Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ALLAH, ALAM, DAN POTENSI MANUSIA Nanang Qosim
Al-Fikru : Jurnal Pendidikan Dan Sains Vol 1 No 1 (2020): VOLUME 1 NUMBER 1 (2020) APRIL
Publisher : UNZAH Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.376 KB) | DOI: 10.55210/al-fikru.v1i1.467

Abstract

Humans as the main actors on earth are equipped with a variety of potential that is not possessed by other creatures. This potential aside from being a medium to fulfill his duties as a caliph is also evidence of the manifestation of God. This paper examines the potential of humans as representatives of God on earth and their interactions with nature and God. Keyword: Human, Potential, Allah
Wakaf Uang dalam Perspektif Hukum Islam Nanang Qosim
Asy-Syari’ah : Jurnal Hukum Islam Vol 4 No 1 (2018): Asy-Syari'ah - Januari 2018
Publisher : Fakultas Syariah Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.59 KB) | DOI: 10.55210/assyariah.v4i1.101

Abstract

Waqf is a wakif legal act to separate and / or hand over some of his possessions to be used forever or for a certain period in accordance with his interests for the purposes of worship and / or general welfare according to the Shari'ah. Wakif is a Party who injects his property.Nazhir is a Party that receives wakaf's property from wakif to be managed and developed in accordance with its intended.PPAIW is the authorized official set by the Minister to make the Deed of Wakaf Pledge. Keywords: Endowment and Money
Analis terhadap Pandangan Janda tentang Poligami (Studi Kasus Desa Racek Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo) Nanang Qosim
Asy-Syari’ah : Jurnal Hukum Islam Vol 3 No 1 (2017): Asy-Syari`` ah Januari 2017
Publisher : Fakultas Syariah Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/assyariah.v3i1.255

Abstract

Wedding or marriage in Arabic literature jurisprudence referred to by two words, namely marriage and zawaj. Both of these words are used in everyday life of Arabs and many contained in the Qur’an and the hadith of the Prophet. In Arabic, polygamy is called al-zawjah ta’did (couples), in the Indonesian language is called polygyny and in Sundanese called nyandung. According to the teachings of Islam, later called the Islamic Shari’a (Islamic law), defined as the act of polygamy is allowed or permissible. Thus, although in Surat an-Nisa ‘paragraph 3 sentence “fankihu”, the sentence amr (command) of the gainful permissible rather than mandatory, which can relevanced with usul fiqh: al-asl fi al-amr al-Ibahah Hatta Yadula’ ala at- Tahrim (origin of something may be, unless there is the argument that forbid).
Budaya Jaga Mayyit di Kuburan di Tinjau dari Hukum Islam (Studi Kasus Desa Racek Tiris Probolinggo) Nanang Qosim
Asy-Syari’ah : Jurnal Hukum Islam Vol 3 No 2 (2017): Asy-Syariah Juni 2017
Publisher : Fakultas Syariah Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/assyariah.v3i2.257

Abstract

Culture is a way of life that is developed and shared by a group of people and passed down from generation to generation (generation to generation). Cultures are made up of intricate elements, including religious systems, and politics, customs, language, tools, clothing, buildings, and artwork. Language, unification as well as culture, is a part that can not be separated from human beings so that many people tend to be considered genetically inherited. See the cultural definition by Koentjaraningrat handover Budiono K, forcefully, “according to anthropology, culture is all the system of ideas and taste, actions, and works produced by humans in the life of society, which is his own by learning. This understanding means the inheritance of ancestral cultures through the process of education. When a person tries to communicate with people of different cultures and adjusts the differences, prove the culture is learned. Culture is strongly strengthened dengn masyarakat. Culture is a lifestyle thorough, abstract, and broad. Many cultural aspects contribute to communicative behavior. These socio-cultural elements and many human social activities.
Manajemen Strategik dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di MTS Maulana Ishaq Bulang Muhibbul Mahbub; Kustiana Arisanti; Nanang Qosim
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.376 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5826

Abstract

Manajemen strategik adalah rancangan yang dibuat dengan dasar pertimbangan yang kuat yang melahirkan sebuah keputusan terbaik dalam menuju sebuah tujuan yang diingingkan. Mengingat pentingnya mutu bagi lembaga pendidikan, diharapkan sebuah lembaga pendidikan dapat merencanakan tujuan lembaganya dengan efektif dan efesien, sehingga dapat menghasilkan mutu lulusan yang terbaik. Dalam artikel ini peneliti memilih penelitian kualitatif dimana teknik dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini di temukan, manajemen strategik dalam meningkatkan mutu lulusan di MTS Maulana Ishaq Bulang bahwa penyusunan strategik di sekolah ini dimulai dari mengembangkan pernyataan visi dan misi, melakukan audit internal dan eksternal, menetapkan tujuan jangka panjang, merumuskan, mengevaluasi, dan memilih strategik. Sedangkan cara menyusun rencana stategis dalam menciptakan mutu lulusan secara efektif dan efesien dengan langkah strategik mempunyai komponen, langkah-langkah strategik yang pertama penguatan kepada SDM guru, yang kedua kualitas pada anak didik yang dibekali oleh ilmu membaca Al-qur’an dengan baik. Sedangkan Mekanisme penerapan manajemen strategik dengan cara membenahi terlebih dulu guru setelah itu siswa nya tahap berikutnya membenahi strukturnya tahap akhir kebersihan yang akan berkelanjutan.
Manajemen Strategi Pembelajaran Blended Learning dalam Pertemuan Tatap Muka Terbatas (PTMT) di MIN 2 Probolinggo Anis Srifa Ambami; Endah Triwisudaningsih; Nanang Qosim
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.542 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5886

Abstract

Pandemi COVID-19 sangat berpengaruh pada kehidupan manusia tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Agar memutus rantai penularan virus COVID-19 pemerintah memberikan kebijakan tentang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun, kebijakan itu tidak berlaku keseluruh daerah. Wilayah yang tercantum zona hijau diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) namun secara terbatas dengan tetap mematuhi protocol kesehatan. Salah satu strategi yang dilakukan MIN 2 Pobolinggo yakni dengan menggunakan model pembelajaran blended learning yang mana menggunakan pembelajaran online dan pembelajaran tatap muka (PTM). Pentinganya manajemen pembelajaran blended learning di masa New Normal merupakan satu komponen pendidikan yang sangat penting karena yang menjadi input, proses dan output adalah peserta didik. Dalam artikel ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan dan pelaksanaan strategi pembelajaran blended learning dalam pertemuan tatap muka terbatas di MIN 2 Probolinggo. Peneliti menggunakan metode kualitatif. Data yang diperoleh yakni melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tahap perencanaan, MIN 2 Probolinggo menyiapkan kurikulum darurat dengan mengunakan kurikulum khusus COVID-19 dan menyiapkan sarana dan prasarana. Pada tahap pelaksanaan MIN 2 Probolinggo membentuk sift belajar dan membagi siswa 50% dari kapasitas ruangan. Dalam pembelajaran tatap muka diadakan 2 jam setiap pertemuan. Dalam pembelajaran online MIN 2 Probolinggo menggunakan aplikasi whattsap dan zoom meeting.
Sistem Informasi Manajemen di SD Negeri 01 Asembakor Kraksaan Probolinggo Putra Ilham Adi Firdaus; Ahmad Fauzi; Nanang Qosim
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.417 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5984

Abstract

Dalam analisis ini peneliti menetapkan metode pendekatan kualitatif deskriptif, yang mana peneliti melakukan observasi buat mengetahui lokasi penelitian, kemudian peneliti melakukan proses wawancara untuk menemukan hasil penelitian dan tahap terakhir yaitu dokumentasi. Dalam penelitian ini mengemukakan rumusan masalah tentang pengelolaan system informasi manajemen dan pengembangan system informasi manajemen di SD Negeri 01 Asembakor. Dalam penelitian ini, peneliti memaparkan tiga rumusan masalah yaitu: 1) bagaimana penerapan sistem informasi manajemen di SD Negri 01 sembakor. 2) bagaimana pengelolaan/pengendalian sistem informasi manajemen di SD Negeri 01 asembakor. 3) bagaimana pengembangan sistem informasi manajemen di SD Negeri 01 asembakor. Sistem informasi manajemen sangat berpengaruh untuk meningkatkan mutu pendidikan oleh sebab itu di masing - masing sekolah di terapkan yang namanya sistem informasi manajemen untuk menginput data, Dalam uraian di atas, peneliti ingin mempelajari " sistem informasi manajemen di SD Negeri 01 asembakor".
Manajemen Pesantren Terhadap Pengembangan Program Tahfidz di Pondok Mahasiswi Hafshawaty Genggong Probolinggo Abdul Hamid; Nanang Qosim; Layli Najiah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.64 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.4025

Abstract

AbstrakManajemen Pesantren terhadap perkembangan Tahfidzul Qur’an menuntut asatidzah untuk kreatif, menyenangkan serta memiliki kemampuan mengembangkan pendekatan  dam  memilih  metode  pembelajaran  yang  efektif.  Hal ini penting terutama untuk  menciptakan  iklim  pembelajaran  yang kondusif dan  menyenangkan.  Cara  asatidzah  melakukan suatu kegiatan pembelajaran memerlukan pendekatan dan metode yang berbeda dengan pembelajaran lainnya. Dalam Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui bagaimana perencanaan dan pelaksanaan program Tahfidzul Qur’an di pondok mahasiswi hafshawaty Ingin mengetahui bagaimana sistem penilaian program  tahfidzul Qur’an di pondok mahasiswi hafshawaty. Metode Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research). Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Tempat penelitian ini dilakukan di Pondok Mahasiswi Hafshawaty Genggong kecamatan Pajarakan, kabupaten Probolinggo. Adapun informasinya yaitu kepala pondok, pengasuh santri, ketua tahfidz (asatidzah pembimbingTahfidzul Qur’an. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini wawancara yang mendalam, kemudian ditunjang pula dengan observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian dari peneliti tersebut, bisa dilihat dari proses hafalan interaksi santri dari sumber belajar pada suatu lingkung, menentukan materi dari tahfidz murni, SLTA,SLTP, dan juga tahfidz mahasiswi  Jadi pelaksanaan pengajar adalah interaksi guru dengan santri dalam rangka menyampaikan bahan pelajaran kepada santri dan untuk mencapai tujuan pengajaran. Dalam sistem penilaian, menentukan aspek nilai dalam segi kelancaran, tajwidnya, makhroj, tartila, kedisiplinan dan kesopanan di antara segi aspek penilaian ini santri dikhususkan untuk mengikuti apa yang sudah menjadi ketentuan-ketentuan pondok.Kata Kunci : Manajemen Pesantren, Program TahfidzAbstractIslamic Boarding School management towards the development of Tahfidzul Qur'an requires asatidzah to be creative, fun and have the ability to develop approaches and choose effective learning methods. This is especially important to create a conducive and fun learning climate. The way asatidzah conducts a learning activity requires a different approach and method from other learning. The purpose of this study was to find out how the planning and implementation of the Tahfidzul Qur'an program at the hafshawaty female student lodge. This research method is a field research (Field Research). The approach used is descriptive qualitative. The place of this research was carried out at the Hafshawaty Genggong Student Boarding School, Pajarakan sub-district, Probolinggo district. The information is the head of the boarding school, the nanny of the santri, the head of the tahfidz (asatidzah supervising Tahfidzul Qur'an. The data collection techniques in this study were in-depth interviews, then supported by observation and documentation. The results of the research from these researchers, can be seen from the process of memorizing the interaction of students from learning resources in an environment, determining the material from pure tahfidz, high school, junior high, and also student tahfidz. to achieve teaching goals. In the assessment system, determining the value aspects in terms of fluency, recitation, makhroj, tartila, discipline and politeness among these aspects of the assessment, students are devoted to following what has become the provisions of the cottage.Keywords :Islamic Boarding School Management, Tahfidz , Program
MENINGKATKAN SEMANGAT BELAJAR SISWI KELAS XI IPA 3 MA. ZAINUL HASAN 1 GENGGONG MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAAN ISLAM MELALUI METODE CERAMAH INTERAKTIF Muhammad Hasan Assuyuti; Nanang Qosim; Lailatul Fitria
Community : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 2 No 3 (2022): November : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.991 KB) | DOI: 10.51903/community.v2i3.247

Abstract

Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam merupakan sebuah materi pelajaran yang menyuguhkan cerita masa lalu tentang Islam. Problematika peserta didik yang enggan memahami materi Sejarah Kebudayaan Islam karena metode pembelajaran yang terkesan membosankan. Penelitian ini dilakukan untuk mendongkrak minat siswi kelas XI IPA 3 MA. Zainul Hasan 1 Genggong pada mata pelajaran satu ini, bukan hanya sekedar tahu sesaat namun dapat memahami dengan benar mengenai sejarah yang telah terjadi di Islam. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong pada kelas XI IPA 3 dengan jumlah 23 siswi. Hasil dari penelitian ini adalah sekalipun metode yang digunakan metode ceramah namun dipadukan dengan cara berinteraktif kepada peserta didik menghasilkan pemahaman yang lebih meningkat daripada hanya ceramah saja. Peserta didik mampu menyebutkan beberapa situs sejarah pada masa Dinasti Abbasiyah, menjawab pertanyaan lisan tentang Dinasti Umayyah, dan lain sebagainya mengenai dua Dinasti Islam besar tersebut. Hal ini dibuktikan dengan sebuah tes lisan kepada beberapa dan seluruh siswi yang dilakukan penulis terhadap siswi kelas XI IPA 3 MA. Zainul Hasan 1 Genggong. Kata Kunci: Metode ceramah interaktif, Sejarah Kebudayaan Islam
Studi Deskriptif Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Kinerja Guru di Sekolah Dasar Negeri Satreyan 3 Maron Siti Patima Ayu; Nanang Qosim; Sollah Solehudin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6027

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas peran penting prinsip kepemimpinan sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di kelas. Sebagai kepala sekolah, kepala sekolah mempunyai tanggung jawab untuk menekankan maksud dan tujuan, memeberikan bantuaan yang memadai, dan dan membina lingkungan yang menggugah minat siswa. Dengan menerapkan pendekatan kepemimpinan transformasional, kepala sekolah dapat menginspirasi dan membimbing guru untuk mencapai standar kinerja yang lebih tinggi. Pemantau dan evaluasi kinerja secara teratur, pemberdayaan guru melalui pengembangan profesional, dan manajemen konflik yang efektif juga menjadi fokus utama kepala sekolah. Penelitian yang dugunakan berupa pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan observasi sebagai cara untuk mengumpulkan data. Temua menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang berhasil berpengaruh positif terhadap semangat dan standar pengajaran, memberikan kontribusi signifikan pada peningkatan kinerja sekolah secara keseluruhan. Implikasi temuan ini adalah bahwa pengembangan pimpinan sekolah yang efektif akan menjadi startegi utama dalam meningkatkan kinerja guru. Kata Kunci: Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kinerja Guru Abstract The central role of headmaster leadership in improving teacher performance in schools is discussed in this study. As the helm, the headmaster has an obligation to underline the vision and mission, provide adequate support, and create an atmosphere that arouses excitement among school members. By applying a transformational leadership approach, principals can inspire and guide teachers to achieve higher standards of performance. Regular monitoring and evaluation of performance, empowerment of teachers through professional development, and effective conflict management are also key focuses of principals. The research used is a qualitative approach with interview and observation methods as a way to collect data. The findings show that successful headmaster leadership positively influences teaching morale and standards, contributing significantly to the improvement of school performance. Keywords: school principal leadership, teacher perfomance