Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan terhadap Kader tentang Intervensi Gizi Spesifik dalam Pencegahan Stunting Firdawsyi Nuzula; Maulida Nurfazriah Oktaviana; Rizky Dwi Yanti Yunita
The Indonesian Journal of Health Science Vol 12, No 2 (2020): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v12i2.4877

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Stunting merupakan salah satu dari triple burden masalah gizi dimana diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yang mengakibatkan anak mengalami gagal tumbuh. HPK merupakan gerakan mempercepat perbaikan gizi untuk memperbaiki kehidupan anak dimasa yang akan datang sebagai upaya untuk menurunkan prevalensi stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan kader terhadap intervensi gizi spesifik dalam pencegahan terjadinya stunting di Pukesmas Songgon. Metode: Metode penelitian ini Quasi eksperimen, dengan menggunakan pendekatan Pretest-Posttest Control Group Design.  Uji analisis menggunkan uji Mann Whitney. Hasil: Ada perbedaan pengetahuan kader yang cukup signifikan setelah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang intevensi gizi spesifik dalam pencegahan stunting dengan nilai 0,039, dan tidak terdapat perbedaan praktik kader terhadap intevensi gizi spesifik dalam pencegahan stunting setelah mendapatkan pendidikan kesehatan dengan nilai 0,422. Simpulan dan Implikasi: Pengetahuan kader terhadap intevensi gizi spesifik dalam pencegahan stunting didapatkan perbedaan pengetahuan kader yang cukup signifikan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Kader sebagai kepanjangan tangan petugas kesehatan di masyarakat perlu diberikan edukasi oleh petugas kesehatan agar memahami pencegahan stunting.
Tingkat Pengetahuan Self Management Hipertensi dengan Perilaku Mengontrol Tekanan Darah pada Warga Istifa Amalia; Roshinta Sony Anggari; Firdawsyi Nuzula
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 9 No 2 (2022): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v9i2.155

Abstract

Setelah penyakit jantung kororner dan stroke hipertensi penyebab nomor tiga terjadinya kematian pada penderita. Penyebab terjadinya hipertensi diantaranya adalah karenak faktor keturunan dan lingkungan. Tujuan penelitian menganalisis hubungan pengetahuan dengan self management hipertensi. Metode deskrintif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 90 dipilih melalui purposive sampling selama peredoe mei tahun 2021. Data dikumpulkan melalui kuesioner tentang self management hipertnsi dan prilaku mengontrol hipertensi. Hasil p .034 < .05 dsimpulkan ada hubungan pengethauan self management tekanan darah tinggi dengan perilaku mengontrol tekanan darah. Perlunya penderita hipertensi melalkukan hidup sehat agar tekanan darah tinggi dapatterkendali.
Status Gizi pada Anak Pra Sekolah: Peran Pola Asuh Orang Tua Indah Lusiana Ulfa; Roshinta Sony Anggari; Firdawsyi Nuzula
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 9 No 2 (2022): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v9i2.156

Abstract

Masalah gizi pada hakekatnya adalah masalah kesehatan masyarakat, dan penyebabnya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terkait satu dengan yang lainnya. Saat anak memasuki periode usia dibawah lima tahun (balita), anak akan sangat membutuhkan kecukupan gizi yang berfungsi sebagai penunjang pertumbuhan dan perkembangan fisiknya. Pada usia tersebut, anak juga sangat bergantung pada orang tua/ibu yang memiliki peran penting dalam pengasuhan dan perawatan anak. Metode penelitian ini yang digunakan adalah analitik cross-sectional dengan total 53 sampel penelitian yang dipilih dalam purposive sampling selama periode Mei hingga Juli 2021. Data penelitian ini dikumpulkan melalui pengisian kuisioner terkait karakteristik keluarga, karakteristik anak, pola asuh orang tua, dan data pediatrik berupa IMT (berat badan dan tinggi badan). Hasil analisa Chi-Square variabel pola asuh orang tua dengan status gizi menurut berat badan (BB/U) dan tinggi badan (TB/U) menunjukkan nilai ρ value =0,014, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pola asuh orang tua dengan status gizi pada anak pra sekolah. Kesimpulan pada penelitian ini orang tua/ibu anak disarankan untuk memperhatikan pola asuh dan gizi pada usia anak pra sekolah.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Masa Pandemi Rahmania Febila Abitarindy; Firdawsyi Nuzula; Hendrik Probo Sasongko
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 9 No 2 (2022): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v9i2.164

Abstract

COVID-19 telah menjadi wabah yang menyebar luas di dunia termasuk Indonesia. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan salah satu upaya untuk memperkuat budaya seseorang, kelompok maupun masyarakat agar lebih peduli dan mengutamakan kesehatan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Penerapan PHBS dapat membantu dalam pencegahan COVID-19. Jenis penelitian ini menggunakan analitik korelatif dengan rancangan cross sectional dengan responden sebanyak 70 siswa SMK Negeri Kalibaru kelas X jurusan Akuntansi tahun ajaran 2020/2021 yang telah mengisi kuesioner menggunakan teknik total sampling. Hasil Uji Chi-Square didapatkan bahwa taraf signifikan nilai (p) (2-tailed) sebesar 0.05 karena (p) (2-tailed) 0.029 maka artinya ada pengaruh antara variabel PHBS dengan variabel pencegahan penyebaran covid-19, dimana responden dengan nilai baik (78,6%) dan responden dengan nilai cukup (21,4%). Sebagai negara yang terdampak, pemerintah Indonesia berharap dapat mencegah penyebaran COVID-19 dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, agar kasus tidak bertambah. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sangat penting sehingga perlu terus disosialisasikan untuk menambah pengetahuan dan mampu menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari.
Factors Associated to Implant Use among Married Women of Reproductive Age in Banyuwangi Firdawsyi Nuzula; Ni Putu Widarini; I Nyoman Mangku Karmaya
Public Health and Preventive Medicine Archive Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53638/phpma.2015.v3.i1.p16

Abstract

Background and purpose: The proportion of implant use at Tegalsari District of Banyuwangi has increased year by year until it reached 17% in 2013. This proportion was much higher than the national and provincial rates. This study aims to determine factors related to implant use among married women of reproductive age at Tegalsari District of Banyuwangi. Methods: This was a cross-sectional survey involving 198 married women of reproductive age who were using contraception at Tegalsari district. Data was collected by conducting interview in each respondent’s house using a structured questionnaire. Univariate analysis was conducted to determine frequency distribution of each variable, bivariate analysis using the chi-square test, and multivariate analysis was performed to determine factors that independently associated to the use of implant using logistic regression. Results: The proportion of implant use in women of reproductive age at Tegalsari District was 21.21%. Multivariate analysis indicated that the statistically significant factors associated with implant use were cultural value with adjusted OR=3.59 (95%CI: 1.44-8.94), knowledge on implant with adjusted OR=15.10 (95%CI: 3.44-74.40), role model with adjusted OR=3.43 (95%CI: 1.47-8.06) and information from health workers with adjusted OR=3.13 (95%CI: 1.16-8.44). Conclusion: Factors related to implant use among married women of reproductive age were supported cultural values, role model, good knowledge about implant and information from health workers.
Kesadaran dan Sikap Santri dalam Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 Nadia Azkal Uyun; Firdawsyi Nuzula; Maulida Nurfazriah Oktaviana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14123

Abstract

The Covid-19 pandemic is a health problem that has received special attention from the government. The pesantren environment is one of the areas of concern in the spread of the Covid-19 virus because daily activities are carried out in groups. Breaking the chain of transmission of Covid-19 can be prevented with high awareness and a positive attitude in implementing health protocols. So research is needed that aims to analyze the relationship between awareness and attitudes of students with the implementation of the Covid-19 health protocol at the Manbaul Ulum Berasan Muncar Islamic Boarding School, Banyuwangi. This study used a cross-sectional design involving 130 respondents selected by simple random sampling technique, in May 2022. Data was collected by filling out a questionnaire. The results of the analysis show a p value of 0.000, both for awareness and attitude factors. It was concluded that awareness and attitude are related to the implementation of health protocols by the students.Keywords: Covid-19; health protocol; attitude; awareness ABSTRAK Pandemi Covid-19 menjadi masalah kesehatan yang mendapat perhatian khusus oleh pemerintah. Lingkungan pesantren menjadi salah satu atensi dalam penyebaran virus Covid-19 karena aktivitas setiap hari dilakukan secara berkelompok. Pemutusan rantai penularan Covid-19 dapat dicegah dengan kesadaran yang tinggi dan sikap yang positif dalam penerapan protokol kesehatan. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesadaran dan sikap santri dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 di Pondok Pesantren Manbaul Ulum Berasan Muncar Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional yang melibatkan 130 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling, pada bulan Mei 2022. Data dikumpulkan melalui pengisian kuisioner, lalu dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan nilai p 0,000, baik untuk faktor kesadaran maupun sikap. Disimpulkan bahwa kesadaran dan sikap berhubungan dengan penerapan protokol kesehatan oleh para santri.Kata kunci: Covid-19; protokol kesehatan; sikap; kesadaran
Pengaruh Warna terhadap Short Term Memory pada Remaja Eni Safitri; Rizki Yulia Purwitaningtyas; Firdawsyi Nuzula
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 10 No 1 (2023): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v10i1.180

Abstract

Memori merupakan tempat penyimpanan informasi, sedangkan memori jangka pendek merupakan tempat penyimpanan informasi selama 20-30 detik saja didalam memori. Warna memiliki efek positif pada psikologis remaja. Salah satunya pada retensi memori. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui Pengaruh Warna pada memori jangka pendek pada siswa MTsN 11 Jember. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental dengan rancangan pre test dan post tes only. Sampel pada penelitia ini menggunakan purposive sampling sebanyak 120 sampel. Instrument penelitian ini menggunakan tes buta warna Ishihara dan tes ME. Variabel bebas pada penelitian ini Short Term Memory pada remaja, sedangkan variabel terikatnya yaitu pengaruh warna. Survei dilakukan pada Bulan Juli di MTsN 11 Jember Dusun Pasar Alas Garahan Silo Jember. Uji analisis yang digunakan uji paired T-tes. Hasil uji statistik dengan menggunakan Paired Sample T-Test, terdapat nilai p = 0,000. Karena nilai p= 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh warna terhadap Short Term Memory. Pegaruh memori jangka pendek pada masa remaja disebabkan karena respon psikologis yang positif terhadap warna yang mengarah pada retensi memori permanen. Penggunaan warna dapat dijadikan acuan bagi psikologis remaja untuk penyimpanan informasi kedalam memori.
Pengalaman Perawat dalam Melakukan Resusitasi Jantung Paru pada Pasien Covid-19 Yoany Maria Vianney B. Aty; Gadur Blasius; Elisabeth Herwanti; Pius Selasa; Dominggos Gonsalves; Firdawsyi Nuzula; Muhtar Muhtar
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.76178

Abstract

Latar Belakang: Tantangan perawat pada masa pandemi Covid-19 saat memberikan bantuan pasien yang mengalami henti jantung adalah penularan virus Covid-19. Perawat yang melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dengan menggunakan APD lengkap masih mungkin mengalami penularan virus yang bisa melalui droplet atau aerosol dari pasien yang terdapat di udara yang masuk melalui celah yang terbentuk tanpa sengaja oleh perawat saat bekerja.Tujuan: Mengeksplorasi pengalaman perawat dalam  melakukan RJP pada pasien Covid-19 di ruang IGD, ICU, dan ICCU RSUD Prof. W. Z Johannes Kupang.Metode: Penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis fenomenologi. Indeepth interview dilakukan untuk menggali pengalaman perawat dalam melakukan RJP pada pasien Covid-19 yang mengalami henti jantung dan napas. Jumlah partisipan sebanyak 4 orang.Hasil: Penelitian menemukan 6 tema yakni keputusan melakukan RJP pasien, keterbatasan gerak dan mudah lelah, kesulitan memonitor kondisi pasien, cemas tertular Covid-19, rasa empati, dan kerja sama tim.Kesimpulan: Tindakan RJP pasien terkonfirmasi Covid-19 memerlukan keputusan yang tepat. Selama tindakan ini perawat mengalami kelelahan, sulit mengecek kondisi pasien karena APD yang digunakan. Perawat juga merasa takut tertular. Namun, rasa empati kepada pasien membuat perawat melakukan tindakan RJP ini dengan baik yang didukung oleh kerja sama tim yang baik.
Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Covid-19 Pada Mahasiswa Baru Keperawatan Firdawsyi Nuzula; Maulida Nurfazriah Oktaviana
Society : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Vol.3 No.2, April 2023
Publisher : Universitas Dinamika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37802/society.v3i2.231

Abstract

Status darurat bencana pandemi covid-19 di Indonesia terhitung mulai Maret 2020. Protokol kesehatan yang disosialisasikan meliputi social distancing, physycal distancing, gerakan 3 M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Upaya ini  dilakukan  guna mengurangi mata rantai infeksi virus corona dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Tujuan dari PKM adalah 1) menambah  pengetahuan tentang protokol kesehatan, 2) meningkatkan keterampilan penerapan protokal kesehatan, 3) Memiliki keterampilan dalam pencegahan dan penyebaran covid-19. Metode pelatihan/workshop memberikan pendidikan kesehatan peningkatan pengetahuan, praktek langsung dalam aplikasi protokol kesehatan di normal era Sasaran PKM seluruh mahasiswa Semester satu Prodi D-III Keperawatan Akademi Kesehatan Rustida Krikilan. Hasil pengetahuan pre-test mahasiswa tentang protokol kesehatan rata-rata hasil didapatkan cukup 75%, pengetahuan post-test mahasiswa tentang protokol kesehatan baik 75%. Perilaku pencegahan pre-test mahasiswa tentang protokol kesehatan positif 70%, dan perilaku pencegahan post-test mahasiswa tentang protokol kesehatan positif 92%. Saran selanjutnya perlu adanya tindak lanjut dan monitoring perilaku mahasiswa terkait protokol kesehatan pencegahan 3M.
TRIGGER FACTORS OF LONG COVID (POST-COVID SYNDROME) Firdawsyi Nuzula; Maulida Nurfazriah Oktaviana
UNEJ e-Proceeding 2023: 5th International Agronursing Conference (5th IANC) In Conjunction with 1st International Post
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Coronavirus disease 2 (SARS-Cov-2) is still a significant concern for the world because of the problem of infectious diseases that can cause severe acute respiratory disease with or without symptoms to be life-threatening. Even though it can be cured, in some cases, prolonged, persistent symptoms will appear after Covid, or is called Long Covid. The occurrence of long Covid can be seen from the persistence of residual symptoms after an acute infection occurs for more than 4 weeks This study aims to identify the trigger factors for Long Covid. Methods: Research design with a cross-sectional design. The sample is all covid survivors with residual symptoms willing to complete a questionnaire on Google form of 122 samples. Results: The results of the bivariate analysis showed that the BMI factor variable had a value of p=0.750, many sequelae p=0.000, treatment p=0.046, early symptoms p=0.000, active smokers p=0.981, passive smokers p = 0.328, and comorbidities p = 0.052. The initial symptom variable is the most dominant precipitating factor compared to other variables where the logistic regression test obtains OR = 2.103. Discussion: Symptom variable had the most dominant influence compared to the other variables, namely the number of sequelae and treatment. Thus among the other variables, it can be concluded that the initial symptom variable has the most dominant influence on the occurrence of Long Covid. explains that someone infected with covid in the first week with many symptoms tends to be at risk of experiencing long Covid syndrome.