 50 respondents. Based on the results of the Chi-Square test, it was found that there was no relationship between knowledge of reproductive health and premarital sex behavior for students of the Bachelor of Nursing Study Program level 3 at Stikes Abdi Nusantara Jakarta in 2023 (p-value 0.75 > 0.05). There is no relationship between attitudes towards reproductive health and premarital sex behavior for students of Bachelor of Nursing Study Program level 3 at Stikes Abdi Nusantara Jakarta in 2023 (p-value 0.76 > 0.05). There is no relationship between attitudes towards reproductive health and premarital sex behavior for students of the Bachelor of Nursing Study Program level 3 at Stikes Abdi Nusantara Jakarta in 2023. Keywords: Relationship, Behavior, Reproductive Health, Premarital Sex.  ABSTRAK World Health Organization (WHO) menyatakan Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi. Di Indonesia frekuensi terbesar remaja yang pernah melakukan hubungan seks di luar nikah berada pada kelompok umur 20- 24 tahun yaitu sebesar 60,1%, sedangkan remaja yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan sebanyak 58,5% berada pada kelompok umur 15- 19 tahun. Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap kesehatan reproduksi dengan perilaku seks pra nikah mahasiswa S1 Keperawatan Tingkat 3 Abdi Nusantara tahun 2023. Jenis penelitian bersifat analitik  kuantitatif menggunakan rancangan crossectional. Jenis data berupa data primer yang langsung di dapatkan dari mahasiswa. Populasi penelitian adalah mahasiswa S1 Keperawatan Tingkat 3, Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Total Sampling, sehingga jumlah sampel sebanyak 50 responden.  Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapati tidak hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seks pranikah mahasiswa prodi S1 keperawatan tingkat 3 di Stikes Abdi Nusantara Jakarta Tahun 2023 (p-value 0.75 >0.05). Tidak ada hubungan antara sikap terhadap kesehatan reproduksi dengan perilaku seks pranikah mahasiswa prodi S1 keperawatan tingkat 3 di Stikes Abdi Nusantara Jakarta Tahun 2023 (p-value 0,76 >0,05). Tidak ada hubungan antara sikap terhadap kesehatan reproduksi dengan perilaku seks pranikah mahasiswa prodi S1 keperawatan tingkat 3 di Stikes Abdi Nusantara Jakarta Tahun 2023. Kata Kunci : Hubungan, Prilaku, Kesehatan Reproduksi, Seks Pranikah.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang HIV/AIDS dengan Perilaku Seksual Remaja Siswa Kelas X dan XI di SMKN 1 Babelan – Bekasi Santika, Santika; Yuliani, Indah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i11.11044

Abstract

ABSTRACT A virus known as the human immune deficiency virus (HIV) targets the human immune system. HIV attacks the human body by killing or destroying cells of the immune system, drastically reducing the body's resistance to infection and cancer. Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) is a group of symptoms caused by a damaged immune system. This disease does not come from birth. Instead, it was passed from person to person. To determine the relationship between the level of knowledge of adolescents about HIV/AIDS and the sexual behavior of adolescents in grades X and XI at SMKN 1 Babelan. This research using a descriptive-correlative research design aims to determine the relationship between adolescent sexual behavior and the level of knowledge of adolescents about HIV/AIDS. Cross-sectional data collection was used in this study, which was carried out simultaneously with a total sample of 96 respondents. it can be seen that 30 students (65.2%) have a poor level of knowledge about HIV/Helps and 31 students (62%) who have a good level of knowledge about HIV/AIDS have a way of behaving. who do not respect adolescent sexuality. The calculated p-value is 0.908, higher than the calculated value of = 0.05. It can be concluded that there is no significant relationship between the level of knowledge of adolescents about HIV/AIDS and their sexual behavior. Keywords: Knowledge, HIV/AIDS, Adolescent Sexual Behavior  ABSTRAK Virus yang dikenal sebagai human immune deficiency virus (HIV) menargetkan sistem kekebalan tubuh manusia. HIV menyerang tubuh manusia dengan membunuh atau menghancurkan sel-sel sistem kekebalan tubuh, mengurangi daya tahan tubuh terhadap infeksi dan kanker secara drastis. Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) adalah sekelompok gejala yang disebabkan oleh rusaknya sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini tidak datang sejak lahir. Sebaliknya, itu ditularkan dari orang ke orang. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan perilaku seksual remaja siswa kelas X dan XI di SMKN 1 Babelan. Penelitian yang menggunakan desain penelitian deskriptif korelatif ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku seksual remaja dengan tingkat pengetahuan HIV/AIDS remaja. Pengumpulan data cross-sectional digunakan dalam penelitian ini, yang dilakukan secara bersamaan dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden. dilihat bahwa 30 siswa (65,2%) memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik tentang HIV/AIDS dan 31 siswa (62%) yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang HIV/AIDS memiliki cara berperilaku yang tidak menjunjung tinggi seksualitas remaja. Nilai p yang dihitung adalah 0,908, lebih tinggi dari nilai yang dihitung dengan = 0,05. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan perilaku seksualnya. Kata Kunci : Pengetahuan, HIV/AIDS, Perilaku Seksual Remaja
Pengaruh Konseling dengan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) Kepada Pasangan Usia Subur terhadap Pengetahuan Kepesertaan Keluarga Berencana di Puskesmas Asologaima Kab. Jayawijaya Yuliani, Indah; Salmawati, Salmawati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19641

Abstract

ABSTRACT According to WHO data, 2023 shows that there will be 1.9 billion women in the reproductive age group. Global contraceptive prevalence by any method is estimated at 65% and modern methods at 58.7%. The prevalence of PUS for family planning participants in Indonesia in 2023 will be 60.4%. Based on provincial distribution, the highest prevalence rate of family planning use is South Kalimantan (71.2%), and the lowest is Papua (10.5%). At the Asologaima Community Health Center, family planning coverage is still low, due to a lack of knowledge and interest in couples of childbearing age in choosing contraceptives. Efforts that can be made are by providing Communication, Information and Education (KIE) before family planning acceptors choose which contraception to use. To determine the effect of counseling with Decision Making Tools (ABPK) for couples of childbearing age on knowledge of family planning participation. Quasi experiment with a one group pretest-posttest design. The sampling technique uses random sampling. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the Wilcoxon Signed Ranks Test. Before being given counseling with ABPK, the majority of respondents had poor knowledge, 66.3%, and after being given counseling with ABPK, the majority of respondents had good knowledge, 59.1%. There is an influence of counseling with decision making tools (ABPK) for couples of childbearing age on knowledge of family planning participation at the Asologaima Health Center, Jayawijaya Regency (p. value 0.003). There is an influence of counseling with decision-making aids (ABPK) for couples of childbearing age on knowledge of family planning participation. It is hoped that health workers can improve the quality of family planning services to mothers both through counseling and education about contraception using ABPK feedback sheets. Keywords: Counseling, Couples of Childbearing Age, Family Planning  ABSTRAK Menurut data WHO, 2023 menunjukkan bahwa sebanyak 1,9 miliar perempuan pada kelompok usia reproduksi. Prevalensi kontrasepsi global dengan metode apa pun diperkirakan sebesar 65% dan metode modern sebesar 58,7%. Prevalensi PUS peserta KB di Indonesia pada tahun 2023 sebesar 60,4%. Berdasarkan distribusi provinsi, angka prevalensi pemakaian KB tertinggi adalah Kalimantan Selatan (71,2%), dan terendah adalah Papua (10,5%). Di Puskesmas Asologaima cakupan KB masih rendah, dikarenakan kurangnya pengetahuan dan minat pasangan usia subur dalam pemilihan alat kontrasepsi. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) sebelum akseptor KB memilih kontrasepsi yang akan digunakan. Mengetahui pengaruh  konseling  dengan  Alat  Bantu  Pengambilan Keputusan (ABPK) kepada pasangan usia subur terhadap pengetahuan kepesertaan keluarga berencana. Quasi experiment  dengan rancangan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Sebelum diberikan konseling dengan ABPK mayoritas responden berpengetahuan kurang 66,3% dan sesudah diberikan konseling dengan ABPK mayoritas responden berpengetahuan baik 59,1%. Ada pengaruh  konseling dengan  alat  bantu  pengambilan keputusan (ABPK) kepada pasangan usia subur terhadap pengetahuan kepesertaan keluarga berencana di Puskesmas Asologaima Kabupaten Jayawijaya (p. value 0,003). Ada pengaruh  konseling dengan  alat  bantu  pengambilan keputusan (ABPK) kepada pasangan usia subur terhadap pengetahuan kepesertaan keluarga berencana. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan mutu pelayanan keluarga berencana kepada ibu-ibu baik melalui konseling maupun penyuluhan tentang kontrasepsi dengan menggunakan lembar balik ABPK. Kata Kunci: Konseling, Pasangan Usia Subur, Keluarga Berencana