Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pembelajaran Al-Qur’an Dengan Metode Jari Dalam Upaya Meningkatkan Baca Tulis Al-Qur’an Di TPA An-Nida Krebet Gumukmas Jember Siti Nursyamsiyah; Cahya Tribagus Hidayat
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 6, No 2 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v6i2.4933

Abstract

AL-Quran Al-Karim is the last miracle revealed to the Prophet Muhammad, and as a way of life for Muslims. As inheritors of the earth, has the obligation for all Muslims to learn starting from learning to read letters hijaiyah were first introduced in early childhood. In addition to the ability to read the Qur'an, an increase in the ability to write the Koran should be noted, due to the fact this is a weakness aspects of writing a large part of children and even adults.Jari-Qur`an teaching methods encourage children chanting in an atmosphere of joy and love, children and educators are encouraged to set an example and want to take the example of the good nature of anyone, and to make the example of the Prophet became a major base in the moral formation of children , The process of teaching is done in ways that favored child, namely in the form of fairy tales, games, prizes, props, songs, and exercises. Jari-Qur`an excess compared with the methods of the Qur'an to read and write more lies in the placement and grouping of the letters hijaiyah into geometric shapes making it easier for children to remember reading and writing, how to use a very easy and fun with a variety of props, stories, songs, and games, using different colors so as to stimulate the creativity of children,
PENERAPAN MAKE A MATCH TINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATERI IMAN KEPADA NABI Siti Nursyamsiyah
DHABIT : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Dhabit : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Kementerian Agama Prov Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya semangat belajar berdampak negative terhadap efektifitas pembelajaran. Perlu dicari permasalahannya dan disikapi mengapa minat dan motivasi dalam belajar di kelas cenderung rendah. Setelah diamati, rendahnya motivasi belajar PAI disebabkan metode/strategi pembelajaran masih konvensional dan siswa pasif. Untuk mengatasinya penelitian difokuskan pada menerapkan model pembelajaran aktif Make A Match dalam pembelajaran PAI. Permasalahannya bagaimana proses pembelajaran dengan make a match meningkatkan motivasi belajar siswa, peningkatan prestasi belajar dengan make a match dan tanggapan siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan make a match. Tujuan penelitian mendeskripsikan pembelajaran Make a Match dalam meningkatkan motivasi belajar. Meningkatkan prestasi belajar setelah pembelajaran model Make a Match. Langkah siklus: perencanaan, tindakan, pengamatan, evaluasi dan refleksi. Sasaran penelitian kelas VIII-G SMPN 32 Purworejo. Data observasi, kuisioner, hasil tes dan dokumen. Hasil analisis bahwa: Pembelajaran make a match berjalan optimal, motivasi belajar mengalami peningkatan dari siklus I sampai II naik 69%. Prestasi belajar menggunakan make a match dapat meningkatkan prestasi belajar, naik 16,67. Ketuntasan belajar kondisi awal naik meningkat 42,97%. Hasil angket 96,86% memberi tanggapan positif terhadap pembelajaran model Make a Match. Simpulan strategi pembelajaran aktif model Make A Match meningkatkan motivasi dan prestasi belajar materi Iman kepada Nabi, Siswa serta pembelajaran Make A Match cukup efektif alternative pembelajaran.
SOSIALISASI MODEL PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA DALAM MENYIKAPI KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG PENINGKATAN KOMPETENSI GURU Siti Nursyamsiyah; Muh Iman
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v7i1.3253

Abstract

Terbitnya kebijakan perubahan kurikulum dari kurikulum 2013 menuju kurikulum merdeka berdampak pada perubahan segala aspek. Aspek pembelajaran mengalami perubahan yang sangat signifikan. Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum intrakurikuler yang bergam bentuknya. Guru diberikan keleluasaan menggunakan berbagai perangkat ajar sesuai dengan kebutuhan minat siswa. Namun kenyataannya di SD Muhamamdiyah, model guru dalam mengajar masih monoton dilakukan komunikasi satu arah guru dan murid. Hal ini dikarenakan pengetahun guru-guru terkait dengan model-model pembelajaran kurikulum merdeka belum dipahami sepenuhnya. Tujuan pelaksanaan ini mensosialisasikan pada guru-guru metode pembelajaran yang dituntut dalam kurikulun Merdeka. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu metode survei lokasi, diskusi dengan mitra, sosialisasi model-model pembelajaran, pendampingan penyusunan RPP dan media pembelajaran yang digunakan. Setelah selasai dilakukan pemantauan dan evaluasi bekerjasama dengan kepala sekolah. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah siswa menjadi lebih aktif serta terwujudnya pembelajaran yang efisien dan efektif dan meningkatnya minat dan motivasi belajar siswa.
POLA KOMUNIKASI GURU TERHADAP PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMP SALAFIYAH SYAFI’IYAH AJUNG Nur Afiatul Maulidyah; Siti Nursyamsiyah
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 3 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v2i3.1145

Abstract

Pola komunikasi menjadi faktor penting dalam kegiatan belajar mengajar agar guru dapat dengan mudah menyampaikan materi kepada murid dengan tepat dan peserta didik dapat menerima materi dengan jelas dan baik. Pola komunikasi guru terhadap murid dalam pembelajaran PAI bukan hanya tentang penyampaian informasi, tetapi juga pembentukan karakter, moral, dan spiritual siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola komunikasi guru terhadap peserta didik dalam pembelajaran PAI di SMP Salafiyah Syafi’iyah Ajung. Penelitiaan ini menggunkan metode deskriptif kualitatif, Sebuah metode yang digunakan peneliti untuk menemukan pengetahuan atau teori terhadap penelitian pada satu waktu tertentu. Pendekatan ini didasarkan pada pemahaman bahwa fenomena sosial dapat dipahami dengan lebih baik melalui pengalaman dan interpretasi pengalaman. Pengumpulan data pada pendekatan kualitatif deskriptif berupa data non-numerik seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi. Menggunakan pola komunikasi yang baik dan bahasa yang mudah dipahami sehingga peserta didik lebih mudah untuk mencerna materi. Penguasaan materi serta penyusunan bahan ajar akan sangat berpengaruh bagi keberlangsungan proses belajar mengajar guru di kelas, karena guru yang menguasai materi dapat dengan mudah memahami gaya belajar setiap siswa. Faktor pendukung dan penghambat bagi guru saat mengajar di kelas adalah hal yang wajar ditemui, guru harus memiliki kreatifitas untuk menghadapi hambatan tersebut. Hambatan yang sering dijumpai saat mengajar yakni kesiapan mental siswa, jika siswa memiliki mood yang baik maka akan mempermudah guru dalam menyampain materi pembelajaran. Hasil dari wawancara bersama guru dan beberapa murid serta dari hasil observasi dan dokumentasi di sekolah menunjukkan bahwa guru telah berupaya untuk menciptkan pola komunikasi yang efektif bagi siswa sehingga mereka dapat dengan mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru, serta berupaya mengatasi hambatan hambatan yang terjadi saat proses pembelajaran di kelas.
EFEKTIVITAS TRANSFORMASI METODE CERAMAH KE MODEL TWO STAY TWO STRAY DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SISWA PADA JAM PELAJARAN KRITIS Az-Zahra, Rahma Putri Adira; Bahar Agus Setiawan; Siti Nursyamsiyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.49019

Abstract

This research was motivated by the ineffectiveness of the lecture method in Islamic Religious Education (PAI) learning at SMPN 04 Genteng, particularly during afternoon class sessions that trigger student saturation and hinder the internalization of character values. This study aims to analyze the effectiveness of transforming the learning method from the lecture pattern to the cooperative model Two Stay Two Stray (TSTS) in shaping students' religious character at SMPN 04 Genteng. The main problem raised is the low effectiveness of the lecture method during afternoon class sessions, which causes a decline in student focus and hampers the internalization of religious values. This study uses a qualitative approach with a descriptive qualitative research type focused on evaluating the learning process. Data were collected through in-depth observation, interviews with PAI teachers, and documentation of student character learning outcomes. The results show that the use of the lecture method during critical hours tends to make students passive and bored, making character values difficult to implement. Conversely, the application of the TSTS model proved effective in enlivening classroom dynamics through visiting and receiving guests activities that encourage students to actively move and communicate. This transformation significantly strengthened students' religious character dimensions, particularly in the aspects of responsibility, cooperation (ta'awun), and honesty. This study concludes that replacing the lecture method with the TSTS model is an appropriate managerial strategy to optimize the formation of students' religious character at school. Keywords: Effectiveness, Lecture Method, Two Stay Two Stray, Character, Religious
HUBUNGAN LITERASI AGAMA DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ISMUBA (AL-ISLAM, KEMUHAMMADIYAHAN, BAHASA ARAB) Mohammad Hatta; Siti Nursyamsiyah; Badrut Tamami
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.50283

Abstract

The low literacy level of Indonesian students based on the 2022 Programme for International Student Assessment (PISA) results has become an important concern in education, including Islamic education learning. Islamic religious literacy is needed to help students understand Islamic teachings contextually in order to improve ISMUBA learning outcomes. This study aimed to analyze the effect of Islamic religious literacy on the ISMUBA learning outcomes of fifth-grade students at SD Muhammadiyah 1 Jember. The study used a quantitative approach with a correlational research design. The sample consisted of 77 students selected using total sampling technique. Data were collected through questionnaires, observations, and documentation of ISMUBA report card scores. The research instruments were tested using validity and reliability tests, while data analysis was conducted through normality, linearity, and simple linear regression tests using IBM SPSS Statistics 22. The results showed that Islamic religious literacy had a positive and significant effect on ISMUBA learning outcomes with a significance value of 0.000 < 0.05. The coefficient of determination (R Square) value of 0.558 indicated that Islamic religious literacy contributed 55.8% to students’ ISMUBA learning outcomes, while the remaining 44.2% was influenced by other factors outside the study. Therefore, strengthening Islamic religious literacy through religious habituation and literacy activities in schools needs to be continuously developed to improve the quality of ISMUBA learning.
PENGARUH PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DI SMP MUHAMMADIYAH 9 WATUKEBO Noval Aldika Putra; Siti Nursyamsiyah; Dhian Wahana Putra
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Processed
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.59468

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) plays an important role in shaping students' character and promoting the internalization of local wisdom values. This study aimed to determine the influence of Islamic Religious Education materials on the internalization of local wisdom values among eighth-grade students at SMP Muhammadiyah 9 Watukebo. This study used an associative quantitative approach with a population of 116 students, all of whom were used as the sample through a total sampling technique. The research instrument was a Likert-scale questionnaire consisting of 20 items measuring the Islamic Religious Education variable and 10 items measuring the Local Wisdom variable. The validity test indicated that all items were valid, while the reliability test yielded Cronbach's Alpha coefficients of 0.768 and 0.656 respectively. The normality test showed that the data were normally distributed (Sig. = 0.059) and the linearity test showed a linear relationship between the two variables (Sig. = 0.000). Simple linear regression analysis produced an R Square value of 0.194, indicating that Islamic Religious Education materials contributed 19.4% to the internalization of local wisdom values, while the remaining 80.6% was influenced by other factors outside this study, such as school culture, teacher role modeling, and the family and community environment. It can therefore be concluded that Islamic Religious Education materials have a significant, although weak, influence on the internalization of local wisdom values among students at SMP Muhammadiyah 9 Watukebo.