Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

SENAM NIFAS BERPENGARUH TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN PADA IBU NIFAS Triani Yuliastanti; Novita Nurhidayati; Sandiyah Sandiyah
Jurnal Kebidanan VOLUME 15, NO.02 Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v15i02.668

Abstract

Masa nifas merupakan masa setelah persalinan, setelah melahirkan banyak perubahan yang dialami dan dikeluhkan oleh para ibu selain berubahnya rutinitas kegiatan ibu sehari-hari juga adanya perubahan dalam tubuh salah satunya perubahan berat badan. Dampak yang ditimbulkan dari penambahan berat badan atau berat badan tidak turun bahkan mengalami obesitas dapat mengakibatkan tergangunya aktivitas fisik, timbul ketidaknyamanan yang dapat mengakibatkan terhambatnya ibu dalam memberikan ASI atau merawat bayinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam nifas terhadap penurunan berat badan ibu nifas di Klinik Pratama Jasmine Medika Desa Babatan Katibung Lampung Selatan. Penelitian menggunakan one grup pre test – post test design. Subyek penelitian yang diambil 38 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi dengan tehnik pengambilan sampel total sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini senam nifas dan varibael terikat penurunan berat badan ibu. Hasil yang diperoleh setelah diberikan senam nifas menunjukkan bahwa ada perubahan berat badan ibu antara sebelum dan sesudah diberikan senam nifas dengan nilai p-value 0.026 < 0,05 dengan nilai rata-rata 55,34. Kesimpulan yang didapat senam nifas berpengaruh terhadap penurunan berat badan pada ibu nifas. Kata Kunci : Berat Bedan, Nifas, Senam Nifas
Pencehan stunting dengan pemberdayaan masyarakat di Desa Sukorejo Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali Hanung, Allania; Ayushelita, Destika Putri; Suryanti, Ari; Yuliastanti, Triani; Nurhidayati, Novita; Mahmudah, Atik
Journal of Midwifery in Community Vol 1, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jmc.v1i2.79359

Abstract

Desa Sukorejo merupakan salah satu desa yang memiliki angka stunting tertinggi di wilayah Boyolali. Dari hasil analisis social yang telah dilakukan, terdapat 37 orang balita stunting. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya. Stunting menjadi masalah karena adanya resiko kesakitan dan kematian, serta suboptimalnya perkembangan otak, sehingga perkembangna motirik terlambat serta terlambatnya pertumbuhan mental. Berdasarkan kajian Pustaka, penanganan stunting saat ini diarahkan kepada pencegahan terjadinya, karena lebih mudah dan efisien. Salah satu cara yang digunakan untuk mencegah kejadian stunting adalah dengan pengikatan pengetahuan ibu hamil dan kader, pemberian gizi yang adekuat pada balita, dan mendekatkan layanan Kesehatan pada masyarakat. Dari hasil pengabdian masyarakat didapatkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil dan kader Kesehatan, terdistribusinya pemberian makanana tambahan untuk balita, dan adanya alat Kesehatan yang memadai untuk melakukan pos Kesehatan RT. 
POLA ASUH DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 2 -3 TAHUN Triani Yuliastanti; Etika Khoiriyah
Jurnal Kebidanan VOLUME 08 No.02, DESEMBER 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v8i02.223

Abstract

ABSTRAKPerilaku sosial (personal sosial) merupakan salah satu kategori perkembangan anak toddler yang berhubungan dengan kemampuan mandiri seperti memakai baju sendiri, pergi ke toilet sendiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Perkembangan personal sosial anak toddler tidak semuanya maksimal lebih dari 25% anak toddler mengalami keterlambatan perkembangan. Keterlambatan perkembangan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor terutama dari faktor orang tua yaitu pola pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola asuh, gambaran perkembangan personal sosial dan hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan personal sosial anak toddler. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey analitik dan pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak usia 2-3 tahun sejumlah 53, dengan teknik purposive sampling  diperoleh sampel 49 dan analisa data chi square. Hasil perhitungan chi square dengan α = 0,05, diperoleh nilai X2 hitung 11.031 dan p value = 0,004 (p < 0,05), berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan personal sosial anak usia 2-3 tahun. Kata Kunci: Pola asuh, Perkembangan personal anak usia 2 – 3 tahun.PARENTING AND CHILD DEVELOPMENT AGE 2-3 YEARSABSTRACTSocial behavior (personal social) is one category toddler child development associated with the ability to independently like to wear their own clothes, go to the toilet alone, socialize and interact with their environment. Personal social development of children toddler not all up more than 25% of children experiencing developmental delays toddler. The developmental delay can be influenced by various factors, especially on the factors parents are parenting. This study aims to describe parenting, on the development of social and personal relationships parenting parents with personal social development of children toddler. The study was conducted using analytical survey method and cross sectional approach. The population in this study were all children aged 2-3 years a number 53, by using purposive sampling obtained 49 samples and data analysis chi square. The calculation result of chi square with α = 0.05, the value of X2 count 11 031 and p value = 0.004 (p <0.05), means Ha Ho accepted and rejected. From this study we can conclude that there is a relationship with the parents' parenting personal social development of children aged 2-3 years.Keywords: parenting, personal development of children aged 2-3 years..
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN FIELDTRIEP TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI DALAM DETEKSI DINI PERKEMBANGAN ANAK Novita Nurhidayati; Triani Yuliastanti
Jurnal Kebidanan VOLUME 09 No.01, JUNI 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v9i01.311

Abstract

ABSTRAKLatar belakang : Perkembangan anak sangat menentukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pada tahap-tahap selanjutnya. Maka dari itu seorang anak diharapkan dapat mencapai tahap perkembangan sesuai dengan kurva perkembangan. Perkembangan seorang anak dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu genelik dan lingkungan. Faktor lingkungan antara lain gizi, lingkungan dan stimulasi perkembangan. Salah satu kompetensi yang harus dikuasai mahasiswa D III Kebidanan adalah dapat melakukan deteksi dini perkembangan anak, salah satunya menggunakan lembar KPSP, yang termuat dalam mata kuliah Asuhan Neonatus, Bayi, dan Balita. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas pembelajaran filedtrip terhadap pencapaian kompetensi dalam deteksi dini perkembangan anak. Metode Penelitian: Menggunakan metode deskriptif observasioanal dengan one group pre dan post test design, serta pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa semester 3 Akademi Kebidanan Estu Utomo Boyolali Tahun Akademik 2013/2014. dengan teknik total sampling, sejumlah 92 mahasiswa kemudian  analisa data dengan Paired samples  T-test. Hasil Penelitian terdapat 82 mahasiswa yang tidak kompeten dan 10 mahasiswa yang kompeten dalam melakukan deteksi dini perkembangan anak sebelum dilakukan metode pembelajaran fieldtriep. Setelah dilakukan pembelajaran dengan metode fieltriep terdapat 4 mahasiswa yang belum kompeten dan 84 mahasiswa yang kompeten. Hasil analisa data dengan SPSS 16.00 didapatkan nilai Sig (2-tailed) = 0,000, pada taraf signifikansi 95% diperoleh t hitung (20,830) > t tabel (1,896). Simpulan Terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan metode pembelajaran fieldtriep terhadap pencapaian kompetensi mahasiswa dalam melakukan deteksi dini perkembangan anak.Kata kunci : fieldtriep, KPSPEFFECTIVENESS FIELD TRIP LEARNING TO THE ACHIEVEMENT OF COMPETENCY IN EARLY DETECTION OF CHILDREN DEVELOPMENTABSTRACTBackground: The development of the child will determine the quality of Human Resources (HR) at later stages. Thus the child is expected to reach the stage of development in accordance with the development curve. A child's development is influenced by several factors, namely genelik and environment. Environmental factors such as nutrition, environmental and developmental stimulation. One of the competencies that must be mastered DIII Midwifery students are able to make early detection of child development, one of which uses KPSP sheet, which contained the subjects Care Neonates, Infants, and Toddlers.  Purpose: To determine the effectiveness of learning filedtrip to the achievement of competence in the early detection of child development.  Methods: Using a descriptive method observasioanal with one group pre and post test design, as well as the cross sectional approach. The population in this study were all students of the 3rd semester Midwifery Academy Estu Utomo Boyolali Academic Year 2013/2014. with a total sampling techniques, a number of 92 students then analyze the data with paired samples T-test.  Results are 82 students who are incompetent and 10 students who are competent in the early detection of child development before learning methods fieldtriep. After learning the method fieltriep there are 4 students who have not qualified and competent students 84. The results of the data analysis with SPSS 16:00 got the Sig (2-tailed) = 0.000, at a significance level of 95% was obtained t (20,830)> t table (1.896).  Conclusions There is a significant influence on the use of learning methods fieldtriep to the achievement of student competence in the early detection of child developmentKeywords: fieldtriep, KPSP
Pengetahuan Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Dewi Ambarwati; Luluk Khusnul Dwihestie; Triani Yuliastanti
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v5i2.9418

Abstract

Due to its effect on the caliber of generations to come, iron deficiency anemia in teenage females is one of Indonesia's most pressing reproductive health concerns. Adolescents' awareness to autonomously adopt preventative actions is shaped mostly by their knowledge. The purpose of this research is to determine whether there is a correlation between the prevalence of anemia among teenage females in Boyolali Regency and their degree of education. Using a cross-sectional design, this study employs quantitative correlational analytic methods. An accidental sampling approach was used to obtain a sample size of 80 respondents from the population of seventh grade female pupils. A digital POCT device was utilized to quantify the incidence of anemia variables based on hemoglobin (Hb) levels, while a structured questionnaire instrument was employed to gather data for knowledge variables. The Chi-Square test was used to assess the bivariate data analysis. According to the univariate analysis, 62.5% of the participants (50 respondents) had a decent level of knowledge, and 73.8% of the participants (59 respondents) did not suffer from anemia (Hb > 12 g/dL). With a p-value of 0.000 (p < 0.05), the results of the bivariate test were generated. Anemia is more common among female students at MTs Al Ihsan Doglo who have a higher degree of expertise, according to this study. School districts should keep an eye on students' iron pill use and improve their nutrition education programs.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PARITAS DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANC PERTAMA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS JUWANGI Siti Agustina; Titik Wijayanti; Triani Yuliastanti
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 17 No 1
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LRPMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Achievements visit antenatal care first (K1) in the District Juwangi in 2025 was 87%, still is below the national target of ≥95 %. Compliance Mother pregnant in do first ANC visit influenced by various factors , including level knowledge And parity . Study This aim know connection level knowledge And parity with compliance first ANC visit on Mother pregnant at the Community Health Center Fragrant . Study use method quantitative with design cross sectional . Population study is all over Mother pregnant in the area Work Community Health Center Juwangi on April 2026. Sampling technique using quota sampling with amount sample of 30 respondents, respondents are pure K1. Data collection using questionnaire knowledge And sheet observation. The knowledge in questin is knowlwdge about the objectives, benefits, and timing of ANC imlementation. Data analysis using test Chi-Square . Results study show part big respondents own level knowledge not enough as many as 12 respondents (40%), some of them big 27 respondents ( 90 %) were multigravida , and the majority of respondents were compliantwith attending the first antenatal care (ANC) visit before 12 weeks of gestasion according to the standart (pure K1) as many as 16 respondents (53.3%). Results analysis show there is connection significant between level knowledge with compliance first ANC visit with a p-value of 0.000 < 0.05 . No there is connection significant between parity with compliance first ANC visit with a p-value of 0.626 > 0.05 . The conclusion of this study shows a relationship between pregnant women's knowledge and compliance with their first ANC visit. Meanwhile, parity, or the number of deliveries experienced, does not affect the level of pregnant women's compliance with their first ANC visit. Keywords : ANC, compliance, parity, knowledge.
The Relationship Between Providing Supplementary Food to Pregnant Women with Special Needs and the Incidence of Low Birth Weight (LBW) at the Karanggede Community Health Center, Boyolali Enggrik Oktoria Sari; Triani Yuliastanti; Sri Handayani
JURNAL KEBIDANAN KESTRA (JKK) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Kebidanan Kestra (JKK)
Publisher : Fakultas Kebidanan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/7xe46z27

Abstract

Background. LBW is influenced by the mother’s nutritional status (malnutrition). One strategy to improve the nutrition of malnourished pregnant women is the provision of supplementary food. According to Ministry of Health Regulation No. 51 of 2016 regarding Standards for Nutritional Supplementation Products and the Provision of Supplementary Feeding (PMT) for Pregnant Women, the provision of supplementary feeding for pregnant women has been implemented in Boyolali Regency.The objective of this study is to determine the relationship between the intervention of providing supplementary feeding to pregnant women with KEK and the incidence of LBW at the Karanggede Public Health Center in Boyolali. Methods. This was a quantitative study using an analytical survey design, specifically a case-control study. The study population consisted of all pregnant women with KEK at the Karanggede Community Health Center from January to December 2025, totaling 97 pregnant women. The sample in this study consisted of 30 pregnant women with KEK who received PMT in 2025, plus 30 pregnant women with KEK who did not receive PMT in 2025. In this study, 30 of the 67 pregnant women with KEK who did not receive PMT were selected at random. All pregnant women with KEK who received PMT were included. Data analysis was performed using the chi-square test. Research results. The incidence of LBW at the Karanggede Community Health Center was predominantly non-LBW, with 52 respondents (86.7%). There is an association between the PMT intervention for pregnant women with KEK and the incidence of LBW at the Karanggede Community Health Center in Boyolali (p-value 0.049), with an OR of 8.826, meaning that PMT administration reduces the incidence of LBW by 8.8 times compared to pregnant women with KEK who did not receive PMT. Conclusion. There is an association between the intervention of providing supplementary food to pregnant women with KEK and the incidence of LBW at the Karanggede Boyolali Community Health Center. The research results can be used as input to conduct education on the causes of LBW among mothers before pregnancy and during pregnancy.
HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DENGAN PERUBAHAN KADAR HB PADA IBU HAMIL DENGAN KEK DI PUSKESMAS KARANGGEDE Farida Aryanti; Triani Yuliastanti; Sri Handayani
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1.4519

Abstract

ABSTRAK Anemia pada masa hamil berhubungan dengan meningkatnya risiko kematian ibu, persalinan prematur, BBLR, serta gangguan perkembangan kognitif anak Anemia pada kehamilan juga berhubungan dengan kurangnya nutrisi yang mempengaruhi kadar Hb. Pemberian makanan tambahan untuk ibu dalam masa kehamilan sudah diterapkan di Kabupaten Boyolali. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pemberian PMT dengan Perubahan Kadar Hb pada Ibu Hamil dengan KEK di Puskesmas Karanggede Boyolali. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif desain survai analitik, Desain adalah case-control study dengan data retrospektif. Penelitian ini menggunakan populasi seluruh ibu hamil KEK di Puskesmas Karanggede pada bulan Januari sampai Desember 2025 sejumlah 97 ibu hamil. Penelitian ini menggunakan sampel ibu hamil KEK yang memperoleh PMT pada tahun 2025 sejumlah 30 diambil secara total ditambah dengan 30 ibu hamil KEK yang tidak memperoleh PMT pada tahun 2025 diambil dengan diacak. Ibu hamil KEK yang mendapatkan PMT diambil secara total. Analisis data dengan chi square. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan Kadar Hb pada Ibu Hamil dengan KEK mayoritas naik yaitu 28 responden (46,7%), turun sejumlah 18 responden (30%) dan yang dalam kategori tetap yaitu 14 responden (23,3%). Ada hubungan pemberian PMT dengan perubahan kadar Hb pada ibu hamil dengan KEK di Puskesmas Karanggede Boyolali (nilai p-value 0,000). Masukan yang diberikan peneliti yang utama adalah pada tenaga kesehatan untuk melakukan edukasi tentang penyebab terjadinya anemia pada masa kehamilan dan peningkatkan cakupan jumlah ibu hamil yang mendapatkan PMT.
HUBUNGAN PARITAS DAN USIA DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KARANGGEDE BOYOLALI Apriliana Sulistyawati; Triani Yuliastanti; Yanti Yanti
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1.4550

Abstract

ABSTRAK Prevalensi KEK yang terjadi di Indonesia pada kehamilan tahun 2020 adalah 17,3% hal ini tergolong masih tinggi. Pemerintah menargetkan terjadi penurunan 1,5% tiap tahun. Ibu hamil dengan KEK diduga berhubungan dengan berbagai faktor baik langsung atau tidak langsung. Penelitian bertujuan untuk mengakaji hubungan paritas dan usia dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Karanggede. Penelitian dengan metode kuantitatif menggunakan survai analitik, penelitian menggunakan case-control study data diambil secara retrospektif. Subyek dalam penelitian seluruh ibu hamil di Puskesmas Karanggede Januari sampai Desember 2025 sejumlah 492 ibu hamil.. Sampel yaitu ibu hamil KEK pada tahun 2025 sejumlah 97 ditambah 97 ibu hamil tidak KEK pada tahun 2025. Data penelitian dilakukan analisis data uji chi square. Data penelitian mengungkapkan bahwa variabel usia pada ibu hamil mayoritas rentang 20-35 tahun yaitu 156 atau 80,4%. Paritas sebagian besar multipara yaitu 104 responden (53,6%). Faktor paritas terbukti memiliki kolerasi dengan munculnya kondisi KEK pada kelompok ibu hamil (hasil uji statistik p-value 0,001). Faktor usia terbukti memiliki kolerasi dengan munculnya kondisi KEK pada kelompok ibu hamil (hasil uji diperoleh p-value 0,004). Simpulan analisis menunjukkan bahwa variabel paritas dan usia merupakan faktor yang berhubungan erat dengan insiden KEK ibu hamil. Tenaga kesehatan diharapkan melakukan edukasi tentang KEK yang meliputi sebab dan akibat sejak sebelum kehamilan, sehingga dapat menurunkan kejadian KEK. Kata Kunci : Paritas, Usia, ibu hamil, KEK
HUBUNGAN PAPARAN ASAP ROKOK DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA JERUKAN KECAMATAN JUWANGI KABUPATEN BOYOLALI Intan Sariyani; Titik Wijayanti; Triani Yuliastanti
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v17i02.683

Abstract

Data stunting di kabupaten Boyolali tahun 2025 adalah 9,91% kasus, di desa Jerukan sebanyak 28,48%. Paparan asap rokok merupakan salah satu faktor risiko lingkungan yang potensial memunimbulkan resiko stunting selain itu, ISPA, sindrom kematian mendadak pada bayi, dan infeksi telinga. Paparan asap rokok di desa Jerukan sebanyak 62,75% rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paparan asap rokok dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di desa Jerukan kecamatan Juwangi kabupaten Boyolali". Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei analitik cross sectional. Populasi sejumlah 104 responden. Tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner paparan asap rokok dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan 53 (51,0%) responden yang terpapar asap rokok terdapat 16 (15,4%) mengalami stunting dan 51 (49,0%) yang tidak terpapar asap rokok terdapat balita stunting sebanyak 4 (3,8%). Berdasarkan uji Chi-Square nilai p-value 0,004 (p < 0,05), nilai Pearson Chi-Square 8,355. Sehingga H0 di tolak dan Ha diterima  Kesimpulan menunjukan hubungan yang signifikan antara paparan asap rokok dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di desa. Saran untuk orang tua balita untuk tidak merokok di dalam rumah atau di dekat balita, menciptakan lingkungan rumah bebas asap rokok.