Articles
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Dismenore Primer pada Mahasiswi Akademi Kesehatan Rustida Banyuwangi
Firdawsyi Nuzula;
Maulida Nurfazriah Oktaviana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 1 (2019): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (456.243 KB)
|
DOI: 10.55500/jikr.v6i1.67
Menstruasi merupakan proses fisiologis yang terjadi pada wanita secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi yaitu estrogen dan progesteron. Masalah yang terjadi pada kesehatan reproduksi remaja saat menstruasi salah satunya adalah Dismenore atau nyeri saat menstruasi (Utari, 2016). Dismenore primer adalah nyeri saat menstruasi tanpa adanya kelainan pada alat-alat genital. Nyeri akan dirasakan sebelum atau bersamaan dengan permulaan menstruasi dan berlangsung untuk beberapa jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian dismenore primer pada mahasiswi tingkat dua Akademi Kesehatan Rustida Krikilan Banyuwangi.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling. Besar sampel sebanyak 60 mahasiwa tingkat dua Akademi Kesehatan Rustida. Alat pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data menggunakan Chi Square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore (p value = 0.000), tingkat stress dengan dismenore (p value = 0.001), konsumsi fast food dengan dismenore (p value = 0.001), paparan asap rokok dengan kejadian dismenore (p value = 0.002), tidak ada hubungan antara status gizi dengan dismenore (p value = 0.011). Variabel aktivitas fisik yang berpengaruh paling dominan terhadap kejadian dismenore pada mahasiswa tingkat dua Akademi Kesehatan Rustida Krikilan dari hasil uji regresi logistic nilai OR sebesar 17.211.Aktivitas fisik, tingkat stress, konsumsi fast food, paparan asap rokok berhubungan dengan dismenore, sedangan status gizi tidak ada berhubungan dismenore
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi Tidak Terkendali pada Dewasa Muda di Wilayah Kerja Puskesmas Genteng Kulon
Rizki Yulia Purwitaningtyas;
Firdawsyi Nuzula
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 1 (2019): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (411.861 KB)
|
DOI: 10.55500/jikr.v6i1.68
Hipertensi yang tidak terkendali dapat mengakibatkan berbagai macam komplikasi sehingga pemahaman yang tepat terhadap faktor resiko dari hipertensi merupakan salah satu kunci untuk mencegah terjadinya penyakit hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi tidak terkendali pada dewasa muda.Penelitian ini merupakan penelitian epidemiologi yang bersifat observasional analitik dengan desain Case Control Study. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling dengan jumlah sampel 30 orang kelompok kontrol dan 30 orang kelompok kasus. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square (X²) dan analisis multivariate dengan regresi logistic.Hasil analisis regresi logistic ganda menunjukkan bahwa dengan CI 95% didapatkan faktor status gizi (IMT) OR=2,848, aktivitas fisik OR=0,362 dan kepatuhan minum obat OR=0,111. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hanya status gizi (IMT) yang berhubungan dengan kejadian hipertensi tidak terkendali dan secara statistik signifikan.Obesitas merupakan ciri khas pada populasi hipertensi. Curah jantung dan volume darah penderita obesitas dengan hipertensi lebih tinggi dibandingkan dengan penderita yang memiliki berat badan normal dengan tekanan darah yang setara. Akibat obesitas, para penderita cenderung menderita penyakit kardiovaskuler, hipertensi dan diabetes melitus.
Perbedaan Pengetahuan dan Praktik antara Pre Post Pendidikan Kesehatan dengan Metode Demonstrasi tentang Keterampilan Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) pada Mahasiswi Baru Akademi Kesehatan Rustida Krikilan Banyuwangi
Maulida Nurfazriah Oktaviana;
Firdawsyi Nuzula
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 7 No 2 (2020): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55500/jikr.v7i2.104
SADARI merupakan langkah awal untuk mengetahui adanya kanker payudara atau tidak. Adanya informasi tentang SADARI serta kanker payudara menjadi motivasi para wanita untuk menambah pengetahuan tentang area payudara. Remaja merupakan aset penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal ini menjadi prioritas utama, karena remaja menduduki proporsi penduduk yang sangat besar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedan sebelum dan sesudah Pendidikan Kesehatan dengan Metode Demonstrasi Terhadap Nilai Pengetahuan dan keterampilan pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Mahasiswi Baru Akademi Kesehatan Rustida Krikilan Banyuwangi. Desain penelitian ini menggunakan metode pre experimental design dengan one group pre-test post-test design. Sampel pada penelitian ini dipilih secara total sampling dimana semua subjek yang ada memiliki kesempatan yang sama. Besar sampel sebanyak 57 mahasiswi baru Akademi Kesehatan Rustida Krikilan. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa signifikan p=value sebesar 0.000 (<0.05) maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya hipotesis menyatakan terdapat perbedaan pada pengetahuan SADARI antara sebelum dan sesudah diberikan penjelasan. Hasil signifikan p=value sebesar 0.000 (<0.05) maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya hipotesis menyatakan terdapat perbedaan pada praktik SADARI antara sebelum dan sesudah diberikan demontrasi. Kesimpulan: menyatakan terdapat perbedaan pengetahuan dan praktik SADARI antara sebelum dan sesudah diberikan penjelasan dan demonstrasi.
Analisis Antara Status Gizi dan Pola Asuh Gizi dengan Perkembangan Anak Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kalibaru
Firdawsyi Nuzula;
Sayektiningsih Sayektiningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 1 (2019): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55500/jikr.v6i1.121
Pembentukan kualitas sumber daya alam (SDM) sangat bergantung dari proses tumbuh dan kembang pada usia dini. Nutrisi atau pemenuhan kebutuhan gizi merupakan satu-satunya pengaruh paling penting pada pertumbuhan dan perkembangan anak balita. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dan pola asuh gizi terhadap perkembangan anak usia 16-24 bulan.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil sebesar 160 anak yang berusia 6-24 bulan dengan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Status gizi menurut indeks BB/U dengan status gizi baik sebanyak 52,2%, gizi kurang sebanyak 22,5% dan gizi buruk sebesar 10%. Perkembangan anak balita usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kalibaru Kabupaten Banyuwangi 75% mempunyai pola asuh baik dan 25% dengan pola asuh tidak baik. Hasil perhitungan analisis status gizi dengan pola asuh gizi menggunakan uji chi square didapatkan nilai p = 0,001. Hal ini bermakna bahwa ada hubungan antara status gizi dengan perkembangan anak 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kalibaru.Status gizi balita sangat penting untuk diperhatikan karena secara luas memiliki dampak besar dan berkepanjangan pada status kesehatan anak, perkembangan fisik dan mental serta produktivitas anak saat dewasa.
Analisis Pemberian MP-ASI dengan Status Gizi Bayi 6-12 Bulan di Wilayah Puskesmas Kalibaru
Firdawsyi Nuzula;
Roshinta Sony Anggari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 2 (2019): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Status gizi balita merupakan salah satu indikator kesehatan untuk menilai keberhasilan pencapaian Millenium Development Goals (MDG’s). Masalah kurang gizi pada balita merupakan dampak dari rendahnya pemberian MP-ASI yang tidak tepat. Untuk tumbuh kembang optimal, anak membutuhkan asupan gizi yang cukup, bayi usia 0-6 bulan cukup ASI saja, dan bayi diatas 6 bulan memerlukan MP-ASI. Kebiasaan yang dijumpai di Kalibaru adalah adanya pemberian MP-ASI pada bayi kurang dari 6 bulan dengan memberikan bubur buatan pabrik, hal ini yang mempengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis tentang pola pemberian MP-ASI pada bayi kurang gizi usia 6-12 bulan di Kalibaru.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan responden ibu yang memiliki bayi 6-12 bulan. Data berupa informasi dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi partisipasi. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p<0,05 yang artinya bermakna bahwa ada hubungan antara pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi 6-12 bulan di wilayah Puskesmas Kalibaru. Frekuensi pemberian makanan pokok 2-3 kali sehari, cara penyajian bervariasi dan konsistensinya ada yang lunak dan ada yang padat. Disimpulkan bahwa pola pemberian MP-ASI di Kalibaru ada yang belum tepat dan ada yang mendekati ketepatan dan semuanya disebabkan oleh pengalaman yang berbeda.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja dan Cara Pencegahan Tentang Penyakit Hepatitis A
Taufiqur Rahman;
Firdawsyi Nuzula;
Siswoto Hadi Prayitno
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 8 No 2 (2021): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55500/jikr.v8i2.137
Hepatitis is a public health problem in developing countries, one of which is Indonesia. Hepatitis A attacks the liver because Hepatitis A virus infection can be caused by a virus. Pukesmas Sumbersari recorded the highest number of Hepatitis A patients with 79 cases in Jember Regency. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge of adolescents about Hepatitis A and Hepatitis A prevention methods in the village of Sumbersari, Jember Regency. Design of this study used quantitative methods with descriptive correlation analysis design with cross sectional approach. The population in this study was the adolescent village of Sumbersari, Jember Regency as many as 57 populations. The sampling technique used was Simple Random Sampling. The statistical test used was Chi-Square with a significant standard (< 0.05). Based on the bivariate analysis using the Chi-Square statistical test , it was found that the significant level of value ( ρ) was 0.026 because ( ρ ): 0.026 < α 0.05, then Ha was accepted, meaning that there was a relationship between the level of knowledge of adolescents about hepatitis A and how to prevent hepatitis A in the village. Sumbersari Jember Regency. Based on the results of the study, the adolescents in Sumbersari Village with the knowledge level were mostly moderate, namely 58% and by the prevention method, most of them were good, namely 88%.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang Pencegahan Preeklamsia
Siti Sofia;
Haswita Haswita;
Firdawsyi Nuzula
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 8 No 2 (2021): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55500/jikr.v8i2.141
Pre-eclampsia is a disease with the signs of hypertension, proteinuria, and edema arising from pregnancy. There are 20 maternal mortality rates in Banyuwangi, most of the causes of maternal mortality are PEB / Eclampsia as many as 5 people (25%). This study aims to describe the level of knowledge of pregnant women about the prevention of preeclampsia in the Kalibaru Kulon Public Health Center Banyuwangi. This study uses a quantitative descriptive method. The variable in this study was the knowledge of pregnant women about the prevention of preeclampsia. The population in this study were 58 pregnant women who continued to visit every month at the Kalibaru Kulon Public Health Center Banyuwangi. The sampling technique used was accidental sampling, while the sample obtained in June 2020 was 37 samples. Data collection techniques using a questionnaire.The results of this study indicate that the level of knowledge of pregnant women about the prevention of preeclampsia in the Kalibaru Kulon Banyuwangi Health Center in 2020 is categorized as good as many as 35 people (95%). where respondents are knowledgeable, aged 21-40 years, elementary school education, work as a housekeeper and the number of parity> 2. It is advisable for pregnant women to be more active in seeking health information, especially about the prevention of preeclampsia in order to increase knowledge so that they can prevent and avoid unwanted things.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Remaja
Fitriyah Febriani Ichwanda;
Firdawsyi Nuzula;
Siswoto Hadi Prayitno
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 8 No 2 (2021): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55500/jikr.v8i2.144
Breast cancer becomes the highest death case in Indonesia for women, which is number 2 after cervical cancer in women. Nowadays, there are still many people who don’t understand the importance of early detection of breast cancer. The purpose of this research was to determine the effect of health education of SADARI through video and voice recordings on adolescent knowledge about SADARI at SMK Al-Azhar Sempu Banyuwangi. The type of research used was Quasi Experimental research with research deign used was Pretest and Posttest with Control Group Design. This research was conducted on July, 2020 with a sample of 32 female student of SMK Al-Azhar Sempu Banyuwangi obtained using total sampling techniques. The population in this research was class XI female student of SMK Al-Azhar Sempu Banyuwangi. The data collection tool used in this research was questionnaire given to research respondents through google form before and after health education was given. The statistical test used was the Kendall-tau test. Research results obtained there is a health education effect through video with the p-value 0,005 and health education through voice recording with the p-value 0,025 as well as from both groups with the p-value 0,000. Statically test shows that health education about SADARI through video is more effective than voice recording. Expected for adolescents to apply SADARI in an early detection of breast cancer.
Membangun Kesadaran dalam Mendukung Keberlangsungan Pemberian ASI Eksklusif Sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Perempuan
Firdawsyi Nuzula;
Maulida Nurfazriah Oktaviana;
Rizki Yulia Purwitaningtyas
Society : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Vol.2 No.2, April 2022
Publisher : Universitas Dinamika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37802/society.v2i2.183
Kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang pemberian ASI eksklusif masih cukup rendah di Indonesia. Pentingnya dukungan keluarga dan orang sekitar dinilai sangat signifikan untuk membantu meningkatkan motivasi bagi ibu-ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif pada bayinya sampai usia 6 bulan guna untuk meningkatkan kualitas hidup ibu dan bayinya. Tujuan dari PKM adalah 1) meningkatkan pengetahuan tentang ASI eksklusif, 2) meningkatkan keterampilan perawatan payudara, 3) meningkatkan keterampilan pijat laktasi, 4) meningkatkan keterampilan menyediakan dan menyajikan ASIP. Khalayak sasaran PKM adalah kelompok ibu-ibu yang mempunyai anak balita dengan usia 0-6 bulan dan ibu-ibu hamil pada trimester tiga. Metode PKM yaitu bekerjasama dengan dinas terkait, untuk menginformasikan diadakannya PKM tentang ASI Eksklusif. Hasil kegiatan PKM adalah 1) Pengetahuan Ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif baik 84%, pengetahuan pijat oksitosin baik 79%, pengetahuan memerah ASI, menyimpan serta menyiapkan ASIP baik 89%, 2) Keterampilan dalam melakukan perawatan payudara baik 89%, 3) Keterampilan dalam melakukan pijat laktasi baik 95%, 4) Keterampilan dalam menyediakan dan menyajikan ASIP baik 90%. Pengetahuan dan ketarampilan ibu tentang ASI Eklusif salah satu faktor terpenting yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, mengoptimalkan perkembangan saraf otak, memberikan zat-zat kekebalan terhadap penyakit dan mewujudkan ikatan emosional antara ibu dan bayinya. Luaran PKM adalah 1) Buku/modul PKM “Pedoman ASI Eksklusif”, 2) Artikel Ilmiah. Kesimpulan kegiatan pengabdian kepada masyarakat semua ibu dapat memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya minimal hingga usia bayi 6 bulan Saran perlu adanya tindak lanjut dan monitoring pengetahuan dan perilaku ibu-ibu dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.
Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan DIIT Anggota Keluarga Diabetes Mellitus
Nofita Krisdayanti Putri;
Firdawsyi Nuzula;
Haswita Haswita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 9 No 1 (2022): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55500/jikr.v9i1.163
Kepatuhan penderita diabetes mellitus dalam penatalaksanaan penyakitnya sangat penting untuk menghindari masalah penurunan derajat kesehatan. Kendala utama pada penanganan diet diabetes mellitus adalah kejenuhan pasien dalam mengikuti terapi diet yang sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan. Solusi meningkatkan kepatuhan membutuhkan dukungan keluarga yang berupa dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan informatif dari anggota keluarga kepada penderita. Penelitian ini mencoba membuktikan apakah ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pada penderita diabetes mellitus. Penelitian ini menggunakan studi korelasi dengan pendekatan metode cross sectional. Populasi pada penelitian ini 291 dan sampel penelitiannya sebanyak 103 responden dengan teknik purposive sampling .Variabel dependen adalah dukungan keluarga, variabel independen adalah kepatuhan diit. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner. Analisa data yang digunakan adalah secara deskriptif, dan uji statistik chi square. Hasil uji statistik dukungan keluarga dengan kepatuhan pada penderita diabetes mellitus didapatkan hasil p = 0,671 dimana α > 0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima, yaitu secara statistik tidak ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pada penderita diabetes mellitus. Penelitian ini bahwa dukungan keluarga tidak begitu berpengaruh terhadap kepatuhan penderita dalam penatalaksanan DM. Namun, faktor lain yang berpengaruh terhadap kepatuhan adalah pendidikan dan modifikasi lingkungan untuk pengedalian penyakit diabetes mellitus yang dideritanya.