Yulvi Zaika
Department Of Civil Engineering, Brawijaya University, Malang, 65145,

Published : 160 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Performa Geosynthethics-Encased Recycle Concrete Columns (GERCC) dan Sand-Columns sebagai Soil Reinforcement pada Jalan Tol Pandaan -Pasuruan Federico; Zaika, Yulvi; Munawir, As'ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan tanah lunak pada proyek Jalan Tol Pandaan-Pasuruan berpotensi menyebabkan penurunan tanah yang signifikan, sehingga diperlukan metode perkuatan tanah yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan efektivitas penggunaan kolom beton daur ulang Geosynthethics-Encased Recycle Concrete Columns (GERCC) dan Geosynthethics-Encased Sand Columns (GESC) sebagai soil reinforcement dalam mengurangi penurunan tanah, baik secara analitik maupun numerik menggunakan metode elemen hingga (FEM 2D). Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan variasi diameter dan jarak antar kolom, serta membandingkan dua jenis material pengisi kolom (GERCC dan pasir). Parameter yang dianalisis meliputi daya dukung tanah, besarnya penurunan (settlement), serta pengaruh penggunaan geosintetik sebagai lapisan tambahan. Seluruh hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan GERCC dan GESC secara signifikan meningkatkan daya dukung tanah dan mempercepat konsolidasi. GERCC terbukti lebih efektif dibandingkan sand-columns dari penurunan tanah yang lebih kecil dan stabilitas struktur yang lebih baik, sedangkan GESC lebih baik dari segi waktu konsolidasi. Penggunaan geosintetik bertujuan sebagai filtrasi dan separasi antara tanah dan material kolom. Variasi diameter dan jarak antar kolom berpengaruh terhadap hasil akhir, di mana kolom dengan diameter dan jarak paling optimal, yaitu 1,2m dan 2,4m menunjukkan hasil terbaik. Kata Kunci : Tanah lunak, columns, soil reinforcement, konsolidasi, GERCC, GESC  
Analisis Stabilitas Lereng dengan Perkuatan Soil Nailing dengan Variasi Jarak dan Kemiringan Menggunakan Metode Elemen Hingga Larasati, Diva Karunia; Zaika, Yulvi; Munawir, As'ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proyek pembangunan Jalan Baru Kretek-Girijati D.I Yogyakarta, salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kondisi topografi yang curam dan adanya lereng galian yang cenderung tegak sehingga memicu terjadinya kelongsoran lokal. Oleh karena itu, diperlukan struktur perkuatan untuk menstabilkan lereng sehingga tidak terjadi keruntuhan pada lereng tersebut. Kondisi ini tidak hanya membahayakan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan pada infrastruktur yang sudah dibangun. Salah satu struktur perkuatan lereng yang sering digunakan adalah soil nailing. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis stabilitas lereng yang telah diberi perkuatan soil nailing, serta mengevaluasi pengaruh variasi jarak dan sudut kemiringan nail dari horizontal terhadap faktor keamanan lereng. Penelitian ini dilakukan melalui analisis secara numerik berbasis Metode Elemen Hingga (Finite Element Method) yang dimodelkan menggunakan perangkat lunak geoteknik. Metode ini dipilih karena kemampuannya dalam mensimulasikan perilaku tanah secara detail, termasuk interaksi antara tanah dan elemen perkuatan seperti soil nailing. Pemodelan lereng didasarkan pada keadaan aslinya dengan menggunakan data sekunder berupa parameter tanah, seperti sifat-sifat tanah dan modulus elastisitas, serta data material soil nailing. Analisis dilakukan dengan variasi jarak nail sebesar 1,1 m, 1,2 m, 1,3 m, dan 1,4 m serta untuk variasi kemiringan nail yaitu sebesar 100, 120, 150, 170, dan 200. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lereng tanpa perkuatan memiliki nilai faktor keamanan (FS) di bawah ambang stabilitas minimum yang direkomendasikan (FS ≥ 1,5), yaitu sebesar 1,287 sehingga diperlukan perkuatan. Dari hasil analisis, kombinasi jarak 1,1 m dan kemiringan 20° terbukti menjadi konfigurasi paling optimal karena mampu meningkatkan nilai FS hingga sebesar 29,22% dan menghasilkan FS tertinggi yaitu 1,663 sehingga memenuhi persyaratan stabilitas lereng berdasarkan SNI 8460:2017 dan FHWA 2003. Kata kunci :   lereng, soil nailing, stabilitas, variasi jarak, variasi kemiringan
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS VARIASI VOLTASE PADA INJEKSI LARUTAN ELEKTRO KIMIA BaSO4 TERHADAP KUAT GESER DAN POTENSI PENGEMBANGAN TANAH EKSPANSIF Karl Raffeelino Y.H, Raynard; Zaika, Yulvi; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERBANDINGAN EFEKTIFITAS VARIASI VOLTASE PADA INJEKSI LARUTAN ELEKTRO KIMIA BaSO4 TERHADAP KUAT GESER DAN POTENSI PENGEMBANGAN TANAH EKSPANSIF (Comparison of the Effectiveness of Voltage Variations in the Injection of BaSO4 Electrochemical Solutions on the Shear Strength and Swelling Potential of Expansive Soil) Raynard Karl Raffeelino Y.H., Yulvi Zaika, Arief Rachmansyah Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono 167, Malang 65145, Jawa Timur, Indonesia Email : haryanto.raynard@gmail.com   ABSTRAK Pada tahun 1939, Cassagrande membuktikan bahwa ketika elektrokinetik diterapkan terhadap tanah berbutir halus yang memiliki kelembaban tinggi, tanah akan mengalami peningkatan tekanan efektif dikarenakan oleh tekanan air pori. Mulai saat itu, beberapa negara di Eropa telah menggunakan metode ini dalam memperbaiki tanah berbutir halus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki masalah pada tanah lempung muai dan mengetahui pengaruh fluktuasi tegangan terhadap kuat geser dan kembang pada tanah lempung muai dengan menggunakan metode injeksi larutan elektrokimia. Injeksi larutan elektrokimia adalah tindakan yang dilakukan dengan memanfaatkan fenomena elektroosmosis (pergerakan air melalui bahan padat dalam medan listrik) atau aliran larutan polarisasi dikarenakan perbedaan potensial/arus listrik. Larutan yang digunakan dalam penelitian ini adalah BaSO4 dengan konsentrasi 10% dan perubahan tegangan 12 volt, 15 volt, 18 volt, dan 24 volt. Sampel tanah ditempatkan dalam kotak uji berukuran 150 x 150 x 500 milimeter. Injeksi larutan elektrokimia dilakukan selama 7 hari. Pada penelitian ini ditemukan bahwa variasi perubahan tegangan selama penginjeksian pada tanah lempung yang diperluas mampu meningkatkan nilai kuat geser yang didapatkan dari uji triaksial yaitu dengan meningkatkan tegangan yang diterapkan, nilai kohesi tanah akan  mengalami peningkatan. Hasil pengujian kuat geser sayap menunjukkan bahwa nilai kuat geser setelah dilakukan injeksi sebesar 1,65 kg/cm2 yang mengalami peningkatan dibandingkan dengan nilai kuat geser sebelum injeksi. Uji konsolidasi membuktikan bahwa sampel tanah setelah injeksi menunjukkan kemungkinan terjadinya penurunan nilai Cs tanah sebelum injeksi yaitu 0,03 berubah menjadi 0,017 setelah injeksi. Selain itu, uji kembang bebas menunjukkan hasil yang sama yaitu potensi kembang turun dari 46,67% tanah asli menjadi 12,90% tanah sampel setelah injeksi. Kata kunci: Injeksi larutan elektrokimia, larutan BaSO4, tanah ekspansif, kuat geser, potensial kembang ABSTRACT In 1939, Cassagrande demonstrated that when electrokinetics was applied to fine-grained soil with high moisture content, the soil would experience an increase in effective pressure due to pore water pressure. Since then, several European countries have used this method to improve fine-grained soil. The purpose of this study was to improve the problem of expanding clay soil and to determine the effect of stress fluctuations on the shear strength and swelling of expanding clay soil using the electrochemical solution injection method. Electrochemical solution injection is an action carried out by utilizing the phenomenon of electroosmosis (the movement of water through a solid material in an electric field) or the flow of a polarized solution due to a difference in potential/electric current. The solution used in this study was BaSO4 with a concentration of 10% and voltage changes of 12 volts, 15 volts, 18 volts, and 24 volts. The soil samples were placed in a test box measuring 150 x 150 x 500 millimeters. The electrochemical solution injection was carried out for 7 days. This study found that variations in stress changes during injection into expanded clay soil can increase the shear strength values obtained from triaxial tests. This means that increasing the applied stress increases the soil cohesion value. The wing shear strength test results showed that the shear strength value after injection was 1.65 kg/cm2, an increase compared to the shear strength value before injection. Consolidation tests demonstrated that the soil sample after injection showed a possible decrease in the Cs value of the soil before injection, from 0.03 to 0.017 after injection. Furthermore, the free swelling test showed the same results, with the swelling potential decreasing from 46.67% of the original soil to 12.90% of the sample soil after injection. Keywords: Electrochemical solution injection, BaSO4 solution, expansive soil, shear strength, swelling potential
Interaction of Composite Material-Based Geopolymer with Soil in Road Pavement using Finite Element Method Irnawan, Muhammad Chofi; Zaika, Yulvi; Munawir, As'ad
Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2025.019.03.2

Abstract

Geopolymer is an eco-friendly binder derived from natural or artificial precursors such as fly ash and slag. The purpose of this research is to investigate the response of Recycled Concrete Aggregate (RCA) with Geobead (GB) filler based geopolymer to soil in terms of vertical deflection values using Axisymmetric model Finite Element Method (FEM), which compared with unbound materials such as granular base courses or bound materials such as cement-treated base (CTB), lean concrete (LC), and foamed concrete (FC). The model was loaded with incremental static loading due to vehicle wheel load, and the pavement behavior, such as vertical surface deflection at the base layer with bonded and unbonded materials, was analyzed. The analysis indicated that using bonded materials based on geopolymer resulted in smaller deflection values when compared to base course materials. The addition of geobead affects the unit weight reduction of the pavement material. However, increasing the rise in geobead content results in a vertical deflection value due to reduced bonding between RCA grains. The deflection value of the RCA-GB-based geopolymer in all variations of GB content is below that of the granular materials. However, geopolymer-based materials with the addition of geobeads resulted in greater deflection than CTB, LC, and FC.
Theoretical Enhancement of Point Resistance in Sandy Soils Using Bio-Inspired Cranial Asperity Ratios Candra, Agata Iwan; Munawir, As'ad; Zaika, Yulvi; Suryo, Eko Andi
Civil Engineering Journal Vol. 12 No. 1 (2026): January
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2026-012-01-011

Abstract

This study aims to enhance the bearing capacity of pile foundations in sandy soils through a bio-inspired approach by modifying Meyerhof’s empirical equation using a cranial correction factor. The adjustment considers the geometric influence of the asperity length–height ratio (L/H 20, 26.67, and 33.33) applied to different pile diameters. The analysis was carried out theoretically by calculating point resistance (Qp) using the modified equation, followed by validation through ANOVA and the nonparametric Mann–Whitney test. The results indicate that an L/H ratio of 20 provides the most significant improvement in Qp, ranging from 11.7% to 465.8% compared to the conventional Meyerhof model, particularly at lower D/B ratios where stress concentration can be optimally mobilized. Larger ratios such as 26.67 and 33.33 also improve capacity, though less effectively than L/H 20, yet still outperform unmodified foundations. The correction factors obtained, ranging from Cᵣ 1.07 to 5.66, demonstrate the substantial contribution of geometric modification to load transfer efficiency. The novelty of this research lies in integrating anisotropic interface properties into the classical Meyerhof model, thereby bridging the gap between isotropic predictions and anisotropic experimental evidence. Accordingly, the developed theoretical framework not only strengthens the basis for calculating pile bearing capacity but also opens new avenues for bio-inspired foundation design that is more efficient and sustainable.
Pengaruh Waktu Curing terhadap Sifat Fisik dan Mekanis Campuran Geobead dan Fly Ash (30%) Berbasis Geopolimer Untuk Aplikasi Timbunan Jalan Mahendra, Ade; Zaika, Yulvi; Munawir, As'ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ade Mahendra, Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Juni 2026, Pengaruh Waktu Curing terhadap Sifat Fisik dan Mekanis Campuran Geobead dan Fly Ash (30%) Berbasis Geopolimer untuk Aplikasi Timbunan Jalan, Dosen Pembimbing: Yulvi Zaika dan As'ad Munawir. Pembangunan jalan di atas tanah lunak menghadapi kendala daya dukung rendah dan potensi penurunan yang besar, sehingga material timbunan ringan menjadi solusi yang banyak dikembangkan. Di sisi lain, limbah Recycled Concrete Aggregate (RCA), fly ash, dan cangkang kelapa sawit yang diolah menjadi Geobead tersedia dalam jumlah besar di Indonesia namun pemanfaatannya masih rendah. Ketiganya berpotensi dikombinasikan menjadi komposit geopolimer ultra-ringan untuk timbunan jalan, namun pengaruh waktu curing terhadap perkembangan sifat fisik dan mekanis campuran RCA dengan fly ash (30%) dan Geobead (20% dan 30%) belum banyak dikaji, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi waktu curing (3, 7, dan 14 hari) terhadap sifat fisik dan mekanis campuran Geobead dan fly ash (30%) berbasis geopolimer, menentukan waktu curing optimum, serta mengevaluasi kelayakannya sebagai material lapis fondasi jalan. Penelitian menggunakan RCA sebagai agregat utama yang distabilisasi dengan fly ash kelas C (30%) sebagai prekursor dan aktivator NaOH-Na2SiO3, dengan substitusi Geobead 20% dan 30% dari volume cetakan. Pengujian laboratorium meliputi kuat tekan bebas (UCS), kuat tarik belah, kuat lentur, dan abrasi Los Angeles pada benda uji silinder dan balok, sedangkan kelayakan strukturalnya dianalisis menggunakan metode elemen hingga (FEM) melalui PLAXIS 2D mengacu pada MDP 2024. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur meningkat seiring bertambahnya waktu curing mengikuti tren regresi logaritmik (R² hingga 0,98), meski terjadi fluktuasi sementara pada hari ke-7 akibat fase transisi geopolimerisasi. Pada curing 14 hari, variasi GB20 mencapai kuat tekan 8,86 MPa dan kuat lentur 1,77 MPa, sedangkan variasi GB30 mencapai 5,13 MPa dan 1,11 MPa, keduanya memenuhi standar minimum Cement Treated Base (3,5–4,5 MPa) menurut Spesifikasi Umum Bina Marga dan MDP 2024. Analisis FEM pada tekanan roda 700 kPa menunjukkan deformasi vertikal RCA-FA30.GB20.D14 dan RCA-FA30.GB30.D14 sebesar 2,041 mm dan 2,279 mm, masing-masing 42,10% dan 35,35% lebih kecil dibandingkan material acuan MDP 2024, sehingga memungkinkan reduksi ketebalan lapis fondasi hingga 44,4 mm. Dengan demikian, campuran RCA-fly ash-Geobead berbasis geopolimer terbukti layak digunakan sebagai material timbunan/lapis fondasi jalan ramah lingkungan dengan waktu curing optimum 14 hari. Kata Kunci: geopolimer, Recycled Concrete Aggregate (RCA), fly ash, Geobead, waktu curing, lapis fondasi jalan
Kinerja Mekanis dan Fisik Campuran RCA Geobead–Fly Ash (40%) Berbasis Geopolimer terhadap Potensi Aplikasi pada Timbunan Jalan Ramah Lingkungan Nadhifah, Nisrina Muna; Zaika, Yulvi; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan limbah konstruksi dan pembangunan jalan pada tanah lunak mendorong pengembangan material timbunan yang ringan dan berkelanjutan. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan Recycled Concrete Aggregate (RCA) yang distabilisasi dengan geopolimer berbasis fly ash (FA) kelas C sebesar 40% dengan penambahan geobead. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh geobead terhadap sifat fisik dan mekanis campuran serta mengevaluasi deformasi timbunan menggunakan Finite Element Method (FEM). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan variasi geobead 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%, Hasil menunjukkan bahwa penambahan geobead menurunkan berat isi campuran sehingga berpotensi mengurangi beban pada tanah dasar. Pada aspek mekanis, hanya variasi GB 0%, 10%, dan 20% yang memenuhi syarat kuat tekan Cement Treated Base (CTB). Analisis FEM menunjukkan variasi GB 0% dan GB 10% menghasilkan defleksi yang lebih rendah dibandingkan timbunan konvensional sehingga berpotensi diterapkan pada jalan arteri primer dan jalan tol, sedangkan variasi GB 20% terbatas digunakan pada jalan dengan kecepatan rencana di bawah 80 km/jam. Kata kunci: Recycled Concrete Aggregate (RCA), Geobead, Geopolimer, Timbunan Jalan, Metode Elemen Hingga.
Kinerja Mekanis dan Fisik Campuran RCA Geobead-Fly Ash (30%) Berbasis Geopolimer terhadap Potensi Aplikasi pada Timbunan Jalan Ramah Lingkungan Ikromullah; Zaika, Yulvi; Munawir, As'ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbunan jalan konvensional yang bermassa berat di atas tanah lunak sering memicu penurunan permukaan yang berlebihan. Penelitian ini mengevaluasi kinerja material komposit ringan ramah lingkungan berbahan agregat beton daur ulang (RCA) dan geobead dengan stabilisator geopolimer fly ash 30% sebagai alternatif timbunan. Substitusi geobead divariasikan sebesar 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40% dari volume cetakan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan geobead berhasil menurunkan berat isi campuran dari 27,5 menjadi 21,5 kN/m³. Variasi geobead 20% ditetapkan sebagai formula optimum dengan kuat tekan sebesar 5,5 MPa dan ketahanan abrasi 47,9%, yang terbukti memenuhi spesifikasi lapis fondasi jalan. Simulasi Finite Element Method (FEM) membuktikan material komposit optimum ini mampu mereduksi deformasi vertikal hingga 15,6% dibandingkan timbunan konvensional dan sangat aman karena berada di bawah batas izin penurunan 4 mm. Kata kunci: RCA, Geobead, Geopolimer, Timbunan Jalan, Kuat Tekan, Finite Element Method.
Analisa Stabilitas Lereng dengan Metode Keseimbangan Batas dalam Penanggulangan Longsor pada Lereng Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Batu mukti, wisnu; Zaika, Yulvi; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu merupakan salah satu wilayah yang memiliki kondisi topografi berbukit sehingga berpotensi mengalami longsor, terutama pada lereng dengan kemiringan yang curam. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat mengancam keselamatan masyarakat serta mengganggu rencana pengembangan kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat stabilitas lereng menggunakan metode keseimbangan batas (Limit Equilibrium Method) dengan metode Bishop Simplified guna memperoleh nilai faktor keamanan (Factor of Safety/FoS) sebagai indikator kestabilan lereng. Data yang digunakan meliputi geometri lereng, parameter geoteknik tanah berupa berat isi tanah, kohesi, dan sudut geser dalam yang diperoleh dari hasil pengujian tanah. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak geoteknik untuk menentukan bidang longsor kritis dan nilai faktor keamanan lereng. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai faktor keamanan dapat digunakan untuk mengevaluasi tingkat kestabilan lereng dan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan tindakan mitigasi apabila nilai faktor keamanan berada di bawah batas yang dipersyaratkan. Metode keseimbangan batas mampu memberikan hasil analisis yang efektif dalam mengidentifikasi potensi kelongsoran sehingga dapat digunakan sebagai dasar perencanaan penanggulangan longsor pada lereng di Desa Dadaprejo.
Pengaruh Flight Height terhadap Filtered Unmanned Aerial Vehicle Terrain Models untuk Slope-Stability Screening: Perbandingan pada Satu Lokasi Nugroho, Dhimas Alif; Suryo, Eko Andi; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geometri permukaan merupakan masukan orde pertama (first-order input) dalam analisis stabilitas lereng, tetapi pemodelan Digital Terrain Model (DTM) berbasis fotogrametri Unmanned Aerial Vehicle (UAV) pada lereng bervegetasi dipengaruhi oleh ketinggian terbang (flight height) dan efektivitas ekstraksi permukaan tanah. Penelitian ini mengevaluasi akurasi geometri dan perambatan galat terhadap nilai Faktor Keamanan (Safety Factor/SF) dari tiga variasi planned flight height UAV (50 m, 60 m, dan 70 m) terhadap acuan terestris Total Station (TS) di lereng eksisting bervegetasi koridor Jalan Ilik-Ilik, Kabupaten Blitar, Indonesia. Jaringan kontrol geospasial dibangun menggunakan 10 Ground Control Points (GCP) dan 4 Independent Check Points (ICP). Evaluasi geometri dilakukan pada 17 irisan penampang melintang (cross-sections, C0–C80) berjarak 5 m melalui vertical root-mean-square error (RMSEz), deviasi sudut kemiringan lereng (β), serta pemodelan stabilitas 2D Limit Equilibrium Method (LEM) dan diagnostik 3D LEM.Hasil evaluasi menunjukkan nilai rerata RMSEz sebesar 0,510 m (50 m), 0,364 m (60 m), dan 0,360 m (70 m). Rerata sudut kemiringan lereng acuan TS adalah 14,046°, sedangkan model UAV menghasilkan 13,944° (50 m), 14,023° (60 m), dan 14,064° (70 m). Uji paired t-test menunjukkan DTM 50 m memiliki bias kemiringan sistematis sebesar 0,102° yang signifikan secara statistik (p = 0,0001; dz = 1,24), sementara variasi 60 m (p = 0,1343) dan 70 m (p = 0,3500) tidak berbeda signifikan dari TS. Pada analisis stabilitas 2D LEM, seluruh DTM UAV maupun TS mengonfirmasi kondisi lereng aman (SF > 1,30). Meskipun SF hasil UAV berbeda signifikan secara berpasangan terhadap TS (p < 0,05) dan cenderung kurang konservatif (lebih tinggi 12%–15%), uji One-Way ANOVA antar-ketinggian terbang UAV menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (F = 0,028; p = 0,972), yang diperkuat oleh uji post-hoc Tukey HSD. Hasil ini menegaskan pemisahan penting antara signifikansi statistik dan signifikansi praktis rekayasa: DTM UAV menunjukkan deviasi dari TS, namun variasi tinggi terbang 50–70 m ekuivalen secara praktis dan sangat andal untuk pemindaian awal (slope-stability screening). Ketinggian terbang 70 m direkomendasikan sebagai konfigurasi optimum karena menghasilkan RMSEz terendah dan efisiensi akuisisi data tertinggi (191 citra).
Co-Authors ., Frangky ., Lestari ., Mayangsari Abadi, Willy Anggi Abhista Bariq, Muhammad Rafi Acramanila Magha Rastra Adelina Maulidya Firdaus Adi Susilo Agata Iwan Candra Agus Suharyanto Agus Suharyanto Al Imam, M. Akbar Alfianto, Galih Alif, Faisal Abda Allo, Angeline Grace Aloysius Gregorius Lake Alwafi Pujiraharjo Amalina, Rahma Nur Ana Sri Wahyuni Anggraeni, Gita Maulina Anshorie, Ahya Al Ansor, Zakaria Al Aprilian, Arie Wahyu Aqim, Angga Qinwanul Aramita, Devina Nadia Ardiyansari, Anisa Oktavia Arief Rachmansyah Arief Rachmansyah Arief Rachmansyah Arief Rachmansyah Arief Rachmansyah Arief Rachmansyah Arif Lukito Arif Rachmansyah Arung, Vrischa Natalia As&#039;ad Munawir As'ad Munawir As’ad Munawir Astriyanto, Vicky Dwi Asyifa, Hira Aulia Rizky Akbarrina Bayu Rasmawan, I Made Adhi Biasmahendra, Bima Bima, Satria Budi Agus Kombino Carissa Imayanti, Nadia Izmi Chandra, Farhan Prima Citra, Ismiralda Dara Ayu Lisna Hadi Darmawan, Wahid Destamara, Angger Anggria Dharmawan, Aditya Leo Dianing Putri, Arinda Rahma Didik R. Santoso Dodik Prasetyo Edhi Wahjuni Setyowati Edward Prana Edward Prana, Edward Eko Andi S. Eko Andi Suryo Eko Andi Suryo Eko Andi Suryo Evan Kusuma Wijaya Fahara, Adista Famungkas, Fika Fathurrahman, Muhammad Rizki Faticha, Amalia Febra Ndaru W. Federico Firdaus, Adelina Maulidya Firdaus, Reza Novianda Gilang Ramadan Kololikiye Gracius Teguh Imananto Guido, Muhammad Gazha Hakim, Arif Luqman Harimurti Harimurti . Harimurti . Harimurti Harimurti Harimurti Harimurti Harimurti Harimurti Haristama, Iffat Shafwan Hasbianto, Muhammad Hazhiyah, Amalia Ula Hendi Bowoputro Hendi Bowoputro Hendrig Sudradjat Herlien Indrawahyuni Herlien Indrawahyuni Hidayat, Mahesa Hutama Putra, Made Dwika Hutomo, Wahyudi Ika Sari, Ardya Perdani Ikromullah Immanuel Louis Yudianto Indradi Wijatmiko Irnawan, Muhammad Chofi Ismail, Ahmad Ismanto Ismanto Iswara Elsam, Kevin Raditya Karl Raffeelino Y.H, Raynard Kartika Puspa N. Kosasih, Rendy Hartama Kurniawan, Ichvan Danny Kurniawan, Vemmy Kuswanda, Wahyu P. L Tobing, Benny Christian Laras, Ario Widio Larasati, Diva Karunia Listyaningrum, Galuh Ajeng Ludfi Djakfar M. Agung Wibowo, M. M. Ato’urrahman M. Hamzah Hasyim M. Ruslin Anwar M.Ruslin Anwar M.Ruslin Anwar, M.Ruslin Ma’azza, Muhammad Ainun Maharani, Ragilya Mahendra, Ade Mariyana Mariyana Meisy Putri Rahmawati, Ika Minata, Afria Nurizky mukti, wisnu Munawir, As'ad Munawir, As’ad Mustafid, Ainul Musthafa, Aris Nadhifah, Nisrina Muna Nawang Aji Sasongko Nugraha, Prakosa Adi Nugroho, Cendana Putri Nugroho, Dhimas Alif Nur Arifin, Hadi Mizan Nur Fadli, Aji Gigih Nursanti, Luh Leta Milleila Oka Wibawa, Gede Arya P, Y E Padma Devia, Y. Permata, Ditha Pradika, Ivan Indra Pramadana, Farhan Prana, Resa Bagus Dharma Prihatama, Wirawan Yuda Pudyono . Puspito, Abthal Hazazi Putra, Alesandro Anggara Putranto, Arif Rahman Putro, Galih Karno Qomar, Ach. Lailatul Rachamansyah, Arief Rachma, Saraswati Noor Rachmatullah, R. Irawan Raditya, Achmad Gusti Rahmadika, Andrianna Rahmadya, Reza Roseno Ramadhan, Bima Aldiha Ranggaesa, Riota Abeng Rasyid, Dyka Retry Ratriwarajiwa, Wiratama Risty, Fritz Rita Dyana Melati Riyana, Ratu Eka Robitul Y, RB. Akhmad Rofik, Mohammad Ainur Ruslin Anwar Sanjaya, Muhammad Dias Saputra, Ferdian Budi Saputra, M. Rizky Hari Saputri, Salwa Saraswati, Fanny Ika Sarithayanti Mahaguna, Ida Ayu Satriaka, Irza Andys Sauri, Sofyan Septiningrum, Pritha Audina Shafira, Nisa Sirait, Solapida Glenesya Solimun, Solimun Sugeng Prayitno Budio Suroso . Suroso Suroso Suroso Suroso Suroso, Yosephine Diajeng Janur Prasasti, As’ad Munawir, Susilo, Hendro Suwandoko, Adiwena Bachtiar Syafi'ah, Syafi'ah Tejokusumo, Radius Suryajaya Tri Kurniawati, Tri Ubaidillah, Lina Rahman Ulya, Atika Nikmatul Undiprastya, Guruh Wahyunita, Audia Maknolia Wardhana, Febra Ndaru Wayan Sri Kristinayanti Widagdo, Yanuar Eko Widodo Suyadi Widodo Suyadi Widodo Suyadi Widyanatha, KadekDwi Kusuma Yandri, Muhammad Yanwar Eko Prasetyo Yenny Yenny Yosephine Diajeng Janur Yunita Listiana Putri Zahra Febrina Lilabsari Zettyara, Firda Zubaedah, Endah