Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH OTORITER DENGAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA KELAS XI DI SMAN 1 KEDIRI TAHUN PELAJARAN 2025/2026 Dwi Intan Silviana; Ni Ketut Alit Suarti; Ni Made Sulastri
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.15203

Abstract

ABSTRACT Bullying is one of the problems that continues to occur in school environments and may negatively affect students’ social and emotional development as well as their learning process. One factor that is assumed to be associated with bullying behavior is authoritarian parenting practiced by parents. This study aimed to determine the relationship between authoritarian parenting and bullying behavior among eleventh-grade students at SMAN 1 Kediri in the 2025/2026 academic year. This study employed a quantitative approach with a correlational method. The population consisted of 118 students, while the sample comprised 51 students selected using cluster sampling. Data were collected through questionnaires measuring authoritarian parenting and bullying behavior. The collected data were then analyzed using the Pearson Product Moment correlation test with the assistance of SPSS. The results showed that the calculated correlation coefficient (r) was 0.629, which was higher than the critical value (r) of 0.276, with a significance value of 0.001 < 0.05. These results indicate a significant and positive relationship between authoritarian parenting and bullying behavior among eleventh-grade students at SMAN 1 Kediri. Therefore, the higher the level of authoritarian parenting practiced by parents, the higher the students’ tendency to engage in bullying behavior. The findings highlight the importance of appropriate parenting practices in supporting students’ positive behavioral development. ABSTRAK Perilaku bullying merupakan salah satu permasalahan yang masih ditemukan di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan sosial, emosional, serta proses belajar siswa. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan munculnya perilaku bullying adalah pola asuh otoriter yang diterapkan oleh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan perilaku bullying pada siswa kelas XI SMAN 1 Kediri Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 118 siswa, dengan sampel sebanyak 51 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket untuk mengukur pola asuh otoriter dan perilaku bullying. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS. Hasil analisis menunjukkan nilai rhitung sebesar 0,629 lebih besar daripada rtabel sebesar 0,276, dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif antara pola asuh otoriter dengan perilaku bullying pada siswa kelas XI SMAN 1 Kediri. Dengan demikian, semakin tinggi penerapan pola asuh otoriter oleh orang tua, semakin tinggi pula kecenderungan siswa melakukan perilaku bullying. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya penerapan pola asuh yang tepat dalam mendukung perkembangan perilaku positif siswa.
HUBUNGAN POLA ASUH PERMISIF ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA 4-6 TAHUN DI TK PGRI 07 AIKMEL Rahma Suraya; Sarilah Sarilah; Ni Made Sulastri; Khairul Huda
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.15221

Abstract

ABSTRACT Independence is an important aspect of early childhood development; however, some children still tend to depend on adults in carrying out daily activities. This condition is assumed to be related to parenting practices, particularly permissive parenting, which provides children with considerable freedom without adequate boundaries and supervision. This study aimed to determine the level of permissive parenting, the level of independence among children aged 4–6 years, and the relationship between parental permissive parenting and children’s independence at TK PGRI 07 Aikmel in the 2025/2026 academic year. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The population consisted of 46 children from Classes A and B, with a sample of 20 children selected using purposive sampling. Data were collected through two Likert-scale questionnaires, each consisting of 20 items, to measure parental permissive parenting and children’s independence. The data were analyzed using SPSS version 26.0 through a normality test followed by the Spearman Rank Order correlation test because the data were not normally distributed. The results showed that parental permissive parenting was categorized as moderate at 70%, while children’s independence was also categorized as moderate at 60%. The correlation test yielded a coefficient of -0.821 with a significance value of 0.000 (p<0.05). Therefore, H0 was rejected and Ha was accepted, indicating a significant and very strong negative relationship between parental permissive parenting and children’s independence. This finding means that the higher the tendency toward permissive parenting, the lower the level of children’s independence. ABSTRAK Kemandirian merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, namun dalam aktivitas sehari-hari masih ditemukan anak yang cenderung bergantung pada bantuan orang dewasa. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan pola asuh orang tua, khususnya pola asuh permisif yang memberikan kebebasan kepada anak tanpa batasan dan pengawasan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pola asuh permisif orang tua, tingkat kemandirian anak usia 4–6 tahun, serta hubungan antara pola asuh permisif orang tua dengan kemandirian anak di TK PGRI 07 Aikmel Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 46 anak dari Kelas A dan B, dengan sampel sebanyak 20 anak yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui angket skala Likert yang masing-masing terdiri atas 20 butir untuk mengukur pola asuh permisif orang tua dan kemandirian anak. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26.0 melalui uji normalitas dan dilanjutkan dengan uji korelasi Spearman Rank Order karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh permisif orang tua berada pada kategori sedang sebesar 70%, sedangkan kemandirian anak berada pada kategori sedang sebesar 60%. Hasil uji korelasi menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,821 dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Dengan demikian, H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga terdapat hubungan negatif yang signifikan dan sangat kuat antara pola asuh permisif orang tua dengan kemandirian anak. Artinya, semakin tinggi kecenderungan pola asuh permisif orang tua, semakin rendah tingkat kemandirian anak.