Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Social Capital and Community Empowerment in Rural Development Programs: A Sociological Analysis Nahri Idris; Layyinatus Shifah; Elinda Novita Dewi; Bustomi Bustomi; Putu Agus Ariana
Journal of Human Interaction and Social Studies Vol. 1 No. 1 (2026): :February: Sapientia Diversalis: Journal of Human Interaction and Social Studie
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/edv65p82

Abstract

We examine how social capital operates as a relational infrastructure shaping community empowerment within rural development programs through a multi-site qualitative case study grounded in interviews, focus groups, and observations. Findings show that empowerment emerges from dense interactional networks that connect bonding, bridging, and linking ties, enabling communities to negotiate power, institutional access, and collective learning. Gendered and livelihood-based networks function as critical arenas where trust and reciprocity are translated into durable participatory practices, while supportive governance arrangements stabilize these relational gains across time. Comparative analysis demonstrates that sustainable empowerment depends on balancing internal cohesion with external partnerships and institutional memory, producing adaptive capacities resilient to social and administrative change. The study advances a sociological model that conceptualizes social capital as a dynamic process linking interaction, power, and sustainability in rural contexts, and offers methodological insights for evaluating empowerment beyond output-centered metrics. By foregrounding relational mechanisms, the research clarifies how community agency is continuously reproduced through negotiated networks that integrate institutional credibility with everyday cooperation, informing more inclusive and durable
TERAPI AKTIVITAS SOSIAL MENURUNKAN KECEMASAN LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA JARA MARA PATI Aditha Angga Pratama; Putu Indah Sintya Dewi; Putu Agus Ariana
HealthCare Nursing Journal Vol. 4 No. 2 (2022): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v4i2.2312

Abstract

Kecemasan pada lansia sering terjadi dan menjadi permasalahan umum, namun jika lansia terus mengalami kecemasan maka akan berkembang menjadi depresi yang akan mempengaruhi kualitas hidup lansia. Sehingga agar lansia tidak mengalami kecemasan yang berujung pada depresi perlu adanya terapi komplementer yang dilakukan untuk menurunkan kecemasan dan kualitas hidup lansia meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi aktivitas social. Metode penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-post test only, sampel yang digunakan adalah lansia di Panti Werdha Jara Mara Pati sebanyak 36 responden. Instrumennya menggunakan kuesioner dimana responden diberikan kuesioner sebelum pemberian terapi dan sesudah pemberian terapi. Selanjutnya melakukan analisis paired t-test. Hasilnya bahwa terdapat perbedaan kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi aktivitas kelompok dengan nilai p 0,001. Kesimpulannya bahwa terdapat perbedaan kecemasan lansia sebelum dan sesudah diberikan terapi aktivitas social
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN MOTIVASI MELAKUKAN VCT PADA WAITRESS DI BAR AND KARAOKE SAMPURNA DAN SRI REJEKI DESA BUNGKULAN KABUPATEN BULELENG: Array Putu Windi Ridayanti; Putu Agus Ariana; Komang Gde Trisna Purwantara
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 4 No 2 (2019): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKES Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v4i2.124

Abstract

Pendahuluan: Waitress merupakan salah satu kelompok yang berisiko tertular HIV/AIDS. Salah satu program pemerintah untuk mencegah penyakit HIV/AIDS adalah Voluntary Counseling and Testing (VCT). Tujuan dari penelitian ini yakni mengetahui hubungan dukungan sosial dengan motivasi melakukan VCT pada waitress di Bar and Karaoke Sampurna dan Sri Rejeki Desa Bungkulan Kabupaten Buleleng. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden yang telah dipilih dengan menggunakan teknik total sampling. Subjek dari penelitian ini adalah wanita yang bekerja ditempat hiburan malam seperti waitress di bar and karaoke Sampurna dan Sri Rejeki pada tahun 2018. Hasil: Analisis data dilakukan dengan uji spearman's rho. Hasil penelitian diperoleh koefisien korelasi = 0,734 dengan p= 0,000 (p< 0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Berdasarkan uji analisa data dapat disimpulkan ada hubungan positif yang kuat antara dukungan sosial dengan motivasi melakukan VCT di Bar and Karaoke Sampurna dan Sri Rejeki Desa Bungkulan Kabupaten Buleleng. Berdasarkan penelitian ini diharapkan memberikan informasi mengenai adanya VCT yang digunakan untuk mendeteksi penyakit HIV/AIDS.
PERBEDAAN TINGKAT STRES PERAWAT UNIT RAWAT INAP DENGAN PERAWAT IGD DI RUMAH SAKIT PRATAMA KUBU KARANGASEM Ni Ketut Putri Marthasari; Putu Agus Ariana; I Gede Ariawan
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 8 No 1 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i1.301

Abstract

Pendahuluan: Perawat merupakan salah satu tenaga professional yang bekerja di rumah sakit dan memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan. Layanan kesehatan yang diberikan merupakan sebuah asuhan keperawatan secara bio-psiko-sosial, kultural-spiritual secara komperhensif baik dalam kondisi yang stabil maupun dalam kondisi yang kritis. Hal tersebut yang dapat memicu terjadinya stress pada perawat dimasing masing ruangan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat stress perawat di unit rawat inap dengan perawat IGD. Metode: Perbedaan Tingkat Stres Perawat Unit Rawat Inap dengan Perawat IGD di Rumah Sakit Pratama Kubu Karangasem ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain populasi Cross Sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan menggunakan sampling jenuh, yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel dengan jumlah 45 perawat. Pengumpulan data kuesioner. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan uji Paried t-Test, didapatkan bahwa nilai p < 0,05 maka Ho ditolak yang berarti ada perbedaan tingkat stress perawat unit rawat inap dengan perawat IGD di Rumah Sakit Pratama Kubu Karangasem. Simpulan: Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi pihak manajemen memperhatikan beban kerja pada perawat sehingga dapat mempengaruhi kesehatan perawat dan pelayanan kepada pasien serta kualitas pelayanan.   Kata Kunci: Stres Kerja, Perawat, Perbedaan