Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Rasio Ketergantungan, Pertumbuhan Ekonomi Dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Di Provinsi Sumatera Utara Adinda Nur’ain Siahaan; Hilmiatus Sahla
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10670

Abstract

Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Rasio Ketergantungan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan Pengeluaran Pemerintah terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Sumatera Utara, baik secara parsial maupun simultan. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah apakah Rasio Ketergantungan, PDRB, dan Pengeluaran Pemerintah berpengaruh terhadap IPM di Provinsi Sumatera Utara. IPM merupakan indikator penting dalam mengukur kualitas pembangunan manusia yang mencerminkan capaian masyarakat dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara. Penelitian dilakukan pada 33 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara selama periode 2023–2025. Model regresi terbaik yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM) berdasarkan hasil pengujian model. Analisis data dilakukan menggunakan aplikasi EViews 10 melalui uji parsial (uji-t), uji simultan (uji-F), dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persamaan regresi yang diperoleh adalah IPM = 15723,06 – 137,4497 X1 – 35,04331 X2 + 7,543306 X3 + e. Secara parsial, Rasio Ketergantungan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM dengan nilai t-hitung sebesar -5,533611 dan probabilitas 0,0000. PDRB juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM dengan nilai t-hitung sebesar -7,272941 dan probabilitas 0,0000. Sementara itu, Pengeluaran Pemerintah tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM dengan nilai t-hitung sebesar 0,428238 dan probabilitas 0,6699. Secara simultan, Rasio Ketergantungan, PDRB, dan Pengeluaran Pemerintah berpengaruh signifikan terhadap IPM dengan nilai F-hitung sebesar 469,5654 dan probabilitas 0,000000. Nilai Adjusted R-Square sebesar 0,994060 menunjukkan bahwa 99,41% variasi IPM dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen, sedangkan sisanya sebesar 0,59% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian.  
Eksplorasi Kualitatif Motif Penggunaan Fitur Paylater Pada Mahasiswa: Antara Kebutuhan Dan Gaya Hidup Konsumtif Nur Rahmi Elza Ms; Ananda Nayla; Daisya Salsabila Silitonga; Laila Fajri; Hilmiatus Sahla
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi motif penggunaan fitur Paylater di kalangan pelajar serta memahami faktor-faktor yang melatarbelakanginya, apakah lebih didorong oleh kebutuhan atau kecenderungan gaya hidup konsumtif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap mahasiswa Universitas Asahan yang aktif menggunakan layanan Paylater di berbagai platform digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Paylater dilatarbelakangi oleh dua motif utama: memenuhi kebutuhan mendesak saat menghadapi keterbatasan finansial, dan dorongan gaya hidup konsumtif yang diperkuat oleh promo, diskon, serta pengaruh lingkungan sosial. Faktor kemudahan akses, komunikasi pembayaran, dan daya tarik promosi menjadi pendorong utama penerapan layanan ini. Di sisi lain, penggunaan yang tidak terkendali berpotensi memicu pembelian impulsif dan ketidakstabilan keuangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan Paylater bersifat dikotomatisasi dan urgensi literasi keuangan menjadi aspek penting bagi mahasiswa agar dapat menggunakan layanan fintech secara lebih bijak.
Peran OJK dalam Edukasi dan Literasi Keuangan Untuk Mencegah Maraknya Kasus Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal Maisyarah Dwi Putri Pulungan; Andin Adelia; Devita Iqlima Panjaitan; Zufrilia Zufrilia; Hilmiatus Sahla
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10971

Abstract

Perkembangan pinjaman online ilegal yang semakin meluas di Indonesia menimbulkan berbagai persoalan sosial dan ekonomi, khususnya bagi masyarakat dengan tingkat pendapatan menengah ke bawah. OJK sebagai otoritas pengawas jasa keuangan memiliki peran sentral dalam meningkatkan literasi keuangan guna mencegah masyarakat terjebak dalam praktik pinjaman online ilegal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran OJK dalam memberikan edukasi keuangan terkait pinjaman online ilegal, menelaah bentuk program yang telah dilakukan, serta mengidentifikasi faktor penyebab dan kendala yang memengaruhi efektivitasnya. Dengan menggunakan metode kuantitatif, data penelitian ini bersumber dari artikel ilmiah, laporan OJK, dan hasil kuisioner yang di sebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OJK berperan dalam membantu masyarakat dalam mengenali pinjaman online ilegal melalui berbagai program edukasi telah dilaksanakan melalui media digital. Namun, efektivitasnya masih terbatas karena kendala akses teknologi, rendahnya jangkauan edukasi di daerah tertentu, serta faktor ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Persepsi Pelaku UMKM tentang Peran Lembaga Keuangan Formal dalam Perspektif Fenomenologi Della Zanawiyah; Aiwa Suroida; Milda Sari; Kristin Melani Simanjuntak; Hilmiatus Sahla
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.11088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara fenomenologi keengganan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memanfaatkan lembaga keuangan formal yang diawasi OJK. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keengganan UMKM tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan administratif, tetapi juga oleh pengalaman hidup, persepsi, serta kondisi psikologis pelaku usaha. Pengalaman seperti penolakan pembiayaan, kesulitan prosedur, dan ketidakpastian usaha membentuk persepsi negatif terhadap lembaga keuangan formal. Selain itu, rasa takut terhadap utang, kecemasan finansial, serta pengaruh lingkungan sosial memperkuat keputusan untuk tidak menggunakan layanan keuangan formal. Temuan ini menegaskan bahwa makna subjektif yang terbentuk dari pengalaman hidup berperan penting dalam keputusan keuangan pelaku UMKM. Oleh karena itu, peningkatan inklusi keuangan perlu dilakukan secara holistik dengan memperhatikan aspek psikologis, sosial, serta pengalaman hidup pelaku UMKM.
Analisis Persepsi Generasi Z Terhadap Upaya Ojk Dalam Mencegah Investasi Ilegal Di Kabupaten Asahan Nursyahfitri Nursyahfitri; Lusiana Amanda; Alisya Salsabila; Mutiara Yolanda; Hilmiatus Sahla
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.11143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi Generasi Z terhadap upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mencegah investasi ilegal di Kabupaten Asahan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah, laporan resmi OJK, serta publikasi terkait literasi keuangan dan investasi ilegal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi ilegal masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, dengan lebih dari 2.000–3.000 entitas ilegal yang ditindak setiap tahunnya oleh Satgas PASTI. Generasi Z memiliki tingkat ketertarikan tinggi terhadap investasi digital, namun masih memiliki keterbatasan dalam literasi keuangan sehingga rentan terhadap investasi ilegal. Upaya OJK melalui edukasi, kampanye digital, dan penindakan hukum dinilai cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, namun belum optimal dalam membentuk pemahaman mendalam. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi Generasi Z terhadap OJK cenderung positif, tetapi masih diperlukan penguatan literasi keuangan berbasis digital yang lebih interaktif dan berkelanjutan.
Efektivitas Pengawasan OJK Dalam Meningkatkan Kepercayaan Investor Di Pasar Modal Indonesia M Rizki Syam; Anindah Nur Sabilah; Sofi Sahara Iftihadina; Delpia Putri Nasution; Hilmiatus Sahla
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam meningkatkan kepercayaan investor di pasar modal Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah, laporan resmi, serta data dari OJK, Bursa Efek Indonesia, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia mengalami peningkatan jumlah investor yang signifikan dari sekitar 3,8 juta Single Investor Identification (SID) pada tahun 2020 menjadi lebih dari 20 juta SID pada tahun 2025. Peningkatan ini mengindikasikan adanya peningkatan kepercayaan investor terhadap pasar modal. Hasil kajian juga menunjukkan bahwa OJK telah menjalankan fungsi pengawasan melalui sistem market surveillance, keterbukaan informasi emiten, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran pasar modal. Pengawasan tersebut berkontribusi dalam menciptakan pasar modal yang lebih transparan, aman, dan teratur. Namun demikian, masih terdapat tantangan berupa investasi ilegal berbasis digital dan pelanggaran pasar modal yang menunjukkan bahwa efektivitas pengawasan masih perlu ditingkatkan. Kesimpulannya, pengawasan OJK memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kepercayaan investor, meskipun masih diperlukan penguatan sistem pengawasan dan literasi keuangan masyarakat.
Pengalaman dan Pemahaman Mahasiswa Universitas Asahan dalam Menggunakan Dompet Digital: Perspektif Literasi Keuangan Digital Reinhard Voler Lumbantoruan; Firli Andini; Tiara Herlimah; Hervina Zahara Marpaung; Deslina Manurung; Hilmiatus Sahla
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11239

Abstract

Perkembangan financial technology (fintech) telah mendorong peningkatan penggunaan dompet digital di berbagai kalangan masyarakat, termasuk mahasiswa. Kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan dompet digital menjadikannya sebagai salah satu alat transaksi yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tingginya intensitas penggunaan dompet digital belum tentu diikuti oleh tingkat literasi keuangan digital yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman dan pemahaman mahasiswa Universitas Asahan dalam menggunakan dompet digital dari perspektif literasi keuangan digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner terbuka kepada 60 mahasiswa Universitas Asahan yang pernah atau sedang menggunakan dompet digital. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa menggunakan aplikasi DANA karena dianggap praktis, mudah digunakan, serta mempermudah berbagai aktivitas transaksi, seperti transfer uang, pembayaran melalui QRIS, pembelian pulsa dan paket data, serta belanja online. Pengalaman penggunaan dompet digital secara umum memberikan dampak positif berupa kemudahan, kecepatan, dan efisiensi dalam bertransaksi. Dari perspektif literasi keuangan digital, mahasiswa telah memiliki pemahaman dasar mengenai penggunaan fitur-fitur dompet digital dan mekanisme transaksi digital. Namun, pemahaman tersebut masih didominasi oleh aspek teknis dan operasional, sedangkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan digital, pengendalian perilaku konsumtif, serta risiko keamanan transaksi digital masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan untuk meningkatkan literasi keuangan digital mahasiswa agar mampu menggunakan layanan keuangan digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
PELATIHAN PENGOLAHAN BUNGA TELANG MENJADI MINUMAN KHAS MEKAR MULIO MELALUI BRANDING PRODUK DAN DIGITAL MARKETING Aris Siregar; Herman Herman; Jihan Aprilia; Novita Sari; Hilmiatus Sahla
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5342

Abstract

Abstract: Training and mentoring in processing butterfly pea flowers into a specialty drink in Mekar Mulio Village, Asahan Regency, was conducted as a form of community empowerment based on local potential. This activity aimed to improve the community's skills in processing butterfly pea flowers into a beverage with economic value and to introduce branding and digital marketing strategies as promotional tools. The implementation method consisted of socialization, hands-on training, product development mentoring, and training in the use of digital media for marketing. The results showed that the community was able to produce high-quality butterfly pea flower drinks, with attractive packaging, and a strong brand identity, namely "Telangi." Furthermore, training participants were able to utilize social media platforms such as Facebook dan Shopee to expand their market reach. This activity had a positive impact on increasing community knowledge, skills, and income. The program also opened up opportunities for the establishment of sustainable village micro-enterprises based on local potential. Keywords: Butterfly pea flowers, training, community empowerment, product branding, digital marketing. Abstrak: Pelatihan dan pendampingan pengolahan bunga telang menjadi minuman khas di Desa Mekar Mulio, Kabupaten Batubara, dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bunga telang menjadi produk minuman bernilai ekonomi serta memperkenalkan strategi branding dan digital marketing sebagai sarana promosi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan praktik langsung, pendampingan pembuatan produk, serta pelatihan penggunaan media digital untuk pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu menghasilkan produk minuman bunga telang dengan kualitas baik, kemasan menarik, serta identitas merek yang kuat, yaitu “Telangi”. Selain itu, peserta pelatihan mampu memanfaatkan media sosial seperti Facebook, dan Shopee untuk memperluas jangkauan pasar. Kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan pendapatan masyarakat. Program ini juga membuka peluang terbentuknya usaha mikro desa berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.Kata Kunci: Bunga telang, pelatihan, pemberdayaan masyarakat, branding produk, digital marketing.
Analisis Prosedur Pembiayaan untuk Mencegah Non-Performing Loan (NPL) pada Bank Sumut Delvi Lianti; Lestariana Pangaribuan; Maya Sintia Lubis; Naufal Risky; Rizka Aulia; Hilmiatus Sahla
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10679

Abstract

Penelitian dilakukan untuk melihat bagaimana prosedur pembiayaan yang diterapkan Bank Sumut bisa mencegah terjadinya kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL). Bank Sumut sebagai bank pembangunan daerah milik Provinsi Sumatera Utara menjalankan fungsi intermediasi yang salah satunya adalah menyalurkan kredit kepada masyarakat. Dalam proses penyaluran kredit itu, ada risiko yang tidak bisa dihindari yaitu kredit bermasalah atau NPL. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari laporan tahunan Bank Sumut tahun 2020 sampai 2025. Data yang dianalisis mencakup kolektibilitas kredit dan rasio NPL Gross serta NPL Netto selama periode tersebut. Dari data yang ada, NPL Gross Bank Sumut turun terus dari 3,54% di tahun 2020 sampai titik terendahnya 2,19% di tahun 2024. Penurunan ini menunjukkan bahwa prosedur pembiayaan yang diterapkan, terutama analisis 5C yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition of Economy, cukup berhasil menjaga kualitas kredit. Namun di tahun 2025, NPL naik lagi diangka 3,12% karena banyak kredit yang masuk kategori meragukan dan macet, salah satunya dampak dari berakhirnya kebijakan restrukturisasi kredit OJK pasca Covid-19. Walaupun naik, angka ini masih dibawah batas maksimum 5% yang ditetapkan Bank Indonesia, jadi Bank Sumut masih masuk kategori sehat. Kesimpulannya, penerapan prinsip 5C dalam prosedur pembiayaan Bank Sumut terbukti bisa menekan angka NPL, tapi pengawasan setelah kredit cair masih perlu diperkuat supaya risiko bisa dideteksi lebih awal.
Pengaruh Uang Elektronik (E-Money), Uang Kartal Dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Inflasi Di Indonesia Periode 2022-2024 Sri Adelya Putri; Hilmiatus Sahla
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh uang elektronik (e-money), uang kartal, dan pengeluaran pemerintah terhadap inflasi di Indonesia periode 2022–2024 baik secara parsial maupun simultan. Perkembangan sistem pembayaran digital melalui uang elektronik, peredaran uang kartal, serta kebijakan fiskal melalui pengeluaran pemerintah diduga memiliki pengaruh terhadap tingkat inflasi di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel tersebut terhadap inflasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berbentuk time series bulanan periode 2022–2024 sebanyak 36 observasi yang diperoleh dari publikasi resmi Bank Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi EViews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uang elektronik berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inflasi dengan koefisien regresi sebesar -0,000549 dan nilai probabilitas 0,0068 < 0,05. Uang kartal memiliki koefisien sebesar 0,00000648 dengan nilai probabilitas 0,0949 > 0,05 sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap inflasi. Pengeluaran pemerintah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inflasi dengan koefisien sebesar -0,00000542 dan nilai probabilitas 0,0227 < 0,05. Secara simultan, uang elektronik, uang kartal, dan pengeluaran pemerintah berpengaruh terhadap inflasi di Indonesia. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,667015 menunjukkan bahwa 66,70% variasi inflasi dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen, sedangkan sisanya sebesar 33,30% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa inflasi di Indonesia periode 2022–2024 dipengaruhi oleh kombinasi faktor moneter dan fiskal. Uang elektronik dan pengeluaran pemerintah terbukti berkontribusi dalam menekan inflasi, sedangkan uang kartal belum menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan inflasi.