Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Intervensi Hand Exercise dengan Penggunaan Bola Tangan dalam Mengurangi Carpal Tunnel Syndrom pada Ibu Hamil Meda Yuliani; Richa Noprianty; Sri Lestari Kartikawati
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 4 (2021): Oktober 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i4.1653

Abstract

Carpal tunnel syndrome sering terjadi kepada wanita sebanyak 2,7% dan ibu hamil sebesar 3,4 %. Kondisi CTS pada kehamilan meningkatkan kejadian morbiditas dikarenakan ketidaknyamanan pada kehamilan yang dapat menurunkan kualitas hidup ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rata-rata nyeri CTS sebelum dan sesudah latihan tangan dengan menggunakan bola tangan. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah ibu hamil trimester II dan III dengan teknik purposive samping didapatkan responden sebanyak 30 orang. Instrumen yang digunakan untuk pemeriksaan CTS dengan tes phalen dan tes tinnel serta kuesioner Boston Carpal Tunner Syndrome. Intervensi dilakukan dengan pijatan tangan membuat genggaman selama 10 detik, kemudian di ulang hingga 5 kali selama 3 kali dalam seminggu. Hasil intervensi menunjukkan bahwa terjadi penurunan CTS pada ibu hamil sebesar 5,7 dengan nilai mean sebelum pemijatan 17,9 dan setelah pemijatan 12,2. Hal tersebut menunjukan bahwa hand Exercise dengan penggunaan bola tangan efektif dalam menurunkan nyeri CTS pada ibu hamil.
The Edukasi Pendampingan Pola Asuh Keluarga Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Sri Lestari Kartikawati; Deden Indra Dinata; Heni Nurakilah; Fenti Fatmawati; Suherdin Suherdin; Baharudin Lutfi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i2.349

Abstract

Stunting pada balita berdampak besar pada kesehatan anak saat ini dan di masa mendatang. Faktor penyebab stunting antara lain pekerjaan ibu, tinggi badan ayah dan ibu, pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, pola asuh, dan pemberian ASI eksklusif. Posyandu di RT 01 RW 12 di Desa Cinunuk memiliki kejadian stunting yang lebih tinggi dibandingkan dengan RW lain di Desa Cinunuk. Permasalahan stunting yang dihadapi oleh mitra meliputi beberapa faktor penyebab, seperti latar belakang pendidikan mayoritas lulusan SMA dengan tingkat pengetahuan tentang gizi yang masih rendah, pekerjaan penduduk mayoritas mengurus rumah tangga dan buruh harian lepas. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk menjawab permasalahan mitra melalui penyuluhan terkait pencegahan stunting pada balita, dengan tujuan agar masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita memahami pentingnya pencegahan stunting dengan pemantauan tumbuh kembang yang dilakukan setiap bulan di Posyandu. Metpde yang dilakukan adalah dengan penyuluhan langsung pola asuh keluarga, memberdayakan kader PKK Desa dan RW, demonstrasi pemberian nutrisi serta monitoring dan evaluasi. Pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan di RW 12 Kelurahan Cinunuk Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung dengan tema Pendidikan Pendampingan Keluarga Dalam Upaya Mencegah Stunting pada Balita, dapat memberikan pemahaman tentang pentingnya pola asuh yang diberikan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita. pembangunan dalam upaya pencegahan stunting. . Stunting in toddlers has a major impact on children's health now and in the future. Factors causing stunting include mother's occupation, father's and mother's height, family income, number of family members, parenting style, and exclusive breastfeeding. One Posyandu in RT 01 RW 12 in Cinunuk village has a higher incidence of stunting compared to other RWs in Cinunuk village. The problems related to stunting faced by partners include several causal factors, such as the majority of education backgrounds were high school graduates, the majority of the population's work was taking care of the household and casual daily labourers. The program was carried out to answer partners' problems through counseling related to stunting prevention in toddlers, with the aim of the community, especially mothers with toddlers, to understand the importance of preventing stunting by monitoring growth and development which is carried out every month at the Posyandu. Community service that has been carried out in RW 12 Cinunuk Village, Cileunyi District, Bandung Regency, with the theme of Family Parenting Assistance Education in Efforts to Prevent Stunting in Toddlers, can provide an understanding of the importance of parenting given to monitoring toddler growth and development in an effort to prevent stunting.
PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DAN PEMENUHAN GIZI KELUARGA DI MASA PANDEMI COVID 19 Elis Susilawati; Sri Lestari kartikawati; Agus Sulaeman; Marita kaniawati; Supriyatini Kartadarma
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v1i2.645

Abstract

Ketahanan pangan dan permasalahan pemenuhan gizi di masa pandemik COVID-19 menjadi masalah baru di masyarakat karena masyarakat diharuskan melakukan physical distancing agar penyebaran virus tersebut dapat dikurangi. Tujuan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai ketahanan pangan dan pemenuhan gizi keluarga di masa pandemic COVID 19. Metode yang dilakukan dalam ketahanan pangan yaitu dengan gerakan menanam pada lahan kosong yang terbengkalai dan pekarangan rumah menggunakan polybag serta pembuatan video mengenai pemenuhan gizi dengan menghemat pengeluaran tetapi tetap memenuhi syarat menu 4 bintang. Hasil kegiatan gerakan menanam sayuran diperoleh hasil yang sudah dirasakan warga dengan adanya pembagian hasil bercocok tanam i dan penyuluhan audio visual tentang tentang pemberian makan bayi, anak dan seluruh keluarga dengan selogan satu menu untuk satu keluarga dilakukan di RT 03 dan RT 04 RW 17 Desa Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Gerakan menanam melibatkan seluruh warga dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, sedangkan penyuluhan pemenuhan gizi keluarga dengan belibatkan ibu-bu yang terlibat di pos yandu serta ibu-ibu yang memiliki balita. Kegiatan diharapakan akan terus berlangsung meskipun kegiatan pengabdian masyarakatnya sudah selesai dan memberikan manfaat dalam kondisi pandemik COVID 19.
EDUKASI GIZI SEIMBANG MELALUI PERMAINAN ENGKLEK PADA REMAJA DI KOTA BANDUNG Yakobus Lau De Yung Sinaga; Meda Yuliani; Sri Lestari Kartikawati; Fikri Mourly Wahyudi; Ahmad Mustopa
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 3: September-Desember 2023
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v3i3.3011

Abstract

Diet is one of the things that is important for excellent health. Many studies have shown that there is a nutritional transition in Indonesia and this has affected the diet of adolescents. At this time adolescents consume more foods that are high in fat, salt and sugar. Therefore, this Community Service activity was carried out together with two partners, namely SMP Mekar Arum and SMP Bakti Nusantara 666 to increase knowledge about Balanced Nutrition. The method used in this community service activity is to conduct counseling and also education with a modified Engklek game. Through this activity, it was found that there was a significant increase in the knowledge of adolescents related to balanced nutrition after being given an intervention in the form of engklek games (p < 0.05). The educational activities ran smoothly and the participants seemed very enthusiastic about the game. In the future, it is hoped that more in-depth research will be conducted on the effect of cricket games on the practice of a balanced diet among adolescents in the city of Bandung
PENGARUH KOMPRES AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI KELAS XII SMA KP CICALENGKA Sri Lestari Kartikawati; Ina Sugiharti; Amida S Sabrina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore merupakan gangguan fisik berupa nyeri akut abdomen bawah akibat pelepasan prostaglandin berlebih yang umum terjadi pada remaja putri selama siklus menstruasi. Salah satu terapi non-farmakologi alternatif yang aman, murah, dan efektif untuk meminimalkan nyeri tersebut adalah kompres air hangat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompres air hangat terhadap penurunan intensitas nyeri dismenorea pada remaja putri kelas XII di SMA KP Cicalengka. Metode penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian sebanyak 66 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran tingkat nyeri diukur menggunakan instrumen Numerical Rating Scale (NRS). Mengingat ukuran sampel n > 50, analisis data bivariat menggunakan uji parametrik Paired T-Test setelah melalui uji prasyarat normalitas data dengan Kolmogorov-Smirnov. Hasil uji statistik menunjukkan adanya efektivitas yang signifikan dari intervensi dengan perolehan nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05), yang bermakna bahwa pemberian kompres air hangat secara signifikan mampu menurunkan intensitas nyeri dismenorea pada remaja putri kelas XII SMA KP Cicalengka.
Pemberdayaan Keluarga Dalam Deteksi Dini Tanda Bahaya Pada Balita Melalui Media Kartu Flashcard Sri Lestari Kartikawati; Ria Indriani; Ina Sugiharti; Pujiati Setyaningsih; Tata Juarta
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v8i1.25788

Abstract

Kesehatan balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas layanan kesehatan dasar dan derajat kesejahteraan masyarakat. Balita memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap berbagai penyakit infeksi maupun noninfeksi karena sistem kekebalan tubuh belum matang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan sebagian besar kematian balita dapat dicegah melalui deteksi dini tanda bahaya dan pengambilan keputusan medis yang cepat dan tepat di tingkat keluarga. Selama ini edukasi kesehatan di posyandu umumnya dilakukan melalui ceramah dan pembagian leaflet. Metode tersebut kurang efektif bagi masyarakat dengan literasi kesehatan rendah karena mengandalkan teks dan komunikasi satu arah. Media edukasi berbasis flashcard merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Flashcard menggabungkan gambar dan pesan singkat sehingga memudahkan masyarakat memahami konsep kesehatan secara cepat dan sederhana. Kegiatan pemberdayaan keluarga ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas keluarga dalam mengenali dan merespons tanda bahaya balita melalui edukasi berbasis media kartu flashcard. Kegiatan ini dilakukan melalui ceramah, diskusi kelompok, demonstrasi, dan simulasi. Demonstrasi dilakukan dengan memperlihatkan flashcard satu per satu dan menjelaskan makna setiap ilustrasi. Kegitan ini dilakukan pada 30 orang tua balita dan 20 kader kesehatan di Desa Cibiru Wetan pada tanggal 30 November 2025.  Evaluasi dilakukan melalui pre test dan post test. Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan keluarga dan kader mengenai tanda bahaya balita, yang tercermin dari peningkatan skor rata-rata pre-test dan post-test. Media flashcard terbukti efektif sebagai sarana edukasi yang sesuai dengan karakteristik masyarakat desa Kata Kunci: pemberdayaan keluarga, media flashcard
Effectiveness of high-level disinfection by boiling and autoclave sterilization relative to the storage duration of delivery instruments Sri Lestari Kartikawati; Intan Yusita; Meda Yuliani; Linda Listriyati
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 36 No. 2 (2026): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v36i2.4194

Abstract

Background: The processing of used delivery instruments is critical in preventing infections in both mothers and newborns. High-level disinfection (HLD) that fails to meet standards can increase infection risks, including those caused by Staphylococcus aureus, which potentially leads to serious complications such as sepsis and maternal mortality. Furthermore, the storage conditions of instruments following HLD can affect their safety for clinical use. Objective: This study aimed to determine the effectiveness of the boiling HLD method and autoclave sterilization on delivery instruments based on storage duration Methods: This comparative quantitative study utilized 42 instrument samples divided into two groups: boiling HLD (100°C for 20 minutes) and autoclave sterilization (121°C at 1 atm for 15 minutes). The instruments were stored in closed sterile containers, then swab-tested on Blood Agar Plate (BAP) media and incubated for 24 hours at 37°C. Data were analyzed using the independent t-test.. Results: Both methods showed 0 CFU on Day 1. On Day 3, microbial growth began to appear (HLD: 16.43 CFU; Autoclave: 13.14 CFU); however, there was no statistically significant difference (p>0.05). By Day 7, the boiling HLD group showed a significant surge in colonies (430.71 CFU) compared to the autoclave group (108.86 CFU), with a highly significant statistical difference (p<0.05). Conclusion: Boiling HLD is effective for sterilizing delivery instruments only if used within a storage duration of ≤3 days. For storage exceeding three days, the autoclave method is significantly more effective, and re-sterilization is recommended to ensure patient safety.