Yulvi Zaika
Department Of Civil Engineering, Brawijaya University, Malang, 65145,

Published : 155 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Geotextil sebagai Alternatif Perbaikan Tanah Terhadap Penurunan Pondasi Dangkal Yulvi Zaika; Budi Agus Kombino
Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.479 KB)

Abstract

Proses penurunan pondasi diakibatkan oleh terkompresinya lapisan tanah di bawah pondasi akibatbeban struktur. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan pengaruh pemasangan perkuatan pada penurunanpondasi dangkal pada tanah lunak di kawasan Aie Pacah Padang. Analisa perkuatan dilakukan pada tanahlempung lunak dan tanah timbunan pasir yang diberi perkuatan 1,2,3 dan 4 lapis. Dari hasil yang didapatkan,tanah lempung lunak yang dibebani dengan pondasi mengalami penurunan yang lebih besar dari penurunanizin Pemasangan 2 lapis perkuatan memberikan hasil optimum pada tanah lempung yaitu denganpengurangan penurunan sebesar 97.26 %. 
RELATIONSHIP OF AREA RATIO TO DISPLACEMENT ON SUBGRADE STABILIZED BY DEEP SOIL MIXING Dara Ayu Lisna Hadi; Yulvi Zaika; As’ad Munawir
Rekayasa Sipil Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2022.016.02.6

Abstract

Expansive clay soil has high potential of swelling due to minerals content which bind water, therefore, soil improvement is required to stabilize the swelling behavior by add binder additive such as lime in deep soil mixing method (DSM). In this study, Finite Element model approach was performed with embankment provided on the top of expansive clay layer to provide bearing layer for road construction. As the deep soil mixing is applied on the subgrade (expansive clay layer), some model variation is performed such as diameter variation with 0.4m; 0.6m; 0.8m, depth variation with 5m; 6.5m; 8m and space variation 0.8 m;1.2m;1.6m; 2.4m. Area ratio parameter also used for ease understanding of deep soil mixing behavior with so many model variations provided. Analysis results shows that higher area ratio of deep soil mixing will provide lower displacement value either immediate displacement or consolidation displacement. Moreover, plot result of area ratio shows that area ratio of 0.4 provide effective value regarding consolidation displacement and duration.
DESAIN SISTEM PERINGATAN DINI ZONA RAWAN LONGSOR DENGAN PENERAPAN SENSOR KELEMBABAN DAN GETARAN PADA TANAH Adi Susilo; Didik R. Santoso; Arief Rachmansyah; Yulvi Zaika
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 12, No 3 (2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.488 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v12i3.110

Abstract

Salah satu bentuk upaya mitigasi bencana alam adalah pemasangan peralatan untuk peringatan dini. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem peringatan dini longsoran atau gerakan tanah. Untuk keperluan tersebut dirancang perangkatt elektronik  berupa gabungan sensor getaran dan kandungan air tanah. Sensor getaran dibuat dari accelerometer komersial jenis MMA 7260 QT dengan sensitivitas maksimum 800 mV/g. Sensor kedua dirancang berdasarkan prinsip kapasitif yakni pengukuran luaran tegangan yang dihasilkan dari perubahan kandungan air pada suatu obyek. Model longsoran dibuat pada suatu box dari bahan mika, dan material tanah dibuat dari campuran  kaolin dan pasir dengan kadar air bervariasi. Tanah dipadatkan dan membentuk lereng dengan kemiringan 75°, 65°, 60° dan 45°. Box yang berisi tanah diletakkan di atas suatu vibrator dengan skala tertentu. Untuk merekam longsoran yang terjadi dipasang video camera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makin tinggi kemiringan suatu lapisan tanah (batuan), makin kecil skala getaran dan makin cepat pula waktu yang diperlukan untuk terjadinya longsoran dan sebaliknya.  One of mitigation effort for natural disaster is installing of early warning system in the high risk zone. The aim of this research is to develop an electronic device based on   vibration and water content sensors. Vibration sensor was made of a commercial accelerometer sensor MMA QT 7260. This sensor has four options sensitivity and the maximum sensitivity could reach 800 mV/g. The second sensor is designed based on the principle of capacitive, that work to measure the output voltage resulting from changes in water content. Landslide model was made in a plexyglass box and made of mixing between kaolinit and volcanic sand with different water content. The soil is compacted and like a escarpment with slope of 75°, 65°, 60°, and 45°. The box is placed on a vibrator, where 1 was the lowest and vice versa. To record the landslide process a video camera was set up. The result show that the higher the slope of the sediment, the lower of the scale of the vibrator and the smaller time to be used in occurring of the landslide, and vice versa
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS VARIASI VOLTASE PADA INJEKSI LARUTAN ELEKTRO KIMIA Ca(OH)2 TERHADAP KUAT GESER DAN POTENSI PENGEMBANGAN TANAH EKSPANSIF Immanuel Louis Yudianto; Yulvi Zaika; Arief Rachmansyah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 1939, Cassagrande menunjukkan bahwa ketika elektrokinetik diterapkan pada tanah berbutir halus dengan kelembaban tinggi, tanah mengalami peningkatan tekanan efektif karena tekanan air pori. Sejak itu, beberapa negara Eropa telah menggunakan metode ini untuk memperbaiki tanah berbutir halus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki masalah tanah lempung muai dan menyelidiki pengaruh fluktuasi tegangan terhadap kuat geser dan kembang pada tanah lempung muai menggunakan metode penyemprotan elektrokimia. Penyemprotan elektrokimia adalah proses yang menggunakan fenomena elektroosmosis (pergerakan air melalui bahan padat dalam medan listrik) atau aliran larutan polarisasi karena perbedaan potensial/arus listrik. Larutan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ca(OH)2 dengan konsentrasi 10° dan perubahan tegangan 12, 15, 18 dan 24 volt. Sampel tanah ditempatkan dalam kotak uji berukuran 150 x 150 x 500 milimeter. Injeksi elektrokimia dilakukan selama 7 hari. Pada penelitian ini ditemukan bahwa variasi perubahan tegangan selama penginjeksian pada tanah lempung yang diperluas dapat meningkatkan nilai kuat geser yang disimpulkan dari uji triaksial yaitu dengan meningkatkan tegangan yang diterapkan, nilai kohesi tanah meningkat. Hasil pengujian kuat geser sayap juga menunjukkan bahwa nilai kuat geser setelah penyemprotan sebesar 1,65 kg/cm2 mengalami peningkatan dibandingkan dengan nilai kuat geser sebelum injeksi. Uji konsolidasi menunjukkan bahwa sampel tanah setelah injeksi menunjukkan kemungkinan terjadinya penurunan nilai Cs tanah sebelum injeksi yaitu 0,03 berubah menjadi 0,017 setelah injeksi. Selain itu, uji kembang bebas menunjukkan hasil yang sama yaitu potensi kembang turun dari 46,67% tanah asli menjadi 12,90% tanah sampel setelah penyemprotan.
ANALISIS DAYA DUKUNG TANAH LERENG PASIR DR 88% MENGGUNAKAN PERKUATAN DOUBLE ROW PILE VARIASI POSISI DENGAN DIAMETER BARIS KEDUA D2 = 2 CM Yunita Listiana Putri; As'ad Munawir; Yulvi Zaika
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan dilakukan pada lereng menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi keterbatasan lahan pada tanah datar. Pergerakan massa tanah lereng yang cukup besarmengakibatkan ketidakstabilan bangunan yang terletak di lereng dan penurunan dayadukung yang akhirnya menyebabkan kegagalan superstruktur. Salah satu upaya yangdilakukan untuk stabilitas lereng adalah dengan memberi pile sebagai perkuatan tanah. Padapenelitian ini, dilakukan analisis pemodelan lereng dengan variasi posisi perkuatan pile bariskedua menggunakan metode FEM pada program PLAXIS dan ABAQUS untuk memperolehbesarnya penurunan tanah dan nilai daya dukung yang terjadi sehingga didapatkanpeningkatan kapasitas daya dukung tanah BCI dan membandingkan dengan hasileksperimen. Hasil akhir penelitian diperoleh bahwa terjadi peningkatan kapasitas dayadukung lereng antara tanpa perkuatan dengan adanya perkuatan double row pile, dimanaposisi pile sebagai perkuatan lereng mempengaruhi peningkatan nilai daya dukung tanahlereng. Posisi pile optimum yang dapat menghasilkan kapasitas daya dukung lerengmaksimum berada ketika rasio posisi pile Lx1/L = 0,9 dan Lx2/L = 0,6. Nilai BCI palingtinggi diperoleh sebesar 56,2% dan peningkatan BCI paling kecil sebesar 25,7%. Kata kunci : BCI, Lereng Pasir, Perkuatan Pile Dua Baris, FEM.
Pengaruh Perkuatan Double Row Pile Variasi Diameter pada Posisi Baris Kedua (Lx2/L = 0,6) terhadap Daya Dukung Tanah pada Lereng Pasir Dr 88% Gracius Teguh Imananto; Yulvi Zaika; As'ad Munawir
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur pondasi merupakan bagian penting dalam suatu konstruksi. Struktur pondasi yang dibangun dekat dengan puncak lereng akan menghasilkan daya dukung relatif lebih kecil dan stabilitas lereng yang rendah. Salah satu metode yang dapat digunakan sebagai struktur perkuatan lereng yaitu perkuatan tiang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perkuatan dua baris tiang variasi diameter pada baris kedua (Lx2/L = 0,6) terhadap peningkatan daya dukung tanah pada lereng pasir. Pendekatan analisis menggunakan pendekatan numerik berupa metode elemen hingga (MEH). Data pada penelitian ini berupa data sekunder yang diperoleh dari penelitian sebelumnya. Analisis MEH menggunakan perangkat lunak PLAXIS 2D, PLAXIS 3D, dan ABAQUS 3D. Hasil dari analisis MEH yaitu nilai tegangan dan penurunan tanah. Data tersebut kemudian diolah untuk memperoleh nilai daya dukung ultimit dengan metode 0,1B. Metode 0,1B merupakan metode dalam menentukan nilai daya dukung ultimit dengan membatasi penurunan pondasi sebesar 10% dari lebar pondasi (B). Daya dukung ultimit dianalisis kembali untuk memperoleh nilai bearing capacity improvement (BCI). Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan daya dukung ultimit dengan menggunakan perkuatan dua baris tiang variasi diameter pada baris kedua (Lx2/L = 0,6). Peningkatan berbanding lurus dengan ukuran diameter tiang yang digunakan. Daya dukung optimum diperoleh dengan kondisi rasio D2/D1 = 0,68 (Dpile = 3,2 cm). Nilai bearing capacity improvement yang diperoleh pada masing-masing perangkat lunak yaitu PLAXIS 2D sebesar 28,42%, PLAXIS 3D sebesar 53,3%, dan ABAQUS sebesar 27,9%.
Green Construction and Local Wisdom Integration for Sustainability: A Systematic Literature Review Sri Kristinayanti, W.; Zaika, Yulvi; Padma Devia, Y.; Solimun, .; Agung Wibowo, M.
Civil Engineering Journal Vol 10, No 11 (2024): November
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2024-010-11-020

Abstract

The construction industry's environmental impact necessitates a sustainable shift to mitigate resource depletion, emissions, and biodiversity loss. Integrating local wisdom offers innovative, adaptive solutions grounded in deep environmental understanding, potentially transforming construction practices toward sustainability. This study aims to identify aspects, challenges, impacts, and strategies in green construction practices integrated with local wisdom. The PRISMA framework methodology was used to conduct a comprehensive systematic review with qualitative analysis using NVivo software. Nine aspects of green construction integrated with local wisdom were identified, with cultural heritage preservation the dominant aspect. Eleven challenges were uncovered, with balancing tradition and innovation as the main challenges. Seven impacts on the economy, society, and environment were identified, with construction cost efficiency, improvement of community quality of life, and promotion of a circular economy and sustainable waste management as the dominant impacts. Thirteen strategies were identified, with active engagement of local communities in the construction process as the main strategy. The novelty of this research is a comprehensive review of the integration of green construction with local wisdom, which can be used as a guide in sustainable construction practices responsive to local environmental and social conditions and promote economically, socially, and environmentally sustainable development. Doi: 10.28991/CEJ-2024-010-11-020 Full Text: PDF
Settlement of Dam During and End of Construction using Numerical Analysis Kurniawati, Tri; Suryo, Eko Andi; Zaika, Yulvi
Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2024.018.03.4

Abstract

The construction process of the Tilong Dam induced significant settlement in the surrounding areas. This study aimed to enhance our understanding of the factors that influenced settlement behavior and improve the reliability of predictive models by using instrumentation data regarding the dam's vertical displacement. Numerical modeling was conducted to consider the actual embankment conditions and analyze the changes in the immediate settlement during and after construction. After the Tilong Dam construction, the measurements and numerical analysis showed settlements ranging from 0 to 832 mm. It was noted that settlements were expected during and after the construction, particularly at the dam's mid-sections. The back analysis method was employed to establish the values for material properties, specifically Young's modulus and Poisson's ratio, which affected the displacement. A multivariate regression comparison between the observed and predicted data yielded a determination coefficient (R²) of 0.914. This indicated a strong correlation between the observed and predicted values.
Reinforcement of Slope Failure on Ponorogo – Pacitan KM 226 Road to Mitigate Landslides Akbarrina, Ailia Rizky; Zaika, Yulvi; Rachmansyah, Arief
Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2025.019.01.1

Abstract

Slope collapse can be caused by changes in load or geological conditions of the soil. Slope collapse events often occur during the rainy season in the Ponorogo area, Pacitan East Java, Indonesia, which causes closed transportation to and out of the Ponorogo area. This study aims to investigate the failure mechanism and landslide mitigation. The field investigations were conducted using geoelectricity and soil sampling to be analyzed in the laboratory. This research employed the Schlumberger geoelectrical configuration method to determine the subsurface rock lithology arrangement. The study involved acquiring data on four geoelectrical lines with a length of 135 meters. The collected field data was then processed and modeled to obtain an overview of the subsurface rock lithology arrangement. The Laboratory tests were conducted to determine the soil type and the soil parameters unit weight (?), cohesion (c'), and shear angle (?'). The laboratory data was input into software to obtain the safety factor. The geo-electrical results showed layers of clay and tuff, which identified a water flow between them, the landslide plane. Based on the finite element analysis, the landslide planes were almost coincident. Slope stability is achieved by changing the geometry and reinforcing it with piles.
Efektivitas Perbaikan Tanah Menggunakan Geosynthetic-Encased Sand Columns (GESC) dengan Variasi Jarak dan Diameter terhadap Percepatan Konsolidasi Tanah Lunak Guido, Muhammad Gazha; Zaika, Yulvi; Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lunak merupakan jenis tanah dengan kadar air tinggi, kuat geser rendah, dan tingkat compressibility yang signifikan, sehingga memerlukan metode perbaikan untuk mendukung daya dukung dan kestabilan konstruksi infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas variasi jarak antar kolom pada metode perbaikan tanah menggunakan Geosynthetic-Encased Sand Column (GESC) terhadap percepatan konsolidasi tanah lunak secara numerik. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak Finite Element Method dua dimensi (FEM 2D) dengan model axisymmetry yang dikonversi ke bentuk plane strain. Variasi jarak yang diterapkan meliputi 2D, 2,5D, 3D, dan 4D terhadap diameter kolom, dengan parameter analisis berupa waktu konsolidasi 90% (U90), penurunan tanah, tekanan air pori berlebih, dan nilai safety factor (SF). Hasil simulasi menunjukkan bahwa penggunaan GESC dengan variasi jarak yang lebih rapat secara signifikan mempercepat waktu konsolidasi dan mengurangi tekanan air pori. Jarak antar kolom 2D menghasilkan kinerja paling optimal dengan waktu konsolidasi tercepat sebesar 181 hari, penurunan sebesar 0,8121 m, serta tekanan air pori maksimum yang paling rendah sebesar 0,495 kN/m². Sebaliknya, peningkatan jarak antar kolom menyebabkan penurunan efisiensi, ditunjukkan oleh meningkatnya tekanan air pori dan bertambahnya waktu konsolidasi hingga 280 hari pada jarak 4D. Meskipun demikian, seluruh variasi jarak tetap memenuhi kriteria stabilitas dengan nilai SF ≥ 1,5. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan GESC efektif dalam mempercepat konsolidasi dan meningkatkan kestabilan tanah lunak, khususnya pada jarak antar kolom yang lebih rapat. Kata Kunci : Tanah lunak, konsolidasi, GESC, FEM 2D, tekanan air pori, faktor keamanan
Co-Authors ., Frangky ., Lestari ., Mayangsari Abadi, Willy Anggi Abhista Bariq, Muhammad Rafi Acramanila Magha Rastra Adelina Maulidya Firdaus Adi Susilo Agata Iwan Candra Agus Suharyanto Agus Suharyanto Al Imam, M. Akbar Alfianto, Galih Alif, Faisal Abda Allo, Angeline Grace Aloysius Gregorius Lake Alwafi Pujiraharjo Amalina, Rahma Nur Ana Sri Wahyuni Anggraeni, Gita Maulina Anshorie, Ahya Al Ansor, Zakaria Al Aprilian, Arie Wahyu Aqim, Angga Qinwanul Aramita, Devina Nadia Ardiyansari, Anisa Oktavia Arief Rachmansyah Arief Rachmansyah Arief Rachmansyah Arief Rachmansyah Arief Rachmansyah Arief Rachmansyah Arif Lukito Arif Rachmansyah Arung, Vrischa Natalia As'ad Munawir As'ad Munawir As’ad Munawir Astriyanto, Vicky Dwi Asyifa, Hira Aulia Rizky Akbarrina Bayu Rasmawan, I Made Adhi Biasmahendra, Bima Bima, Satria Budi Agus Kombino Carissa Imayanti, Nadia Izmi Chandra, Farhan Prima Citra, Ismiralda Dara Ayu Lisna Hadi Darmawan, Wahid Destamara, Angger Anggria Dharmawan, Aditya Leo Dianing Putri, Arinda Rahma Didik R. Santoso Dodik Prasetyo Edhi Wahjuni Setyowati Edward Prana Edward Prana, Edward Eko Andi S. Eko Andi Suryo Eko Andi Suryo Eko Andi Suryo Evan Kusuma Wijaya Fahara, Adista Famungkas, Fika Fathurrahman, Muhammad Rizki Faticha, Amalia Febra Ndaru W. Federico Firdaus, Adelina Maulidya Firdaus, Reza Novianda Gilang Ramadan Kololikiye Gracius Teguh Imananto Guido, Muhammad Gazha Hakim, Arif Luqman Harimurti Harimurti . Harimurti . Harimurti Harimurti Harimurti Harimurti Harimurti Harimurti Haristama, Iffat Shafwan Hasbianto, Muhammad Hazhiyah, Amalia Ula Hendi Bowoputro Hendi Bowoputro Hendrig Sudradjat Herlien Indrawahyuni Herlien Indrawahyuni Hidayat, Mahesa Hutama Putra, Made Dwika Hutomo, Wahyudi Ika Sari, Ardya Perdani Immanuel Louis Yudianto Indradi Wijatmiko Irnawan, Muhammad Chofi Ismail, Ahmad Ismanto Ismanto Iswara Elsam, Kevin Raditya Karl Raffeelino Y.H, Raynard Kartika Puspa N. Kosasih, Rendy Hartama Kurniawan, Ichvan Danny Kurniawan, Vemmy Kuswanda, Wahyu P. L Tobing, Benny Christian Laras, Ario Widio Larasati, Diva Karunia Listyaningrum, Galuh Ajeng Ludfi Djakfar M. Agung Wibowo, M. M. Ato’urrahman M. Hamzah Hasyim M. Ruslin Anwar M.Ruslin Anwar M.Ruslin Anwar, M.Ruslin Ma’azza, Muhammad Ainun Maharani, Ragilya Mariyana Mariyana Meisy Putri Rahmawati, Ika Minata, Afria Nurizky Munawir, As'ad Munawir, As’ad Mustafid, Ainul Musthafa, Aris Nawang Aji Sasongko Nugraha, Prakosa Adi Nugroho, Cendana Putri Nur Arifin, Hadi Mizan Nur Fadli, Aji Gigih Nursanti, Luh Leta Milleila Oka Wibawa, Gede Arya P, Y E Padma Devia, Y. Permata, Ditha Pradika, Ivan Indra Pramadana, Farhan Prana, Resa Bagus Dharma Prihatama, Wirawan Yuda Pudyono . Puspito, Abthal Hazazi Putra, Alesandro Anggara Putranto, Arif Rahman Putro, Galih Karno Qomar, Ach. Lailatul Rachamansyah, Arief Rachma, Saraswati Noor Rachmatullah, R. Irawan Raditya, Achmad Gusti Rahmadika, Andrianna Rahmadya, Reza Roseno Ramadhan, Bima Aldiha Ranggaesa, Riota Abeng Rasyid, Dyka Retry Ratriwarajiwa, Wiratama Risty, Fritz Rita Dyana Melati Riyana, Ratu Eka Robitul Y, RB. Akhmad Rofik, Mohammad Ainur Ruslin Anwar Sanjaya, Muhammad Dias Saputra, Ferdian Budi Saputra, M. Rizky Hari Saputri, Salwa Saraswati, Fanny Ika Sarithayanti Mahaguna, Ida Ayu Satriaka, Irza Andys Sauri, Sofyan Septiningrum, Pritha Audina Shafira, Nisa Sirait, Solapida Glenesya Solimun, Solimun Sugeng Prayitno Budio Suroso . Suroso Suroso Suroso Suroso Suroso, Yosephine Diajeng Janur Prasasti, As’ad Munawir, Susilo, Hendro Suwandoko, Adiwena Bachtiar Syafi'ah, Syafi'ah Tejokusumo, Radius Suryajaya Tri Kurniawati, Tri Ubaidillah, Lina Rahman Ulya, Atika Nikmatul Undiprastya, Guruh Wahyunita, Audia Maknolia Wardhana, Febra Ndaru Wayan Sri Kristinayanti Widagdo, Yanuar Eko Widodo Suyadi Widodo Suyadi Widodo Suyadi Widyanatha, KadekDwi Kusuma Yandri, Muhammad Yanwar Eko Prasetyo Yenny Yenny Yosephine Diajeng Janur Yunita Listiana Putri Zahra Febrina Lilabsari Zettyara, Firda Zubaedah, Endah