Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Hubungan Perawatan Kaki Terhadap Risiko Kejadian Ulkus pada Pasien Diabetes Melitus di RSUD Kardinah Kota Tegal Trimar Handayani; Sadar Prihandana; Hudinoto Eko Yudyarto
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i5.17619

Abstract

ABSTRACT Long-standing diabetes mellitus can cause neuropathy complications, namely the loss of sensory function due to damage to the peripheral and autonomic nervous systems, which begins distally in the lower extremities. This can cause ulcers or wounds due to several reasons, including anatomical changes, pressure area development, and trauma repeation during walking caused by sensitivity decreas of the foot nerves leading to skin damage. Therefore, prevention and foot care, initial screening, and health education about diabetic feet are necessary. However, this greatly depends on the patient’s level of compliance in carring out these actions independently at home. Regular foot care is suspected not to be the main factor in preventing the risk of diabetic ulcers. Therefore, the study aims to identify the relationship between foot care and the risk of ulcers in DM patients in Kardinah Hospital Tegal. The method used involved administering a questionnaire to determine the home foot care habits of diabetic patients, followed by a physical examination of the feet as well as Ipswich Test (IpTT) and the Michigan Neuropathy Screening Instrument (MNSC). The total number of respondents were 51 people, that the population of the patients where from the internal medicine clinic. The research design used a descriptive analytic method. The obtained statistical test result revealed a p-value of 0.35. Thus, it can be concluded that there is no significant relationship between foot care and the risk of diabetic ulcers occurrence. Keywords: Foot Care, Risk of DM Ulcers, Neuropathy  ABSTRAK Diabetes Melitus yang berlangsung lama dapat menyebabkan komplikasi neuropati yaitu hilangnya fungsi sensorik akibat kerusakan system saraf perifer dan otonom yang dimulai secara distal pada ekstermitas bawah. Hal ini dapat menyebabkan ulkus atau luka karena beberapa penyebab antara lain: perubahan anatomi, bertambahnya area yang mengalami penekanan serta terjadinya trauma berulang pada saat beraktifitas jalan akibat penurunan kepekaan saraf kaki yang menyebabkan kerusakan kulit. Oleh karena itu diperlukan pencegahan dan perawatan kaki, skrining awal dan pendidikan kesehatan tentang kaki diabetik. Namun hal ini sangat bergantung pada tingkat kepatuhan penderita dalam melaksanakan tindakan tersebut secara mandiri dirumah. Adanya perawatan kaki yang rutin diduga bukan sebagai faktor utama dalam mencegah risiko terjadinya ulkus diabetik. Maka dari itu, tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara perawatan kaki terhadap risiko kejadian ulkus pada pasien DM di RSUD Kardinah Kota Tegal. Metode yang digunakan dengan memberikan kuesioner untuk mengetahui kebiasaan perawatan kaki dirumah pada pasien DM, kemudian dilakukan pemeriksaan fisik pada kaki serta Ipswich Test (IpTT) dan Michigan Neuropaty Screening Instrument (MNSC). Jumlah responden sebanyak 51 orang dengan populasi pasien yang datang di poli penyakit dalam. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif analitik. Hasil uji statistic diperoleh nilai p 0.35 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara perawatan kaki dan risiko kejadian ulkus DM. Kata Kunci: Perawatan Kaki, Risiko Ulkus DM, Neuropati
Effect of WhatsApp-based education on the knowledge and attitudes of integrated health service post cadres toward anemia prevention in children under five Gayuh Siska Laksananno; Trimar Handayani; Sadar Prihandana
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 5 No. 4 (2026): July Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v5i4.3869

Abstract

Background: Anemia in children under five remains a major public health problem in Indonesia because it can affect growth, cognitive development, and immune function. Integrated health service post cadres play an important role in community-based anemia prevention programs. However, limited knowledge and attitudes among cadres may reduce the effectiveness of health promotion activities. Digital health education through WhatsApp has become a practical and accessible educational medium for improving cadre capacity. Purpose: To assess changes in integrated health service post cadres’ knowledge and attitudes regarding anemia prevention in children under five after receiving WhatsApp-based education. Method: This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The study was conducted from April to June 2026 involving 40 Integrated health service post cadres from eight public health centers in Tegal City. Data were collected using knowledge and attitude questionnaires before and after the educational intervention delivered through WhatsApp. Data analysis was performed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: Before the intervention, most respondents had poor knowledge (47.5%) and moderate attitudes (40%) regarding anemia prevention in children under five. After the intervention, the proportion of respondents with good knowledge increased to 65%, while positive attitudes increased to 55%. The Wilcoxon Signed Rank Test showed a significant improvement in knowledge (Z = -5.214; p < 0.001) and attitudes (Z = -4.112; p < 0.001) after the WhatsApp-based education intervention. Conclusion: WhatsApp-based education was effective in improving the knowledge and attitudes of Integrated health service post cadres regarding anemia prevention among children under five in Tegal City. WhatsApp can be used as an alternative digital health education medium because it is flexible, accessible, and supports continuous learning among community health cadres.
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TENTANG PELAYANAN PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT DI RSUD KARDINAH KOTA TEGAL Hudinoto Eko Yudyarto; Nurcholis Nurcholis; Trimar Handayani; Fatchurrozak Himawan; Sadar Prihandana
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 4 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i1.11559

Abstract

      Instalasi Gawat Darurat (IGD salah satu lini utama sebagai jalan masuknya pasien, untuk kemudian diberikan pertolongan. penanganan pasien gawat darurat di instalasi gawat darurat ada filosofinya yaitu Time Saving is Life Saving artinya bahwa semua tindakan yang dilakukan pada saat kondisi gawat darurat haruslah benar-benar efektif serta efisien. Hal ini dikarenakan bahwa pasien dapat kehilangan nyawa hanya dalam hitungan menit saja. Karakteristik pekerjaan perawat IGD menyebabkan seringkali perawat lebih memperhatikan proses penyelamatan pasien dibandingkan interaksi dengan pasien dan keluarga pasien, sehingga memungkinkan persepsi pasien atau keluarga pasien terhadap pelayanan perawat menjadi kurang baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui Gambaran  tingkat kepuasan pasien Tentang pelayanan perawat di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah Kota Tegal. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian Deskriptif, Jumlah sampel 95 responden dengan teknik Accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dianalisis menggunakan uji importance performance analysis (IPA), bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien tentang pelayanan perawatan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah Kota Tegal. Hasil penelitian(1) tingkat kenyataan pasien sebagian besar adalah puas, (2) tingkat harapan pasien sebagian besar adalah puas, (3) dimensi pelayanan yang harus ditingkatkan dalam peningkatan pelayanan di IGD RSUD Kardinah Kota Tegal adalah perawat memberikan informasi sebelum pelayanan, pasien menyapa dengan ramah, perawat mendengar keluhan pasien, perawat bersikap sabar dalam memberikan penyuluhan, perawat bersikap sabar dalam memberikan pelayanan, perawat berpenampilan rapi dan menarik dalam memberikan penyuluhan. Kesimpulan: tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan perawat di IGD RSUD Kardinah Kota Tegal adalah Puas yaitu pada dimensi keandalan (reliability), kepastian (assurance), dan berwujud (tangible),  sedangkan pada dimensi daya tanggap (responsiveness) dan empati (empathy)adalah sangat puas..          
EDUKASI KESEHATAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DI KELURAHAN BANDUNG KOTA TEGAL Hudinoto Eko Yudyarto; Didi Hermawan; Sadar Prihandana
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 3 No. 1 (2026): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v3i1.14830

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu strategi utama dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mencegah berbagai penyakit menular maupun tidak menular. PHBS mencakup berbagai praktik sehari-hari, seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan sehat, dan menerapkan pola hidup bersih dan aman. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai praktik PHBS dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan, mulai dari infeksi saluran pencernaan, penyakit kulit, hingga penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya PHBS melalui edukasi kesehatan yang sistematis dan menarik. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan menggunakan media presentasi, leaflet edukatif, diskusi interaktif, serta demonstrasi praktik PHBS secara langsung. Pendekatan ini diharapkan dapat memudahkan peserta memahami dan menerapkan prinsip PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan pada masyarakat di kelurahan bandung kota tegal dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang, yang dipilih secara representatif dari berbagai kelompok usia. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test, untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta setelah menerima edukasi kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan mengenai praktik PHBS, termasuk kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan diri, lingkungan, dan makanan yang dikonsumsi. Dengan demikian, edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai PHBS. Implementasi rutin edukasi semacam ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku jangka panjang, mengurangi risiko penyakit, dan mendukung tercapainya masyarakat yang lebih sehat serta produktif.
PELATIHAN ARM SWING EXERCISE (ASE) SEBAGAI ALTERNATIF TERAPI NON FARMAKOLOGI UNTUK KONTROL GULA DARAH Trimar Handayani; Dwi Uswatun Khasanah; Sadar Prihandana
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 3 No. 2 (2026): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Salah satu pendekatan non farmakologi yang terbukti efektif dalam mengontrol kadar glukosa darah adalah latihan fisik. Arm Swing Exercise (ASE) merupakan latihan sederhana, mudah dilakukan, berisiko rendah, dan dapat menjadi alternatif aktifitas fisik bagi penderita DM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan penderita DM dalam melakukan ASE secara mandiri dirumah. Metode pelaksanaan meliputi edukasi mengenai DM dan manfaat latihan fisik, pemeriksaan gula darah sebelum dan sesudah latihan, demonstrasi gerakan ASE, serta evaluasi pengetahuan melalui pretes dan posttes. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan di Kelurahan Bandung, Kota Tegal. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 6.00 (pretes) menjadi 8,50 (post tes), serta tingkat kepuasan peserta mencapai 95%. Pemeriksaan gula darah sewaktu menunjukkan hasil bervariasi, namun literature mendukung bahwa latihan ASE rutin dapat menurunkan kadar glukosa darah melalui peningkatan sensitivitas insulin dan translokasi GLUT-4 ke membrane sel otot. Monitoring pasca kegiatan menunjukkan peserta mampu melakukan ASE secara mandiri dan merasakan manfaat berupa peningkatan kebugaran serta berkurangnya gejala neuropati ringan. Dengan demikian ASE berpotensi menjadi strategi praktis dan efektif dalam mendukung kontrol glikemik serta kualitas hidup penderita DM.
STATUS KESEHATAN PASIEN HIPERTENSI PASCAPANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS BANDUNG KOTA TEGAL Sadar Prihandana; Gayuh Siska Laksananno; Trimar Handayani; Anisa Catur Wijayanti
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v14i2.471

Abstract

Pandemi Covid-19 telah dinyatakan berakhir dan memberi dampak terhadap perubahan aktivitas, stress emosional, dan kenaikan berat badan pasien hipertensi. Hal tersebut berpengaruh terhadap status kesehatan dan kesejahteraan pasien hipertensi. Tujuan penelitian adalah melihat bagaimana status tekanan darah, cakupan vaksinasi Covid-19, indeks massa tubuh, tingkat kecemasan, serta tingkat aktivitas pasien hipertensi pascapandemi Covid-19. Penelitian termasuk deskriptif eksploratif dilakukan terhadap 115 responden di Puskesmas Bandung Kota Tegal. Pengambilan data dilakukan pada bulan April-Juni 2022. Instrumen yang digunakan adalah tensimeter dan timbangan digital, pengukur tinggi badan, kuisioner data demograsi dan riwayat kesehatan, kuisioner STAI form-Y, dan kuisioner IPAQ-SF. Hasil penelitian mendapatkan tekanan darah responden berada di hipertensi tingkat 2 (87,0%), cakupan vaksinasi 2 dan boster sebesar 54,8%, IMT paling banyak tingkat obese (50,4%), tingkat kecemasan paling banyak tingkat sedang (66,1%), dan tingkat aktivitas paling banyak tingkat aktivitas tinggi (41,7%). Saran, perlu dilakukan peningkatan edukasi kepada pasien hipertensi terutama dalam mengontrol tekanan darah dan modifikasi diet serta meningkatkan partisipasi keaktifan pasien dalam kegiatan Posbindu PTM Hipertensi.
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT ICU DENGAN KOPING KELUARGA PASIEN DI ICU Sadar Prihandana; Trimar Handayani; Gayuh Siska Laksananno
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v15i2.702

Abstract

Ruang ICU merupakan ruangan khusus perawatan pasien kritis. Ruang ICU memberlakukan aturan yang khusus seperti pembatasan jam kunjung, serta keluarga pasien berada di luar ruangan. Kondisi tersebut memberikan dampak kepada respon keluarga dalam menghadapi situasi di ICU menjadi lebih berat. Perawat memainkan peran penting dalam membantu keluarga dengan menerapkan perilaku caring. Perilaku caring perawat menjadi aspek yang penting untuk meningkatkan koping yang adaptif di ruang ICU. Tujuan penelitian adalah menganalisis bagaimana hubungan antara perilaku caring perawat dengan koping keluarga pasien di ICU. Penelitian merupakan studi kuantitatif dengan desain analitik korelasi, pendekatan cross sectional, dilakukan terhadap 62 responden keluarga pasien ICU di RS Kardinah Kota Tegal. Perilaku caring perawat diukur dengan instrument Caring Behavior Intervention 24 (CBI-24), koping keluarga diukur dengan instrument Brief Cope. Hasil penelitian mendapatkan perilaku caring perawat kategori baik sebesar 80,64%, dan koping keluarga adaptif sebesar 83,87%. Analisis hubungan dengan uji Spearman rank sebesar p value = 0,000, dengan koefisien korelasi r = 0,62. Maka ada hubungan antara perilaku caring perawat dengan koping keluarga pasien. Perilaku caring bermakna dalam membentuk koping keluarga pasien yang adaptif, sehingga perawat dapat melakukan intervensi yang optimal kepada pasien dan terapi yang diberikan ke pasien dapat dilakukan dengan baik.
ANALYSIS OF THE ROLE OF PARENTS IN OVERCOMING IMPACT HOSPITALIZATION IN PRE-SCHOOL AGE CHILDREN AT KARDINAH HOSPITAL TEGAL Gayuh Siska Laksananno; Sadar Prihandana; Agus Mulyadi
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 1 No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v1i1.8033

Abstract

 Preschool age children will feel that being sick and being cared for is a form of punishment for children, because moral development is oriented towards punishment and obedience. Children who are cared for are considered as an event that can create stress in children. Stressors received by children during treatment can be in the form of an unfamiliar hospital environment, physical conditions such as pain and illness experienced, treatment procedures, and medical examinations. This can cause sleep disturbances, decreased appetite, and developmental disorders, so it can slow down the healing process. The results of the study at Raden Mattaher Hospital Jambi, found that 46.7 child respondents behaved poorly during the action and as many as 53.3% of the children showed good behavior during the action, with 36% of the respondents not accompanied by their parents and 63.3% accompanied by their parents during the action. Poor behavior shows the child being more aggressive, kicking, screaming. Parents as the closest people to children, have an important role in the hospitalization of children. The role of parents that can be done while the child is hospitalized is for parents to establish communication and collaboration with the health profession. The purpose of the study was to determine the relationship between parental participation and the impact of hospitalization on preschool-aged children who were treated at the hospital. The design of this study was a correlation study with a cross sectional approach which was conducted on 72 respondents. The research instrument used a questionnaire on the impact of hospitalization and parental participation which had been tested for validity and reliability. The results of the study found that there was no significant relationship between respondent characteristics, parental characteristics and parental participation with the impact of hospitalization. Suggestions, it is necessary to prepare both physically and psychologically so that parental participation can be carried out properly. Nurses in the pediatric ward should foster better relationships with parents and children and for policy makers in hospitals should establish policies in the implementation of nursing care involving parents Keywords: pre-school age children; participation of parents; impact of hospitalization
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN MANAJEMEN PERAWATAN DIRI PADA LANSIA HIPERTENSI DI PUSKESMAS SAYUNG 1 DEMAK Cecilia Yanasari Sinaga; Sudirman Sudirman; Sadar Prihandana
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v2i1.8809

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan penyakit kronis dan dapat dikendalikan dengan manajemen perawatan diri untuk mencegah terjadinya komplikasi. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya, salah satunya adalah efikasi diri. Efikasi diri dibutuhkan bagi lansia hipertensi untuk meningkatkan derajat kesehatannya melalui keyakinan dalam menjalankan perawatan diri. Studi dilakukan untuk mengetahui bagaimana hubungan efikasi diri dengan manajemen perawatan diri pada lansia hipertensi di Puskesmas Sayung 1 Demak. Studi dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Sampel diperoleh 54 responden ditentukan dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner efikasi diri dan kuesioner manajemen perawatan diri pasien hipertensi. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearmen Rank Test. Hasil menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan manajemen perawatan diri lansia hipertensi (pvalue=0,000). Nilai koefisien korelasi (r=0,920) menunjukkan terdapat hubungan positif atau sejalan antara peningkatan efikasi diri dan manajemen perawatan diri lansia hipertensi. Penulis menyarankan perlu peningkatan peran aktif dari puskesmas dan lansia dalam menjalankan program prolanis guna mencapai kualitas hidup optimal sehingga angka kejadian hipertensi dapat menurun dan komplikasi dapat diminimalkan.
PENGARUH EDUKASI DIET HIPERTENSI MELALUI WHATSAPP DALAM MENGENDALIKAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI Sadar Prihandana; Siti Amalia Masitoh; Betrix Maharani; Devi Suci Kartika; Catur Priska Desi Arum; Syifa Dian Cahyani
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v3i1.10179

Abstract

Diet dan nutrisi berperan penting dalam pengendalian tekanan darah pasien hipertensi. Pasien yang memperbaiki diet, tekanan darah dapat terkontrol dengan baik dan risiko komplikasi akibat hipertensi dapat dihindari. Media sosial dapat dipergunakan sebagai sumber informasi dalam pengelolaan diet hipertensi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya pengaruh edukasi diet hipertensi dengan media whatsapp terhadap tekanan darah pasien. Penelitian menggunakan desain quasy-experiment dengan pendekatan pre-post test nonequivalent control group design. Penelitian dilakukan kepada pasien hipertensi di Puskesmas Bandung kota Tegal. Sampel didapatkan 36 responden dengan teknik purposive sampling. Instrumen menggunakan media whatsapp, kuisioner food recall, dan  tensimeter digital. Data dianalisis dengan uji independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan bermakna rata-rata tekanan darah pasien abtara sebelum dan sesudah diberikan edukasi (p-value<0,05). Penelitian menyimpulkan ada pengaruh edukasi diet hipertensi melalui whatsapp untuk mengendalikan tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Bandung Kota Tegal. Media whatsapp dapat digunakan sebagai media komunikasi, informasi, dan edukasi kepada pasien hipertensi dalam perawatan penyakit dan mencegah komplikasi hipertensi.