Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENATALAKSANAAN PERAWATAN FRAKTUR TEMPOROMANDIBULAR JOINT PADA ANAK-ANAK Yuwono, Budi
STOMATOGNATIC- Jurnal Kedokteran Gigi Vol 7, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The management of temporomandibular joint fracture ocurry in children should be conducted in a high acurracy prucedure, early diagnosis, and good clinical as well as radiograph examinations willhinder unwanted dentofacial development which leads to the disturbance in not only mastication, nor phonetic but also in children aestethic.
Perubahan Tekanan Darah Setelah Pemberian Anastesi Lokal Pehacain Berdasarkan Indeks Masa Tubuh Yuwono, Budi
STOMATOGNATIC- Jurnal Kedokteran Gigi Vol 9, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: the use of Pehacaine local anesthetic in some people causes the change of blood pressureleading to systemic complication that may disrupt medication. This study is aimed at observing blood pressurechange post Pehacaine local anesthetic based on the Body Mass Index. Methods: the study was conducted to thepatients of oral surgery at Dental Hospital Faculty of Dentistry Jember University that needed local anesthetic usingPehacaine; epinephrine 1:80.000 2ml. The samples of study were the patients of extraction of lower jaws posteriorteeth using mandibular block local anesthetic technique. The numbers 40 of the patients was divided into 2 groupsbased on Body Mass Index, normal and obese. The data resulted were subsequently tested using t-test. Results: itshowed that the administration of Pehacaine local anesthetic increased systole blood pressure significantly in thesamples of normal and obese Body Mass Index. Conclusion: the change of systole blood pressure in the sample ofobese Body Mass Index was greater than in the normal Body Mass Index.
PENATALAKSANAAN PENCABUTAN GIGI DENGAN KONDISI SISA AKAR (GANGREN RADIK) Yuwono, Budi
STOMATOGNATIC- Jurnal Kedokteran Gigi Vol 7, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of dental treatments on gangrene radix is an extraction. However, tooth extraction on the chronic gangrene radix needs particular procedure since this condition frequently emerges periapical disorder like dental granuloma or radicular cyst. Both dental granuloma and radicular cyst may rest and grow to be jaw cyst leading to the damage of jawbone although the causing tooth has already been removed. The procedure of tooth extraction with chronic gangrene radix covers extraction accompanied with enucleation and curettage of periodontal tissue using both close method and open method
AUDIT KEAMANAN INFORMASI: STUDI KASUS PT XYZ Ruslam, Reza Zulfikar; Yuwono, Budi; Aviandi, Ivano; Indrawati, Nur
Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 4, No 2 (2013): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan
Publisher : Kementerian Komunikasi dan Informatika R.I.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ is a provider of document management services, in cooperation with local/foreign banks. Documents containing customer information, so that information security should be set to provide services that meet information security criteria. Information security audit results showed weak information security, less monitored and evaluated. This research focuses on information security audit in accordance with ISO 27001 to provide comprehensive information security policies and procedures. The methodology used are assessment, risk analysis and impact, controls selection and recommendation of policies and procedures. Audit results showed a gap between policies and procedures that apply in PT XYZ with ISO 27001.
Rancang Bangun Jig Pada Cetakan Rangka Besi Bertulang Circle Pile Rekimsa, Anugrah Yusuf; Nugraha, Rinaldi Pratama; Saputra, Tedi; Yuwono, Budi; Sulistyowati, Ariek
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tahap pembuatan jembatan jalan tol di PT Waskita Karya adalah pelaksanaan kerja pembuatan konstruksi rangka besi bertulang circle pile. Rangka besi tersebut memiliki ukuran dengan diamater 1 meter dengan panjang 12 meter. Pada tahap awal pembuatan rangka besi ini menggunakan sebuah bekisting atau cetakan yang berdiamater 1 meter dengan jumlah 3 buah yang di pasang di kedua ujung dan ditengah. Cetakan tersebut berfungsi untuk menyangga besi tulangan utama dan sebagai cetakan sementara kemudian diikat menggunakan kawat beton (bendrat). Akan tetapi dalam pembutan konstruksi rangka besi circle pile ini kurang efisien dan efektif. Dikarenakan Setelah selesai proses pembuatan rangka besi, kawat yang diikat pada cetakan dan besi beton tulangan utama tersebut dipotong dan dibuang, hal ini mengakibatkan pembuangan material, biaya tambahan, dan menambah limbah yang terbuang. Oleh karena itu kami membuat prototipe rancang bangun ?Jig Pada Cetakan Rangka Besi Bertulang Circle Pile " dengan skala 1:3 dari ukuran aslinya. Prototype tersebut menjelaskan informasi proses pembuatan rangka besi circle pile tersebut dengan menggunakan piranti pemegang benda kerja sebagai penyangga pada cetakan tersebut tanpa menggunakan kawat lagi. Piranti tersebut adalah jig. Dengan adanya jig tersebut sangat membantu dalam proses pembuatan rangka besi circle pile sehingga dalam fabrikasinya lebih efisien dan efektif serta presisi dibandingkan tanpa menggunakan jig.
Rancang Bangun Jig Welding Exhaust Pesawat N219 Di PT X Rizki, Alifka Dimas; Daniel, Faisal Bramantyo; Rohim, Fatur; Muttaqin, Muhammad Hasan; Yuwono, Budi; Sulistyowati, Ariek
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jig merupakan alat bantu untuk proses penempatan benda kerja hingga beberapa permukaan benda kerja tersebut bersentuhan dengan lokator-lokator yang terdapat pada jig. Selanjutnya dilakukan proses pencekaman (clamping) benda kerja terhadap jig sebagai usaha dalam mempertahankan kedudukan benda kerja ketika proses pemesinan sedang berlangsung. Dalam proses produksi pesawat N219 oleh PT. X, exhaust yang dibuat memiliki dimensi tersendiri yang tidak terdapat di pasaran. Oleh karena itu untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas dalam proses pembuatannya, produksi exhaust dilakukan oleh PT. X tanpa kerja sama dengan perusahaan lain. Rancang bangun ini ditujukan membuat jig pengelasan sebagai alat bantu pembuatan exhaust, dimana salah satu tuntutan utama dari suatu komponen pesawat adalah presisi. Fungsi utama dari jig ini adalah memposisikan dan memegang part pada posisi yang tepat selama pengelasan berlangsung. Dan juga memposisikan jalur pengelasan agar sesuai pola yang diinginkan. Metodologi yang digunakan adalah merancang bangun jig pengelasan berdasarkan hasil identifikasi bentuk exhaust pesawat N219 sehingga dapat dilakukan proses rancang bangun jig pengelasan untuk menghasilkan exhaust pesawat yang presisi.
Rancang Bangun Fixture Pengganti Suteboshi untuk Proses Pemesinan Cam Alfiansyah, Muhammad Abi; Azevie, Umarta Rizky; Febryane, Zarrina Eltri; Yuwono, Budi
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fixture adalah alat bantu khusus yang digunakan untuk mencekam sekaligus menopang cam pada proses planar milling. Pembuatan fixture ini dilatarbelakangi oleh penggunaan suteboshi (kaki penyangga) yang hanya digunakan sekali pakai, sehingga setelah proses planar milling cam selesai, suteboshi ini akan dihilangkan/dibuang dengan proses milling. Penghilangan suteboshi seringkali menyebabkan timbulnya cacat pada cam yang diakibatkan oleh kesalahan saat proses milling, sehingga memerlukan perbaikan berupa pengelasan dan pemesinan milling ulang pada lokasi tersebut. Hal ini menyebabkan waktu produksi menjadi lebih lama dan kurang efisien. Fixture ini dirancang khusus untuk cam dengan berat maksimal 320 [kg] dan dengan standar dari PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Metodologi yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah observasi dan perumusan masalah yang muncul di lapangan saat proses milling cam, lalu membuat rancangan alat sebagai solusi dari permasalahan yang terjadi, setelah itu dilakukan penghitungan terhadap gaya-gaya yang bekerja pada alat dan pemilihan material. Tahap selanjutnya adalah proses machining alat.
Assessment of Capability Level and IT Governance Improvement Base on COBIT 5 and ITIL V3 2011 Framework: A Case Study PT. XYZ Saputra, I Nyoman Sujana; Yuwono, Budi
INSERT : Information System and Emerging Technology Journal Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Sistem Informasi, FTK, Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/insert.v2i1.34404

Abstract

Menjaga kinerja layanan merupakan tanggung jawab organisasi yang bergerak di bidang pelayanan. Sebagai organisasi penyedia layanan jaringan telekomunikasi baik jaringan setelit maupun terestrial, penurunan kinerja layanan adalah salah satu indikasi terjadinya masalah dalam pengelolaan TI di organisasi. Untuk mengetahui sejauh mana tingkat pengelolaan TI di organisasi diperlukan pengukuran tingkat kapabilitas. COBIT 5 dengan kombinasi kerangka kerja ITIL V3 2011 adalah kerangka kerja yang digunakan untuk mengukur tingkat kapabilitas proses-proses TI. Metodologi dalam penelitian ini dimulai dari mengidentifikasi permasalahan di organisasi, menentukan service lifecycle ITIL V3 2011 yang berkaitan, dan memetakan proses-proses pada service lifecycle ITIL V3 2011 tersebut dengan proses-proses pada COBIT 5. Dari hasil pemetaan ini diperoleh proses-proses COBIT 5 yang kemudian diseleksi kembali berdasarkan relevansi dengan permasalahan organisasi. Pengukuran proses-proses COBIT yang relevan dilakukan menggunakan metode PAM (Process Assessment Model) yang mengacu pada standar ISO/IEC 15504. Dengan menetapkan target tingkat kapabilitas, dapat dilakukan gap analysis, prioritisasi perbaikan proses, menetapkan KPI (Key Performace Indicator), dan memberikan rekomendasi aktivitas setiap proses TI. Dari hasil pengukuran terhadap 12 proses TI diperoleh hasil bahwa tingkat kapabilitas proses TI berada pada level 1 (performed) sebanyak 8 proses dan level 2 (managed) sebanyak 4 proses. Untuk memperbaiki tingkat kapabilitas proses- proses TI tersebut, COBIT 5 telah memberikan panduan dan rekomendasi aktivitas untuk setiap proses TI.
Pengaruh ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) terhadap waktu perdarahan pada luka potong ekor mencit strain Balb-cEffect of avocado seed extract (Persea americana Mill.) on bleeding time in mice tail cuts (Balb-c) Mulia Widya Winiswara; Budi Yuwono; Winny Adriatmoko
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 5, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v5i2.34613

Abstract

ABSTRAK  Pendahuluan: Pencabutan gigi adalah tindakan dalam kedokteran gigi yang sering dilakukan. Komplikasi yang dapat terjadi dalam pencabutan gigi, salah satunya adalah perdarahan. Biji buah alpukat memiliki potensi sebagai agen hemostatis yang dapat berpengaruh teradap waktu perdarahan. Dari hasil skrining fitokimia, ekstrak etanol biji buah alpukat mengandung saponin, flavonoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak biji alpukat dapat mempengaruhi waktu perdarahan pada mencit. Metode: Jenis penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan post-test only control group design. Sampel penelitian adalah mencit jantan sebanyak 16 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok kontrol negatif (K1) diberikan akuades, kelompok kontrol positif (K2) diberikan asam traneksamat, kelompok perlakuan 1 (P1) diberikan ekstrak biji alpukat dosis 0,125 mg/g BB dan kelompok perlakuan 2 (P2) diberikan ekstrak biji alpukat dosis 0,25 mg/g BB. Hewan coba diadaptasikan selama 7 hari, diberikan perlakuan selama 7 hari dan pada hari ke-8 dilakukan pemotongan ekor ±1 cm. Data dianalisis menggunakan uji Kruskall Wallis dan Mann Whitney. Hasil: Rerata waktu perdarahan pada kelompok K1, K2, P1 dan P2 adalah 7,8 menit, 3,25 menit, 3,8 menit dan 4,5 menit. Hasil uji Kruskal Wallis didapatkan signifikansi 0,029 (p<0,05) yaitu terdapat perbedaan pada seemua kelompok. Hasil uji Mann Whitney didapatkan perbedaan signifikan antara kelompok K1, P1 dan P2 (p<0,05), sedangkan pada kelompok P1 dan P2  (p>0,05) terdapat perbedaan yang tidak signifikan. Simpulan: Ekstrak biji alpukat dapat mempercepat waktu perdarahan pada luka potong ekor mencit.Kata kunci: Persea americana Mill.; waktu perdarahan; trombosit ABSTRACT Introduction: Tooth extraction is a common treatment form in dental treatment. Complications can occur in tooth extraction, one of which is bleeding. Avocado seeds have the potential as haemostatic agents that can affect bleeding time. From the results of phytochemical screening, the ethanol extract of avocado seeds contains saponins, flavonoids and tannins. This study was aimed to determine the effect of avocado (Persea americana Mill.) seed extract on bleeding time in the tail cuts of mice (Balb-c strain). Methods: This research was an experimental laboratory with a post-test only control group design. The research sample was 16 male mice divided into four groups. The negative control group (K1) was administered with distilled water; the positive control group (K2) with tranexamic acid; treatment group 1 (P1) with avocado seed extract at a dose of 0.125 mg/g BW; treatment group 2 (P2) with avocado seed extract at a dose of 0.25 mg/g BW. The experimental animals were adapted for seven days, treated for seven days and on the eighth day, the tail was cut for ±1 cm. Data were analysed using the Kruskal Wallis and Mann Whitney tests. Results: The mean bleeding time in groups K1, K2, P1, and P2 were 7.8 minutes, 3.25 minutes, 3.8 minutes, and 4.5 minutes, respectively. The Kruskal Wallis test results showed a significance of 0.029 (p<0.05), thus showing differences in all groups. The Mann Whitney test results showed a significant difference between groups K1 and P1 and P2 (p<0.05). While between the groups P1 and P2, no significant difference was found (p>0.05). Conclusions: Avocado seed extract can accelerate the bleeding time in the mice tail cuts.Keywords: Persea americana Mill.; bleeding time; platelets
Effect of Porphyromonas gingivalis infection on leukocyte count in rat model of diabetes mellitus Safira Niza Ulfita; Agustin Wulan Suci Dharmayanti; Budi Yuwono
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 4, No 1 (2018): April
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.254 KB) | DOI: 10.22146/majkedgiind.23067

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder characterized by hyperglycemia and become the third cause of death in Indonesia. The most common oral complications occured in DM is periodontitis. Porphyromonas gingivalis (Pg) is the main etiology of periodontitis, one of periodonthopathogen relate to systemic disease. However this theory still controversial, DM and periodontitis have the same pathogenesis, thus are cellular changes. Pg is predicted affect the total leukocytes count in DM. The aim of this study was to determine the effect of Pg infection to total leukocytes count in DM rat model. The rat model of DM was obtained by injection of streptozotocin with different dosage for 5 days sequentially then injected by Pg on distobuccal and distopalatal sulcus of the maxillary first molars for 19 days with interval 3 days. The total leukocytes were calculated manually by Neubauer improved cell counting chamber. The results demonstrated that rat model of DM which injected by Pg has the lowest total leukocytes count. Therefore, Pg infection decreased the total leukocytesin DM rat model.