Maria Gracia Manoe Gawa
Universitas Katolik Widya Mandira

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENYELESAIKAN SOAL BELAH KETUPAT Salmi Fitria Manu; Irmina Veronika Uskono; Meryani Lakapu; Maria Gracia Manoe Gawa; Wilfridus Beda Nuba Dosinaeng; Kornelis Bria
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika Vol 3 No 1 (2021): Asimtot: Jurnal Kependidikan Matematika | Desember 2020 - Mei 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis kesalahan siswa SD dalam menyelesaikan soal cerita belah ketupat ditinjau dari cara pemecahan Newman. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada siswa SDN Bestobe, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) kelas V yang berjumlah 2 orang siswa dengan tingkat kemampuan rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes, wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi waktu, yaitu dengan membandingkan data tes dan wawancara yang diperoleh di dua waktu berbeda. Teknik analisis dilakukan dengan cara mengoreksi hasil pekerjaan siswa guna menganalisis kesalahan yang dialami siswa yang didukung dengan hasil wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Kedua subjek melakukan kesalahan sama yaitu pada indikator kesalahan memahami dan kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses dan kesalahan penulisan jawaban.
ANALISIS BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP KELAS VII DALAM MENYELESAIKAN SOAL PERSEGI PANJANG Marta Hepo Lado; Kristoforus D. Djong; Irmina V. Uskono; Yohana R. Rowa; Maria, M.G. Gawa
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika Vol 4 No 1 (2022): Asimtot: Jurnal Kependidikan Matematika | Juni 2022 - November 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/asimtot.v4i1.1940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berpikir kreatif matematis siswa SMP kelas VII dalam menyelesaikan soal segiempat khususnya persegi panjang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan wawancara. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulan data berupa soal tes berpikir kreatif dan pedoman wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah dua siswa yang berkemampuan tinggi. Indikator berpikir kreatif yang digunakan meliputi kefasihan (fluency), fleksibilitas (flexibility) dan kebaruan (novelty). Hasil penelitian disimpulkan berdasarkan tingkat kemampuan berpikir kreatif (TBK). Hasil penelitian menunjukan subjek pertama dapat memenuhi ketiga indikator (kefasihan, fleksibilitas, kebaruan), sehingga digolongkan berada pada TBK 4 (sangat kreatif), sedangkan subjek kedua dapat memenuhi satu indikator (kebaruan), sehingga digolongkan berada pada TBK 2 (cukup kreatif).
Buna Woven Fabric Based Teaching Materials: ADDIE Model Meryani Lakapu; Irmina Veronika Uskono; Maria Gracia Manoe Gawa; Agapitus Hendrikus Kaluge
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2886

Abstract

Bahan ajar merupakan salah satu alat yang dapat membantu guru dan siswa mempelajari sesuatu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar berbasis budaya lokal yang berkualitas baik. Bahan ajar berbasis budaya lokal yang dikembangkan berfokus pada materi bangun datar untuk mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Kualitas bahan ajar ini diukur menggunakan beberapa instrumen, antara lain: (1) lembar validasi untuk mengumpulkan data kevalidan, (2) lembar observasi aktivitas dosen dan mahasiswa untuk mengumpulkan data kepraktisan, dan (3) soal pretest dan posttest digunakan untuk mengumpulkan data keefektifan hasil belajar mahasiswa. Simpulan dari penelitian ini adalah bahan ajar berbasis budaya lokal yang dihasilkan berkualitas baik karena memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Kelebihan dari bahan ajar ini adalah mudah dipahami karena memuat unsur budaya berupa kain tenun, memanfaatkan aplikasi geogebra dalam pengembangannya serta dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pelajar.Teaching materials are one of the tools that can help teachers and students learn something. This research aims to develop good quality local culture-based teaching materials. The local culture-based teaching materials developed a focus on flat building materials for Elementary School Teacher Education students. The quality of these teaching materials is measured using several instruments, including (1) validation sheets to collect validity data, (2) observation sheets of lecturer and student activities to collect practical data, and (3) pretest and posttest questions used to collect data on the effectiveness of student learning outcomes. This study concludes that the local culture-based teaching materials produced are of good quality because they meet the valid, practical, and effective criteria. The advantage of this teaching material is that it is easy to understand because it contains cultural elements in the form of woven fabrics, utilizes geogebra applications in its development, and is developed according to student needs.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA MATERI PERBANDINGAN Benisius Kardo; Maria Gracia Manoe Gawa
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.7985

Abstract

This study aims to analyze students' errors in solving mathematics problems on the topic of ratios in grade VII at SMP NCIPS Kupang. The research method used is qualitative descriptive, with three students selected based on their ability levels: high, medium, and low. The research instruments included a diagnostic test with two essay questions and interviews to explore the causes of students' errors. Data analysis was conducted using the Newman Error Analysis stages, which include reading, understanding, transformation, process skills, and writing the final answer. The results show that high-ability students only made errors in the final answer writing stage, while medium-ability students often made errors in understanding the question, transformation, and calculation stages. Low-ability students encountered difficulties in almost all stages, particularly in understanding the question and transforming the problem into the correct mathematical form. The most dominant errors were found in understanding the question and transforming the problem. Factors causing these errors include a lack of understanding of the concept of ratios, misconceptions between direct and inverse ratios, and rushing through the problem-solving process. These findings are expected to provide valuable insights for teachers in designing more effective learning strategies to improve students' problem-solving skills. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika materi perbandingan pada kelas VII SMP NCIPS Kupang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek tiga siswa yang dipilih berdasarkan tingkat kemampuan: tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen penelitian berupa tes diagnostik yang berisi dua soal uraian dan wawancara untuk menggali penyebab kesalahan. Analisis data dilakukan menggunakan tahapan Analisis Kesalahan Newman, yang meliputi tahap membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi hanya mengalami kesalahan pada tahap penulisan jawaban akhir, sementara siswa dengan kemampuan sedang sering melakukan kesalahan pada tahap pemahaman soal, transformasi, dan perhitungan. Siswa berkemampuan rendah mengalami kesulitan di hampir seluruh tahap, terutama dalam memahami soal dan mengubah informasi ke bentuk matematika yang tepat. Kesalahan yang paling dominan ditemukan pada pemahaman soal dan transformasi masalah. Faktor penyebab kesalahan antara lain kurangnya pemahaman konsep perbandingan, miskonsepsi antara perbandingan senilai dan berbalik nilai, serta terburu-buru dalam menyelesaikan soal. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa
Multidimensional Analysis of Algebraic Errors in Integrated Problems: A Study in Timor Leste Yustinus Didimus Nai; Henrique de Fatima Marques; Yohanes Ovaritus Jagom; Kristoforus Djawa Djong; Samuel Igo Leton; Agapitus Hendrikus Kaluge; Maria Gracia Manoe Gawa; Meryani Lakapu
Riemann: Research of Mathematics and Mathematics Education Vol. 8 No. 2 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38114/riemann.v8i2.158

Abstract

This study aims to identify and describe the types of errors made by students in solving integrated problems involving arithmetic sequences and series combined with systems of linear equations in two variables, as well as to analyze the characteristics of algebraic understanding reflected in their solution processes. The research employed a descriptive qualitative approach involving 31 students at Instituto Escola Secundária Técnica Vocacional Católica Mater Misericordiae (IESTVC-MM), Timor-Leste. The research instrument consisted of a single integrated problem-solving task designed to require coordination of symbolic representation, formula application, algebraic manipulation, and result interpretation. Data were analyzed through error coding based on students’ written solution steps. The findings indicate that although most students were able to construct the initial mathematical model correctly, multidimensional errors were still identified, including incomplete, procedural, conceptual, notational, and numerical errors. Some students even obtained correct final answers through procedures that were not conceptually valid. These findings suggest that, within the context of the analyzed integrated task, students’ algebraic understanding may not yet be fully integrated across conceptual, procedural, and representational dimensions, as reflected in their solution processes. Therefore, the results highlight the potential value of designing algebra instruction in a more integrative and diagnostic manner to support the coherence of students’ mathematical thinking.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL BILANGAN BERPANGKAT DAN BENTUK AKAR Septhiano Mario Imanuel Dwi Putera Demu; Agapitus Hendrikus Kaluge; Maria Gracia Manoe Gawa
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.15517

Abstract

This study aims to describe the types of students’ errors in solving problems involving exponents and radical expressions based on Newman’s Error Analysis stages, namely reading, comprehension, transformation, process skills, and encoding errors. Identifying students’ errors in these topics is important to determine their difficulties and provide a basis for improving mathematics instruction. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The subjects were three eighth-grade students of SMP Nusa Cendana Internasional Plus School who were purposively selected based on high, medium, and low ability levels. Data were collected through written tests, observations, and interviews. Data analysis used the Miles and Huberman interactive model, consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that high-ability students only experienced encoding errors. Medium-ability students experienced comprehension and encoding errors, while low-ability students experienced transformation, process skills, and encoding errors. The most frequently identified errors were transformation and encoding errors. These errors occurred because students were unable to transform word problems into appropriate mathematical models and were not accustomed to writing final conclusions that addressed the questions. Therefore, Newman’s Error Analysis can help teachers identify students’ difficulties as a basis for improving mathematics instruction, particularly in learning exponents and radical expressions. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal bilangan berpangkat dan bentuk akar berdasarkan tahapan Newman, yaitu kesalahan membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban. Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pada materi tersebut perlu diidentifikasi untuk mengetahui letak kesulitan siswa dan menjadi dasar perbaikan pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa kelas VIII SMP Nusa Cendana Internasional Plus School yang dipilih secara purposive berdasarkan tingkat kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes tertulis, observasi, dan wawancara. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi hanya mengalami kesalahan pada tahap penulisan jawaban (encoding error). Siswa berkemampuan sedang mengalami kesalahan memahami (comprehension error) dan penulisan jawaban, sedangkan siswa berkemampuan rendah mengalami kesalahan transformasi (transformation error), keterampilan proses (process skills error), dan penulisan jawaban. Kesalahan yang paling banyak ditemukan adalah kesalahan transformasi dan penulisan jawaban. Kesalahan tersebut terjadi karena siswa belum mampu mengubah soal cerita ke dalam model matematika yang tepat serta belum terbiasa menuliskan kesimpulan akhir sesuai dengan pertanyaan soal. Dengan demikian, analisis kesalahan Newman dapat membantu guru mengidentifikasi letak kesulitan siswa sebagai dasar dalam memperbaiki pembelajaran matematika, khususnya pada materi bilangan berpangkat dan bentuk akar.