Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Android based mobile growth app “AmiGrow” to support early diagnosis of stunting and growth delays of toddlers Ngaisyah, Dewi; Hiswati, Marselina Endah; Mindarsih, Eko; Lestari, Nia Rizqi
BKM Public Health and Community Medicine PHS8 Accepted Abstracts
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective The prevalence of stunting toddlers in Indonesia is still in high rate at 27.6%, the largest prevalence compared to other nutritional problems. Moreover, stunting problems can have a direct impact on growth delays. One of the efforts to control these issues is monitoring toddler’s growth and progress, so the expert can do early diagnosis if stunting and growth delays are found. Utilization of android-based mobile growth application (AmiGrow) is an application that supports early diagnosis of stunting and growth delays of toddlers. Method: AmiGrow mobile application is developed with user-centered design (UCD) method using 8th Java development kit, android studio, visual studio code, and flutter framework Result: the app has run according to its function, with well received responses (35.6%) and very good responses (64.4%) by toddler’s mothers. Conclusion: mobile growth AmiGrow app is useful for supporting early diagnosis of stunting and developmental delays for toddlers in digital way.
Physical activity-based nutrition educational games interventions for elementary school children Khasana, Tri Mei; Ngaisyah, Rr Dewi
BKM Public Health and Community Medicine Vol 38 No 11 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v38i11.6946

Abstract

Purpose: An approach that can be used in delivering messages to children is the gamification method or game-based learning. This study aims to determine the effect of physical activity-based nutrition educational games on school children's nutritional status and nutrition knowledge. Methods: This study used a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest with a control design. The intervention group was given physical activity-based nutrition educational games, namely "healthy eating plate" and "healthy food race" for 15 minutes for each game, once a week for nine weeks. Data analysis used paired sample t-test and independent t-test. Results: In the two groups, the anthropometric data differed only on body weight between the pre and post (p=0.000). The nutrition knowledge means score between the pre and post of intervention showed a significant difference (p=0.016) in the intervention group but not in the control group. The physical activity-based nutrition educational games affected body weight (p=0.000) and nutrition knowledge (p=0.016). Conclusion: Physical activity-based nutrition educational games (total duration 30 minutes) for nine weeks can increase nutrition knowledge and maintain normal weight in elementary school children.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Kedungaren melalui Optimalisasi Pengolahan Pelepah Pisang untuk Kemandirian Ekonomi Dewi Ngaisyah; Andre Kusuma Adiputra; Fera Nofiartika
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Tipis Wiring Vol 2 No 1 (2023): Tepis Wiring: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unversitas Islam Raden Rahmat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/tepiswiring.v2i1.1894

Abstract

Dusun Pisangan yang terletak di Desa Tridadi memiliki potensi sebagai Desa Wisata Kedungaren sekaligus dapat dikembangkan menjadi homeindustri kuliner oleh masyarakat karena memiliki perkebunan pisang. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan inovasi pengolahan taro pelepah pisang sehingga dapat menjadi icon desa wisata dan diversivikasi pangan serta membangun kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya pasca pandemi covid-19. Metode yang digunakan yaitu melakukan inisiasi bersama kelompok wanita tani (KWT) Kedungaren dalam pembudidayaan perkebunan pisang, dimana pelepah pisang yang ada kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan taro dengan beberapa variasi yang nantinya akan ditentukan variasi terbaiknya melalui analisis deskriptif dan inferensial (spss). Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu memberikan hasil bahwa tim KWT Kedungaren untuk produksi taro pelepah pisah yang terstandar. Standarisasi telah dilakukan terhadap standar resep (melalui penentuan variasi taro terbaik) dan standar proses menggunakan spiner sehingga penyerapan minyak menjadi optimal. Standarisasi pengemasan juga telah dilakukan untuk produk taro pelepah pisang yang diberi nama Happysang. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu standarisasi produksi terbukti efektif meningkatkan mutu hasil produk taro pelepah pisang, dimana hal tersebut ditunjukkan melalui adanya perubahan kualitas sebelum dan setelah dilakukan pendampingan produksi pada kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan.