Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran etnomatematika berbasis bangunan bersejarah Islam terhadap pemahaman konsep geometri siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-test Post-test Nonequivalent Control Group. Subjek terdiri dari 40 siswa kelas IX MTs Ichyaul Islam, dengan kelas IXA sebagai kelas eksperimen dan IXB sebagai kelas kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan SPSS versi 22, diawali dengan uji normalitas (Shapiro-Wilk) dan homogenitas (Statistik Levene). Hasil uji independent sample t-test menunjukkan signifikansi 0,000 < 0,05, menandakan adanya pengaruh signifikan. Rata-rata nilai posttest siswa di kelas eksperimen (90,5) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (89,25). Meskipun selisihnya hanya 1,25 poin, pendekatan ini dinilai memberikan dampak praktis positif dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap materi. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan pentingnya etnomatematika sebagai jembatan antara konsep matematika dan konteks budaya. Secara praktis, hasilnya menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual berbasis nilai-nilai Islam dapat menjadi alternatif yang efektif. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi bangunan bersejarah Islam sebagai media dalam pembelajaran geometri di madrasah. Kata kunci: etnomatematika, bangunan bersejarah Islam, pemahaman konsep, geometri, pembelajaran kontekstual