Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN KEBIASAAN BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN DAN BERMAIN DI TANAH DENGAN KEJADIAN INFEKSI CACING USUS PADA ANAK DI DESA LIFULEO Natalia, Ni Kadek A. V.; Setiono, Kresnawati Wahyu; Koamesah, Sangguana M J
Cendana Medical Journal Vol 8 No 2 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.545 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i2.3350

Abstract

Infeksi cacing usus merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih tersebar luas di seluruh dunia terutama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Cacingan dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan, dan produktivitas. Hygiene perorangan dipercaya sebagai salah satu faktor risiko cacingan.Tujuan penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui hubungan kebiasaan buang air besar sembarangan dan bermain di tanah dengan kejadian infeksi cacing usus pada anak di Desa Lifuleo. Metode penelitian ini bersifat analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 61 orang dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data kebiasaan buang air besar sembarangan dan kebiasaan bermain di tanah didapatkan melalui wawancara dan data infeksi cacingan diperoleh melalui pemeriksaan tinja. Hasil dari 61 sampel, didapatkan prevalensi infeksi kecacingan sebesar 3,3%. Hasil Uji Fisher untuk hubungan antara kebiasaan buang air besar sembarangan dan infeksi cacing didapatkan nilai p = 0,074. Sedangkan hubungan antara kebiasaan bermain di tanah dengan infeksi cacing didapatkan nilai p = 0,566 (p > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan buang air besar sembarangan dan bermain di tanah dengan kejadian infeksi cacing usus pada anak di Desa Lifuleo
HUBUNGAN KEBIASAAN MENCUCI TANGAN DAN MENGGUNTING KUKU TERHADAP INFEKSI CACING USUS PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA LIFULEO Kause, Eureka Y.; Setiono, Kresnawati Wahyu; Telussa, Arley Sadra
Cendana Medical Journal Vol 8 No 2 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.826 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i2.3357

Abstract

Infeksi cacing adalah penyakit infeksi yang paling umum diseluruh dunia dan terjadi di negara berkembang dan miskin. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang masih menghadapi masalah tinggi prevalensi penyakit infeksi terutama yang berkaitan dengan kondisi higiene dan sanitasi lingkungan yang belum baik. Mencuci tangan dan menggunting kuku merupakan bagian dari higiene personal yang turut menyumbang dalam infeksi cacing usus. Angka kejadian infeksi cacing 2,5-62% masih tergolong tinggi. Tingginya prevalensi infeksi cacing ini tergantung pada keberadaan telur cacing ditanah. Kesadaran yang rendah untuk mencuci tangan dengan air bersih dan sabun serta malasmenggunting kuku dapat menjadi faktor pendukung terjadinya infeksi cacing usus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan mencuci tangan dan menggunting kuku yang mempengaruhi terjadinya infeksi cacing usus pada anak Sekolah Dasar di Desa Lifuleo. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitikal observasional dengan rancangan cross sectional yang dilakukan pada seluruh siswa Sekolah Dasar di Desa Lifuleo dengan data diperoleh melaluiwawancara dan pemeriksaan telur cacing pada tinja. Sampel penelitiandiambil dari dua sekolah dasar yang berada di Desa Lifuleo menggunakan teknik sampling Probability sampling yaitu simple random sampling sejumlah 61 sampel. Analisisdata menggunakan uji Chi-Square. Hasil dari 61responden, didapatkan hasil 2 responden (3,3%) ditemukan terinfeksi telur cacing dan 59 responden (96,6%) tidak ditemukan terinfeksi telur cacing. Kemudian tidak terdapat hubungan signifikan dari kebiasaan mencuci tangan dan menggunting kuku yangmempengaruhi infeksi cacing pada siswa sekolah dasardi Desa Lifuleo dengan nilai p yaitu mencuci tangan (p=0,753),kebersihan kuku (p=0,483), Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan signifikan dari kebiasaan mencuci tangan dan menggunting kuku yang mempengaruhi infeksi cacing pada siswa sekolah dasar di Desa Lifuleo yang diteliti.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MENCUCI TANGAN MENGGUNAKAN HAND SANITIZER DENGAN SABUN ANTISEPTIK PADA PERAWAT DI ICU DAN ICCU RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG TAHUN 2019 Pandie, Sinyo Demitrio Kurniawan; Pakan, Prisca Deviani; Setiono, Kresnawati Wahyu
Cendana Medical Journal Vol 8 No 3 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.901 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i3.3493

Abstract

Mencuci tangan merupakan salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari yang dilakukan dengan tujuan pembersihan tangan dan pemutusan mata rantai kuman. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi experiment yang bersifat analitik komparatif laboratorik. Sampel dalam penelitian ini adalah 26 orang. Sampel penelitian dibagi dalam 2 kelompok yang terdiri dari 1 kelompok yang mencuci tangan menggunakan hand sanitizer dan 1 kelompok yang mencuci tangan menggunakan sabun antiseptik. Sebelum dan sesudah kedua kelompok melakukan cuci tangan dilakukan swab pada tangan sampel kemudian hasil swab dikembang biakkan pada media nutrient agar. Setelah diinkubasi pada suhu 37oC kemudian dihitung pertumbuhan koloni yang ada dan dilakukan pewarnaan gram bakteri. Semua data penelitan ini diuji dengan menggunakan uji normalitas Saphiro Wilk, dan dianalisis dengan uji paired t-test dan uji independent t-test. Hasil pada penelitian ini diperoleh hasil p=0,714(>0,05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan efektivitas mencuci tangan menggunakan hand sanitizer dengan sabun antiseptik pada perawat di ICU dan ICCU RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang
EFEKTIVITAS MEDIA VIDEO TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PEMAKAIAN MASKER KAIN DALAM PENCEGAHAN COVID-19 PADA MAHASISWA BARU UNIVERSITAS NUSA CENDANA Nurak, Christofel Edward; Setiono, Kresnawati W.; Koamesah, S.M.J
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.448 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4932

Abstract

Menurut World Healt Orgization (WHO) dan Publik Health Emergency Operations Center (PHEOC) Kemenkes RI pada pada tanggal 8 Desember 2020, total kasus konfirmasi COVID-19 global adalah 66.422.058 kasus dengan 1.532.418 kasus kematian. Cara yang dapat dilakukan untuk mencegah COVID-19 adalah dengan menggunakan masker. Upaya pencegahan COVID-19 dapat dilakukan melalui penyuluhan media video. Media video mampu membuahkan hasil belajar yang lebih baik untuk tugas-tugas seperti mengingat, mengenali, mengingat kembali dan menghubung-hubungkan fakta dan konsep. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media video terhadap tingkat pengetahuan penggunaan masker kain dalam pencegahan COVID-19 pada mahasiswa baru Universitas Nusa Cendana Metode penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian Pra Experiment Design dengan rancangan penelitian one group pre-test post-test yang dilakukan di mahasiswa baru Universitas Nusa Cendana. Sampel penelitian ini berjumlah 233 orang orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil dari 233 responden diperoleh nilai rerata sebelum dilakukan penyuluhan pencegahan COVID-19 (pre-test) adalah 12,76 dengan nilai minimal 9 dan nilai maksimal 15 sedangkan nilai rerata setelah dilakukan penyuluhan (post-test) adalah 14 dengan nilai minimal 8 dan nilai maksimal 15. Hal ini menunjukkan peningkatan dari nilai pre-test dengan nilai rerata perbandingan antara pre-test dan post-test adalah 1,24. Terdapat juga 171 (73%) responden yang meningkat pengetahuannya, 48 (21%) responden yang tetap pengetahuannya dan 14 (6%) responden yang menurun pengetahuannya. Hasil uji analisis bivariat pada penelitian ini dengan Wilcoxon T-Test pada responden pre-test dan post-test didapatkan p = 0.000 atau p < 0,05 berarti terdapat perbedaan yang signifikan. Kesimpulan penelitian ini terdapat perbedaan signifikan tingkat pengetahuan mahasiswa baru lulusan SNMPTN tentang penggunaan masker dalam pencegahan COVID-19 sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan melalui media video.
EFEKTIVITAS MEDIA VIDEO TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN COVID-19 PADA MAHASISWA BARU UNIVERSITAS NUSA CENDANA Rahmah, Dian Novita; Setiono, Kresnawati W.; Telusa, Arley S.
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.854 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4935

Abstract

Tindakan pencegahan COVID-19 yang benar hanya dapat dilakukan jika memiliki pengetahuan yang benar. Upaya meningkatkan pengetahuan pencegahan COVID-19 dapat dilakukan dengan pemberian edukasi kesehatan tentang pencegahan COVID-19 salah satunya dengan menggunakan media video. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas media video terhadap peningkatan pengetahuan tentang pencegahan COVID-19 pada mahasiswa baru Universitas Nusa Cendana. Metode penelitian ini merupakan penelitian pra eksperiment design dengan rancangan penelitian one group pre-test dan post-test design. Besar sampel dihitung menggunakan rumus besar sampel untuk uji beda rerata 2 populasi. Rumus ini dipilih untuk membandingkan rerata tingkat pengetahuan pre-test dan post-test sebanyak 233 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang berisi indikator – indikator pertanyaan yang diadaptasi dengan memperhatikan Survey Tool and Guidance dari WHO dan menggunakan video animasi COVID-19 tentang pencegahan COVID-19 setelah bepergian keluar rumah yang berdurasi 4 menit 22 detik. Uji Kolmogorov Smirnov untuk mengetahui normalitas data. Karena data tidak terdistribusi normal, digunakan uji wilcoxon t-test. Hasil penelitian ini berdasarkan uji statistik dengan wilcoxon t-test pada responden pre-test dan post-test didapatkan p = 0.000 atau p < 0,05 berarti terdapat perbedaan signifikan tingkat pengetahuan pencegahan COVID-19 setelah berpergian ke luar rumah sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan melalui media video. Kesimpulan penelitian ini bahwa media video efektif terhadap peningkatan pengetahuan pencegahan COVID-19 setelah berpergian.
HUBUNGAN TINGKAT KECACATAN DAN TINGKAT DEPRESI TERHADAP KUALITAS HIDUP PENDERITA KUSTA DI RUMAH SAKIT LEPRA DAMIAN LEWOLEBA Mukin, Yohanes Matius Demo; Buntoro, Ika Febianti; Indriarini, Desi; Setiono, Kresnawati Wahyu
Cendana Medical Journal Vol 10 No 2 (2022): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i2.9148

Abstract

Background : Leprosy is a infectious disease caused by Mycobacterium leprae. Leprosy provides physical impact such as disability and psychosicial impact like depression that affect to quality of life leprosy patient. Objective : To know the correlation between disability and depression level with quality of life leprosy patient in Hospital of Leprosy Damian Lewoleba Methods : This research use observational analytical method with cross sectional approach and the sample consisted of 30 patients. Sampling technique used was total sampling. Result : The result of univaraite analysis obtained 63,3 % of leprosy patient with disability level 0, 16,7 % of leprosy patient with disability level 1 and 20,0 % leprosy patient with disability level 2. Also found 3,3 % leprosy patient not depressed, 63,4 % mild depression and 33,3 % moderate depression. For quality of life found 36,7 % good quality and 63,3 % poor quality. Data was analyzed using Spearman Rank test and obtained the value p = 0,008 and p = 0,019. Conclusion : There was a correlation between disability and depression level with quality of life leprosy patientd. The prevention of disability and mental therapy should be improved quality of life leprosy patient.
Pengaruh Pemberian Terapi Obat Anti Tubekulosis Fase Intensif Terhadap Kadar Hemoglobin pada Penderita Tuberkulosis di Kota Kupang Come, Yansensius Febrianto Ray; Buntoro, Ika Febianti; Setiono, Kresnawati Wahyu; Setianingrum, Elisabeth Levina Sari
Cendana Medical Journal Vol 11 No 1 (2023): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v11i1.10515

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis. Laporan World Health Organizaion (WHO), TB menempati peringkat kesepuluh penyebab kematian tertinggi di dunia pada tahun 2016. Selama terapi, pasien dengan TB aktif untuk kategori I diberikan Isoniazid , Rifampisin, Pirazinamid dan Etambutol selama 2 bulan yang merupakan fase intensif dan 4 bulan fase lanjutan. Banyak penelitian yang menunjukkan pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) fase intensif memiliki kaitan dengan kadar hemoglobin baik meningkatkan atau menurunkan kadar hemoglobin penderita tuberkulosis. Tujuan: Mengetahui pengaruh OAT terhadap kadar hemoglobin pada penderita tuberkulosis selama fase intensif pengobatan TB di Kota Kupang. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian intervensi dengan menggunakan desain penelitian Quasy-Experimental One Group Pretest and Post Test ,untuk mengetahui pengaruh OAT terhadap kadar hemoglobin pada penderita tuberkulosis selama fase intensif pengobatan TB di Kota Kupang yang dilakukan di 11 puskemas di Kota Kupang dengan cara mengambil darah kapiler lalu diukur kadar hemoglobinnya. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel 48 orang penderita TB paru. Penelitian dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji paired-t test. Hasil: Hasil analisis data perubahan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah terapi OAT fase intensif menunjukkan nilai signifikansi p= 0,003 (p<0,05) dengan mean ΔHb 0,88 gr/dl. Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian terapi anti tuberkulosis fase intensif terhadap kadar hemoglobin pada penderita tuberkulosis di Kota Kupang