Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KAJIAN STRUKTUR ISTANA MAIMUN DALAM MERESPON GAYA GEMPA Nusyamsi Nursyamsi; Johannes Tarigan; Muthia Harahap; Hari Adjie Winata; Sheila Hani
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 8 No. 1 (2022): Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v8i1 JUN.36064

Abstract

Kawasan Sumatera Utara terdapat dua lempeng aktif (Eurasia) dan beberapa gunung berapi yang aktif, dan berpotensi menimbulkan gempa yang dapat merusak struktur rumah tinggal. Tingginya aktivitas vulkanik gunung Sinabung beberapa tahun terakhir hingga menimbulkan gempa sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Sumatera Utara. Masyarakat Sumatera Utara memiliki Istana Maimun, sebuah bangunan bersejarah yang didesain tahan terhadap gempa, sebelum adanya aturan dan standarisasi bangunan tahan gempa ada. Penelitian ini dilakukan di Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Struktur dimodelkan menjadi frame dan model 3D. Dilakukan analisis ketidakberaturan struktur dan respon spektra dengan SAP 2000. Istana Maimun teratur secara horizontal tetapi tidak beraturan secara vertikal yaitu ketidakberaturan massa, geometri vertikal, diskontinuitas arah penahan gaya horizontal. Dari hasil analisis SAP 2000, diperoleh reaksi struktur dan batasan yaitu periode struktur 0,335 detik (< 0,4676 detik), gaya geser dasar 1455,476 kN (> 80% Vstatis = 1324,7 kN), , simpangan maksimum sebesar 7,301 mm (< 150 mm). Berdasarkan parameter tersebut, disimpulkan Istana Maimun aman terhadap gempa. Kata Kunci: Gaya Geser Dasar, Ketidakteraturan, Periode Struktur, Reaksi Struktur, Simpangan ABSTRACT In North Sumatra, there are two active plates (Eurasia) and several active volcanoes, which have the potential to cause earthquakes that can damage residential structures. The high volcanic activity of Mount Sinabung in recent years to cause an earthquake has greatly affected the lives of the people of North Sumatra. The people of North Sumatra have the Maimun Palace, a historic building designed to withstand earthquakes, before the rules and standards for earthquake-resistant buildings existed. This research was conducted on Jalan Brigjen Katamso, Medan Maimun District, Medan City. Structures are modeled into frames and 3D model. An analysis of structural irregularities and response spectra with SAP 2000 was performed. Maimun Palace is horizontally regular but vertically irregular, namely mass irregularity, vertical geometry, direction discontinuity in resisting horizontal forces. From the results of the SAP 2000 analysis, the structural reaction and boundary obtained are structure period 0.335 seconds (< 0.4676 seconds), basic shear force 1455,476 kN (> 80% Vstatic = 1324.7 kN), maximum deviation of 7.301 mm ( < 150 mm). Based on these parameters, it is concluded that Maimun Palace is safe against earthquakes.Keywords: Basic shear force, irregularity, structural periode, structural reaction, deviation
Study on the Impact of Water Quality from the Mebidang SPAM on Customer Satisfaction Paschalia Retnoningtyas Surbakti; M. Ridwan Anas; Gina Cynthia Raphita Hasibuan; Anthoni Veery Mardianta; Nursyamsi Nursyamsi
Journal La Lifesci Vol. 6 No. 6 (2025): Journal La Lifesci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallalifesci.v6i6.2775

Abstract

In 2021, the service coverage of PDAM Tirtanadi’s water supply system reached 73.3%. To further improve the service capacity, a new raw water source was developed through the construction of the Mebidang Regional Water Supply System (SPAM), which draws water from the Bingei River in Binjai City. The PDAM Tirtanadi branches directly affected by this change in raw water source include the Sei Agul and Diski branches. This study aims to evaluate customer satisfaction levels with the water product quality and service performance of the Mebidang SPAM at PDAM Tirtanadi. The methods employed include the Customer Satisfaction Index (CSI) and Importance and Performance Analysis (IPA). Data were collected through questionnaires distributed to both existing customers and new service connections at the Diski and Sei Agul branches of PDAM Tirtanadi. The results showed that customer satisfaction levels were as follows: long-term customers at the Diski branch scored 83.56%, new connections at Diski 83.57%, long-term customers at Sei Agul 82.78%, and new connections at Sei Agul 92.26%. These results indicate that both long-term and new customers at the Diski and Sei Agul branches are generally satisfied with the overall service quality. Based on the IPA results, the main priority for improvement at the Diski branch concerns the imbalance between the cost paid by customers and the volume of water received. Meanwhile, for the Sei Agul branch, variables categorized as low performance and low importance but still of lower priority include PDAM’s responsiveness to customer requests, such as for new connections or meter repairs.
Kajian Studi Eksperimental Kompratif Beton HSC (High Strengt Concrate) Dengan Penambahan Serat Baja dan Abu Cangkang Sawit (ACS) dan Beton Normal Heri Sutiyo; Nursyamsi Nursyamsi; Johannes Tarigan; Ricky Bakara; Soraya Muthma Innah Nasution
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.9039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan abu cangkang sawit (ACS) sebagai bahan pengganti 15% semen dan penambahan serat baja 2% terhadap sifat mekanis beton mutu tinggi (High Strength Concrete/HSC). Pengujian meliputi uji beton segar (slump flow, T50 time, V-funnel, L-box) dan beton keras (kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur). Hasil menunjukkan seluruh parameter beton segar memenuhi standar EFNARC untuk Self-Compacting Concrete (SCC). Kuat tekan meningkat signifikan dari 30,89 MPa (beton normal) menjadi 90,25 MPa (HSC)—peningkatan 192% atau 65,7% lebih tinggi dari target mutu. Kuat tarik belah meningkat dari 2,95 MPa menjadi 5,63 MPa (90,8%), sedangkan kuat lentur meningkat dari 6,27 MPa menjadi 16,69 MPa (166%) pada balok komposit dengan lapisan HSC 5 cm. Peningkatan ini disebabkan oleh reaksi pozzolanik abu cangkang sawit yang menghasilkan kalsium silikat hidrat (C-S-H) tambahan dan kontribusi serat baja dalam menahan propagasi retak serta meningkatkan daktilitas. Analisis displacement menunjukkan peningkatan ketebalan lapisan HSC meningkatkan kekakuan lentur dan menurunkan lendutan maksimum. Kombinasi ACS 15% dan serat baja 2% terbukti efektif meningkatkan performa mekanis dan struktural beton hingga tiga kali lipat dibanding beton normal, sekaligus mendukung material ramah lingkungan dalam teknologi beton modern dengan memanfaatkan limbah industri kelapa sawit.
Studi Eksperimental Sinergi Beton HSC dan Beton Normal Dengan Penambahan Pozzolan Abu Sekam Padi dan Serat Bambu Terhadap Perkuatan Lentur Balok Priaji Yudha Astomo; Nursyamsi Nursyamsi; Johannes Tarigan; Ricky Bakara; Indra Jhon Fischer
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.9063

Abstract

Penelitian ini menganalisis sinergi beton berkekuatan tinggi (High Strength Concrete/HSC) dan beton normal dengan penambahan abu sekam padi (ASP) sebagai pozzolan dan serat bambu sebagai penguat terhadap peningkatan kuat lentur balok komposit. Abu sekam padi dengan kandungan silika tinggi (90–95%) menggantikan sebagian semen untuk meningkatkan kekuatan dan durabilitas, sedangkan serat bambu meningkatkan ketangguhan dan ketahanan retak. Metode eksperimental dilakukan di Laboratorium Rekayasa dan Bahan Beton, Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara dengan variasi lapisan HSC setebal 1 cm, 3 cm, dan 5 cm pada bagian atas balok beton normal. Pengujian dilakukan terhadap beton segar (slump flow, T50, V-funnel, L-box) dan beton keras pada umur 28 hari (kuat tekan, kuat tarik, kuat lentur). Hasil menunjukkan penambahan 10% abu sekam padi dan 1% serat bambu meningkatkan kuat tekan dan lentur secara signifikan. Kuat lentur tertinggi diperoleh pada balok dengan lapisan HSC 3 cm, menunjukkan peningkatan kapasitas beban dan penurunan lendutan. Analisis metode momen-area dan SAP 2000 memperkuat hasil laboratorium dengan selisih lendutan dalam batas toleransi. Kombinasi HSC, abu sekam padi, dan serat bambu memberikan efek sinergis terhadap peningkatan performa mekanis beton dan mendukung pengembangan material konstruksi berkelanjutan.
Perkuatan Lentur Balok Komposit Beton Normal dan HSC dengan Serat Polypropilene dan Fly Ash Ruben Situmorang; Nursyamsi Nursyamsi; Johannes Tarigan; Ricky Bakara; Juni Indriani
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.9067

Abstract

Penelitian ini mengkaji perkuatan lentur balok komposit dengan membandingkan beton normal (BN) dan High Strength Concrete (HSC) yang diperkuat dengan serat polypropilene dan fly ash. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh penambahan fly ash dan serat polypropilene terhadap kuat tekan, kuat tarik, dan kuat lentur beton, serta membandingkan perilaku balok komposit BN dan HSC. Metode penelitian menggunakan eksperimen dengan enam variasi campuran: BN1, BN2, BN3, HSC1, HSC2, dan HSC3, dengan variasi fly ash 0%, 5%, 10% dan serat polypropilene 0%, 0.5%, 1%. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan optimum dicapai pada HSC2 (87.63 MPa) dengan peningkatan 166.68% dari beton normal, kuat tarik optimum pada HSC2 (4.99 MPa) dengan peningkatan 62.54%, dan kuat lentur optimum pada balok komposit HSC 2 cm (4.02 MPa) dengan peningkatan 44.6%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa substitusi semen dengan 10% fly ash dan 1% serat polypropilene menghasilkan performa terbaik dalam meningkatkan sifat mekanis beton. Implikasinya, kombinasi ini dapat direkomendasikan untuk aplikasi struktural yang memprioritaskan kekuatan dan ekonomi biaya.
Studi Eksperimental Hubungan Kuat Tekan Bata Satuan dan Dinding Pasangan Bata Sheila Hani; Rini Rini; Nursyamsi Nursyamsi
JiTEKH Vol. 13 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35447/jitekh.v13i2.1290

Abstract

Kuat tekan dinding pasangan bata merupakan parameter penting dalam perencanaan struktur bangunan dan dipengaruhi oleh kuat tekan bata satuan serta interaksi antara bata dan spesi. Namun, hubungan antara kuat tekan bata satuan dan kuat tekan dinding pasangan bata masih sangat bergantung pada karakteristik material dan metode konstruksi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan kuat tekan bata satuan dan kuat tekan dinding pasangan bata melalui studi eksperimental menggunakan material lokal. Pengujian tekan dilakukan terhadap beberapa sampel bata satuan untuk memperoleh nilai kuat tekan rata-rata, sedangkan satu spesimen dinding pasangan bata skala penuh diuji di bawah beban aksial hingga mengalami keretakan dan keruntuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bata satuan memiliki variasi kualitas yang cukup signifikan, dengan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 134,70 kg/cm², yang mencerminkan ketidakseragaman kualitas bata merah lokal akibat proses produksi tradisional. Pengujian dinding pasangan bata menunjukkan bahwa retak mulai terjadi pada kuat tekan sebesar 182,78 kg/cm² dengan deformasi rata-rata dinding sebesar 1,57 cm. Pola keruntuhan didominasi oleh retak vertikal dan retak sepanjang sambungan spesi, yang mengindikasikan bahwa mekanisme keruntuhan dinding sangat dipengaruhi oleh interaksi antara bata dan spesi. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa kinerja tekan pasangan bata tidak dapat dinilai hanya berdasarkan kuat tekan bata satuan, serta memberikan pemahaman awal yang dapat digunakan sebagai referensi untuk perencanaan dan penelitian lanjutan