Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Gemilang Qur’an: Apresiasi KKM 75 UNIBA dalam Membentuk Generasi Qur’ani di Desa Pamarayan Diana Romdhoningsih; Defika Lailatul Nur Khasanah; Wardah Fauhah; Rosiyanti; Muhrodi
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2025): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0znp5k65

Abstract

Program “Gemilang Qur’an” merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang digagas oleh mahasiswa KKM 75 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) di Desa Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah apresiasi bagi anak-anak TPQ yang telah berjuang menghafal dan membaca Al-Qur’an. Berbeda dengan perlombaan pada umumnya, “Gemilang Qur’an” menggunakan pendekatan non-kompetitif sehingga anak-anak dapat tampil tanpa tekanan untuk menjadi pemenang, melainkan dengan semangat untuk dihargai atas usaha mereka. Kegiatan ini melibatkan penampilan sambung ayat, doa bersama, serta dukungan penuh dari masyarakat sekitar. Anak-anak diberi ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan orang tua, guru, mahasiswa, dan warga desa. Melalui suasana penuh kekeluargaan, peserta merasakan kebahagiaan dan penghargaan yang mendorong mereka untuk semakin giat belajar Al-Qur’an. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan rasa percaya diri anak, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap kalamullah dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Guru dan orang tua merasa bangga dengan pencapaian anak-anak, sementara masyarakat desa melihat kegiatan ini sebagai momentum kebersamaan yang memperkokoh nilai religius. Secara lebih luas, “Gemilang Qur’an” menjadi simbol sinergi antara mahasiswa, pendidik lokal, dan masyarakat dalam membangun generasi Qur’ani yang berkarakter dan berdaya.  
Tata Kelola Data Wilayah dan Literasi Sensus Ekonomi di Kelurahan Sawah Luhur melalui Sinergi Quadruple Helix Towards Desa Cinta Statistik Khaishya Davina Mutiarani; Diana Romdhoningsih; Ratu Reva Nabila; Ali Imron; Muhamad Erlangga Wahyu; Adam Marchziansyah
Indonesia Bergerak : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Indonesia Bergerak : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/inber.v4i3.1580

Abstract

Weak micro-data governance at the sub-district level often hampers targeted economic policies and rural development programs. This community service project aims to enhance statistical data literacy and prepare local stakeholders for the upcoming Economic Census through a Quadruple Helix collaborative model in Sawah Luhur Village, Kasemen District, Serang City. The initiative involved 17 key community representatives, including neighborhood heads (RW/RT), village officials, and local empowerment agency leaders. The methodology adopted a Participatory Action Research (PAR) approach combined with capacity-building workshops covering sectoral statistics, micro-data management, and data confidentiality laws. Empirical evaluation using pre-test and post-test instruments demonstrated a substantial increase in statistical literacy, with mean scores rising from 52.35 to 83.18, representing an average score improvement of 30.82 points. The calculated Normalized Gain (N-Gain) score reached 65.38%, categorizing the intervention as moderately effective to highly effective. Inferential analysis confirmed a statistically significant improvement in participant knowledge (t = 43.5158, p < 0.001). The program successfully fostered local statistical agents and established a foundational baseline for institutionalizing the “Desa Cinta Statistik” (Desa Cantik) framework in Sawah Luhur Village.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) terhadap Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas XI SMK Pasundan 1 Kota Serang Iftahul Farihah; Desma Yuliadi Saputra; Diana Romdhoningsih
BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : BLAZE:Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengem
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/blaze.v4i3.3859

Abstract

This study was motivated by the students' persistently low skills in developing ideas, systematically structuring texts, and using effective language when writing explanatory texts. The study aimed to analyze the explanatory text writing skills of Grade XI students at SMK Pasundan 1 Serang City before and after the implementation of the Think Pair Share (TPS) cooperative learning model, as well as to analyze the model's impact on these skills. A true experimental design specifically a pretest-posttest control group design was employed. The research sample consisted of 34 students from the Office Administration 2 class (control group) and 34 students from the Accounting 1 class (experimental group). Inferential statistics were used for data analysis. Prior to hypothesis testing, prerequisite analysis tests-namely normality and homogeneity tests were conducted. The results indicated that while the explanatory text writing skills of students in the control group (taught using the conventional lecture method) improved, they remained in the "poor" category. In contrast, students in the experimental group demonstrated greater improvement in their writing skills following the implementation of the Think Pair Share (TPS) model. The results of the mean difference test regarding explanatory text writing skills indicate that the implementation of the Think Pair Share (TPS) cooperative learning model had a significant effect on the writing skills of Grade XI students at SMK Pasundan 1 Serang City.
BENTUK KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL ORANG-ORANG BIASA KARYA ANDREA HIRATA: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Sri Rahayu; Diana Romdhoningsih; Desma Yuliadi Saputra
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.14815

Abstract

Social problems such as educational inequality, poverty, legal injustice, abuse of power, and moral decline continue to occur in society and are frequently represented in literary works. This study aims to describe the forms of social criticism contained in Andrea Hirata’s novel Orang-Orang Biasa through a sociology of literature approach. The study employed a qualitative descriptive design. The data source was the novel Orang-Orang Biasa, while the research data consisted of words, phrases, sentences, dialogues, and narrative passages containing social criticism. Data were collected through intensive reading and note-taking techniques and analyzed through identification, classification, interpretation, and conclusion drawing. The findings reveal five forms of social criticism, consisting of 19 data on education, 12 on economics, 7 on law, 9 on power, and 10 on morality, with a total of 57 data. The criticism is represented through characters, conflicts, dialogues, and events depicting unequal access to education, economic hardship, legal injustice, abuse of power, and moral problems. The findings demonstrate that Orang-Orang Biasa functions not only as a literary work with aesthetic value but also as a medium for reflecting and criticizing social realities. The novel therefore provides relevant material for critical literary studies and learning activities that encourage readers to understand social inequality, justice, responsibility, and humanity. ABSTRAK Persoalan sosial seperti ketimpangan pendidikan, kemiskinan, ketidakadilan hukum, penyalahgunaan kekuasaan, dan kemerosotan moral masih menjadi persoalan dalam kehidupan masyarakat dan banyak direpresentasikan dalam karya sastra. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kritik sosial yang terdapat dalam novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata melalui pendekatan sosiologi sastra. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa novel Orang-Orang Biasa, sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dialog, dan bagian narasi yang mengandung kritik sosial. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat secara intensif, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan lima bentuk kritik sosial, yaitu kritik terhadap pendidikan sebanyak 19 data, ekonomi sebanyak 12 data, hukum sebanyak 7 data, kekuasaan sebanyak 9 data, dan moral sebanyak 10 data, dengan jumlah keseluruhan 57 data. Kritik tersebut direpresentasikan melalui tokoh, konflik, dialog, dan peristiwa yang menggambarkan ketidakmerataan akses pendidikan, kesulitan ekonomi, ketidakadilan hukum, penyalahgunaan kekuasaan, dan persoalan moral. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Orang-Orang Biasa tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra yang memiliki nilai estetis, tetapi juga sebagai media refleksi dan kritik terhadap realitas sosial. Novel tersebut relevan digunakan sebagai bahan kajian sastra kritis yang mendorong pembaca memahami persoalan ketimpangan, keadilan, tanggung jawab, dan kemanusiaan.
Penggunaan Huruf Kapital dalam Antologi Cerpen A Pandemic of Love: Antara Ketidaksesuaian EYD V dan Foregrounding Tipografis Tsania Syafira Putri; Diana Romdhoningsih; Desma Yuliadi Saputra
BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : BLAZE:Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengem
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/blaze.v4i3.3921

Abstract

This study examines typographically marked capitalization in the short-story anthology A Pandemic of Love by combining two analytical layers: the Fifth Edition of the Enhanced Indonesian Spelling System (EYD V) and a stylistic perspective. Indonesian spelling-error studies commonly treat unconventional capitalization as a normative deviation, whereas literary texts may deliberately employ graphological deviation to create visual salience and meaning effects. This qualitative descriptive-interpretive study analyzes six marked forms found in the narrative text: DI, MENYAYANGImu, PAGI, CHLOE, AKU, and AWAN. Data were collected through close reading, note-taking, and documentation. Each form was mapped against EYD V capitalization rules, normalized into its standard form, and subsequently interpreted using the concept of typographic foregrounding. The findings show that five of the six data (83.3%) involve full capitalization of a lexical unit, while one datum (16.7%) combines uppercase and lowercase letters within a single word. Normatively, these forms differ from standard Indonesian orthographic realization, which assigns capitalization to specific positions rather than entire lexical units. Nevertheless, the recurring visual salience of capitalization in a literary text may also function to emphasize expressions, intensify emotional force, and direct readers’ attention. The study therefore argues that capitalization analysis in literary prose should distinguish orthographic nonconformity from potentially intentional typographic deviation. This dual perspective constitutes the study’s contribution to Indonesian spelling-error research and literary stylistics.